TEORI BAHASA DAN AUTOMATA TATA BAHASA LEVEL BAHASA

  • Slides: 15
Download presentation
TEORI BAHASA DAN AUTOMATA TATA BAHASA LEVEL BAHASA Gentisya Tri Mardiani, S. Kom

TEORI BAHASA DAN AUTOMATA TATA BAHASA LEVEL BAHASA Gentisya Tri Mardiani, S. Kom

Konsep Bahasa � String (kata) adalah suatu deretan berhingga dari simbol. � Panjang string

Konsep Bahasa � String (kata) adalah suatu deretan berhingga dari simbol. � Panjang string adalah jumlah simbol yang membentuk string tersebut. � String kosong dinyatakan dengan ε , didefinisikan panjangnya = 0, atau |ε| = 0 – Contoh simbol : ‘a’, ’b’, ’c’, ’d’ – Contoh string : ‘abad’ , panjang string 4 � Alphabet adalah himpunan berhingga dari simbol-simbol

Konsep Bahasa � Bahasa adalah himpunan string-string dari simbol untuk suatu alphabet atau rangkaian

Konsep Bahasa � Bahasa adalah himpunan string-string dari simbol untuk suatu alphabet atau rangkaian simbol yang mempunyai makna � Bahasa Kosong adalah bahasa yang tidak terdiri dari string-string, dinotasikan dengan ∅ � Bahasa kosong berbeda dengan bahasa yang terdiri dari string kosong {ε}

Otomata � Sistem yang terdiri dari sejumlah berhingga state, yang menyatakan informasi mengenai input

Otomata � Sistem yang terdiri dari sejumlah berhingga state, yang menyatakan informasi mengenai input (memori mesin). � Bentuk yang memiliki fungsi-fungsi dari komputer digital. � Menerima input, menghasilkan output, bisa memiliki penyimpanan sementara, mampu membuat keputusan dalam mentransformasikan input ke output. � Mesin otomata digunakan untuk menghasilkan bahasa yang aturannya ditentukan oleh bahasa itu.

Contoh �MESIN OTOMATA SEDERHANA

Contoh �MESIN OTOMATA SEDERHANA

Tata Bahasa � Tata Bahasa (grammar) bisa didefinisikan secara formal sebagai kumpulan dari himpunan-himpunan

Tata Bahasa � Tata Bahasa (grammar) bisa didefinisikan secara formal sebagai kumpulan dari himpunan-himpunan variabel, simbol-simbol terminal, simbol awal, yang dibatasi oleh aturan-aturan produksi. � Noam Chomsky melakukan penggolongan tingkatan bahasa menjadi 4 berdasarkan aturan produksinya yang disebut dengan Hierarki Chomsky (1959)

� Aturan produksi menspesifikasikan bagaimana suatu tatabahasa melakukan transformasi suatu string ke bentuk lainnya

� Aturan produksi menspesifikasikan bagaimana suatu tatabahasa melakukan transformasi suatu string ke bentuk lainnya � Melalui aturan produksi didefinisikan suatu bahasa yang berhubungan dengan tata bahasa tersebut � Aturan produksi dinyatakan dalam bentuk: α β (bisa dibaca α menghasilkan β) dimana α menyatakan simbol pada ruas kiri aturan produksi, dan β menyatakan simbol pada ruas kanan aturan produksi (hasil produksi)

� Simbol terminal adalah simbol yang tidak dapat diturunkan lagi – Dinyatakan dengan huruf

� Simbol terminal adalah simbol yang tidak dapat diturunkan lagi – Dinyatakan dengan huruf kecil , misal: ‘a’, ’b’, ’c’ � Simbol variabel /non terminal adalah simbol yang masih bisa diturunkan – Dinyatakan dengan huruf besar, misal: ’A’, ’B’, ’C’

Hierarki Chomsky Bahasa Regular (Tipe 3) Mesin Automata Finite State Automata (FSA) meliputi Deterministic

Hierarki Chomsky Bahasa Regular (Tipe 3) Mesin Automata Finite State Automata (FSA) meliputi Deterministic Finite Automata (DFA), Non-deterministic Finite Automata (NFA) Aturan Produksi adalah sebuah simbol variabel. maksimal memiliki sebuah simbol variabel yang bila ada terletak diposisi paling kanan. Bebas Konteks (Tipe 2) Push Down Automata berupa sebuah simbol variable Context Sensitive (Tipe 1) Linear Bounded Automata | | Natural Language (Tipe 0) Mesin Turing Tidak ada batasan

Hierarki Chomsky Level 3 Regular Level 2 Bebas Konteks Level 1 Context Sensitive Level

Hierarki Chomsky Level 3 Regular Level 2 Bebas Konteks Level 1 Context Sensitive Level 0 Unrestricted grammar

Level 0 (Natural Language) � Bahasa manusia termasuk kedalam tipe ini, dimana tidak ada

Level 0 (Natural Language) � Bahasa manusia termasuk kedalam tipe ini, dimana tidak ada batasan untuk aturan produksinya. � Contoh : ◦ Abc aa ◦ Bc a. B ◦ Ca. B aa. Ba

Level 1 (Context sensitive) � Panjang string di ruas kiri ( ) panjang string

Level 1 (Context sensitive) � Panjang string di ruas kiri ( ) panjang string ruas kanan ( ). � Contoh : ◦ Ab a. Ba ◦ c. D a. B ◦ d. Ed Fab. Ca

Level 2 (Bebas Konteks) �α adalah sebuah simbol variabel, dan batasannya bertambah bahwa ruas

Level 2 (Bebas Konteks) �α adalah sebuah simbol variabel, dan batasannya bertambah bahwa ruas kiri harus tetap satu simbol variabel. � Contoh : ◦ A aa ◦ B a. BD ◦ C FGaa

Level 3 (Regular) � Batasannya bertambah lagi, dimana ruas kanan maksimal memiliki sebuah simbol

Level 3 (Regular) � Batasannya bertambah lagi, dimana ruas kanan maksimal memiliki sebuah simbol variabel yang terletak paling kanan. Artinya bisa memiliki simbol terminal dengan jumlah tidak dibatasi, tetapi bila terdapat simbol variabel maka simbol variabel tersebut hanya berjumlah satu (1) dan terletak paling kanan. � Contoh : ◦ A aa ◦ B aa. B ◦ C aaaaa

Latihan 1. Pilihlah dari sekian aturan produksi dibawah ini kedalam level-level bahasa yang ada:

Latihan 1. Pilihlah dari sekian aturan produksi dibawah ini kedalam level-level bahasa yang ada: a) b) c) d) e) f) g) h) 2. E fg. H E Hg. B EF a A ae. Gab Abc d. EF D Ddd A AAA FGH abc Buatlah alasan-alasan untuk setiap jawaban dari soal diatas !