ASUHAN KEPERAWATAN PREEKLAMSIA DAN EKLAMSIA Pertemuan 8 Ety

  • Slides: 21
Download presentation
ASUHAN KEPERAWATAN PREEKLAMSIA DAN EKLAMSIA Pertemuan 8 Ety Nurhayati, S. Kp. , M. Kep.

ASUHAN KEPERAWATAN PREEKLAMSIA DAN EKLAMSIA Pertemuan 8 Ety Nurhayati, S. Kp. , M. Kep. , Ns. Sp. Kep. Mat Prodi Keperawatan. Fakultas ilmu-ilmu Kesehatan

Tujuan Pencapaian Tujuan Umum Untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang maternitas • Tujuan khusus •

Tujuan Pencapaian Tujuan Umum Untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang maternitas • Tujuan khusus • Mengetahui pengertian preeklamsia dan eklamsia • Mengetahui jenis preeklamsia dan eklamsia • Mengetahui etiologi preeklamsia dan eklamsia • Mengetahui patofisiologi preeklamsia dan eklamsia • Mengetahui Asuhan Keperawatan pada preeklamsia dan eklamsia

Latar belakang Salah satu tingginya angka kematian ibu adalah Preeklamsia dan eklamsia Usia diatas

Latar belakang Salah satu tingginya angka kematian ibu adalah Preeklamsia dan eklamsia Usia diatas 35 tahun meningkat 3 kali lipat terjadinya preeklamsia dan eklamsia Untuk mengatasi salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu adalah dengan pelayanan kesehatan prenatal yang baik dan tidak boleh dianggap remeh bila ditemukan salah satu tanda dari preeklamsia dan eklamsia

Angka Insiden • Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 : •

Angka Insiden • Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 : • AKI di Indonesia 359 per 100. 000 kelahiran hidup • Target global MDGs (Millenium Development Goals) ke-5 • Menurunkan AKI 102 per 100. 000 kelahiran hidup

Konsep dasar preeklamsia Preeklampsia adalah timbulnya tekanan darah tinggi dalam kehamilan disertai proteinuri dan

Konsep dasar preeklamsia Preeklampsia adalah timbulnya tekanan darah tinggi dalam kehamilan disertai proteinuri dan oedema pada kehamilan ≥ 20 minggu. Sedangkan eklampsia terjadi bila preeklampsia berat yang mengalami kejang( Cunningham, 2011). Tanda dan gejala : 1. Meningkatnya tekanan dsarah yg diikuti p kadar protein dalam urine. 2. Pembengkakan pada kaki dan tangan 3. Kenaikan BB 4. Nyeri kepala

TANDA DAN GEJALA

TANDA DAN GEJALA

JENIS PREEKLAMSIA Diagnosis Tekanan Darah Pre-Eklamsi Ringan Kenaikan TD diastolic 15 mm. Hg/79 mm.

JENIS PREEKLAMSIA Diagnosis Tekanan Darah Pre-Eklamsi Ringan Kenaikan TD diastolic 15 mm. Hg/79 mm. Hg dengan 2 x pengamatan berjarak 1 jam/tekanan diastolic mencapai 110 mm. Hg. Pre-Eklamsi Sedang Kenaikan TD systolic 30 Protein urin positif 2 oedem mm. Hg/lebih atau mencapai 140 umum, kaki, jari tangan dan mm. Hg. muka, kenaikan BB 1 kg tiap minggu. Pre-Eklamsi Berat Tekanan diastolic >110 mm. Hg Tanda lain Protein Urin +1 Protein urine positif ¾ oliguria (urine 5 gr/L) hiperefleksia, gangguan penglihatan, nyeri epigastrik, terdapat oedem paru dan sinosis.

Lanjutan Bila penanganan pre eklamsi ini tidak teratasi dengan baik, maka akan menimbulkan eklamsi

Lanjutan Bila penanganan pre eklamsi ini tidak teratasi dengan baik, maka akan menimbulkan eklamsi Eklamsia adalah lanjutan dari preeklamsia yang disertai kejang /koma yang timbul bukan akibat kelainan neurologi. (Obgynacea 2009). (Nanda NIC NOC 2013). . Tanda dan gejala : mengalami kejang atau koma pada ante, intra dan post partum.

PATOFISIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PENATALAKSANAAN PREEKLAMSI RINGAN ATAU SEDANG ISTIRAHAT/ TIRAH BARING RAWAT JALAN DIET RENDAH GARAM DAN

PENATALAKSANAAN PREEKLAMSI RINGAN ATAU SEDANG ISTIRAHAT/ TIRAH BARING RAWAT JALAN DIET RENDAH GARAM DAN TINGGI PROTEIN PREEKLAMSI BERAT TIRAH BARING PERAWATAN KONSERVATIF (<36 MINGGU) DIET PREEKLAMSIA PASANG KATETER (BILA PERLU)

LANJUTAN >36 MINGGU PERAWATAN AKTIF (TERMINASI KEHAMILAN) ADA TANDA PREEKLAMSIA DAN EKLAMSIA GAWAT JANIN

LANJUTAN >36 MINGGU PERAWATAN AKTIF (TERMINASI KEHAMILAN) ADA TANDA PREEKLAMSIA DAN EKLAMSIA GAWAT JANIN EKLAMSIA SINDROM HELLP TERMINASI KEHAMILAN KEGAGALAN PERAWATAN KONSERVATIF

DIET PREEKLAMSIA Tujuan Diet 1. Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal 2. Mencapai dan

DIET PREEKLAMSIA Tujuan Diet 1. Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal 2. Mencapai dan mempertahankan tekanan darah normal 3. Mencegah dan mengurangi retensi garam atau air 4. Mencapai keseimbangan nitrogen 5. Menjaga agar penambahan BB tdk melebih normal 6. Mengurangi atau mencegah timbulnya faktor resiko lain atau penyakit baru pada saat kehamilan atau setelah melahirkan Syarat Diet 1. Energi dan semua zat gizi cukup. Dalam keadaan berat makanan diberikan secara berangsur, sesuai dengan kemampuan pasien menerima makanan. Penambahan energi tidak lebih dari 300 Kkal dari makanan atau diet sebelum hamil. 2. Garam diberikan rendah sesuai dengan berat ringannya retensi garam atau air. Penambahan BB diusahakan dibawah 3 kg/bulan atau dibawah 1 Kg/minggu. 3. Protein tinggi (1½ – 2 g/kg berat badan). 4. Lemak sedang, sebagian lemak berupa lemak tdk jenuh tunggal dan lemak tdk jenuh ganda. 5. Vitamin cukup; vit C & B 6 diberikan sedikit lbh tinggi. 6. Mineral cukup terutama kalsium dan kalium. 7. Bentuk makanan disesuaikan dg kemampuan pasien. 8. Cairan diberikan 2500 ml sehari. Pada keadaan oliguria, cairan dibatasi dan disesuaikan dengan cairan yg keluar melalui urine, muntah, keringat dan pernafasan

ASKEP PADA PREEKLAMSIA • • • PENGKAJIAN RIWAYAT KESEHATAN DAHULU RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG RIWAYAT

ASKEP PADA PREEKLAMSIA • • • PENGKAJIAN RIWAYAT KESEHATAN DAHULU RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA RIWAYAT PERKAWINAN

PEMERIKSAAN FISIK • • Keadaan umum : lemah. Kepala : sakit kepala, wajah edema.

PEMERIKSAAN FISIK • • Keadaan umum : lemah. Kepala : sakit kepala, wajah edema. Mata : konjungtifa sedikit anemis, edema pada retina. Abdomen : nyeri daerah epigastrium, anoreksia, mual dan muntah Ektremitas : oedema pada kaki juga pada tangan dan jari persyarafan : hiperrefleksia, klonus pada kaki. Genituorinaria : oligura, proteinuria. • Pemeriksaan janin : bunyi detak janin tidak teratur, gerakan janin melemah.

PEMERIKSAAN PENUNJANG • pemeriksaan darah lengkap • urinalis • pemeriksaan fungsi hati • radiologi

PEMERIKSAAN PENUNJANG • pemeriksaan darah lengkap • urinalis • pemeriksaan fungsi hati • radiologi • berat badan • tingkat kesadaran • nst

DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Gangguan Perfusi Jaringan b/d Penurunan Kardiak out Put Sekunder terhadap Vasospasme

DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Gangguan Perfusi Jaringan b/d Penurunan Kardiak out Put Sekunder terhadap Vasospasme Pembuluh Darah. 2. Resiko Terjadi Gawat Janin Intra Uteri (Hipoksia) b/d Penurunan Suplay O 2 dan Nutrisi Kejaringan Plasenta Sekunderterhadap Penurunan Cardiac Out Put. 3. Kelebihan Volum Cairan b/d Peningkatan Retensi Urine Dan Edema Berkaitan Dengan Hipertensi Pada Kehamilan 4. Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d kurangnya asupan makan. 5. Risiko kejang pada ibu b/d penurunan fungsi organ (vasospasme dan peningkatan tekanan darah). 6. Nyeri akut b/d peningkatan tekanan vaskuler cerebral akibat hipertensi 7. Resiko cedera ibu b. d edema / hipoksia jaringan. 8. Kurang Pengetahuan Mengenai Penatalaksanaan Terapi dan Perawatan b/d Misinterpretasi Informasi

RENCANA KEPERAWATAN 1. Gangguan Perfusi Jaringan b/d Penurunan Kardiak Out Put Sekunder Terhadap Vasopasme

RENCANA KEPERAWATAN 1. Gangguan Perfusi Jaringan b/d Penurunan Kardiak Out Put Sekunder Terhadap Vasopasme Pembuluh Darah Tujuan : Perfusi jaringan otak adekuat dan. Tercapai secara optimal. Kriteria Hasil : • Tekanan systole dan diastole dalam rentang yang diharapkan • Menunjukkan fungsi sesori motori kranial yang utuh : tingkat kesadaran membaik, tidak ada gerakan involunter Intervensi: 1. Monitor perubahan tiba-tiba atau gangguan mental kontinu (cemas bingung, letargi, pingsan ) 2. Obsevasi adanya pucat, sianosis, belang, kulit dingin/ lembab, cacat kekuatan nadi perifer. 3. Kaji tanda Homan ( nyeri pada betis dengan posisi dorsofleksi ) eritema, edema 4. Dorong latihan kaki aktif / pasif 5. Pantau pernafasan 6. Kaji fungsi GI, catat anoreksia, penurunan bising usus, muntah/ mual, distaensi abdomen, kontipasi 7. Pantau masukan dan perubahan keluaran

 • Resiko Terjadi Gawat Janin Intra Uteri (Hipoksia) b/d Penurunan Suplay O 2

• Resiko Terjadi Gawat Janin Intra Uteri (Hipoksia) b/d Penurunan Suplay O 2 dan Nutrisi Kejaringan Plasenta Sekunderterhadap Penurunan Cardiac Out Put. • Tujuan: • • Gawat janin tidak terjadi, bayi Dapat dipertahankan sampai Umur 37 minggu dan atau BBL ≥ 2500 g. • Intervensi: • 1. Anjurkan penderita untuk tidur miring ke kiri • 2. Anjurkan pasien untuk melakukan ANC secara teratur sesuai dengan masa kehamilan: • 1) 1 x/bln pada trisemester I • 2) 2 x/bln pada trisemester II • 3) 1 x/minggu pada trisemester III • 3. Pantau DJJ, kontraksi uterus/his gerakan janin setiap hari • 4. Motivasi pasien untuk meningkatkan fase istirahat