JARINGAN HEWAN Bahan Ajar Power Point untuk Biologi

  • Slides: 45
Download presentation

JARINGAN HEWAN Bahan Ajar Power. Point® untuk Biologi SMA Kelas XI IPA Semester Ganjil

JARINGAN HEWAN Bahan Ajar Power. Point® untuk Biologi SMA Kelas XI IPA Semester Ganjil From Biology By Neil A Campbell, Reece, and Mitchell Guru Bid. Studi : Sugeng Riyanto, S. Pd

Macam-macam jaringan hewan Jaringan epitel Epitel pipih selapis Epitel pipih berlapis banyak Epitel silindris

Macam-macam jaringan hewan Jaringan epitel Epitel pipih selapis Epitel pipih berlapis banyak Epitel silindris selapis Epitel silindris berlapis banyak Epitel kubus selapis Epitel kubus berlapis banyak Epitel transisi Epitel kelenjar Jaringan ikat longgar Jaringan ikat padat Jaringan lemak Jaringan tulang rawan Jaringan tulang Jaringan darah Jaringan limfe Jaringan otot polos Jaringan otot rangka Jaringan otot jantung Jaringan saraf Neuron sensorik Neuron motorik

Jaringan epitel jaringan epitel Epitelium sederhana pipih kubus Epitelium berlapis batang Pipih berlapis Kubus

Jaringan epitel jaringan epitel Epitelium sederhana pipih kubus Epitelium berlapis batang Pipih berlapis Kubus berlapis Batang berlapis transisional

1. Jaringan epitel Fungsi Epitel memiliki berbagai fungsi tergantung dari posisi jaringan. Fungsinya antara

1. Jaringan epitel Fungsi Epitel memiliki berbagai fungsi tergantung dari posisi jaringan. Fungsinya antara lain: • Sebagai pelindung • Sebagai alat sekresi • Sebagai alat penerima impuls • Sebagai alat penyaring atau filtrasi • Sebagai alat absorpsi • Sebagai alat respirasi

Jaringan epitel Epitelium pipih selapis Epitelium batang selapis Epitelium kubus berlapis Epitelium batang berlapis

Jaringan epitel Epitelium pipih selapis Epitelium batang selapis Epitelium kubus berlapis Epitelium batang berlapis Epitelium pipih berlapis Epitelium transisional

A. Epitel pipih selapis • Epitel selapis pipih terdiri dari satu lapis saja dan

A. Epitel pipih selapis • Epitel selapis pipih terdiri dari satu lapis saja dan sel berbentuk pipih. • Lokasi: pembuluh limfe, endotel, kapsula glomerulus, alveoli, pleura • Fungsi: difusi, filtrasi

B. Epitel pipih berlapis banyak • Epitel berlapis pipih sebenarnya tidak semuanya berbentuk pipih.

B. Epitel pipih berlapis banyak • Epitel berlapis pipih sebenarnya tidak semuanya berbentuk pipih. • Yang berbentuk pipih hanya pada sel sebelah atas. • Sel pada lapisan terbawah dapat berbentuk silindris. • Lokasi: epidermis, vagina, mulut, esofagus, saluran anus, uretra. • Fungsi: proteksi

C. Epitel kubus selapis • Epitel selapis kubus terdiri dari satu lapis sel dan

C. Epitel kubus selapis • Epitel selapis kubus terdiri dari satu lapis sel dan sel berbentuk seperti kubus. • Lokasi: tubula ginjal, saluran kelenjar ludah, kelenjar keringat, permukaan ovari, permukaan dalam lensa mata, sel-sel berpigmen dari retina. • Fungsi: sekresi dan absorbsi

D. Epitel kubus berlapis banyak Epitel berlapis kubus jarang ditemukan pada tubuh. Lokasi: kelenjar

D. Epitel kubus berlapis banyak Epitel berlapis kubus jarang ditemukan pada tubuh. Lokasi: kelenjar keringat, kelenjar minyak, kelenjar tiroid, ovarium, zakar. Fungsi: sekresi dan ekskresi. 10

E. Epitel silindris selapis • Epitel selapis silindris terdiri dari satu lapis sel dan

E. Epitel silindris selapis • Epitel selapis silindris terdiri dari satu lapis sel dan selnya berbentuk silindirs (torak). • Lokasi: lambung, usus, kelenjar pencernaan, kantong empedu, saltran uterus, rongga hidung. • Fungsi: sekresi dan absorpsi

F. Epitel silindris berlapis banyak Epitel berlapis silindris jarang ditemukan. Paling banyak terdiri dari

F. Epitel silindris berlapis banyak Epitel berlapis silindris jarang ditemukan. Paling banyak terdiri dari dua lapisan saja. Lokasi: saluran kelenjar ludah, saluran kelenjar susu, uretra, laring, faring, langit mulut. Fungsi: sekresi dan pergerakan.

G. Epitelium silindris berlapis banyak semu Lokasi: Sel-sel bersilia : duktus epididymis vasedeferen, membran

G. Epitelium silindris berlapis banyak semu Lokasi: Sel-sel bersilia : duktus epididymis vasedeferen, membran mukosa saluran pernafasan, tuba eustakhius. Sedangkan yang terdapat pada uretra laki-laki sel-selnya tidak bersilia. Fungsi: Proteksi, sekresi dan pergerakan zat

H. Epitel transisional Pada epitel ini, strukturnya mirip epitel berlapis gepeng. Pada lapisan atas

H. Epitel transisional Pada epitel ini, strukturnya mirip epitel berlapis gepeng. Pada lapisan atas terdapat lapisan sel yang berbentuk payung (sel payung). Sel payung dalam keadaan regang akan memipih, misalnya dalam keadaan saluran terisi penuh. Lokasi: saluran kencing, kandung kemih, ureter, ginjal. Fungsi: memungkinkan perubahan dalam bentuk Menahan regangan dan tekanan men. Fungsi: Proteksi terhadap perubahan volume organ.

Macam-macam jaringan epitel Epitel pipih selapis pada selaput perut Epitel silindris selapis pada usus

Macam-macam jaringan epitel Epitel pipih selapis pada selaput perut Epitel silindris selapis pada usus Epitel pipih berlapis banyak pada vagina Epitel silindris berlapis banyak pada kelenjar ludah

Epitel kubus selapis pada ginjal Kelenjar endokrin pada kelenjar tiroid Epitel kubus berlapis banyak

Epitel kubus selapis pada ginjal Kelenjar endokrin pada kelenjar tiroid Epitel kubus berlapis banyak pada kelenjar keringat Epitel transisi pada kantung kemih Kelenjar eksokrin pada kelenjar keringat

2. Jaringan Ikat/Penyokong Fungsi jaringan ikat adalah v mengikat atau mempersatukan jaringan menjadi organ

2. Jaringan Ikat/Penyokong Fungsi jaringan ikat adalah v mengikat atau mempersatukan jaringan menjadi organ dan berbagai organ menjadi sistem organ, menjadi selubung organ vmelindungi jaringan atau organ tubuh. v. Mengisi rongga-rongga yang kosong, menyimpan lemak (sumber energi) v. Untuk transportasi (jaringan darah)

Macam-macam jaringan ikat Jaringan ikat longgar Jaringan lemak Jaringan tulang rawan hialin Jaringan ikat

Macam-macam jaringan ikat Jaringan ikat longgar Jaringan lemak Jaringan tulang rawan hialin Jaringan ikat padat Jaringan tulang rawan elastis

Jaringan tulang rawan fibroblas Jaringan darah Jaringan tulang Jaringan limfe

Jaringan tulang rawan fibroblas Jaringan darah Jaringan tulang Jaringan limfe

Struktur jaringan ikat 1. Matriks (bahan tak hidup) Ø Serat kolagen : tersusun atas

Struktur jaringan ikat 1. Matriks (bahan tak hidup) Ø Serat kolagen : tersusun atas protein, warna putih, kuat, kurang lentur, daya regang tinggi, terdapat pada tulang, tendon dan kulit Ø Serat elastis: tesusun atas mukopolisakarida dan protein elstin, warna kuning, kelenturan tinggi, terdapat pada pembuluh darah , ligamen, laring Ø Serat rutikuler: tersusun atas glikoprotein, warna & sifat sama dgn kolegen tapi lebih tipis, terdapat pada hati, limfa

2. sel-sel yang hidup Ø Fibroblas : berbentuk serat, fungsi untuk mensekresikan protein untuk

2. sel-sel yang hidup Ø Fibroblas : berbentuk serat, fungsi untuk mensekresikan protein untuk membentuk matriks Ø Makrophag: tdk punya bentuk tetap, dan dapat terspesialisasi menjadi fagositosis Ø Sel lemak : menyerupai fibroblas, fungsi menimbun lemak Ø Sel plasma: seperti eritrosit , fungsi menghasilkan anti bodi Ø Sel tiang (mast cell) : berbebtuk tiang , fungsi untuk v heparin : zat koagulan dari polisakarida v Histamin : zat dibebaskan oleh mast cell untuk meningkatkan permiabilitas pembuluh darah

Berdasarkan struktur dan fungsinya jaringan ikat dibedakan menjadi dua: a. Jaringan ikat longgar Ciri-ciri

Berdasarkan struktur dan fungsinya jaringan ikat dibedakan menjadi dua: a. Jaringan ikat longgar Ciri-ciri : sel-selnya jarang dan sebagian jaringannya tersusun atas matriks yang mengandung serabut kolagen, retikuler dan serabut elastis. Jaringan ikat longgar terdapat di sekitar organ-organ, pembuluh darah dan saraf. Fungsinya : untuk membungkus organ-organ tubuh, pembuluh darah dan saraf.

b. Jaringan ikat padat Nama lainnya jaringan ikat serabut putih, karena terbuat dari serabut

b. Jaringan ikat padat Nama lainnya jaringan ikat serabut putih, karena terbuat dari serabut kolagen yang berwarna putih, tidak elastis Jaringan ini terdapat pada selaput urat, selaput pembungkus otot, fasia, ligamen dan tendon. Fasia : adalah jaringan ikat berbentuk lembaran yang menyelimuti otot. Ligamen : adalah jaringan ikat yang berperan sebagai penghubung antar tulang. Tendon : adalah ujung otot yang melekat pada tulang. Fungsinya untuk menghubungkan berbagai organ tubuh seperti otot dengan tulang-tulang, tulang dengan tulang, juga memberikan perlindungan terhadap organ tubuh.

2. Jaringan tulang rawan (kartilago) Ciri-ciri Kartilago hialin Kartilago fibrosa Kartilago elastis Serabut kolagen

2. Jaringan tulang rawan (kartilago) Ciri-ciri Kartilago hialin Kartilago fibrosa Kartilago elastis Serabut kolagen yg halus Serabut kolagen yg padat & kasar Serabut elasts & kolagen Warna matriks Putih kebiru-biruan & tembus cahaya Gelap & keruh Keruh kekuningan Letaak Ujung tulang keras, cakram epifisis, persendian & sal pernafasan Ruas tulang belakang, simfisis fubis, persendian Epiglotis, daun telinga, bronkiolus fungsi Memberi kekuatan, Menyokong & menyokong rangka embrionik, melindungi bagaian menyokong bagian tertentu dalamnya rangka dewasa, membantu pergerakan persendian Memberi fleksibilitas dan sbg penyokong

3. Jaringan Tulang Jaringan tulang terdiri dari sel-sel tulang atau osteon yang tersimpan di

3. Jaringan Tulang Jaringan tulang terdiri dari sel-sel tulang atau osteon yang tersimpan di dalam matriks, matriksnya terdiri dari zat perekat kolagen dan endapan garam-garam mineral terutama garam kalsium (kapur). Tulang merupakan komponen utama dari kerangka tubuh dan berperan untuk melindungi alat-alat tubuh dan tempat melekatnya otot kerangka. Tulang dapat dibagi menjadi 2 macam : a. Tulang keras, bila matriks tulang rapat dan padat. Contoh : tulang pipa. b. Tulang spons, bila matriksnya berongga . Contoh : tulang pendek

4. Jaringan Darah Jaringan darah merupakan jaringan penyokong khusus, karena berupa cairan. Bagian-bagian dari

4. Jaringan Darah Jaringan darah merupakan jaringan penyokong khusus, karena berupa cairan. Bagian-bagian dari jaringan darah adalah : a. Sel darah Dibagi menjadi sel darah merah (eritrosit) berfungsi untuk mengangkut oksigen dan sel darah putih (lekosit) berfungsi untuk melawan benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh. b. Keping-keping darah (trombosit) Berfungsi dalam proses pembekuan darah. c. Plasma darah Komponen terbesar adalah air, berperan mengangkut sari makanan, hormon, zat sisa hasil metabolisms, antibodi dan lain-lain

5. JARINGAN LEMAK Nama lainnya adalah jaringan adiposa, jaringan ini terdapat di seluruh tubuh.

5. JARINGAN LEMAK Nama lainnya adalah jaringan adiposa, jaringan ini terdapat di seluruh tubuh. Fungsinya untuk menyimpan lemak untuk cadangan makanan, dan mencegah hilangnya panas secara berlebihan Organ Kumpulan dari berbagai macam jaringan dan melaksanakan suatu tugas tertentu akan membentuk organ. Derajat dari organisme ditentukan dari makin beragamnya organ yang dimiliki.

6. Jaringan Limfe/Getah Bening Asal jaringan limfe adalah bagian dari darah yang keluar dari

6. Jaringan Limfe/Getah Bening Asal jaringan limfe adalah bagian dari darah yang keluar dari pembuluh darah, komponen terbesarnya adalah air dimana terlarut zat-zat antara lain glukosa, garam-garam, asam lemak. Komponen selulernya adalah limfosit. Jaringan limfe menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh limfe. Fungsi jaringan limfe selain untuk kekebalan tubuh (adanya limfosit) juga untuk mengangkut cairan jaringan, protein, lemak, garam mineral dan zat-zat lain dari jaringan ke sistem pembuluh darah.

Jaringan saraf Badan sel Dendrit Inti sel Akson

Jaringan saraf Badan sel Dendrit Inti sel Akson

Jaringan Syaraf Sel saraf (neuron)

Jaringan Syaraf Sel saraf (neuron)

 • Terdapat 3 macam sel saraf • 1. Sel Saraf Sensorik Berfungsi menghantarkan

• Terdapat 3 macam sel saraf • 1. Sel Saraf Sensorik Berfungsi menghantarkan rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan) ke sumsum tulang belakang. • 2. Sel Saraf Motorik Berfungsi menghantarkan impuls motorik dari susunan saraf pusat ke efektor. • 3. Sel Saraf Penghubung Merupakan penghubung sel saraf yang satu dengan sel saraf yang lain.

Bagian-bagian jaringan saraf 1. Dendrit, yaitu juluran sitoplasma yang relatif pendek dari badan sel

Bagian-bagian jaringan saraf 1. Dendrit, yaitu juluran sitoplasma yang relatif pendek dari badan sel yang berfungsi membawa rangsangan ke badan sel. 2. Badan sel, yaitu bagian sel saraf yang mengandung inti (nukleus) dengan nukleolus di tengahnya. Sitoplasmanya bergranula, berasal dari retikulum endoplasma yang disebut Badan Nissl. Badan sel saraf terletak di pusat saraf dan di ganglion. Ganglion adalah kumpulan badan sel saraf. Ganglion terletak di tempat-tempat tertentu, seperti di kiri dan kanan sumsum tulang belakang. Neurit (akson), yaitu juluran sitoplasma yang panjang dari badan sel yang berfungsi membawa rangsangan dari badan sel ke neuron lain. Neurit memiliki selubung yang terdiri dari selubung myelin dan selubung neurilema

Selubung myelin merupakan selubung yang langsung membungkus neurit. Berfungsi sebagai isolator dan juga berperan

Selubung myelin merupakan selubung yang langsung membungkus neurit. Berfungsi sebagai isolator dan juga berperan sebagai nutritif terhadap neurit. Selubung myelin tidak membungkus neurit secara kontinu tetapi membuat interval antara 80 - 600 mikron, membentuk nodus ranvier. Di daerah interval ini neurit tidak memiliki selubung myelin, tapi langsung dibungkus oleh selubung Schwann

 • Selubung neurilema (selubung Schwann) terdiri dari sel-sel Schwann yang menghasilkan myelin. Berfungsi

• Selubung neurilema (selubung Schwann) terdiri dari sel-sel Schwann yang menghasilkan myelin. Berfungsi dalam regenerasi neurit dan dendrit yang rusak. Antara neuron satu dengan neuron yang lain saling berhubungan. Tempat hubungan itu disebut sinapsis.

4. Jaringan otot •

4. Jaringan otot •

Jaringan otot Otot polos Otot rangka Otot jantung

Jaringan otot Otot polos Otot rangka Otot jantung

Macam-macam jaringan otot Jaringan otot polos Jaringan rangka Jaringan otot jantung

Macam-macam jaringan otot Jaringan otot polos Jaringan rangka Jaringan otot jantung

a. Otot Polos Ø Otot polos terdiri atas sel memanjang yang panjangnya 30 nm-

a. Otot Polos Ø Otot polos terdiri atas sel memanjang yang panjangnya 30 nm- 200 nm. Ø Setiap Sel memiliki satu nukleus yang bentuknya pipih dan terletak di bagian tengah sel.

b. Otot Lurik (otot Rangka) v Otot lurik terdiri atas berkas sel-sel silidris yang

b. Otot Lurik (otot Rangka) v Otot lurik terdiri atas berkas sel-sel silidris yang relatif panjang, yakni sekitar 4 cm. v Otot lurik memiliki kemampuan kontraksi yang cepat, mudah lelah, dan bekerja dipengaruhi oleh susunan saraf pusat.

c. Sel otot jantung • Sel otot ini dinamai sel otot jantung karena hanya

c. Sel otot jantung • Sel otot ini dinamai sel otot jantung karena hanya ditemui pada jantung. • Bentuknya seperti anyaman yang bercabang-cabang. • Miofibrilnya tersusun tidak homogen sehingga terlihat berlurik-lurik, mirip dengan sel otot lurik. • Sel otot jantung sifatnya tidak sadar dan sangat tahan lelah. • Sel otot jantung inilah yang berperan dalam pemompaan darah oleh jantung.

Secara ringkas ketiga otot di atas dapat dibandingkan seperti Tabel di bawah ini: Pembeda

Secara ringkas ketiga otot di atas dapat dibandingkan seperti Tabel di bawah ini: Pembeda Tempat Bentuk Serabut Otot Polos Dinding jerohan Memanjang, berbentuk, ujung lancip Jumlah Nukleus Satu Letak Nukleus Tengah Garis Melintang Tidak ada Kecepatan Paling lambat Kontraksi Kemampuan Lama Kontraksi Tipe Kontrol Tidak menurut kehendak Otot Lurik Melekat pada rangka Memanjang, seledris, ujung tumpul Banyak Tepi Ada Paling cepat Otot Jantung Dinding jantung Sebentar Sedang Menurut Kehendak Tidak menurut kehendak Memanjang, silidris, bercabang dan menyatu Satu Tengah Ada Lambat

Organ lambung Jaringan epitelium Jaringan ikat Jaringan otot Jaringan saraf Organ lambung tersusun atas

Organ lambung Jaringan epitelium Jaringan ikat Jaringan otot Jaringan saraf Organ lambung tersusun atas beberapa jaringan

Sistem organ Sistem rangka Sistem sirkulasi Sistem otot Sistem saraf Sistem pencernaan Sistem endokrin

Sistem organ Sistem rangka Sistem sirkulasi Sistem otot Sistem saraf Sistem pencernaan Sistem endokrin Sistem ekskresi Sistem respirasi Sistem reproduksi