build develop benefit Human Resource Development 9 GLOBALISASI
build. develop. benefit Human Resource Development 9
GLOBALISASI DAN AGENDA PENDIDIKAN & PELATIHAN NASIONAL 2020
Human Resource Management Framework Human Resource Planning Recruiting Selection Training & Development Compensation Performance Management Employee Relations CHANGING ROLE OF HRM FUNCTION • Value of The Firm CMPETITIVE CHALLENGES • Sustainability Challenge • Global Challenges • Technology Challenges Analysis & design of work
Globalisasi Visi Global Catur Santika Saruka SDM 2020 1. Kerjasama Internasional & Regional 2. Demokrasi & HAM 3. IPTEK, dan Moral 4. Identitas Bangsa Agenda Pendidikan & Pelatihan Nasional Abad XXI
Mengapa 2020 ? Berakhirnya pembangunan nasional jangka panjang tahap II Pemberlakuan perdagangan bebas kawasan asia pasifik (APEC) Pemberlakuan perdagangan bebas kawasan ASEAN (AFTA) Memasuki kehidupan antar bangsa pada abad XXI (milenium III) Beberapa negara telah mempersiapkan diri : Malaysia : Malaysia’s Vision 2020 Singapura : the next lap ---- Perubahan besar dalam kehidupan manusia ( pakar globalisasi : Avlin Toffler, dan John Naisbitt, Kenichi Ohmae )
Perubahan Besar Runtuhnya rezim komunis 1992 (Uni Soviet), muncul paham demokrasi Kemunculan kekuatan ekonomi baru di Asia Timur, dengan indikasi sebesar 4% dari GNP dunia pada tahun 1960, meningkat menjadi 25% dari GNP dunia pada tahun 1992, yang diperkirakan naik lagi sampai 33% pada 2010. Bandingkan dg Amerika Utara, Kanada, dan Meksiko yang dalam tahun 1960 mencapai 37%. Kemunculan 9 kekuatan ekonomi baru (Jepang, Hong Kong, Korea Selatan, Singapura, Taiwan, Indonesia, Thailand, China, dan Malaysia), dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5, 5% antara tahun 1960 – 1990. Perubahan non ekonomi : penghapusan kemiskinan, harapan hidup yang lebih tinggi, penurunan angka kematian anak. ? ? ?
Hakekat Pembangunan Memperbaiki taraf hidup rakyat Pembangunan dilaksanakan oleh manusia dan untuk manusia Meningkatkan kualitas manusia yang menguasai teknologi, mengelola sumber daya alam untuk dapat diwariskan kepada generasi penerus Membangun manusia yang mempunyai moralitas tinggi untuk membentuk masyarakat madani (civil society). Esensi 2020 Mempersiapkan manusia untuk menyongsong perubahan, dapat memanfaatkan perubahan, dan tidak menjadi korban perubahan, serta dengan tetap mempertahankan identitas bangsa yang merdeka. Jati diri bangsa ? ? ? --- Mayjend TNI (Purn) Soemarno – Yayasan Tiara
Globalisasi Proses transformasi segala aspek kehidupan manusia: ekonomi, sosial, budaya, dan politik 6 Kekuatan pendorong proses globalisasi (Rosabeth Moss Kanter) : Industrialisasi dan teknologi Keuangan, komunikasi, dan informasi Kekaryaan, pekerjaan, dan migrasi Efek polusi biosfer terhadap kehidupan manusia Climate change Global warming Perdagangan dan Persenjataan Kebudayaan, konsumsi, dan media massa. ---- Memaksa manusia untuk survive, mengembangkan jati diri atau identitas. Bagaimana dengan manusia Indonesia ……. ? ? ?
Komponen utama menghadapi globalisasi: 1. Mempunyai Visi yang jelas 2. Mempunyai Misi untuk mewujudkan Visi 3. Membuat Rancangan Kerja (Action plan) 4. Mempunyai sumber daya manusia dan sumber daya modal 5. Mempunyai ketrampilan profesional 6. Memperhatikan aspek motivasi dan insentif 7. Integrity
Komponen utama menghadapi globalisasi: Ketrampilan Profesional Visi Misi Rancangan Kerja Sumber Daya Manusia & Modal Pengembangan Perubahan dan Keberhasilan Motivasi & Insentif
ARENA, DIMENSI, DAN POLA-POLA TIPE IDEAL PROSES GLOBALISASI MENURUT MALCOLM WATERS
ARENA, DIMENSI, DAN POLA-POLA TIPE IDEAL PROSES GLOBALISASI MENURUT WATERS
ARENA, DIMENSI, DAN POLA-POLA TIPE IDEAL PROSES GLOBALISASI MENURUT WATERS
GLOBALISASI DALAM KETENAGAKERJAAN Fleksibilitas dalam perekrutan (tenaga paruh waktu, subkontrak, dan outsourcing) Sistem rotasi, dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada potensi SDM dipelbagai level untuk merumuskan kebijakan dan melaksanakannya. ? ? ? ? ?
Visi Global Merupakan referensi untuk mengontrol kekuatan yang dapat dijadikan sebagai benchmark untuk menentukan posisi kita dalam globalisasi. Visi masa depan yang jelas akan memberikan wawasan global (global mindset) sebagai dasar untuk bertindak dalam era globalisasi.
PROSES MERENCANA DAN BERPIKIR STRATEGIK MENURUT MORAN DAN RIESENBERGER Proses Berpikir Strategik Mengembangkan APA yang dibutuhkan SITUASI SAAT INI VISI STRATEGIK Rincian BAGAIMANA mencapainya Proses Merencana Strategik
KUALITAS PEMIMPIN YANG MEMPUNYAI VISI GLOBAL MENURUT STEPHEN RHINESMITH 1. Mempunyai wawasan yang luas dan selalu melihat sesuatu dalam konteks 2. Menyadari bahwa kehidupan dunia itu serba kompleks dan penuh dengan kekuatan-kekuatan yang kontrakdiktoris sehingga memerlukan kemampuan manajemen konflik 3. Menghargai lebih pada proses organisasi daripada struktur hierarkis formal 4. Menghargai kerjasama multikultural dan keragaman, fleksibilitas, kepekaan 5. Melihat perubahan-perubahan sebagai kesempatan sehingga terbiasa dengan situasi yang tidak menentu dan dadakan 6. Terus menerus mempertajam keabsahan paradigmanya sendiri.
Catur Santika Saruka Merupakan 4 (empat) kekuatan yang mengarahkan jalannya proses globalisasi, meliputi : 1. Kerjasama Internasional dan Regional 2. Demokrasi dan HAM 3. Kemajuan IPTEK dan Moral 4. Identitas Bangsa
Catur Santika Saruka 1. Kerjasama Internasional dan Regional Faktor pendorong : Hak Azasi manusia Demokrasi Kebutuhan-kebutuhan pokok umat manusia Kesadaran lingkungan hidup Tuntutan daerah-daerah demiliterisasi pada daerah perang nuklir dan perlombaan persenjataan
KERJASAMA REGIONAL DI ASIA DAN PASIFIK NAMA KERJASAMA THN PEMBENTUKAN PESERTA (NEGARA/KAWASAN) ASEAN 1967 Brunei, Indonesia, Malaysia, S’pore, Filipina, Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja, Myanmar AFTA 1992 ASEAN 1985 Bhangladesh, Bhutan, India, Maldives, Nepal, Pakistan, Srilangka 1989 ASEAN, Australia, Kanada, Cili, China, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Meksiko, PNG, New Zealand, Taipeh, Amerika Serikat SAARC APEC Dan lain-lain PENDUDUK TERLIBAT (JUTA) FOKUS 316, 7 Kerjasama ekonomi melalui mekanisme pasar dan sumber 316, 7 Menciptakan pasar bebas tahun 2003 1, 100 Meningkatkan kerjasama dan saling membantu dalam bidang ekonomi dan sosial 2, 300 Mengurangi barier perdagangan dan jasa, meningkatkan investasi , dan menciptakan pasar bebas tahun 2020
Catur Santika Saruka 2. Demokrasi dan HAM Beberapa indikasi : Runtuhnya tembok Berlin yang memisahkan Jerman Timur dan Jerman Barat Hancurnya rezim komunis di Eropa Timur Gelombang demokratisasi kedua yang terjadi di negara : Burma, Fiji, Gana, Guyana, Indonesia, dan Libanon Gelombang demokratisasi ketiga yang terjadi di negara : Bulgaria, El Salvador, Guatemala, Haiti, Honduras, Mongolia, Namibia, Nikaragua. ------ Melahirkan masyarakat madani (civil society) : kemampuan dan keinginan rakyat untuk mengontrol jalan hidupnya sendiri dan meningkatkan taraf kehidupannya.
Nilai-nilai dalam masyarakat madani: Respek terhadap kehidupan : anti kekerasan dan lain-lain Kebebasan berbicara, pers, dan hak untuk memilih Keadilan dan kesamaan : ekonomi dan hukum Salingmenghormati : toleransi beragama, dan lain-lain Saling mengayomi : antar bangsa, antar daerah Integritas
3. IPTEK, dan Moral Secara umum dipahamai sebagai ilmu pengetahuan alam dan teknologi sebagai aplikasi dari ilmu-ilmu pengetahuan alam di dalam dunia industri, yang selanjutnya dianggap sebagai lokomotif dari masyarakat modern atau industrialisasi. Moral berfungsi mengawal pengembangan dan pemanfaatan IPTEK karena akan membawa manusia ke segala arah, kearah yang baik maupun kearah yang buruk.
4. Identitas Bangsa Merupakan masyarakat sejarah dan budaya, yang mempunyai teritori tertentu, kesatuan ekonomi dan sistem pendidikan, serta undang-undang. Hubungan identitas bangsa (nation) dengan globalisasi : Globalisasi akan mengakhiri negara bangsa karena adanya perdagangan dunia tanpa batas Globalisasi merupakan tahap awal yang masih memungkinkan negara masih relevan untuk hidup Globalisasi akan berjalan melalui jembatan negara bangsa, sehingga negara bangsa masih tetap eksis Globalisasi merupakan era paradoks, yakni menembus batas versus pengkotakan area (menurut bahasa, dan agama, dan lain-lain)
Agenda Pendidikan & Pelatihan Nasional Abad XXI Pengertian Proses pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu proses pemberdayaan, yaitu suatu proses untuk mengungkapkan potensi yang ada pada manusia sebagai individu, yang selanjutnya dapat memberikan sumbangan kepada keberdayaan masyarakat lokal, kepada masyarakat bangsanya, dan pada akhirnya kepada masyarakat global.
Cakupan Pendidikan Nasional 1. Peningkatan Kemampuan Intelektual Manusia Indonesia 2. Penyelenggaraan Pendidikan Nasional Harus Pula Antisipasi terhadap Pemberdayaan Rakyat --- fungsi pemerintah “tut wuri handayani” 3. Fungsi Pendidikan Nasional akan Mempunyai Dimensi yang baru karena wajah dunia abad XXI berubah Learning to think ( memahami kehidupan masyarakat industri dan teknologi) Learning to do (berkarya untuk kesejahteraan diri dan masyarakat) Learning to be (mendorong generasi muda untuk survive dalam dunia yang terbuka) Learning to live together (bekerjasama dengan sesama manusia untuk kemajuan serta perdamaian dunia)
Visi Pendidikan & Pelatihan Nasional “---- membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial…. ” Misi Pendidikan & Pelatihan Nasional Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka untuk mewujudkan tujuan nasional.
PROSES PENDIDIKAN DAN PELATIHAN NASIONAL YANG BERKUALITAS DALAM ERA GLOBALISASI Kualitas Hidup Manusia dan Masyarakat Indonesia GURU/INSTRUKTOR MANUSIA INDONESIA SUMBER DAYA PENDIDIKAN KELEMBAGAAN PENDIDIKAN Kualitas Sumber. Daya Manusia Indonesia Arena Ekonomi, Politik, Budaya
PENJABARAN VISI, MISI, PROGRAM AKSI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN NASIONAL 2020 PENDIDIKAN, KETENAGAKERJAAN, PELATIHAN KEMITRAAN PRIA/WANITA PARTISIPASI MASYARAKAT KURIKULUM Mengembangkan potensi anak Indonesia, yang beridentitas dan sadar-budaya Indonesia serta religius dan bermoral, dalam suatu masyarakat industri maju sejajar dengan negara-negara industri maju lainnya di kawasan Pasifik VISI Pendidikan dan Pelatihan yang menunjang pembangunan masyarakat industri yang kompetitif MISI PROGRAM AKSI K I PRAH PENDIDIKAN TINGGI Deregulasi PT kearah swastanisasi. PT yang menunjang industrialisasi (teknologi dan jasa). PT sebagai pusat pengembangan ilmu, budaya, moral dan agama Semakin berimbang partisipasi wanita dan pria dalam pengetahuan sains dan teknologi. Semakin besar tanggung jawab masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dan pembiayaannya. Masyarakat / dunia usaha/industri menjadi pelaksana program pelatihan. Contoh : KIPRAH XI – Kurikulum ----- Kemampuan berkomunikasi , baik dalam bahasa nasional maupun dalam multilingual = Kecenderungan-kecenderungan = Implikasi atau Misi = Program Aksi Holistik
KIPRAH XI : Kurikulum Kecenderungan learning to be learning to think learning to do learning to live together Implikasi Terbentuknya masyarakat madani (civil society) dimana setiap anggota dapat mengembangkan potensinya bagi kesejahteraan masyarakatnya, serta dapat berkomunikasi dengan sesama manusia secara efektif. Program Aksi Memasukan secara integratif di dalam kurikulum pada semua tingkat dan jenis pendidikan unsur-unsur : 1. Pendidikan sadar dan ramah lingkungan 2. Pendidikan kependudukan, termasuk di dalamnya pendidikan yang berperspektif gender 3. Kemampuan berkmomunikasi, baik di dalam bahasa nasional maupun dalam multilingual
KIPRAH XI : Kurikulum Program Aksi 1. Pendidikan nasional, juga pendidikan internasional yang memupuk kearah saling pengertian dan saling kerjasama antar bangsa 2. Pendidikan umum yang kuat dan mampu mempergunakan informasi secara tepat dari “information superhighway”, serta adanya program pelatihan yang bervariasi sesuai dengan minat, kemampuan dan kebutuhan pembangunan masyarakat yang berkesinambungan.
TERIMA KASIH
- Slides: 32