MARI KITA KERJASAMA KERJASAMA MARI KITA KERJASAMA SENANG

  • Slides: 37
Download presentation
MARI KITA KERJASAMA, KERJASAMA MARI KITA KERJASAMA, SENANG DI HATI KERJA-MU, KERJA-KU, SEMUA BUAT

MARI KITA KERJASAMA, KERJASAMA MARI KITA KERJASAMA, SENANG DI HATI KERJA-MU, KERJA-KU, SEMUA BUAT TUHAN MARI KITA KERJASAMA, SENANG DI HATI

Bahan diambil dari: Seminar Gerakan Pramuka Menyongsong Kurikulum 2013 TKK-MPK Keuskupan Surabaya Aula SMAK

Bahan diambil dari: Seminar Gerakan Pramuka Menyongsong Kurikulum 2013 TKK-MPK Keuskupan Surabaya Aula SMAK St. Louis, Surabaya Sabtu, 23 Agustus 2014

SELAYANG PANDANG TKK-MPK KS Tim Kerja Kepramukaan Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Surabaya serta Gagasan

SELAYANG PANDANG TKK-MPK KS Tim Kerja Kepramukaan Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Surabaya serta Gagasan Pokok Gerakan Pramuka Di Sekolah-sekolah Katolik

TKK-MNPK • Secara internal, internal Tim Kerja Kepramukaan (TKK) Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK)

TKK-MNPK • Secara internal, internal Tim Kerja Kepramukaan (TKK) Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) adalah wadah koordinasi penyelenggara program bidang pendidikan kepramukaan di pangkalan sekolah-sekolah Katolik, di bawah koordinasi MNPK.

TKK-MNPK • Secara eksternal, eksternal TKK MNPK adalah mitra Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dalam

TKK-MNPK • Secara eksternal, eksternal TKK MNPK adalah mitra Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dalam menyelenggarakan pendidikan kepramukaan di Gugus depan yang berpangkalan di sekolah-sekolah Katolik di Indonesia, dan turut serta memajukan Gerakan Pramuka Indonesia di forum kepramukaan Asia Pasifik dan Dunia (ICCS – International Catholic Conference of Scout).

SEJARAH TKK-MNPK • Tim Kerja Kepramukaan (TKK) Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) awal dibentuk

SEJARAH TKK-MNPK • Tim Kerja Kepramukaan (TKK) Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) awal dibentuk pada bulan September 1997 di kota Palembang, dalam sebuah Musyawarah bersama antar Tim Kerja Kepramukaan MPK/BKS dari regio Jawa-Bali. Lampung dan Palembang (Jabalambang).

SEJARAH TKK-MNPK • Musyawarah memutuskan untuk membentuk sebuah wadah koordinasi antar Tim Kerja Kepramukaan

SEJARAH TKK-MNPK • Musyawarah memutuskan untuk membentuk sebuah wadah koordinasi antar Tim Kerja Kepramukaan (TKK) di setiap Keuskupan / Kevikepan regio Jabalambang. Usulan pembentukan wadah tersebut disepakati menggunakan nama TKK-MNPK regio Jabalambang, Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ, Uskup Agung Palembang dan juga sebagai Ketua Komisi Pendidikan KWI pada saat itu dapat menerima dan menyetujui sekaligus merestui berdirinya TKK-MNPK regio Jabalambang.

SEJARAH TKK-MNPK • Dalam kurun waktu 1 (satu) dasawarsa TKK-MNPK regio Jabalambang telah banyak

SEJARAH TKK-MNPK • Dalam kurun waktu 1 (satu) dasawarsa TKK-MNPK regio Jabalambang telah banyak melakukan kegiatan-kegiatan baik yang bersifat regional maupun setempat; Hal tersebut dilihat dan dievaluasi oleh MNPK; dimana pada akhirnya MNPK sejak tahun 2009 memutuskan untuk merangkul secara penuh keberadaan TKK -MNPK menjadi bagian dari MNPK.

SEJARAH TKK-MNPK • Dengan diterimanya TKK-MNPK menjadi bagian dari MNPK tersebut, maka kepengurusan TKK-MNPK

SEJARAH TKK-MNPK • Dengan diterimanya TKK-MNPK menjadi bagian dari MNPK tersebut, maka kepengurusan TKK-MNPK masa bakti 2010 -2013 hasil Musyawarah IV/2009 yang diselenggarakan pada tanggal 09 -11 Oktober 2009 di Tanjung Karang, yang dihadiri oleh Waka Kwarnas, Kak Amaroso Katamsi; dilantik dan dikukuhkan oleh MNPK berdasarkan SK MNPK, No. 001/MNPK-II/R-2/2010, tertanggal 23 Februari 2010

Ketua Kwartir Nasional bersama Ma. Bi TKK-MNPK Pembukaan Pekan Kekerabatan X di Cobanrondo Malang,

Ketua Kwartir Nasional bersama Ma. Bi TKK-MNPK Pembukaan Pekan Kekerabatan X di Cobanrondo Malang, 19 -26 Juni 2014

Opening Ceremony Pekan Kekerabatan X di Cobanrondo Malang, 19 -26 Juni 2014

Opening Ceremony Pekan Kekerabatan X di Cobanrondo Malang, 19 -26 Juni 2014

TKK-MPK (Keuskupan Surabaya) • Tim Kerja Kepramukaan Keuskupan yang ada di setiap MPK (Majelis

TKK-MPK (Keuskupan Surabaya) • Tim Kerja Kepramukaan Keuskupan yang ada di setiap MPK (Majelis Pendidikan Katolik), termasuk BKS (Badan Koordinasi Sekolah), berperan dalam kerjasama antar Gugus Depan yang berpangkalan di sekolah-sekolah Katolik.

TKK-MPK (Keuskupan Surabaya) • Di MPK Keuskupan Surabaya, TKK de facto telah aktif mengikuti

TKK-MPK (Keuskupan Surabaya) • Di MPK Keuskupan Surabaya, TKK de facto telah aktif mengikuti gerakan sejak dari TKK Jabalambang sampai akhirnya tahun lalu disahkan/dilantik, menjadi TKK-MPK Keuskupan Surabaya pada 23 Juni 2013.

Panitia Kontingen Pekan Kekerabatan X dari Keuskupan Surabaya Audiensi Dengan Msgr. Vincentius Sutikno Wisaksono

Panitia Kontingen Pekan Kekerabatan X dari Keuskupan Surabaya Audiensi Dengan Msgr. Vincentius Sutikno Wisaksono

MAJELIS PEMBINA TKK-MPK • Majelis Pembina dalam TKK-MNPK/MPK seturut dengan ICCS dipegang oleh para

MAJELIS PEMBINA TKK-MPK • Majelis Pembina dalam TKK-MNPK/MPK seturut dengan ICCS dipegang oleh para romo/imam yang terlibat dalam gerakan kepramukaan. Sedangkan di gugus depan, ex-officio Ka. Ma. Bi. Gus adalah Kepala Sekolah. • Pramuka dalam pembinaan ini bukanlah “pramuka Katolik” (hanya beragama Katolik) – namun pramuka Indonesia yang berpangkalan di sekolah-sekolah Katolik.

MAJELIS PEMBINA TKK-MPK • Hal ini dimungkinkan dikarenakan dalam sistem pendidikan nasional Bab XV

MAJELIS PEMBINA TKK-MPK • Hal ini dimungkinkan dikarenakan dalam sistem pendidikan nasional Bab XV (Peran Serta Masyarakat Dalam Pendidikan) Pasal 55 Ayat 1 menyebutkan “Masyarakat berhak menyelenggarakan pendidikan berbasis masyarakat pada pendidikan formal dan nonformal sesuai dengan kekhasan agama, lingkungan sosial, dan budaya untuk kepentingan masyarakat. ”

Sebagian besar Majelis Pembina sebelum Misa Penutup Pekan Kekerabatan X di Malang, 19 -26

Sebagian besar Majelis Pembina sebelum Misa Penutup Pekan Kekerabatan X di Malang, 19 -26 Juni 2014

Mengapa di Sekolah Katolik sebaiknya ada Gerakan Pramuka? • Dalam Deklarasi/Pernyataan tentang Pendidikan Kristen,

Mengapa di Sekolah Katolik sebaiknya ada Gerakan Pramuka? • Dalam Deklarasi/Pernyataan tentang Pendidikan Kristen, Gravissimum Educationis, yang dideklarasikan oleh Paus Paulus VI pada 28 Oktober 1965 dinyatakan pendidikan bertujuan: § § supaya mereka yang telah dibaptis langkah demi langkah makin mendalami misteri keselamatan, dan dari hari ke hari makin menyadari kurnia iman yang telah mereka terima, supaya mereka belajar bersujud kepada Allah Bapa dalam Roh dan kebenaran (lih. Yoh 4: 23) supaya mereka dibina untuk mengahayati hidup mereka sebagai manusia baru dalam kebenaran dan kekudusan yang sejati supaya dengan demikian mereka mencapai kedewasaan penuh, serta tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus

Mengapa di Sekolah Katolik sebaiknya ada Gerakan Pramuka? § TUJUAN dari ICCS, Pasal 1

Mengapa di Sekolah Katolik sebaiknya ada Gerakan Pramuka? § TUJUAN dari ICCS, Pasal 1 Statuta yang menyatakan; 1. untuk berkontribusi pada pendidikan yang “lengkap/menyeluruh” dari orang-orang muda melalui Pramuka dari sudut pandang iman Katolik; 2. untuk bekerja sama dalam mengembangkan dan meningkatkan dimensi spiritual Pramuka sesuai dengan kesatuan dan keragaman Gerakan Pramuka Dunia; 3. untuk memastikan bahwa Pramuka di Sekolah Katolik secara aktif hadir dalam Gereja dan menjamin komunikasi antara Gereja Katolik dan Gerakan Pramuka Dunia.

Mengapa di Sekolah Katolik sebaiknya ada Gerakan Pramuka? • ICCS telah disetujui oleh Tahta

Mengapa di Sekolah Katolik sebaiknya ada Gerakan Pramuka? • ICCS telah disetujui oleh Tahta Suci pada tahun 1977. Pada tingkat internasional, ICCS adalah penghubung institusional atau engsel antara Pramuka dan Gereja Katolik. • ICCS telah diberikan status sebagai badan konsultatif oleh Komite Dunia. Dalam Gereja Katolik, ICCS telah memiliki persetujuan dari Tahta Suci dan statusnya adalah Organisasi Internasional Katolik (CIO). ICCS aktif bekerja sama dengan Dewan Kepausan untuk Awam dan Konferensi CIO.

Tema 100 Tahun ICCS Perayaan Mulai Januari 2013 - 2015

Tema 100 Tahun ICCS Perayaan Mulai Januari 2013 - 2015

Mengapa di Sekolah Katolik sebaiknya ada Gerakan Pramuka? Landasan Gerakan Pramuka Indonesia: • Falafah

Mengapa di Sekolah Katolik sebaiknya ada Gerakan Pramuka? Landasan Gerakan Pramuka Indonesia: • Falafah Pancasila sebagi Dasar Negara merupakan nilai dasar spiritual keagamaan, kemanusiaan, dan kesatuan bangsa yang menjadi landasan dasar dalam pembangunan bangsa baik pembangunan sumber daya manusia maupun pembangunan fisik. • Kepramukaan sebagai gerakan pendidikan pada jalur pendidikan non formal merupakan bagian tak terpisahkan dari system pendidikan dalam menyiapkan anak bangsa menjadi kader bangsa yang berkualitas baik moral, mental, spiritual, intlelektuan, emosional, maupun fisik dan ketrampilan.

Mengapa di Sekolah Katolik sebaiknya ada Gerakan Pramuka? • Kepramukaan pada hakekatnya adalah suatu

Mengapa di Sekolah Katolik sebaiknya ada Gerakan Pramuka? • Kepramukaan pada hakekatnya adalah suatu proses pendidikan yang menyenangkan bagi anak muda, dibawah tanggungjawab anggota dewasa, yang dilaksanakan di luar lingkungan pendidikan sekolah dan keluarga, dengan tujuan, prinsip dasar dan metode pendidikan tertentu. • Gerakan Pramuka adalah suatu gerakan pendidikan untuk kaum muda, yang bersifat sukarela, nonpolitik, terbuka untuk semua, tanpa membedakan asal-usul, ras, suku dan agama, yang menyelenggarakan kepramukaan melalui suatu sistem nilai yang didasarkan pada Satya dan Darma Pramuka.

Mengapa di Sekolah Katolik sebaiknya ada Gerakan Pramuka? Tri Satya Demi kehormatanku aku berjanji

Mengapa di Sekolah Katolik sebaiknya ada Gerakan Pramuka? Tri Satya Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh : 1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjalankan pancasila. 2. Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat 3. Menepati Dasa Dharma Pramuka itu : 1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 3. Patriot yang sopan dan kesatria 4. Patuh dan suka bermusyawarah 5. Rela Menolong dan tabah 6. Rajin, terampil dan gembira 7. Hemat, cermat, dan bersahaja 8. Disiplin Berani dan setia 9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

Kontroversi: Ekstra vs Intra serta Sukarela vs Wajib PENGANTAR SEJARAH • Sejak kemunculannya di

Kontroversi: Ekstra vs Intra serta Sukarela vs Wajib PENGANTAR SEJARAH • Sejak kemunculannya di Inggris, kegiatan kepramukaan mulai banyak digemari di kalangan pemuda di Eropa. Ini merupakan peninggalan positif dari kolonialisme dan imperialisme. • Pertama kali berdiri organisasi kepramukaan di Nusantara yakni pada tahun 1914 yang bernama NIPV (Nederlands Indische Padvinders Vereninging) yang merupakan cabang daripada NPO (Nederlands Padvinders Organisatie) di Belanda. Kemudian hanya berselang dua tahun saja, kegiatan dari organisasi ini mulai mendapatkan perhatian yang antusias oleh kalangan penduduk Nusantara, dan mengadaptasi kegiatan dan bentuk organisasi sesuai dengan karakteristik warga Nusantara. organisasi pertama yang muncul adalah JPO (Javanese Padvinders Organisatie) yang didirikan oleh Mangkunegara II.

1945 -1961: Tahun- tahun penting sejarah kepanduan Indonesia

1945 -1961: Tahun- tahun penting sejarah kepanduan Indonesia

Kontroversi: Ekstra vs Intra serta Sukarela vs Wajib • Perkembangan selanjutnya banyak bermunculan organisasi

Kontroversi: Ekstra vs Intra serta Sukarela vs Wajib • Perkembangan selanjutnya banyak bermunculan organisasi tersebut, sehingga NIPV mengeluarkan ultimatum pelarangan penggunaan nama “padvinder” diluar anggota NIPV. Sejak pelarangan tersebut, puluhan organisasi berubah nama dari “padvinder” menjadi “Pandoe”. • Istilah pandoe dan kepanduan, berkembang dan menjadi kegiatan kepemudaan yang menarik bagi rakyat, serta ikut serta dalam perjuangan membela tanah air. Pasca kemerdekaan, organisasi kepaduan berjumlah lebih dari seratus, oleh karena itu, presiden Soekarno berinisiatif menyatukan organisasi tersebut menjadi satu, yang pada tahun 1961 diresmikan menjadi Gerakan Pramuka dengan kegiatannya bernama Kepramukaan dan anggotanya disebut sebagai Pramuka. Organisasi ini pertama kali dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Kontroversi: Ekstra vs Intra serta Sukarela vs Wajib • Organisasi ini pernah mengalami pasang

Kontroversi: Ekstra vs Intra serta Sukarela vs Wajib • Organisasi ini pernah mengalami pasang surut lantaran terpengaruh politik. Masa jaya Gerakan Pramuka terjadi saat era orde lama dan orde baru, dan mengalami masa surutnya pada era reformasi. Dan kemudian pada tahun 2006 pada masa kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, diberlakukannya “Revitalisasi Gerakan Pramuka” melalui beberapa tahap, meliputi regulasi pemerintah atas rekognisi Gerakan Pramuka di Indonesia, mendukung kegiatan-kegiatan kepramukaan di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.

Kontroversi: Ekstra vs Intra serta Sukarela vs Wajib • Salah satu bentuk “revitalisasi” Gerakan

Kontroversi: Ekstra vs Intra serta Sukarela vs Wajib • Salah satu bentuk “revitalisasi” Gerakan Pramuka yang saat ini menjadi kontroversial adalah dimasukannya Pramuka dalam sistem pendidikan Indonesia melalui kurikulum terbarunya yakni kurikulum 2013. Kebijakan ini menuai kontroversial lantaran adanya benturan undang yakni UU Gerakan Pramuka dan Kebijakan kurikulum, selain itu adanya pengekangan dalam pramuka itu sendiri serta efek negatif lainnya. Dalam pelaksanaanya di sekolah yang diwajibkan Pramuka, terjadi perbedaan penafsiran dan implementasinya. Dualisme penafsiran ini berdampak serius pada peserta didik itu sendiri.

Suatu ide solusi : • Mengingat sejarah kepanduan, perlu pemahaman kembali untuk melaksanakan Gerakan

Suatu ide solusi : • Mengingat sejarah kepanduan, perlu pemahaman kembali untuk melaksanakan Gerakan Pramuka yang mengarah terus-menerus kepada esensinya sebagai salah satu gerakan sukarela untuk pembangunan manusia yang seutuhnya. • Dengan tidak terjebak kepada kedua ekstrim, pendidikan dasar dan menengah sungguh bergantung kepada para penanggungjawab penyelenggara pendidikan formal untuk memilihkan sarana yang melengkapi pendidikan tersebut. • Mengingat kurikulum yang berlaku, perlu belajar bersama akan esensi Gerakan Pramuka dan implementasi pelaksanaan “ekstra wajib” Pramuka tanpa terjatuh pada kontroversi yang terjadi.