CS 1023 Pemrograman Komputer Lecture 11 Skema Pemrosesan
![CS 1023 Pemrograman Komputer Lecture 11 Skema Pemrosesan Sekuensial [1] CS 1023 Pemrograman Komputer Lecture 11 Skema Pemrosesan Sekuensial [1]](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-1.jpg)
![Definisi [1] • Pemrosesan secara satu-persatu, dari sekumpulan informasi sejenis yang setiap elemennya dapat Definisi [1] • Pemrosesan secara satu-persatu, dari sekumpulan informasi sejenis yang setiap elemennya dapat](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-2.jpg)
![Definisi [2] • Kumpulan informasi itu dapat diakses dengan istilah berikut : – Elemen Definisi [2] • Kumpulan informasi itu dapat diakses dengan istilah berikut : – Elemen](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-3.jpg)
![Spesifikasi Primitif [1] Spesifikasi Primitif [1]](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-4.jpg)
![Spesifikasi Primitif [2] Spesifikasi Primitif [2]](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-5.jpg)
![Contoh [1] Contoh [1]](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-6.jpg)
![Contoh [2] Contoh [2]](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-7.jpg)

![Skema Pemrosesan dg Mark[1] {Tanpa penanganan kasus kosong secara khusus} skema : inisialisasi First_Elmt Skema Pemrosesan dg Mark[1] {Tanpa penanganan kasus kosong secara khusus} skema : inisialisasi First_Elmt](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-9.jpg)
![Skema Pemrosesan dg Mark[2] {Dengan penanganan kasus kosong} skema : First_Elmt if EOP then Skema Pemrosesan dg Mark[2] {Dengan penanganan kasus kosong} skema : First_Elmt if EOP then](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-10.jpg)
![Skema Pemrosesan Tanpa Mark[1] • Dari sini masih ada yang kurang Skema Pemrosesan Tanpa Mark[1] • Dari sini masih ada yang kurang](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-11.jpg)
![Skema Pemrosesan Tanpa Mark[2] Skema Pemrosesan Tanpa Mark[2]](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-12.jpg)
![Skema Pemrosesan Tanpa Mark[3] Skema Pemrosesan Tanpa Mark[3]](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-13.jpg)
![Studi Kasus [1] Jumlah 1 s/d N Buatkan algoritma yang membaca sebuah bilangan bulat Studi Kasus [1] Jumlah 1 s/d N Buatkan algoritma yang membaca sebuah bilangan bulat](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-14.jpg)
![Solusi Studi Kasus[1] a Solusi Studi Kasus[1] a](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-15.jpg)
![Solusi Studi Kasus[1] b Solusi Studi Kasus[1] b](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-16.jpg)
![Solusi Studi Kasus[1] c Solusi Studi Kasus[1] c](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-17.jpg)
![Solusi Studi Kasus[1] d Solusi Studi Kasus[1] d](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-18.jpg)
![Studi Kasus [2] • Jumlahkan Bilangan • Tulis sebuah Program yang membaca nilai-nilai integer Studi Kasus [2] • Jumlahkan Bilangan • Tulis sebuah Program yang membaca nilai-nilai integer](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-19.jpg)
![Solusi Studi Kasus[2] Solusi Studi Kasus[2]](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-20.jpg)
![Studi Kasus [3] • Cacah Bilangan • Tuliskan sebuah Program yang membaca nilai-nilai integer Studi Kasus [3] • Cacah Bilangan • Tuliskan sebuah Program yang membaca nilai-nilai integer](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-21.jpg)
![Solusi Studi Kasus[3] a Solusi Studi Kasus[3] a](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-22.jpg)
![Solusi Studi Kasus[3] b Solusi Studi Kasus[3] b](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-23.jpg)
![Solusi Studi Kasus[3] c Solusi Studi Kasus[3] c](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-24.jpg)
![Studi Kasus [4] Jumlahkan dan Cacah Bilangan • Tuliskan sebuah Program yang membaca nilai-nilai Studi Kasus [4] Jumlahkan dan Cacah Bilangan • Tuliskan sebuah Program yang membaca nilai-nilai](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-25.jpg)
![Solusi Studi Kasus[4] a Solusi Studi Kasus[4] a](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-26.jpg)
![Solusi Studi Kasus[4] b Solusi Studi Kasus[4] b](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-27.jpg)
![Solusi Studi Kasus[4] c Solusi Studi Kasus[4] c](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-28.jpg)
![Studi Kasus [5] Lanjutan • Kembangakan juga studi kasus di atas untuk pencarian nilai Studi Kasus [5] Lanjutan • Kembangakan juga studi kasus di atas untuk pencarian nilai](https://slidetodoc.com/presentation_image_h2/4d4235b5d1060f25f8eeea8df99cf864/image-29.jpg)
- Slides: 29
CS 1023 Pemrograman Komputer Lecture 11 Skema Pemrosesan Sekuensial [1]
Definisi [1] • Pemrosesan secara satu-persatu, dari sekumpulan informasi sejenis yang setiap elemennya dapat diakses dengan keterurutan tertentu (ada suksesor) • Seolah-olah kumpulan elemen deret. • Elemen bisa bertype dasar (integer, real, character, boolean), atau juga type bentukan (misal Point<X : Real, Y : Real>)
Definisi [2] • Kumpulan informasi itu dapat diakses dengan istilah berikut : – Elemen Pertama (First_Elmt) – Elemen yang siap diproses (Current_Elmt) – Elemen yang diakses setelah Current_Elmy (Next_Elmt) – Tanda akhir proses EOP
Spesifikasi Primitif [1]
Spesifikasi Primitif [2]
Contoh [1]
Contoh [2]
Procedure Terdefinisi
Skema Pemrosesan dg Mark[1] {Tanpa penanganan kasus kosong secara khusus} skema : inisialisasi First_Elmt While not EOP do Proses_Current_Elmt Next_Elmt {EOP} Terminasi
Skema Pemrosesan dg Mark[2] {Dengan penanganan kasus kosong} skema : First_Elmt if EOP then Proses-Kasus-Kosong Else Inisialisasi repeat Proses_Current_Elmt Next_Elmt Until EOP Terminasi
Skema Pemrosesan Tanpa Mark[1] • Dari sini masih ada yang kurang
Skema Pemrosesan Tanpa Mark[2]
Skema Pemrosesan Tanpa Mark[3]
Studi Kasus [1] Jumlah 1 s/d N Buatkan algoritma yang membaca sebuah bilangan bulat positif N, menuliskan 1, 2, 3, . . . N dan menjumlahkan 1+2+3+. . . +N serta menuliskan hasil penjumlahannya.
Solusi Studi Kasus[1] a
Solusi Studi Kasus[1] b
Solusi Studi Kasus[1] c
Solusi Studi Kasus[1] d
Studi Kasus [2] • Jumlahkan Bilangan • Tulis sebuah Program yang membaca nilai-nilai integer yang dibaca dari piranti masukan, dan menjumlahkan nilainya. pemasukan nilai integer diakhiri dengan 9999.
Solusi Studi Kasus[2]
Studi Kasus [3] • Cacah Bilangan • Tuliskan sebuah Program yang membaca nilai-nilai integer yang dibaca dari piranti masukan, dan mencacah banyaknya nilai integer yang diketikkan (berapa kali). Pemasukan nilai integer diakhiri dengan 9999.
Solusi Studi Kasus[3] a
Solusi Studi Kasus[3] b
Solusi Studi Kasus[3] c
Studi Kasus [4] Jumlahkan dan Cacah Bilangan • Tuliskan sebuah Program yang membaca nilai-nilai integer yang dibaca dari piranti masukan, dan sekaligus melakukan : – Penjumlahan nilai integer yang dibaca – mencacah banyaknya nilai integer yang diketikkan (berapa kali). • Di akhir program dituliskan jumlah dan banyaknya integer yang dibaca
Solusi Studi Kasus[4] a
Solusi Studi Kasus[4] b
Solusi Studi Kasus[4] c
Studi Kasus [5] Lanjutan • Kembangakan juga studi kasus di atas untuk pencarian nilai rata-rata