BAB VI FUNGSI PERENCANAAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN TUJUAN

  • Slides: 24
Download presentation
BAB VI FUNGSI PERENCANAAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN TUJUAN 1. Mengetahui konsep dasar mengenai perencanaan

BAB VI FUNGSI PERENCANAAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN TUJUAN 1. Mengetahui konsep dasar mengenai perencanaan dalam manajemen organisasi. 2. Mengetahui jenis-jenis perencanaan dan bagaimana perencanaan dilaksanakan 3. Mengetahui alat-alat bantu manajemen dalam kegiatan perencanaan 4. Mengetahui cara-cara penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan 1 -

Pengertian Perencanaan v Perencanaan atau Planning adalah sebuah proses yang dimulai dari penetapan tujuan

Pengertian Perencanaan v Perencanaan atau Planning adalah sebuah proses yang dimulai dari penetapan tujuan organisasi, menentukan strategi untuk pencapaian tujuan organisasi tersebut secara menyeluruh, serta merumuskan sistem perencanaan yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkordinasikan seluruh pekerjaan organisasi hingga tercapainya tujuan organisasi (Robbins dan Coulter , 2002) v Perencanaan dapat dilihat dari 3 hal, yaitu proses, fungsi manajemen, dan pengambilan keputusan. (Ernie&Kurniawan, 2005) Dari sisi proses, fungsi perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan bagaimana tujuan tersebut akan dicapai. Dari sisi fungsi manajemen, perencanaan adalah fungsi dimana pimpinan menggunakan pengaruh atas wewenangnya untuk menentukan atau merubah tujuan dan kegiatan organisasi. Dari sisi pengambilan keputusan, perencanaan merupakan pengambilan keputusan untuk jangka waktu yang panjang atau yang akan datang mengenai apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, bilamana dan siapa yang akan melakukannya, dimana keputusan yang diambil belum tentu sesuai hingga implementasi perencaan tersebut dibuktikan di kemudian hari. 1 -2

Fungsi atau Manfaat dari Perencanaan v Pengarah Organisasi v Minimalisasi Ketidakpastian v Minimalisasi inefisiensi

Fungsi atau Manfaat dari Perencanaan v Pengarah Organisasi v Minimalisasi Ketidakpastian v Minimalisasi inefisiensi sumber daya v Penetapan Standar dalam Pengawasan Kualitas 1 -3

Persyaratan Perencanaan (Planning Requirements) v Faktual dan Realistis v Logis dan Rasional v Fleksibel

Persyaratan Perencanaan (Planning Requirements) v Faktual dan Realistis v Logis dan Rasional v Fleksibel v Komitmen v Komprehensif atau menyeluruh 1 -4

Peran Tujuan dan Rencana dalam Proses Perencanaan v Tujuan (Goals) pada dasarnya adalah hasil

Peran Tujuan dan Rencana dalam Proses Perencanaan v Tujuan (Goals) pada dasarnya adalah hasil akhir yang diharapkan dapat diraih atau dicapai oleh individu, kelompok atau seluruh organisasi. v Rencana (Plans) adalah segala bentuk konsep dan dokumentasi yang menggambarkan bagaimana tujuan akan dicapai dan bagaimana sumber daya perusahaan akan dialokasikan, penjadualan dari proses pencapaian tujuan, hingga segala hal yang terkait dengan pencapaian tujuan 1 -5

Jenis-jenis Tujuan v Berdasarkan jumlah Tujuan tunggal (single goals) dan Tujuan yang banyak (multiple

Jenis-jenis Tujuan v Berdasarkan jumlah Tujuan tunggal (single goals) dan Tujuan yang banyak (multiple goals) v Berdasarkan Kejelasan Tujuan yang dinyatakan (stated goals) dan rujuan yang aktual atau nyata (real goals) v Berdasarkan Keluasan dan Waktu Pencapaian Tujuan Strategis (strategic goals), Tujuan Taktis (tactical goals), dan Tujuan Operasional (operational goals) 1 -6

Jenis-jenis Rencana v Berdasarkan Keluasan dan Waktu Pencapaian Rencana Strategis (Jangka Panjang), Rencana Taktis

Jenis-jenis Rencana v Berdasarkan Keluasan dan Waktu Pencapaian Rencana Strategis (Jangka Panjang), Rencana Taktis (jangka Menengah) dan Rencana Operasional (Jangka Pendek) v Berdasarkan Kejelasan Rencana Spesifik (Specific Plans) Rencana Direktif (Directive Plans) v Berdasarkan Frekuensi Penggunaan Rencana Sekali Pakai (single-use plans), dan Rencana yang dipergunakan secara terus-menerus (standing plans) 1 -7

Hubungan antara Rencana dan Tujuan Organisasi Tujuan Strategis (Jangka Panjang) Tujuan Taktis (Jangka Menengah)

Hubungan antara Rencana dan Tujuan Organisasi Tujuan Strategis (Jangka Panjang) Tujuan Taktis (Jangka Menengah) Tujuan Operasional (Jangka Pendek) Rencana Strategis Rencana Taktis Rencana Operasional 1 -8

Pendekatan dalam Penetapan Tujuan v Pendekatan Tradisional (Traditional Goal Setting) v Pendekatan Manajemen Berdasarkan

Pendekatan dalam Penetapan Tujuan v Pendekatan Tradisional (Traditional Goal Setting) v Pendekatan Manajemen Berdasarkan Sasaran/Tujuan (Management by Objectives) 1 -9

Pendekatan Tradisional dalam Penetapan Tujuan Manajemen Puncak Tujuan Manajemen Divisi Tujuan Manajemen Departemen Tujuan

Pendekatan Tradisional dalam Penetapan Tujuan Manajemen Puncak Tujuan Manajemen Divisi Tujuan Manajemen Departemen Tujuan Pekerja secara Individual Kita memerlukan peningkatan kinerja perusahaan Kami ingin melihat peningkatan signifikan pada keuntungan dalam divisi kami Tingkatkan Keuntungan bagaimanapun caranya Jangan khawatirkan kualitas, bekerjalah dengan cepat 1 -10

Pendekatan MBO Pimpinan dan Bawahan Perencanaan Bersama §Penentua n Tujuan §Penentuan Standar §Pemilihan Kegiatan

Pendekatan MBO Pimpinan dan Bawahan Perencanaan Bersama §Penentua n Tujuan §Penentuan Standar §Pemilihan Kegiatan Pelaksanaan pada setiap Pihak §Bawahan Menunjukkan kinerja terbaik §Pimpinan memberikan pengarahan Evaluasi Bersama §Analisa Hasil yang dicapai §Mendiskusikan akibat dari hasil yang dicapai §Memperbaharui siklus MBO 1 -11

Kekuatan dan Kelemahan MBO Kekuatan MBO melakukan integrasi fungsi perencanaan dan pengawasan ke dalam

Kekuatan dan Kelemahan MBO Kekuatan MBO melakukan integrasi fungsi perencanaan dan pengawasan ke dalam suatu sistem yang rasional dalam manajemen MBO mendorong organisasi untuk menentukan tujuan dari tingkatan atas hingga tingkatan bawah dari manajemen MBO memfokuskan pada hasil akhir daripada niat yang baik maupun faktor personal. MBO mendorong adanya manajemen diri dan komitmen dari setiap orang melalui partisipasi pada setiap tingkatan manajemen dalam penentuan tujuan Kelemahan MBO dianggap terlalu menyederhanakan kegiatan dengan berusaha untuk menyelesaikan segala sesuatu. MBO secara cepat akan ditolak oleh manajer yang memiliki gaya otoriter (yang bisa saja disebabkan karena orang yang bertipe X dari Mc. Gregor) dan oleh mereka yang menerapkan birokrasi yang tidak fleksibel dan ketat. MBO memerlukan banyak waktu dan usaha dalam implementasinya MBO dapat menjadi tantangan bagi manajer yang kurang memiliki kualifikasi yang baik. 1 -12

Beberapa Alat Bantu perencanaan v Bagan Arus (Flow Chart) v Bagan Gantt (Gantt Chart)

Beberapa Alat Bantu perencanaan v Bagan Arus (Flow Chart) v Bagan Gantt (Gantt Chart) v Jaringan PERT (PERT Network) v dll 1 -13

Contoh Bagan Arus (Flow Chart) Mulai Perlu Buku Bacaan ? Tidak Berhenti Ya Beli

Contoh Bagan Arus (Flow Chart) Mulai Perlu Buku Bacaan ? Tidak Berhenti Ya Beli Buku Bacaan ? Tidak Pinjam Ya Membeli Buku Bacaan yang diinginkan Membaca Buku Yang diinginkan Selesai 1 -14

Contoh Bagan Gantt Pekerjaan Bulan 1 I II III Bulan 2 IV I II

Contoh Bagan Gantt Pekerjaan Bulan 1 I II III Bulan 2 IV I II III Bulan 3 IV I II III Bulan 4 IV I II IV 1. Pembelian Bahan Baku 2. Proses Produksi 3. Pergudangan 4. Pengiriman Keterangan : Bagian yang diarsir menunjukkan waktu pengerjaan 1 -15

Contoh Jaringan PERT 2 C Te=6 1 A Te=4 ¼ B 5 F Te=2

Contoh Jaringan PERT 2 C Te=6 1 A Te=4 ¼ B 5 F Te=2 3 D Te=7 ¼ 4 Te=3 Te=2 6 Te=1 E 8 G 9 Te=5 ¼ H 10 I Te=2¼ 7 Te=1 = Kegiatan-kegiatan(Activites) dalam kerangka PERT, dimana pada contoh diatas dapat memerlukan waktu pengerjaan antara 1 hari hingga 7 ¼ hari. = Kejadian-kegiatan (Events) yang menjadi indikator sebelum kegiatan dilaksanakan. Misalnya, setelah kejadian A terjadi, maka pengerjaan kegiatan 1 dapat dilaksanakan, dan seterusnya. Te = Waktu Pengerjaan Kegiatan berdasarkan Te. Dari contoh diatas terdapat waktu pengerjaan berdasarkan Te yang berbeda-beda, dari mulai 1 hari hingga paling lama 7 ¼ hari. Secara keseluruhan contoh pengerjaan berdasarkan Jaringan PERT diatas akan membutuhkan waktu selama 21 ¾ hari yaitu dengan menjumlahkan salah satu jalur jaringan untuk waktu yang terpanjang, yaitu Te 1=4 ¼ + Te 2=6 + Te 5=2 + Te 8=2 + Te 9=5 ¼ + Te 10=2 ¼ sehingga total keseluruhannya adalah 21 ¾ hari. 1 -16

MENGAPA ORANG GAGAL DALAM PERENCANAAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

MENGAPA ORANG GAGAL DALAM PERENCANAAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Tidak adanya komitment (tanggungjawab) terhadap perencanaan Studi tentang perencanaan dikacaukan dengan rencana. Kegagalan untuk mengembangkan dan melaksanakan strategi yang sehat. Tidak ada tujuan atau sasaran yang berarti. Kecenderungan untuk meremehkan pentingnya premis-premis perencanaan. Kegagalan untuk melihat ruang lingkup rencana Kegagalan untuk melihat perencanaan sebagai proses rasional Terlalu banyak mengandalakan pengalaman. Kurang dukungan dari manajemen puncak Kurangnya delegasi yang jelas Tidak adanya pengendalian teknik dan informasi yang layak. Penolakan terhadap perubahan 1 -17

HAMBATAN DALAM PERENCANAAN Kesukaran dalam merumuskan premis yang akurat. 2. Masalah perubahan yang cepat

HAMBATAN DALAM PERENCANAAN Kesukaran dalam merumuskan premis yang akurat. 2. Masalah perubahan yang cepat 3. Kekakuan internal 4. Kekakuan psikologis 5. Kekakuan kebijakan dan prosedur 6. Investasi modal 7. Ketidakluwesan karena faktor ekternal 8. Serikat Buruh 9. Perubahan Teknologi 10. Waktu dan pengeluaran 1. 1 -18

Penyelesaian Masalah dan Pengambilan Keputusan Masalah vs Gejala “ if we fail to identify

Penyelesaian Masalah dan Pengambilan Keputusan Masalah vs Gejala “ if we fail to identify the problem, we will fail to solve the problem “ v Penentuan faktor Penyebab v Pendekatan dalam Penyelesaian Masalah v Pengambilan Keputusan atas alternatif penyelesaian Masalah 1 -19

Lingkungan dan Pengambilan Keputusan v Keputusan pada saat Keadaan yang pasti (certainty) v Keputusan

Lingkungan dan Pengambilan Keputusan v Keputusan pada saat Keadaan yang pasti (certainty) v Keputusan pada saat Keadaan yang tidak pasti (uncertainty) v Keputusan pada saat Keadaan mengandung resiko (risky condition) 1 -20

Proses Pengambilan Keputusan INVESTIGASI SITUASI Identifikasi 1 Masalah Diagnosa Penyebab Identifikasi Tujuan dari Keputusan

Proses Pengambilan Keputusan INVESTIGASI SITUASI Identifikasi 1 Masalah Diagnosa Penyebab Identifikasi Tujuan dari Keputusan yang akan diambil IMPLEMENTASI DAN PENGAWASAN Rencana 4 Implementasi Impelementasi dari Rencana yang telah dibuat Pengawasan terhadap langkah implementasi PENENTUAN ALTERNATIF Identifikasi berbagai altenatif keputusan Evaluasi belum dilakukan pada tahap ini PENILAIAN ALTERNATIF DAN PENENTUAN KEPUTUSAN Evaluasi dan Penilaian alternatif yang ada Penentuan Alternatif yang terbaik 2 3 1 -21

Tahapan Evaluasi Alternatif Batalkan alternatif TIDAK Apakah alternatif yang ada memungkinkan ? YA Batalkan

Tahapan Evaluasi Alternatif Batalkan alternatif TIDAK Apakah alternatif yang ada memungkinkan ? YA Batalkan alternatif TIDAK Batalkan alternatif YA Apakah alternatif yang ada memuaskan ? YA Apakah alternatif yang ada memberikan kemungkinan hasil yang positif atau netral ? Lakukan Evaluasi Lanjutan 1 -22

Keterbatasan dalam Pengambilan Keputusan Keterbatsan Dalam Pengambilan Keputusan yang rasional Keterbatsan Dalam Pengambilan Keputusan

Keterbatasan dalam Pengambilan Keputusan Keterbatsan Dalam Pengambilan Keputusan yang rasional Keterbatsan Dalam Pengambilan Keputusan Keterbatasan Sumber Daya Keterbatsan Dalam Pengambilan Keputusan Kelebihan Informasi Keterbatsan Dalam Pengambilan Keputusan Keterbatasan Ingatan Masalah Keahlian 1 -23

Memperbaiki Keputusan v Penggunaan Aturan terhadap Alternatif Keputusan Kriteria Prioritas, Kriteria Minimum v Pengujian

Memperbaiki Keputusan v Penggunaan Aturan terhadap Alternatif Keputusan Kriteria Prioritas, Kriteria Minimum v Pengujian Terhadap Berbagai Alternatif Keputusan v Pengambilan Keputusan secara berkelompok Teknik Curah Ide, Teknik Kelompok Nominal, Teknik Delphi, dll 1 -24