Dasar Rangk Listrik Analogi Rangkaian Listrik masuk pompa

  • Slides: 46
Download presentation
Dasar Rangk. Listrik

Dasar Rangk. Listrik

Analogi Rangkaian Listrik masuk pompa keluar pompa

Analogi Rangkaian Listrik masuk pompa keluar pompa

Aliran Arus Konvensional dan Elektron Arus konvensional Arus elektron

Aliran Arus Konvensional dan Elektron Arus konvensional Arus elektron

n Kata “electricity”, muncul sekitar 600 thn S. M. n Berasal dari “elektron” (Yunani

n Kata “electricity”, muncul sekitar 600 thn S. M. n Berasal dari “elektron” (Yunani kuno), di mana sifatnya -saat itublm dipahami betul.

n Perbedaan potensial di antara kedua terminal [+ & -], akibat dari kelebihan elektron

n Perbedaan potensial di antara kedua terminal [+ & -], akibat dari kelebihan elektron terminal negatif [-] dibanding terminal positif [+].

n Bila kedua terminal dihubungkan dg kawat (konduktor), beda potensial menyebabkan arus mengalir dlm

n Bila kedua terminal dihubungkan dg kawat (konduktor), beda potensial menyebabkan arus mengalir dlm rangkaian.

n Arus (elektron) merupakan aliran elektron yang keluar dari terminal negatif masuk ke terminal

n Arus (elektron) merupakan aliran elektron yang keluar dari terminal negatif masuk ke terminal positif sumber.

n Sebelum teori aliran elektron dipahami betul (17 th), ilmuwan menetapkan sembarang bahwa arus

n Sebelum teori aliran elektron dipahami betul (17 th), ilmuwan menetapkan sembarang bahwa arus dlm konduktor mengalir dari terminal positif ke negatif.

n Itu disebut arah arus elektron yg digunakan diterima.

n Itu disebut arah arus elektron yg digunakan diterima.

Sistem Satuan n Sistem Satuan Internasional (SI), didasarkan pada enam besaran dasar (Tabel 1).

Sistem Satuan n Sistem Satuan Internasional (SI), didasarkan pada enam besaran dasar (Tabel 1).

Tabel 1. Sistem Satuan Internasional (SI)

Tabel 1. Sistem Satuan Internasional (SI)

n Dalam praktek, orang kerap butuh menyebut bilangan satuan yang besar ataupun kecil. n

n Dalam praktek, orang kerap butuh menyebut bilangan satuan yang besar ataupun kecil. n OKI, dibutuhkan prefiks/awalan seperti Tabel 2.

Tabel 2. Awalan Standar

Tabel 2. Awalan Standar

Perbedaan Antara Sumber dan Beban n Definisi/Aturan: ¨Sumber: Sumber arus keluar dari terminal positif

Perbedaan Antara Sumber dan Beban n Definisi/Aturan: ¨Sumber: Sumber arus keluar dari terminal positif ¨Beban: Beban arus masuk ke terminal positif

Perbedaan Antara … Contoh: ¨Sumber: Sumber generator, aki, sel surya dll. ¨Beban: Beban lampu,

Perbedaan Antara … Contoh: ¨Sumber: Sumber generator, aki, sel surya dll. ¨Beban: Beban lampu, motor elektrik, TV dll.

Representasi Sitem Elektrik n Ada tiga cara memodelkan sistem/rangkaian elektrik: ¨Model fisik ¨Model konseptual

Representasi Sitem Elektrik n Ada tiga cara memodelkan sistem/rangkaian elektrik: ¨Model fisik ¨Model konseptual ¨Model simbol

Lampu Baterai Gbr. Model fisik

Lampu Baterai Gbr. Model fisik

Aliran energi Gbr. Model konseptual

Aliran energi Gbr. Model konseptual

Gbr. Model simbol

Gbr. Model simbol

Muatan, Arus, dan Hukum Arus KIRCHHOFF

Muatan, Arus, dan Hukum Arus KIRCHHOFF

n Alessandro Volta, menemukan: ¨Baterai (copper-zinc) pertama.

n Alessandro Volta, menemukan: ¨Baterai (copper-zinc) pertama.

¨Listrik statis dan arus yg mengalir dlm kawat disebabkan oleh mekanisme dasar yg sama:

¨Listrik statis dan arus yg mengalir dlm kawat disebabkan oleh mekanisme dasar yg sama: struktur atom zat, yg terdiri atas inti (proton dan neutron) dikelilingi oleh elektron.

¨Besaran elektrik dasar adlh muatan (charge). ¨Jumlah terkecil muatan yg ada, dibawa oleh sbh

¨Besaran elektrik dasar adlh muatan (charge). ¨Jumlah terkecil muatan yg ada, dibawa oleh sbh elektron.

n Muatan elektron, elektron qe = − 1, 602 × 10− 19 C n

n Muatan elektron, elektron qe = − 1, 602 × 10− 19 C n Partikel pembawa muatan yg lain, yakni proton, proton − 19 qp = +1, 602 × 10 C n Proton dan elektron disebut sbg muatan elementer

n Electronvolt (e. V) adalah jumlah energi yang dibutuhkan untuk membawa 1 elektron melalui

n Electronvolt (e. V) adalah jumlah energi yang dibutuhkan untuk membawa 1 elektron melalui suatu beda potensial sebesar 1 Volt.

Arus, I. Definisi: Kecepatan perubahan muatan yg melalui luasan penampang tertentu I = dq/dt

Arus, I. Definisi: Kecepatan perubahan muatan yg melalui luasan penampang tertentu I = dq/dt

Contoh 1. Muatan dan arus dlm konduktor

Contoh 1. Muatan dan arus dlm konduktor

Carilah muatan dlm konduktor silindris (kawat padat) dan hitunglah arus dlm kawat tsb. Geometri

Carilah muatan dlm konduktor silindris (kawat padat) dan hitunglah arus dlm kawat tsb. Geometri konduktor: panjang (L) = 1 m; diameter (D) = 2 r = 2 x 10 -3 m.

n Besaran yg diketahui: ¨Kerapatan pembawa muatan (n) = 1029 pembawa/m 3. ¨Muatan elektron

n Besaran yg diketahui: ¨Kerapatan pembawa muatan (n) = 1029 pembawa/m 3. ¨Muatan elektron (qe) = -1, 602 x 10 -19 C ¨Kecepatan pembawa muatan (v) = 19, 9 x 10 -6 m/s;

n Carilah: 1. Muatan total dari pembawa (Q); 2. Arus (I).

n Carilah: 1. Muatan total dari pembawa (Q); 2. Arus (I).

n Analisis ¨Untuk menghitung muatan total dlm penghantar, pertama, tentukan volume penghantar. ¨ volume

n Analisis ¨Untuk menghitung muatan total dlm penghantar, pertama, tentukan volume penghantar. ¨ volume penghantar = panjang x luas penampang

n Volume =V=Lx. A

n Volume =V=Lx. A

n Skrg. , menghitung jumlah pembawa (elektron) dlm konduktor serta muatan totalnya. n Jumlah

n Skrg. , menghitung jumlah pembawa (elektron) dlm konduktor serta muatan totalnya. n Jumlah pembawa = volume x kerapatan pembawa (muatan)

Jumlah elektron dalam konduktor

Jumlah elektron dalam konduktor

Besar muatan dalam konduktor

Besar muatan dalam konduktor

Besar ARUS dalam konduktor

Besar ARUS dalam konduktor

n Satuan n 1 arus adalah Ampere (A), A = 1 Coulomb/sekon

n Satuan n 1 arus adalah Ampere (A), A = 1 Coulomb/sekon

Hukum Arus Kirchhoff (HAK) n Simpul (dlm rangk. elektrik), sambungan dari dua atau lebih

Hukum Arus Kirchhoff (HAK) n Simpul (dlm rangk. elektrik), sambungan dari dua atau lebih konduktor.

Hukum Arus Kirchhoff (HAK) n HAK: Jumlah semua arus pada satu simpul (node) harus

Hukum Arus Kirchhoff (HAK) n HAK: Jumlah semua arus pada satu simpul (node) harus sama dengan nol. Dengan: n = nomor konduktor/cabang (1, 2, …, N)

Atau n Jumlah semua arus yang menuju simpul sama dengan yang meninggalkannya.

Atau n Jumlah semua arus yang menuju simpul sama dengan yang meninggalkannya.

Gambar. Rangk. elektrik sederhana Beban Elektrik Sumber Elektrik Konduktor Elektrik

Gambar. Rangk. elektrik sederhana Beban Elektrik Sumber Elektrik Konduktor Elektrik

n I 1 + I 2 = I 3 + I 4 + I

n I 1 + I 2 = I 3 + I 4 + I 5 Atau n I 1 + I 2 - I 3 - I 4 - I 5 = 0

n Carilah arus-arus yg belum diketahui.

n Carilah arus-arus yg belum diketahui.

n B: 50 = 20+I 1; I 1 = 30 A n C: 20+15

n B: 50 = 20+I 1; I 1 = 30 A n C: 20+15 = I 2; I 2 = 35 A n D: I 1 = I 3 + 120 30 = I 3 + 120; I 3 = -90 A n E: I 4+I 3 = 15; I 4 = 105 A

n F: 120 = I 5 + 40; I 5 = 80 A

n F: 120 = I 5 + 40; I 5 = 80 A