SOSIALISASI KEKAYAAN INTELEKTUAL Kintoko Kepala Sentra HKI UAD

























































- Slides: 57
SOSIALISASI KEKAYAAN INTELEKTUAL Kintoko Kepala Sentra HKI UAD @UMSORONG, 24 JULI 2019
PERAN PERGURUAN TINGGI GLOBALIZATION SCIENCE & TECHNOLOGY TEACHING UNIVERSITY PENDIDIKAN TINGGI YANG UNGGUL PERTUMBUHAN EKONOMI RESEARCH UNIVERSITY POSISI RISET YANG UNGGUL DANA PEMERINTAH TURUN (KEMANDIRIAN) REVENUE CENTERPRENEURIAL ENTREPRENEURIAL UNIVERSITY PERKEMBANGAN SAINS & TEKNOLOGI CENTER Pengantar FGD Nilai Inti ITB, 17/12 -2015
TRANSFORMASI PERGURAN TINGGI 1 st Generation • Education 2 nd Generation • Education • Research 3 rd Generation • Education • Research • Know-how exploitation (entrepreneurship) 10 00 15 00 20 00 Potensi KI selalu ada 4 th Generation • Education • Open Innovation ?
Closed vs Open Innovation Inovasi Tertutup Inovasi Terbuka Ahli di satu institusi bekerja untuk kepentingan institusi sendiri. Bekerja sama dengan ahli dari luar dan dalam institusi. Institusi melakukan sendiri: invensi, produksi, pemasaran. Invensi dapat datang dari luar institusi. Masuk ke pasar paling dulu, pasti menang. Memlaksanakan model bisnis yang baik lebih baik dari pada masuk pasar pertama. Kemenangan diraih dengan mengembangkan ide sendiri. Kemenangan diraih dengan menggunakan ide dari luar dan dari dalam institusi sendiri. HKI dikuasai sendiri sehingga pesaing tidak dapat mengambil keuntungan dari HKI tersebut. Keuntungan didapat dari lisensi HKI ke institusi lain dari ijin lisensi dari institusi lain. Semua HKI hasil kerjasama antara Institusi badan usaha dan perguruan tinggi dikuasai oleh badan usaha. KI hasil kerjasama dikuasai bersama. Perguruan tinggi didorong untuk menggunakannya di luar bidang yang sedang diteliti. Diadaptasi dari Henry Chesbrough, 2003
PERANAN LMI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PT Komponen Pemeringkatan Perguruan Tinggi di Indonesia (2017) Perguruan Tinggi Kualitas Sumber Daya Manusia Kualitas Manajemen Kualitas Kegiatan Mahasiswa Kualitas Penelitian & Publikasi Ilmiah Kualitas Pengabdian Masyarakat Inovasi Sebagai Komponen Dalam Pemeringkatan Perguruan Tinggi (masa depan) Perguruan Tinggi Kualitas Sumber Daya Manusia Kualitas Manajemen Kualitas Kegiatan Mahasiswa Kualitas Penelitian & Publikasi Ilmiah Kualitas Pengabdian Masyarakat Kualitas Hasil Inovasi
UNSUR PENYELENGGARA MANAJEMEN INOVASI Rektor UNSUR PEMBINA Wakil Rektor Bidang Kerja Sama UNSUR PENGELOLA Tim Ahli Pembantu Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pelayanan dan Kerjasama Bidang Perlindungan HKI & Publikasi Bidang Inkubasi & Komersialisasi UNSUR PELAKSANA Fungsi Pelayanan (LPPM) Fungsi Perlindungan (Sentra HKI) Fungsi Dorongan (Inkubator) 1. Pembelajaran berorientasi industri 1. Kekayaan intelektual 1. Pembentukan konsorsium 2. Perubahan angka kredit dosen 2. Publikasi 2. Inkubasi 3. Mobilitas dosen ke industri 4. Pelayanan jasa ilmu pengetahuan dan teknologi 5. Sertifikasi 3. Standardisasi Atau sebutan/nama lembaga lain dengan fungsi setara 4. Komersialisasi teknologi melalui: a. Lisensi b. Spin-off/spin-out
Peran Unit Pengelolaan KI • Sosialisasi KI • Klinik drafting paten • Pelayanan pendaftaran HKI • Membantu penyusunan roadmap riset/RIP • Mendorong hilirisasi dan komersialisasi Kebijakan PT SDM Finansial Fasilitas Sistem Informasi Manajemen Atmosfer KI
IP DOMINIC EFFECTS • Peningkatan mutu institusi • Percepatan karir staf • Potensi income generating
JALAN MENUJU KARIR Publikasi internasional Paten/paten sederhana Buku Referensi
Tren Meningkat Jumlah Publikasi Internasional Perguruan Tinggi Jumlah Publikasi Ilmiah Internasional Perguruan Tinggi 9000 8000 7000 6000 5000 4000 3000 2000 1000 0 PTS PTN 2010 246 1395 2011 303 1748 2012 590 2518 2013 955 3505 2014 1368 5097 2015 1921 6177
Data Kekayaan Intelektual PT yang didaftarkan 2010 s. d. 2015 (Kumulatif) No. 1 2 3 Jenis KI Paten Sederhana Hak Cipta Jumlah KI per tahun Tahun 2010 192 34 123 349 2011 147 25 144 316 2012 200 27 164 391 2013 305 48 328 681 2014 317 16 427 760 2015 414 68 630 1112 Jumlah 1575 218 1816 3609 700 600 2010 500 2011 400 2012 300 2013 200 2014 100 2015 0 Hak Cipta Paten Sederhana Data KI berdasarkan PT yang mengisi Laporan Kinerja Penelitian pada simlitabmas 2010 s. d. 2015 Untuk PT sebaiknya mulai dari Paten sederhana Valuasi dan Fasilitasi KI
Statitistik Jumlah Permohonan Paten Dalam Negeri 9000 8000 7021 7000 7766 6184 6000 5000 7442 7573 4181 4426 5097 4921 4796 5357 4173 4000 3000 2000 1000 233 285 283 423 500 535 614 678 762 926 1330 1470 0 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Paten Dalam Negeri 2011 2012 2013 2014 2015 2016 Paten Dari Luar Negeri 21
10 Negara Teratas Permohonan Paten PCT - 2015 22
POSISI PATEN INDONESIA DALAM PATEN NEGARA 2 LAIN 8869 33043 38756 45517 42763 66889 2015 8023 30342 35481 40308 42854 65965 2014 7450 30884 34741 44914 43031 63167 2013 7026 30435 35242 44211 43955 61340 2012 5830 28649 35111 41414 42291 59444 2011 0 160022 213694 318721 152662 210292 325989 147987 204589 542815 342610 Brazil 400000 Canada 928177 571612 342796 142793 178924 1102000 578802 328436 148560 188915 200000 Indonesia 589410 825136 652777 503582 526412 Russian India 600000 Germany EPO 800000 Korea Japan USA 1000000 China 1200000
POSISI PATEN INDONESIA DALAM PATEN NEGARA 2 ASEAN Viet Nam Thailand Singapore Philippines Myanmar Malaysia Lao PDR Indonesia Cambodia Brunei Darussalam 0 1000 Brunei Cambodia Darussalam 2013 11 75 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000 9000 10000 Indonesia Lao PDR Malaysia Myanmar Philippines Singapore Thailand Viet Nam 7450 0 7205 0 3285 9722 7404 3995 2012 0 53 7027 0 6940 0 2994 9685 6746 3805 2011 0 43 5830 0 6452 0 3196 9794 3924 3560 2010 0 26 5630 0 6383 0 3393 9773 1937 3582 2009 42 28 4518 0 5737 0 2997 8736 5857 2890
PT menjadi salah satu soko guru KI 176 PTM dapat menjadi leading university melalui KI ASKI-PTM
KERANGKA PIKIR DAYA SAING RISTEKDIKTI IKP : • Jmlh Perguruan Tinggi Masuk Top 500 Dunia • Jmlh Perguruan Tinggi Berakreditasi A • Jmlh STP • Jmlh Pusat Unggulan Inovasi IKP : • Jmlh Inovasi LEMBAGA YG BERKUALITAS Program Penguatan Kelembagaan INOVASI IKP : • Jmlh HKI yang Didaftarkan • Jmlh Publikasi Internasional • Jmlh Prototipe R & D DAYA SAING PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Program Penguatan Sumber Daya Program Penguata n Inovasi Program Penguatan Riset dan Pengembangan SUMBERDAYA BERKUALITAS IKP : • Jmlh Dosen Berkualifikasi S 3 • Jmlh SDM Litbang Berkualifikasi Master dan Doktor • Jmlh Sarpras Litbang dan Dikti yang Direvitalisasi TENAGA TERAMPIL DIKTI Program Pembelajaran dan Kemahasiswaan Indikator Daya Saing : • Indeks Inovasi • Indeks Dikti IKP : • APK PT • % Mahasiswa Dilatih Kewirausahaan • % Lulusan bersertifkat kompetensi
TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI Pendidikan HILIRASI dan KOMERSIALISASI KINERJA PT Penelitian Pengabdian INTI 27
KINERJA PENELITIAN PERGURUAN TINGGI Sumber Daya Penelitian-SD (30%) Manajemen Penelitian-MP (15%) Komponen Penilaian Luaran Penelitian-LP (50%) Revenue Generating (5%) Sumber: Ristekdikti, 2015
POTENSI KI UAD • Program Pasca • Dosen bergelar doctor • PKM • One faculty one HKI • Skim PIPP • Pilot project
Target Kinerja Tahunan • 60 hak cipta • 5 merek/desain industri • 20 paten
Sistem Reward KI UAD • Terdaftar • Granted : 3 juta : 8 juta
PILOT PROJECT PAUD UAD
PRODUK KI PAUD Buku pembelajaran Hak cipta Alat peraga pembelajaran hak cipta, merek Mainan educatif berbasis teknologi paten sederhana Dll
RISET KOLABORATIF HKI UAD PUSAT INKUBASI Hiliris asi SENTRA HKI PGPAUD-CHIFEC Observasi Riset Kolaboratif Pengajuan KI Produ k/Pros es SENTRA HKI CHIFEC-LPP
TARGET DOSEN: 1 HKI per tahun 1 publikasi internasional per 2 tahun 1 prototype product per 2 tahun
Luka Diabetes
Solusi Teknologi BINAGEL q Inovasi produk yang dihasilkan adalah gel herbal penyembuh luka diabetes berbasis ekstrak etanol daun binahong. q Formula yang dipergunakan adalah dengan ekstrak etanol 10% dan berbasis gel Na-CMC. q Hasil penelitian yang dilakukan oleh Kintoko dan Novitasari (2015) melalui pengamatan histopatologi kulit luka diabetik diketahui bahwa, pemakaian gel herbal ekstrak etanol daun binahong 10% menghasilkan reepitelisasi yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan kelompok lain yang tidak diberi gel herbal ekstrak etanol daun binahong. q Proses reepitelisasi tersebut dilihat secara mikroskopi melalui preparat histopatologi tikus jantan putih galur wistar yang sebelumnya telah diinduksi aloksan agar mengalami DM dan diberi perlukaan.
RUANG LINGKUP KEKAYAAN INTELEKTUAL (KI) Bentuk KI KI Komunal Paten Hak Cipta Merek Desain Industri Rahasia Dagang DTLST
PERBEDAAN YANG PRINSIP BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Pembeda Hak Cipta Desain Industri DTLST Rahasia Dagang Paten Merek PVT UU 28/2014 UU 31/2000 UU 30/2000 UU 32/2000 UU 13/2016 UU 15/2001 UU 29/2000 Pencipta & Pemilik Hak Terkait Pendesain DTLST Pemilik Rahasia Dagang Inventor Pemilik Merek Pemulia Tanaman Obyek Seni, sastra, IP & hak terkait Penampilan produk Desain tata letak IC Informasi bisnis rahasia Invensi: proses, produk Simbol dagang (barang & jasa) Varietas Tanaman Cara Memperoleh Perlindungan Tanpa Pendaftaran (Deklaratif) Pendaftaran (Konstitutif) Tanpa Pendaftaran (Konstitutif) Orisinalitas Kebaruan Orisinalitas Informasi bernilai ekonomi dan dirahasiakan Kebaruan, Langkah inventif, Industrial applicable Dapat berfungsi sebagai tanda pembeda dalam perdagangan Baru, unik, seragam, stabil, diberi penamaan Meninggal + 70 tahun 10 tahun (sejak tgl penerimaan) 10 tahun sejak didaftar/ dieksploitasi Selama dapat dirahasiakan 10 thn (Paten Sederhana) 20 thn (Paten Biasa) 10 tahun sejak tanggal penerimaan (bisa diperpanjang) 40 20 thn (tanaman ©Razilu musiman) 25 thn (tanaman tahunan) Subyek Syarat Substantif Lama Perlindungan 40
DATA KEKAYAAN INTELEKTUAL DIREKTORAT TEKNOLOGI INFORMASI KEKAYAAN INTELEKTUAL PATEN 125, 286 DESAIN HAK CIPTA INDIKASI RAHASIA 1, 065, 774 INDUSTRI 89, 427 GEOGRAFIS DAGANG 63, 654 MEREK 87 PER 11/04/2017 5
Layanan DJKI dan Undang 2 sebagai Landasan Hukum Hak Cipta dan Hak Terkait UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta UU Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang UU Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri Hak Kekayaan Industri *) Proses Pengundangan UU Nomor 32 Tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu UU Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek termasuk Indikasi Geografis *) UU Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten
DUA MAZHAB BENTUK PELINDUNGAN HKI ATAS HASIL KARYA DAN KREASI 1. 2. 3. DEKLARATIF (Konvensi Bern) Tdk Wajib Pengajuan Permohonan Lahirnya hak eksklusif sejak diumumkan Hak Eksklusif Universal HAK CIPTA Seni, Sastra & Ilmu pengetahuan HAK TERKAIT (Pelaku, Produser Rekaman Suara, Lembaga Penyiaran, 1. 2. 3. KONSTITUTIF (Konvensi Paris) Wajib Pengajuan Permohonan Lahirnya hak eksklusif sejak tanggal penerimaan Hak Eksklusif Teritorial HAK KEKAYAAN INDUSTRI Paten, Merek, IG, DI, DTLST, RD Perlindungan Varietas Tanaman
PENGATURAN/KETENTUAN SEBAGAI KATALISATOR PENINGKATAN PATEN NASIONAL Era baru sistem pelindungan paten di Indonesia 1. Perluasan objek pelindungan Paten Sederhana (ingat prinsip dasar: pelindungan teritorial) ✓ Paten sederhana diberikan untuk setiap Invensi baru atau pengembangan dari produk atau proses yang telah ada, dan dapat diterapkan dalam industri (Pasal 3 ayat (2)) ✓ Paten sederhana diberikan hanya untuk satu Invensi (hanya untuk satu klaim mandiri produk atau satu klaim mandiri proses, tetapi dapat terdiri atas beberapa klaim turunan (Pasal 122 ayat (1)
PENGATURAN/KETENTUAN SEBAGAI KATALISATOR PENINGKATAN PATEN NASIONAL Era baru sistem pelindungan paten di Indonesia 2. Publikasi di Perguruan Tinggi atau lembaga ilmiah nasional Invensi tidak dianggap telah diumumkan jika dalam waktu paling lama 6 (enam) bulan sebelum Tanggal Penerimaan, Invensi telah: c. diumumkan oleh Inventornya dalam: 1. sidang ilmiah dalam bentuk ujian dan/atau tahap ujian skripsi, tesis, disertasi, atau karya ilmiah lain; dan/atau 2. forum ilmiah lain dalam rangka pembahasan hasil penelitian di lembaga pendidikan atau lembaga penelitian (Pasal 6 ayat (1) huruf (c)
PENGATURAN/KETENTUAN SEBAGAI KATALISATOR PENINGKATAN PATEN NASIONAL Era baru sistem pelindungan paten di Indonesia 3. Inventor ASN/PNS: sebagai Pemegang Paten, mendapatkan Imbalan dan Royalti, dan dapat melaksanakan Paten dengan pihak ketiga 1) Pemegang Paten atas Invensi yang dihasilkan oleh Inventor dalam hubungan dinas dengan instansi pemerintah adalah instansi pemerintah dimaksud dan Inventor, kecuali diperjanjikan lain. 2) Setelah Paten dikomersialkan, Inventor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berhak mendapatkan Imbalan atas Paten yang dihasilkannya dari sumber penerimaan negara bukan pajak. 3) Dalam hal instansi pemerintah sebagai Pemegang Paten tidak dapat melaksanakan Patennya, Inventor atas persetujuan Pemegang Paten dapat melaksanakan Paten dengan pihak ketiga. 4) Terhadap pelaksanaan Paten sebagaimana dimaksud pada ayat (3), selain Pemegang Paten, Inventor memperoleh Royalti dari pihak ketiga yang mendapatkan manfaat ekonomi dari komersialisasi Paten tersebut. 5) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tidak menghapuskan hak Inventor untuk tetap dicantumkan namanya dalam sertifikat Paten. (Pasal 13)
PENGATURAN/KETENTUAN SEBAGAI KATALISATOR PENINGKATAN PATEN NASIONAL 5. Era baru sistem pelindungan paten di Indonesia Percepatan/Pengurangan waktu penyelesaian pemeriksaan substantif v v Paten, paling lama 30 (tiga puluh) bulan terhitung sejak tanggal pengajuan permohonan substantif atau berakhirnya jangka waktu pengumuman apabila permohonan substantif diajukan sebelum berakhirnya pengumuman (Pasal 57) Paten sederhana, paling lama 12 (dua belas) bulan terhitung sejak Tanggal Penerimaan Permohonan (Pasal 124 ayat (1)) 6. Pengecualian pembayaran biaya tahunan Paten bagi Perguruan Tinggi dan Litbang Pemerintah, yaitu pembebasan dan pengurangan (Pasal 126 ayat (4))
PENGATURAN/KETENTUAN SEBAGAI KATALISATOR PENINGKATAN PATEN NASIONAL Era baru sistem pelindungan paten di Indonesia 7. Pemanfaatan sistem elektronik Kekayaan Intelektual (efiling) Permohonan dapat diajukan baik secara elektronik maupun non- elektronik. (Pasal 24 ayat (4)) 8. Paten dapat dijadikan sbg objek jaminan fidusia Hak atas Paten dapat dijadikan sebagai objek jaminan fidusia. (Pasal 108 ayat (1))
PENGATURAN/KETENTUAN SEBAGAI KATALISATOR PENINGKATAN PATEN NASIONAL 9. 1) 2) 3) Era baru sistem pelindungan paten di Indonesia Imbalan kepada Inventor atas Paten yang dihasilkan dalam hubungan kerja Pasal 12 Pemegang Paten atas Invensi yang dihasilkan oleh Inventor dalam hubungan kerja merupakan pihak yang memberikan pekerjaan, kecuali diperjanjikan lain. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) juga berlaku terhadap Invensi yang dihasilkan, baik oleh karyawan maupun pekerja yang menggunakan data dan/atau sarana yang tersedia dalam pekerjaannya. Inventor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) berhak mendapatkan imbalan berdasarkan perjanjian yang dibuat oleh pihak pemberi kerja dan Inventor, dengan memperhatikan manfaat ekonomi yang diperoleh dari invensi dimaksud
PMK Nomor 72/PMK. 02/2015 (6 April 2015) IMBALAN YANG BERASAL DARI PNBP PATEN KEPADA INVENTOR Nilai Sampai 100 jt : 40% Nilai 100 jt – 500 jt : 30% Nilai 500 jt – 1 M : 20% Nilai Lebih dari 1 M : 10%
SISTEMATIKA DOKUMEN PATEN - Deskripsi Klaim Abstrak Gambar (jika ada) 51
Dokumen Spesifikasi Paten Penulisan invensi secara lengkap dan jelas sehingga dapat dimengerti oleh orang yang ahli dibidangnya, mencakup : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Judul Bidang Teknik invensi Latar Belakang invensi Ringkasan invensi Uraian Singkat Gambar (jika ada) Uraian Lengkap invensi Klaim Abstrak Gambar (Jika ada) Deskripsi 52
APAKAH PENELUSURAN (SEARCHING) PATEN ITU? MENCARI INFORMASI PADA DOKUMEN SPESIFIKASI PATEN, YANG ADA PADA DATABASE INFORMASI PATEN. � Informasi dokumen paten dlm proses permohonan (published application) atau yg sudah diberi (granted/issued) paten. �
Informasi Paten diperoleh melalui Internet Searching Fee based (subscribe) Delphion (http: //www. delphion. com) Micro Patent (http: //www. micropatent. com) Free (gratis) DJKI (http: //e-statushki. dgip. go. id) EPO (http: //ep. espacenet. com) USPTO (http: //www. uspto. gov) JPO (http: //www. jpo. go. jp/index. htm) Google (http: //www. google. com/patents) 54
PENDAFTARAN PATEN Publication of Granted/ Issued Patent Filling Date Publication of Patent Application Keputusan Masa Tunggu Masa Publikasi Masa Pemeriksaan Substantif Maks. 18 bulan 6 bulan Maks. 36 bulan
PENGALIHAN PATEN Pengalihan Paten dapat terjadi selain karena Pewarisan, Hibah, Wasiat, Perjanjian Tertulis; atau Sebab lain yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan juga dapat beralih karena WAKAF. (Pasal 74 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016) 56
TERIMA KASIH

























































