TEKNIK PENYIAPAN SAMPEL KIMIA FARMASI ANALISIS I Oleh

  • Slides: 65
Download presentation
TEKNIK PENYIAPAN SAMPEL (KIMIA FARMASI ANALISIS I) Oleh Purwadi, M. Si UNIVERSITAS TULANG BAWANG

TEKNIK PENYIAPAN SAMPEL (KIMIA FARMASI ANALISIS I) Oleh Purwadi, M. Si UNIVERSITAS TULANG BAWANG BANDAR LAMPUNG, 2008

Purwadi, S. Si. M. Si. Graduated from: Master of Science with Cume Laude, School

Purwadi, S. Si. M. Si. Graduated from: Master of Science with Cume Laude, School of Pharmacy - Institut Tecnology of Bandung, 2007 Bachelor of Science in Chemistry, University of Lampung, 1999 Works: NQCLDF in Bandar Lampung, Deputy of Technical Manager Testing Laboratoria for Therapeutics, Narcotics, Traditional Drugs, and Complement Product Supervisor for Cosmetic testing Laboratory

Rekayasa bioteknologi Alam Semisintesis Obat Senyawa anorganik Struktur molekul (kimia) Senyawa organik Sintesis kimia

Rekayasa bioteknologi Alam Semisintesis Obat Senyawa anorganik Struktur molekul (kimia) Senyawa organik Sintesis kimia • Pencegahan • Diagnosis • Pengobatan • Pemulihan • Peningkatan kualitas hidup Aktivitas biologi (farmakologi) Berdasar: Unsur /ion Gugus fungsi Rangka utama Ikatan kimia Kerja obat dalam tubuh

Analisis bedasarkan tujuan: Kualitatif: Penentuan Identitas Senyawa Kuantitatif: Penentuan Jumlah/Kadar Prepapatif: Mendapatkan/memurnikan Analisis berdasarkan

Analisis bedasarkan tujuan: Kualitatif: Penentuan Identitas Senyawa Kuantitatif: Penentuan Jumlah/Kadar Prepapatif: Mendapatkan/memurnikan Analisis berdasarkan metode/teknik: Fisika Kimia Fisikokimia Mikrobiologi Makrobiologi dll

Analisis berdasarkan kerumitan matrik Langsung: > pada senyawa murni > pada analisis senyawa spesifik

Analisis berdasarkan kerumitan matrik Langsung: > pada senyawa murni > pada analisis senyawa spesifik > matriks tidak mengganggu Tidak langsung/pemisahan > Terdapat matrik yang mengganggu analisis > terdapat analit lain

Matriks mengganggu => > Lakukan pemisahan analit terhadap matriks ØRusak matriks tsb Perlu pernyiapan

Matriks mengganggu => > Lakukan pemisahan analit terhadap matriks ØRusak matriks tsb Perlu pernyiapan / preparasi sampel Alasan lain preparasi: Menurunkan batas deteksi dengan pemekatan / prekonsentrasi

Tahap-tahap umum penyiapan sampel

Tahap-tahap umum penyiapan sampel

Teknik- Teknik Preparasi Sampel: a. Penggerusan / blender / cincang pada: sampel padat atau

Teknik- Teknik Preparasi Sampel: a. Penggerusan / blender / cincang pada: sampel padat atau sampel dengan matriks padat tujuan: memperluas permukaan kontak b. Penyaringan pada: analit dengan pengotor partikel terdispersi

c. Sentrifugasi pada : pada analit dengan matriks partikel padat terdispersi tujuan: matriks mengendap

c. Sentrifugasi pada : pada analit dengan matriks partikel padat terdispersi tujuan: matriks mengendap d. Pemekatan dengan gas Nitrogen (gas inert) pada: analit dengan pelarut yang dapat menguap Tujuan: pemekatan analit karena pelarut berkurang

Penguapan pelarut dengan nitrogen Gas N 2 bersifat inert

Penguapan pelarut dengan nitrogen Gas N 2 bersifat inert

e. Pemekatan / pemisahan dengan Destilasi f. kapan: - jika yang dipisahkan campuran cairan

e. Pemekatan / pemisahan dengan Destilasi f. kapan: - jika yang dipisahkan campuran cairan g. - titik didih rendah h. - atau jika analit atau matriks, salah satunya i. volatil j. - perbedaan titik didih antar zat yang ingin k. dipisahkan cukup jauh l. - zat yang akan didestilasi stabil terhadap panas

Destilasi dibagi: 1. Destilasi Sederhana 2. Destilasi Vakum 3. Destilasi Fraksionasi 4. Destilasi uap

Destilasi dibagi: 1. Destilasi Sederhana 2. Destilasi Vakum 3. Destilasi Fraksionasi 4. Destilasi uap 5. Destilasi bertingkat 6. Destilasi Azeotrop

Destilasi Sederhana Destilasi pada awal perkembangan

Destilasi Sederhana Destilasi pada awal perkembangan

Destilasi Sederhana

Destilasi Sederhana

Laboratory distillation setup: 1: Heat source 2: Still pot 3: Still head 4: Thermometer

Laboratory distillation setup: 1: Heat source 2: Still pot 3: Still head 4: Thermometer /Boiling point temperature 5: Condenser 6: Cooling water in 7: Cooling water out 8: Distillate/receiving flask 9: Vacuum/gas inlet 10: Still receiver 11: Heat control 12: Stirrer speed control 13: Stirrer/heat plate 14: Heating (Oil/sand) bath 15: Stiring means e. g. magnetic follower (shown), anti-bumping granules or mechanical stirrer 16: Cooling bath.

Pada distilasi sederhana, semua uap panas yang dihasilkan dilewatkan melalui Kondenser / pengembun yang

Pada distilasi sederhana, semua uap panas yang dihasilkan dilewatkan melalui Kondenser / pengembun yang akan mendinginkan dan mengembunkan uap. Destilat / hasil destilasi tidak akan murni, komposisinya akan identik dengan komposisi uap pada suhu dan tekanan yang diberikan, atau dapat dihitung dengan hukum Raoult.

Hukum Raoult: tekanan uap dari larutan ideal adalah tergantung pada tekanan uap dari masing

Hukum Raoult: tekanan uap dari larutan ideal adalah tergantung pada tekanan uap dari masing senyawa kimia dan fraksi mol dari senyawa yang ada dalam larutan tersebut.

Destilasi Fraksinasi

Destilasi Fraksinasi

Destilasi Azeotrop

Destilasi Azeotrop

Destilasi Vakum ØPada tekanan rendah cairan akan mendidih pada suhu lebih kecil ØTekanan berbanding

Destilasi Vakum ØPada tekanan rendah cairan akan mendidih pada suhu lebih kecil ØTekanan berbanding terbalik dengan suhu

Destilasi Vakum Rotary Vacuum evaporator: Digunanakan untuk mendestilasi pelarut lrbih cepat pada temperatur lebih

Destilasi Vakum Rotary Vacuum evaporator: Digunanakan untuk mendestilasi pelarut lrbih cepat pada temperatur lebih rendah, karena menggunakan vakum

Perkin Triangle Distillation Setup 1: Stirrer bar/anti-bumping granules 2: Still pot 3: Fractionating column

Perkin Triangle Distillation Setup 1: Stirrer bar/anti-bumping granules 2: Still pot 3: Fractionating column 4: Thermometer/Boiling point temperature 5: Teflon tap 1 6: Cold finger 7: Cooling water out 8: Cooling water in 9: Teflon tap 2 10: Vacuum/gas inlet 11: Teflon tap 3 12: Still receiver

refluks

refluks

f. Metode Ekstraksi Tujuan: - pemisahan - prekonsentrasi - preparasi solute pada medium yang

f. Metode Ekstraksi Tujuan: - pemisahan - prekonsentrasi - preparasi solute pada medium yang dikehendaki - penentuan analit secara analitik.

 • Ekstraksi merupakan distribusi solute diantara dua fase larutan yang tidak saling bercampur

• Ekstraksi merupakan distribusi solute diantara dua fase larutan yang tidak saling bercampur satu dengan yang lain hingga tercapainya kesetimbangan. • Fase yang satu umumnya adalah fase air dan yang lain sebagai fase organik.

Ekstraksi berdasarkan kontak antar fase: 1. Ekstraksi satu tahap misal: ECC 2. Ekstraksi Sinambung

Ekstraksi berdasarkan kontak antar fase: 1. Ekstraksi satu tahap misal: ECC 2. Ekstraksi Sinambung misal: sokletasi 3. Ekstraksi Lawan arus

Ekstraksi pelarut sering disebut juga Distribusi Cair atau Ekstraksi Cair (ECC). [A]Org [A]Aq Fase

Ekstraksi pelarut sering disebut juga Distribusi Cair atau Ekstraksi Cair (ECC). [A]Org [A]Aq Fase kontak satu kali Kedua cairan tidak saling larut/bercampur

Konstanta Distribusi • Konstanta distribusi (Kd) dikemukakan oleh Nernst, 1898, sebagai nilai yang dapat

Konstanta Distribusi • Konstanta distribusi (Kd) dikemukakan oleh Nernst, 1898, sebagai nilai yang dapat mendeskripsikan data hasil ekstraksi [A]organik Kd = ------[A]air • Konsentrasi solute pada masing-masing solven ditentukan pada saat distribusi solute pada 2 solven tersebut mencapai kesetimbangan.

Ekstraksi dipengaruhi oleh • Kelarutan (K oktanol-air atau log Koktanol-air) • p. Ka atau

Ekstraksi dipengaruhi oleh • Kelarutan (K oktanol-air atau log Koktanol-air) • p. Ka atau p. Kb

Koefisien partisi oktanol–air (Kow) beberapa senyawa organik

Koefisien partisi oktanol–air (Kow) beberapa senyawa organik

Konstanta disosiasi (p. Ka) beberapa zat organik

Konstanta disosiasi (p. Ka) beberapa zat organik

Ekstraksi sinambung; Jika ekstraktan lebih ringan E: ekstraktan: pelarut pengekstraksi R : rafinat: larutan

Ekstraksi sinambung; Jika ekstraktan lebih ringan E: ekstraktan: pelarut pengekstraksi R : rafinat: larutan yang ada analitnya

Ekstraksi sinambung; Jika rafinat lebih ringan E: ekstraktan: pelarut pengekstraksi R : rafinat: larutan

Ekstraksi sinambung; Jika rafinat lebih ringan E: ekstraktan: pelarut pengekstraksi R : rafinat: larutan yang ada analitnya

Peralatan ekstraksi sinambung disain untuksampel dimana pelarut pengekstrak lebih besar dibanding air

Peralatan ekstraksi sinambung disain untuksampel dimana pelarut pengekstrak lebih besar dibanding air

Peralatan ekstraksi cair-cair sinambung, disain untuk sanpel dimana solven pengekstrak lebih berat dibanding air

Peralatan ekstraksi cair-cair sinambung, disain untuk sanpel dimana solven pengekstrak lebih berat dibanding air Dengan sistem ekstraksi dan pemekatan pada satu peralatan.

Ekstraksi Fase Padat (SPE)

Ekstraksi Fase Padat (SPE)

Ekstraksi dengan ultrasonik

Ekstraksi dengan ultrasonik

g. Clean Up sampel dengan kromatografi kolom

g. Clean Up sampel dengan kromatografi kolom

h. SOKLETASI ØMerupakan teknik ekstraksi sinambung menggunakan panas ØMenggunakan panas => senyawa analit harus

h. SOKLETASI ØMerupakan teknik ekstraksi sinambung menggunakan panas ØMenggunakan panas => senyawa analit harus termostabil ØKelarutan antara ekstraktan Vs analit perlu diperhatikan ØEkstraktan pilih yang mempunyai titik didih relatif rendah

1: Stirrer bar/anti-bumping granules 2: Still pot (extraction pot) - still pot should not

1: Stirrer bar/anti-bumping granules 2: Still pot (extraction pot) - still pot should not be overfilled and the volume of solvent in the still pot should be 3 to 4 times the volume of the soxhlet chamber. 3: Distillation path 4: Soxhlet Thimble 5: Extraction solid (residue solid) 6: Syphon arm inlet 7: Syphon arm outlet 8: Expansion adapter 9: Condenser 10: Cooling water in 11: Cooling water out http: //en. wikipedia. org/wiki/Soxhlet

h. Rekristalisasi: metode pemurnian kristal dengan cara pelarutan dan pengkristalan ulang A. Rekristalisasi dengan

h. Rekristalisasi: metode pemurnian kristal dengan cara pelarutan dan pengkristalan ulang A. Rekristalisasi dengan pelarut tunggal → Solvent added (clear) to compound (orange) → Solvent heated to give saturated compound solution (orange) → Saturated compound solution (orange) allowed to cool over time to give crystals (orange) and a non-saturated solution (pale-orange).

B. Rekristalisasi multi-pelarut Tanpa pemekatan → Solvent added (clear) to compound (orange) → Solvent

B. Rekristalisasi multi-pelarut Tanpa pemekatan → Solvent added (clear) to compound (orange) → Solvent heated to give saturated compound solution (orange) → Second solvent (blue) added to compound solution (orange) to give mixed solvent system (green) → Mixed solvent system (green) allowed to cool over time to give crystals (orange) and a nonsaturated mixed solvent system (green-blue).

Rekristalisasi penyaringan panas → Solvent added (clear) to a mixture of compound (orange) +

Rekristalisasi penyaringan panas → Solvent added (clear) to a mixture of compound (orange) + insoluble substance (purple) → Solvent heated to give saturated compound solution (orange) + insoluble substance (purple) → Saturated compound solution (orange) filtered to remove insoluble substance (purple) → Saturated compound solution (orange) allowed to cool over time to give crystals (orange) and a non-saturated solution (pale-orange).

Perlu pemekatan → First solvent added (clear) to compound (orange) → Solvent heated to

Perlu pemekatan → First solvent added (clear) to compound (orange) → Solvent heated to give saturated compound solution (orange) → Second solvent (blue) added to compound solution (orange) to give first mixed solvent system (green) → Volatile first solvent (clear) is removed (e. g. evaporation) from first mixed solvent system (green) to give a second mixed solvent system (dark-green) → Second mixed solvent system (dark-green) allowed to cool over time to give crystals (orange) and a non-saturated second mixed solvent system (greenblue)

Penyiapan sampel volatil untuk GC secara headspace

Penyiapan sampel volatil untuk GC secara headspace

Prinsip pemisahan secara membran permeabel ØMembran mempunyai pori dengan ukuran tertentu ØAnalit akan bermigrasi

Prinsip pemisahan secara membran permeabel ØMembran mempunyai pori dengan ukuran tertentu ØAnalit akan bermigrasi dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi lebih rendah ØHanya analit dengan ukuran tertentu yang akan melewati membran

Ekstraksi dengan membran

Ekstraksi dengan membran

i. Metode digesti: Digunakan untuk analisis logam pada matriks organik kompleks Bagaimana: matiks rusak,

i. Metode digesti: Digunakan untuk analisis logam pada matriks organik kompleks Bagaimana: matiks rusak, analit (logam) tidak rusak Ø Basah : dengan H 2 SO 4, HNO 3, HCl, H 2 O 2, dll Ø Kering: tanur, pengabuan , mikrowave dll Ø Gabungan basah/kering

J. Presipitasi Untuk pengendapan matriks biologi: Ø Lakukan presipitasi pada sampel darah Dengan penambahan

J. Presipitasi Untuk pengendapan matriks biologi: Ø Lakukan presipitasi pada sampel darah Dengan penambahan metanol, kloroform, asam perklorat, dll Mengapa: 1. matriks berupa biomolekul berupa protein akan terdenaturasi / mengendap 2. Ikatan antara analit dengan protein akan putus

Pustaka: Miller, J. M. 1975. Sparation Methods in Chemical Analysis. John Willey & Sons.

Pustaka: Miller, J. M. 1975. Sparation Methods in Chemical Analysis. John Willey & Sons. New York. J D. WINEFORDNER (ed. ). 2003. Sample Preparation Techniques in Analytical Chemistry. VOL. 162. A JOHN WILEY & SONS, INC. , PUBLICATION www. wikipedia. com Bocxlaer, J. Van , 2007. Drug Analysis. 5 th EACPT Summerschool Clinical Pharmacology & Therapeutics, UZ Gent.