Mekanisme Engkol Peluncur Mekanisme Engkol Peluncur MEP adalah


























- Slides: 26
Mekanisme Engkol Peluncur • Mekanisme Engkol Peluncur (MEP) adalah mekanisme yang paling sederhana untuk dianalisis • Perhatikan, ada MEP dengan dimensi yang diketahui. Ada batang O 2 A yang membentuk sudut 600 terhadap garis sumbu. Kemudian ada batang hubung AB. Pada Penghubung 4 (titik B) bekerja gaya P = 3 k. N seperti pada gambar. Tentukan besar dan arah kopel T 2 agar sistem setimbang.
Mekanisme Engkol Peluncur A 3 2 T 2 = ? 600 P = 3 k. N 4 B O 2 A = 45, 62 cm AB = 107, 48 cm Buatlah skala gambar terlebih dahulu !! 4, 562 cm = 45, 62 cm 1 cm = 10 cm
Proses nya : A 3 2 T 2 = ? 600 P = 3 k. N 4 O 2 A = 45, 62 cm AB = 107, 48 cm B
Question & Marks • Yang ditanyakan adalah besar dan arah kopel T 2 agar sistem seimbang. • Ingat kembali teori sebelumnya tentang vektor, resultante, momen, kopel, persamaan keseimbangan, anggota dua gaya, 3 BGTSDK, 4 BGTSDK. • Langkah selanjutnya adalah memisahkan setiap penghubung dan melakukan analisis gaya-gaya pada setiap penghubung.
PISAHKAN SETIAP PENGHUBUNG DAN ANALISIS ADA GAYA APA SAJA YANG BEKERJA PADA PENGHUBUNG TERSEBUT. PERHATIKAN PULA DARI MEKANISME TERSEBUT ADAKAH YANG TERMASUK PENGHUBUNG DENGAN KRITERIA ANGGOTA DUA GAYA (A 2 G)
PERHATIKAN !! A 3 2 Dari mekanisme terlihat, penghubung 3 atau batang AB merupakan A 2 G T 2 = ? 600 P = 3 k. N 4 O 2 A = 45, 62 cm AB = 107, 48 cm B
PENGHUBUNG 3 F 23 A 3 B F 43 AB = 107, 48 cm
PERHATIKAN F 23 A 3 B F 43 Pada titik A penghubung 3 bekerja gaya F 23, maka nanti pada titik A di penghubung 2 bekerja gaya F 32, yang besar nya sama tetapi berlawanan arah. (F 32 = - F 23) Pada titik B penghubung 3 bekerja gaya F 43, maka nanti pada titik B di penghubung 4 bekerja gaya F 34, yang besar nya sama tetapi berlawanan arah. (F 34 = - F 43)
PENGHUBUNG 2 A 2 F 12 F 32 T 2 = ? 600 O 2 A = 45, 62 cm
PENGHUBUNG 2 A 2 F 12 F 32 T 2 = ? O 2 A = 45, 62 cm Penghubung 2 menghasilkan kopel akibat F 32 dan F 12. Kopel inilah yang harus dilawan (diseimbangkan) menggunakan kopel T 2.
PENGHUBUNG 4 3 P = 3 k. N 4 B
PENGHUBUNG 4 F 34 P = 3 k. N 4 Gaya F 14 berasal dari adanya kontak permukaan piston dan silinder yang arahnya tegak lurus permukaan kontak. B F 14
PENGHUBUNG 4 F 34 P = 3 k. N 4 Hasil analisis menunjukkan penghubung 4 merupakan 3 BGTSDK. B F 14
WARNINGS !! F 34 P = 3 k. N SETELAH MELAKUKAN PEMISAHAN SETIAP PENGHUBUNG DAN MELAKUKAN ANALISIS GAYA PADA SETIAP PENGHUBUNG, ANALISIS GAYA-GAYA DIMULAI DARI PENGHUBUNG DENGAN GAYA YANG SUDAH DIKETAHUI BESARNYA, DALAM HAL INI YAITU PENGHUBUNG 4. 4 B F 14
WARNINGS !! TUGAS KITA ADALAH MEMBUKTIKAN PERSAMAAN KESEIMBANGAN PADA SETIAP PENGHUBUNG. !!!
DIMULAI DARI PENGHUBUNG 4 ΣF=0 F 34 P = 3 k. N Tentukan skala gaya terlebih dahulu : 4, 55 cm = 3 k. N 1 cm = 0, 659 k. N 4 B F 14
DIMULAI DARI PENGHUBUNG 4 ΣF=0 P = 3 k. N Tentukan skala gaya terlebih dahulu : 4, 55 cm = 3 k. N 1 cm = 0, 659 k. N Skala gaya OF F 34 F 14
DIMULAI DARI PENGHUBUNG 4 ΣF=0 1 cm = 0, 659 k. N P = 3 k. N OF F 14 F 34 Rapihkan gayanya
DIMULAI DARI PENGHUBUNG 4 ΣF=0 poligon gaya 1 cm = 0, 659 k. N Ukur panjang gaya-gaya yang belum diketahui dan konversikan sesuai skala gaya yang digunakan Dari poligon gaya didapatkan : F 34 = 4, 55 cm = 4, 55 x 0, 659 k. N = 2, 99 k. N P = 3 k. N OF F 14 F 34 Dari poligon gaya didapatkan : F 14 = 1, 8 cm = 1, 8 x 0, 659 k. N = 1, 19 k. N
PENGHUBUNG 3 F 43 = - F 34 artinya besarnya sama namun arah berlawanan F 34 = 2, 99 k. N F 23 A 3 B F 43
PENGHUBUNG 3 F 23 A F 34 3 F 23 = - F 43 artinya besarnya sama namun arah berlawanan B F 43
PENGHUBUNG 2 A 2 F 12 F 32 T 2 = ? O 2 F 12 = - F 32 artinya besarnya sama namun arah berlawanan F 23 F 32 = - F 23 artinya besarnya sama namun arah berlawanan
PENGHUBUNG 2 A 2 F 12 O 2 F 32 T 2 = ? Sekarang di penghubung 2 bekerja dua buah gaya yang sama besar, berlawanan arah dan sejajar, maka terbentuk kopel. Kopel inilah yang harus dilawan oleh kopel T 2
Mencari lengan kopel h A 2 F 12 O 2 F 32 T 2 = ? h Tarik garis yang tegak lurus lintasan gaya-gaya tersebut. Dari hasil pengukuran didapat panjang h = 4, 47 cm. Selanjutnya kalikan dengan skala gambarnya maka nilai h sesungguhnya adalah 44, 7 cm
Mencari besar dan arah kopel T 2 A 2 F 12 O 2 Mencari besar kopel T 2 = F 32 x h = 2, 99 k. N x 44, 7 cm = 133, 653 k. N cm F 32 T 2 = ? h Menentukan arah kopel T 2 Kopel yang ditimbulkan oleh F 32 ada dalam arah berlawanan jarum jam, maka kopel T 2 harus searah jarum jam
Selamat Belajar Terima Kasih


























