UNSURUNSUR INTRINSIK PROSA 1 tema 2 amanat 3













- Slides: 13
UNSUR-UNSUR INTRINSIK PROSA • • 1) tema, 2) amanat, 3) tokoh, 4) alur (plot), 5) latar (setting), 6) sudut pandang, dan 7) gaya bahasa.
1. Tema -Gagasan, ide, atau pikiran utama yang mendasari suatu karya sastra -dinyatakan secara eksplisit dan implisit -tema sentral dan ada tema sampingan -pengarang dipengaruhi oleh faktor minat pribadi, selera pembaca, dan keinginan penerbit atau penguasa
2. Amanat • Amanat adalah pesan utama yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui karyanya. • Disampaikan secara eksplisit dan implicit • Dapat berupa jawaban terhadap tema yang sudah ditentukan.
3. Penokohan • Individu ciptaan atau rekaan pengarang yang mengalami peristiwa-peristiwa atau lakuan dalam berbagai peristiwa cerita. • Tokoh Sentral: protagonis – antagonis • Tokoh bawahan adalah tokoh-tokoh yang mendukung tokoh sentral • Tokoh tambahan dan tokoh lataran
4. Alur • Alur adalah urutan atau rangkaian peristiwa dalam cerita • Alur linear • Alur Kausal • Alur tematik
Struktur alur prosa • • 1) paparan (exposition), 2) rangsangan (inciting moment), 3) gawatan (rising action). 4) tikaian (conflict), 5) rumitan (complication), 6) klimaks. 7) leraian (falling action), 8) selesaian (denouement).
Membangun alur • • • Faktor kebolehjadian Faktor kejutan Faktor kebetulan Kombinasi Hindari digresi
5. Latar • Latar tempat • Latar waktu • Latar sosial budaya
6. Sudut pandang • Sudut pandang merupakan cara memandang untuk menghadirkan tokoh-tokoh cerita dengan menempatkan dirinya pada posisi tertentu • sudut pandang orang pertama (first person point of view) • sudut pandang orang ketiga (third person point of view)
Sudut pandang orang pertama • Digunakan untuk laporan saksi • Apa yang dilihat, apa yang dilakukan, apa yang terjadi
Sudut pandang orang ketiga • ‘dia’, narator adalah seorang yang berada di luar cerita • Pertama, ‘dia’ mahatahu • Kedua, ‘dia’ sebagai pengamat
7. Gaya bahasa • Gaya bahasa adalah teknik pengolahan bahasa oleh pengarang dalam upaya menghasilkan karya sastra yang hidup dan indah. • Gaya bahasa dapat menciptakan suasana yang berbeda-beda: berterus terang, satiris, simpatik
Terima Kasih