ASUHAN KEPERAWATAN SYOK PADA KEHAMILAN SYOK HIPOVOLEMIK Pertemuan



























- Slides: 27
ASUHAN KEPERAWATAN SYOK PADA KEHAMILAN (SYOK HIPOVOLEMIK) Pertemuan 7 Ety Nurhayati, S. Kp. , M. Kep. , Ns. Sp. Kep. Mat Prodi Keperawatan. Fakultas ilmu-ilmu Kesehatan
Definisi Syok merupakan kondisi dimana perfusi yang tidak memadai untuk memberikan pasokan oksigen serta nutrisi bagi organ - organ tubuh. Pemberian aliran darah yang cukup bagi jaringan serta sel - sel memerlukan pompa jantung yang adekuat, pembuluh darah dalam kondisi baik, serta volume darah yang memadai (Smeltzer, Bare, Hinkle, dan Cheever, 2010)
Macam – macam syok 1. Syok kardiogenik 2. Syok hipovolemik 3. Syok anafilatik 4. Syok sepsis 5. Syok neurogenik
Definisi Syok Hipovolemik merupakan suatu keadaan dimana terjadi kehilangan cairan tubuh atau darah yang menyebabkan jantung tidak mampu memopakan cukup darah ke seluruh tubuh sehingga perfusi jaringan tubuh menjadi terganggu. Penyebab : 1. Kehilangan darah karena perdarahan yang mengalir keluar tubuh 2. Kehilangan cairan tubuh yang berasal dari sistem gastrointestinal (saluran pencernaan), muntah, diare. 3. Kehilangan cairan intravaskuler, seperti dehidrasi berat
Tanda dan gejala syok hipovolemik menurut (Toni Ashadi, 2010) yaitu : • Kulit dingin dan pucat • Hipotensi • Oliguria • Dehidrasi
Derajat Syok Hipovolemik • Syok Ringan • Syok Sedang • Syok Berat
Klasifikasi Syok Hipovolemik • Pendarahan kelas I Kehilangan volume darah hinga 15%. Gejala klinis: Bila tidak ada komplikasi , terjadilah takikardi. Tekanan darah dalam batas normal tidak ada perubahan, tekanan nadi dan frekuensi nafas masih dalam batas normal tidak ada perubahan. Jumlah kehilangan darah tidak perlu diganti, karena pengisian transkapilerdan mekanisme kompensasi akan memulihkan volume darah dalam 24 jam. • Pendarahan kelas II kehilangan volume darah 15 -30% Gejala klinis: Takikardi (>100 x/menit), takipneu, penurunan tekanan nadi, perubahan sistem saraf sentral yang tidak jelas seperti cemas, ketakutan, atau sikap permusuhan. Walau kehilangan darah dan perubahan kardiovaskular besar, namun produksi urin hanya sedikit terpengaruh (20 -30 ml/jam).
Klasifikasi Syok Hipovolemik • Perdarahan Kelas III kehilangan volume darah 30 -40% Gejala klinis: Takikardi dan takipneu yang jelas, perubahan status mental dan penurunan tekanan darah sistolik. Penderitanya hampir selalu memerlukan transfusi darah. • Perdarahan Kelas IV Kehilangan volume darah > 40% Gejala Klinis: Takikardi yang jelas, penurunan tekanan darah sistolik yang besar, kesadaran menurun, produksi urin hampir tidak ada, kulit dingin dan pucat.
Patofisiologi syok hipovolemik
Pemeriksaan penunjang • Darah Lengkap • CT-Scan • USG • X- Ray • Endoscopy
Pemeriksaan Fisik syok hipovolemik • • • Tekanan darah Lakukan pemeriksaan tekanan darah pada pasien, karena biasanya pada pasien syok hipovolemik mengalami hipotensi Kulit Inspeksi yaitu lihat apakah kondisi kulit pasien pucat Palpasi yaitu rasakan apakah kulit pasien teraba dingin Nadi Palpasi (dimana dilakukan untuk melakukan pemeriksaan apakah nadi lemah dan sulit teraba) Abdomen Palpasi yaitu diperiksa untuk menemukan jika ada nyeri atau distensi, yang menunjukkan cedera intra abdominal. Sebagian besar perdarahan berasal dari abdomen. Abdomen harus diperiksa untuk mengetahui adanya nyeri, distensi, atau bruit. Mencari bukti adanya aneurisma aorta, ulkus peptikum, atau kongesti hepar. Juga periksa tanda-tanda memar atau perdarahan Status mental Inspeksi untuk melihat apakah pasien tampak ketakutan dan melihat tingkat kesadaran pasien
Pengkajian 1. 2. Data umum Pengkajian Primer • Circulation • Airway • Breathing • Disability 3. Pengkajian Sekunder (13 Domain NANDA)
Asuhan Keperawatan No. Diagnosa Keperawatan Intervensi Keperawatan 1. Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penuruna curah jantung • Kaji tanda dan gejala yang menunjukan gangguan perfusi jaringan • Pertahankan tirah baring penuh dengan posisi • Pekstremitas memudahkan sirkulasi • Pertahankan terapi parenteral sesuai dengan program terapi, seperti darah lengkap, tambahan volume • Ukur intake dan output setiap jam • Lapor dokter bila haluran urine kurang dari 30 ml/jam • Pertahankan klien tetap hangat dan kering
No. Diagnosa Keperawatan Intervensi Keperawatan 2. Kekurangan volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan volumne darah • Ukur tanda – tanda vital • Pasang infuse dan berikan terapi cairan • Pasang kateters
PENATALAKSANAAN MEDIS SYOK HIPOVOLEMIK
Pemberian Cairan Terapi cairan adalah suatu tindakan pemberian air dan elektrolit dengan atau tanpa zat gizi kepada pasien yang mengalami dehidrasi dan tidak bisa dipenuhi oleh asupan oral biasa melalui minum atau makanan. Pada pasien-pasien yang mengalami syok karena perdarahan juga membutuhkan terapi cairan untuk menyelamatkan jiwanya. Terdapat 2 macam terapi cairan yang diberikan untuk syok, yaitu:
Pemberian Cairan Memberikan cairan infus melalui intra vena dengan memakai cairan infus Kristaloid dan cairan Koloid. Cairan Kristaloid Cairan Koloid
Pemberian Transfusi Darah • Transfusi sesegera mungkin untuk mengganti kehilangan darah. Pada kasus syok karena perdarahan, transfusi dibutuhkan jika Hb <8 g%.
Penatalaksanaan Keperawatan
Penanganan Awal • Prinsip C A B • Lakukan Pemeriksaan secara cepat keadaan umum Ibu
• Baringkan Ibu dengan posisi miring • Jagalah suhu ibu tetap hangat tetapi jangan terlalu panas • Atur posisi kedua kaki melebihi dada
Posisi Trendelenburg Posisi trendelenburg adalah memposisikan kedua kaki pasien lebih tinggi dari dada Muttaqin, (2009). posisi trundelenburg sangat dianjurkan untuk pengobatan syok hipovolemik karena kemampuanya untuk peningkatan aliran balik vena dan akan meningkatkan curah jantung.
Kesimpulan • Syok hipovolemik merupakan akibat dari kehilangan volume cairan sirkulasi (penurunan volume darah). Syok hipovolemik diakibatkan oleh penurunan volume darah yang terjadi secara langsung karena perdarahan hebat atau tidak langsung karena hilangnya cairan yang berasal dari plasma.
Daftar Pustaka Toni Ashadi, (2010). Syok Hipovolemik. (online). Http: // www. Medicastore. Com/med/. detail-pyk. Phd? id Smeltzer, S. C. , Bare. B. G. , Hinkle, J. L. , Cheever, K. H. (2010). Brunner & Suddarth’s : Textbook of medical – surgical nurwsing, 12 th edition. China : Wolters Kluwer Health, Lippincottn Williams & Wilkinson, Judith. M, Nancy R. Ahern. 2011. Buku Saku Diagnosis Keperawatan : Diagnosa NANDA, intervensi NIC, kriteria hasil NOC. Jakarta : EGC
• TERIMAKASIH



























