KLASIFIKASI TES ANNISA JULIANTI Minggu 4 1 Sarana

  • Slides: 55
Download presentation
KLASIFIKASI TES ANNISA JULIANTI Minggu 4 1. Sarana dan Prasarana Psikodiagnostika 2. Klasifikasi tes

KLASIFIKASI TES ANNISA JULIANTI Minggu 4 1. Sarana dan Prasarana Psikodiagnostika 2. Klasifikasi tes

1. SARANA DAN PRASARANA PSIKODIAGNOSTIKA Sarana psikodiagnostik adalah tes psikologis Penggunaan Battery Test (terdiri

1. SARANA DAN PRASARANA PSIKODIAGNOSTIKA Sarana psikodiagnostik adalah tes psikologis Penggunaan Battery Test (terdiri dari sekumpulan tes yang memberikan informasi lebih banyak untuk asesmen). Jenis tes disesuaikan dengan kebutuhan individu. Misal: untuk keperluan klien yang datang dengan keluhan bingung mencari pekerjaan maka tes yang diberikan antara lain: RMIB, Papikostick, DISC. Prasarana psikodiagnostik adalah semua perlengkapan yang diperlukan selama pengetesan

Tujuan dari penggunaan battery test antara lain: Berfungsi sebagai pengecek apabila terdapat salah satu

Tujuan dari penggunaan battery test antara lain: Berfungsi sebagai pengecek apabila terdapat salah satu hasil tes yang menyimpang. Untuk menjaring aspek-aspek yang lebih luas baik kepribadian atau ability individu.

2. KLASIFIKASI TES A. Jenis-jenis tes secara umum B. Klasifikasi tes: a. b. c.

2. KLASIFIKASI TES A. Jenis-jenis tes secara umum B. Klasifikasi tes: a. b. c. d. Tes proyektif Tes inventori Tes intelegensi Tes kemampuan

Jenis-jenis tes secara umum: 1. Tes berdasarkan bentuk 2. Tes berdasarkan jumlah peserta 3.

Jenis-jenis tes secara umum: 1. Tes berdasarkan bentuk 2. Tes berdasarkan jumlah peserta 3. Tes berdasarkan waktu 4. Tes berdasarkan cara menyelesaikannya 5. Tes berdasarkan cara menilai tesnya 6. Tes berdasarkan bentuknya 7. Tes berdasarkan penciptanya 8. Tes berdasarkan aspek yang diukur

1. TEST BERDASARKAN BENTUK q. Perbedaannya terletak pada luas respon dan kepastian tugas dari

1. TEST BERDASARKAN BENTUK q. Perbedaannya terletak pada luas respon dan kepastian tugas dari tes. a. Tes terstruktur Biasa disebut juga tes objektif, misal: tes benar-salah, tes pilihan ganda, tes IQ, dsb. Lebih mudah diskor dan diinterpretasi b. Tes tidak terstruktur Memberikan kebebasan testee dan kepastian tugas dari tes, misal: soal essay, tes projektif (TAT, Ro, Hand Test, dsb). Lebih sulit diskor dan diinterpretasi.

2. TEST BERDASARKAN JUMLAH PESERTA a. Tes klasikal/kelompok § dimana pada saat tes itu

2. TEST BERDASARKAN JUMLAH PESERTA a. Tes klasikal/kelompok § dimana pada saat tes itu diberikan kita menghadapi sekelompok individu § Tes klasikal biasanya digunakan untuk seleksi karyawan, seleksi siswa, untuk tujuan riset, dsb. § Contoh tes klasikal: IST, APM, SPM, CPM, EPPS, RMIB, TKD, CFIT, KRAEPLIN, PAULI, dsb. § PIO dan Psi. Pendidikan b. Tes individual § yaitu tes dimana pada saat tes diberikan kita menghadapi satu orang individu saja. § Tes individual biasanya digunakan untuk asesmen individual mendalam, misal: klien klinis, pasien rumah sakit. § Contoh tes individual: TAT, CAT, SAT, Rorschach, WB, WAIS, WISC, dsb. § Psi. Klinis dan Psi.

3. TEST BERDASARKAN WAKTU a. Power Test ü Yaitu test dimana waktu yang disediakan

3. TEST BERDASARKAN WAKTU a. Power Test ü Yaitu test dimana waktu yang disediakan bagi peserta tes untuk menyelesaikan soal tidak dibatasi waktu. ü Tipe tes yang mengutamakan kemampuan bukan kecepatan atau ketepatan. ü Untuk tes tipe ini waktu mengerjakan tes pada dasarnya tidak dibatasi, contohnya Tes kepribadian (Grafis, Wartegg, EPPS).

b. Speed test tes dimana waktu yang disediakan untuk peserta tes menyelesaikan tes tersebut

b. Speed test tes dimana waktu yang disediakan untuk peserta tes menyelesaikan tes tersebut dibatasi waktunya. yang diutamakan dalam tes ini yaitu kecepatan dan ketepatan kerja. Pada tes tipe ini wak tu untuk menyelesaikan tes dibatasi contohnya tes kraepelin, tes pauli, tes SPM, tes APM, Tes Kemampuan Dasar (TKD) dan lain-lain.

4. TES BERDASARKAN CARA MENYELESAIKANNYA Yang membedakan adalah materi tes yang digunakan serta aktivitas

4. TES BERDASARKAN CARA MENYELESAIKANNYA Yang membedakan adalah materi tes yang digunakan serta aktivitas yang dilakukan berhubungan dengan tes (cara pengerjaan tes). a. Tes Verbal b. Tes non verbal/Performance Test

a. Tes Verbal testee di dalam menyelesaikan atau mengerjakan tes tersebut harus menggunakan kata-kata,

a. Tes Verbal testee di dalam menyelesaikan atau mengerjakan tes tersebut harus menggunakan kata-kata, misalnya memberikan keterangan, memberikan hasil perhitungan, memberikan lawan kata, mengatakan kekurangan pada suatu gambar Contoh: sub tes informasi pada tes WAIS.

b. Tes non verbal / performance test v Tes Performance berkaitan dengan aktivitas motorik.

b. Tes non verbal / performance test v Tes Performance berkaitan dengan aktivitas motorik. v testee tidak harus menggunakan respon berwujud bahasa melainkan dengan melakukan sesuatu. v Misal: DAP, HTP, Baum, Wartegg, subtes melengkapi gambar, menata balok dalam tes WAIS

5. TES BERDASARKAN CARA MENILAI TESNYA a. Tes alternative ü penilaian pada tes ini

5. TES BERDASARKAN CARA MENILAI TESNYA a. Tes alternative ü penilaian pada tes ini berdasar atas benar salah, jadi hanya ada dua alternative benar atau salah. b. Tes gradual ü tes ini penilaian bersifat gradual, jadi ada be berapa tingkatan misalnya diberi nilai 5, 4, 3, 2, 1.

6. TES BERDASARKAN BENTUKNYA o. Tes benar salah o. Tes pilihan ganda o. Tes

6. TES BERDASARKAN BENTUKNYA o. Tes benar salah o. Tes pilihan ganda o. Tes isian o. Tes mencari pasangan o. Tes penyempurnaan o. Tes mengatur obyek o. Tes deret angka o. Tes rancangan balok

7. TES BERDASARKAN PENCIPTANYA o. Tes Rorschach o. Binet Simon o. Tes Kraepelin o.

7. TES BERDASARKAN PENCIPTANYA o. Tes Rorschach o. Binet Simon o. Tes Kraepelin o. Tes Wechsler (WPPSI, WISC, WAIS) o. Tes Raven (SPM, APM, CPM)

8. TES BERDASARKAN ASPEK YANG DIUKUR v Tes kecerdasan/tes inteligensi (general intelligence test): tes

8. TES BERDASARKAN ASPEK YANG DIUKUR v Tes kecerdasan/tes inteligensi (general intelligence test): tes Binet-Simon , tes Wechsler Adult intelligence Scale (WAIS), Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC), Standard Progressive Metrice (SPM) v Tes bakat (aptitude test): Differential Aptitude Test (DAT), General Aptitude Tes Battery (GATB), Flanagan Aptitude Classification Test (FACT) v Tes minat: Strong-Campbell Interest Inventory (SCII), Kuder Preference Survey (KPS), Kuder Occupational Interest Survey (KOIS), Minnesota Vocational Interest Inventory (MVII), Career Assessment Inventory (CAI)

o Tes kepribadian non-kognitif/proyektif: Rorschach, Thematic Apperception Test (TAT), Children Apperception Test (CAT), Tes

o Tes kepribadian non-kognitif/proyektif: Rorschach, Thematic Apperception Test (TAT), Children Apperception Test (CAT), Tes grafis (BAUM, wartegg, dll) o Skala sikap: Edward Personality Scale (EPPS) Preference

B. Klasifikasi tes: a. b. c. d. Tes proyektif Tes inventori Tes intelegensi Tes

B. Klasifikasi tes: a. b. c. d. Tes proyektif Tes inventori Tes intelegensi Tes kemampuan

A. TES PROYEKTIF Proyektif adl cerminan apa yang ada di dalam indv Tes proyektif

A. TES PROYEKTIF Proyektif adl cerminan apa yang ada di dalam indv Tes proyektif banyak digunakan dalam tes kepribadian Dasar asumsi proyektif adalah yg melandasi tes-tes Bila subjek dihadapkan pada sejumlah stimulus yg ambiguous (kabur) dan ia diminta utuk memberikan respon terhadap stimulus itu, subjek akan memproyeksikan need dan press-nya sebagai respon terhadap stimulus tersebut.

1) Tes proyektif verbal: materinya maupun reaksi subyek dan instruksinya menggunakan bahasa/kata-kata. Cth: EPPS,

1) Tes proyektif verbal: materinya maupun reaksi subyek dan instruksinya menggunakan bahasa/kata-kata. Cth: EPPS, MMPI, KUDER 2) Tes proyektif non verbal: tes proyektif yang memakai bahasa hanya instruksinya a) Teknik Noda Tinta i. Rorschach b) Teknik Gambar i. Thematic Apperception Test ii. Adaptasi TAT dan Tes-tes Terkait ü Children Apperception Test ü Roberts Apperception Test for Children ü Tell-Me-A-Story ü Gerontological Apperception Test & Senior Apperception Test iii. Rosenzweig Picture-Frustration Study

c) Teknik Kinerja i. Teknik Menggambar ü Draw A Person ü Human Figure Drawings

c) Teknik Kinerja i. Teknik Menggambar ü Draw A Person ü Human Figure Drawings ü House-Tree-Person ü Draw A Family ü Kinetic Family Drawing ü Kinetic School Drawing ü BAUM ü Wartegg ii. Teknik Permainan dan Tes Mainan

I. RÖRSCHACH Diciptakan oleh psikiater Swiss → Hermann Rorschach pada tahun 1921 Terdiri dari

I. RÖRSCHACH Diciptakan oleh psikiater Swiss → Hermann Rorschach pada tahun 1921 Terdiri dari 10 kartu, ada 2 kelompok Kartu akromatik: mempunyai warna hitam, putih dan abu-abu, seperti kartu I, IV, V, VII Kartu kromatik: mempunyai aneka warna seperti merah, biru, hijau, kuning. Kartu II, III, VIII, IX, X

II. THEMATIC APPERCEPTION TEST (TAT) q Dikembangkan oleh Henry Murray dan Christina Morgan (1935)

II. THEMATIC APPERCEPTION TEST (TAT) q Dikembangkan oleh Henry Murray dan Christina Morgan (1935) q Asumsi dasarnya adalah khayalan yang tidak disadari dapat diungkapkan dengan menginterpretasi cerita yang dibuat subjek mengenai gambar-gambar tsb. q Alat q Kartu TAT, kertas, alat tulis, perekam, stopwatch q Dari 31 kartu, disajikan 10 kartu + 1 blank card: q Kartu 1, 2, 3 BM, 4, 6 BM, 7 GF, 8 BM, 9 GF, 10, 13 MF

iii. Children Apperception Test (CAT) Dapat digunakan untuk anak usia 3 – 10 tahun

iii. Children Apperception Test (CAT) Dapat digunakan untuk anak usia 3 – 10 tahun Objeknya hewan, atas dasar asumsi bahwa anak-anak lebih mudah melakukan proyeksi pada hewan daripada manusia 24

25

25

iv. Roberts Apperception Test for Children (RATC) Lebih memenuhi standar psikometris Terdiri dari 16

iv. Roberts Apperception Test for Children (RATC) Lebih memenuhi standar psikometris Terdiri dari 16 kartu stimulus yang tumpang tindih, untuk anak laki-laki & perempuan Gambar-gambar tersebut dapat melukiskan situasi antar pribadi misalnya hubungan anak-anak dengan orang dewasa atau anak-anak lainnya 26

v. Tell-Me-A-Story (TEMAS) Dirancang secara khusus untuk mengetahui ciri-ciri kognitif, afektif, dan kepribadian anak

v. Tell-Me-A-Story (TEMAS) Dirancang secara khusus untuk mengetahui ciri-ciri kognitif, afektif, dan kepribadian anak dari usia 5 sampai dengan 18 tahun. Terdiri dari dua rangkaian kartu stimulus paralel dengan warna lengkap; untuk anak 2 minoritas etnik & anak 2 berkulit putih 27

vi. Gerontological Apperception Test & Senior Apperception Test Dikembangkan untuk orang lanjut usia. Menampilkan

vi. Gerontological Apperception Test & Senior Apperception Test Dikembangkan untuk orang lanjut usia. Menampilkan seorang atau lebih dari seorang lanjut usia & mengilustrasikan masalah yang bisa melanda orang lanjut usia (kesepian, masalah keluarga, rasa tak berdaya, dll). 28

VII. ROSENZWEIG PICTUREFRUSTRATION STUDY Terdiri dari 16 kartu, diperuntukkan bagi dewasa (> 18 tahun),

VII. ROSENZWEIG PICTUREFRUSTRATION STUDY Terdiri dari 16 kartu, diperuntukkan bagi dewasa (> 18 tahun), remaja (12 – 18 tahun) & anak 2 (4 – 12 tahun). Berasal dari teori frustasi dan agresi. Menyajikan rangkaian kartu yang berisi gambar satu orang yang membuat frustasi orang lain atau menciptakan kondisi yang dapat membuat frustasi. Lalu responden diminta menulis apa yang akan dikatakan oleh orang yang frustasi dalam ruang kosong yang disediakan. 29

viii. Draw A Person (DAP) dewasa Klien diberi pensil & kertas untuk “menggambar orang”

viii. Draw A Person (DAP) dewasa Klien diberi pensil & kertas untuk “menggambar orang” Pemeriksa memperhatikan komentarnya, urutan penggambaran bagian 2 yg berbeda 30

ix. Human Figure Drawings (HFDs) anak usia sekolah Dirancang oleh Koppitz sebagai tes perkembangan

ix. Human Figure Drawings (HFDs) anak usia sekolah Dirancang oleh Koppitz sebagai tes perkembangan mental. x. House-Tree-Person (HTP) dewasa Disusun oleh Robert C. Burns pada tahun 1987. Subyek diminta untuk membuat gambar rumah, pohon dan orang dalam satu kesatuan. 31

xi. Draw A Family Disusun oleh Hulse pada tahun 1951. Bertujuan untuk menjaring hubungan

xi. Draw A Family Disusun oleh Hulse pada tahun 1951. Bertujuan untuk menjaring hubungan interpersonal. 32

xii. Kinetic Family Drawing (KFD) anak Disusun oleh Robert C. Burns pada tahun 1987.

xii. Kinetic Family Drawing (KFD) anak Disusun oleh Robert C. Burns pada tahun 1987. Subyek diminta untuk membuat gambar setiap orang di dalam keluarga, termasuk diri mereka sendiri yang sedang melakukan suatu kegiatan. 33

xiii. Kinetic School Drawing Disusun oleh Pront dan Philips pada tahun 1974. Anak 2

xiii. Kinetic School Drawing Disusun oleh Pront dan Philips pada tahun 1974. Anak 2 menggambar apa yang dilakukan di sekolah. Tujuannya untuk mengerti bagaimana interaksi sosial antara sekolah dan lingkungan rumah. xiv. BAUM test § Emil Jucher, dikembangkan oleh Charles Koch § Dasar pemikiran: pohon sebagai proyeksi & ungkapan dengan cara grafis yang bersifat spontan 34

xv. Wartegg v Disusun oleh Ehrig Wartegg v Meminta subjek untuk mengembangkan/ melengkapi berbagai

xv. Wartegg v Disusun oleh Ehrig Wartegg v Meminta subjek untuk mengembangkan/ melengkapi berbagai elemen kecil dari serangkaian gambar xvi. Teknik Permainan dan Tes Mainan Melibatkan obyek seperti wayang, boneka dan miniatur Penguji memperhatikan: apa yg dipilih & apa yg dilakukan si anak, pengungkapan verbal, ungkapan emosional, serta perilaku lainnya.

B. TES INVENTORI q Inventori adalah: paper & pencil test, self report & questionaire

B. TES INVENTORI q Inventori adalah: paper & pencil test, self report & questionaire q Testee mendeskripsikan dirinya misalnya memberikan cheklist pada sejumlah pernyataan, atau melengkapi kalimat. q Contoh tes Inventori: q q q q q Rothwell-miller Interest Blank (RMIB) Edwards Personal Preference Schedule (EPPS) Myer Briggs Type Indicator (MBTI) KUDER Preference Record Child Behavior Checklist (CBCL) The Minnessota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) Sixteen Personality Factors Questionnaire (16 PF) PAPI Kostick PAULI & Kraeplin, dll

I. RMIB Ø Tes disusun oleh Rothwell pertama kali pada tahun 1947 9 jenis

I. RMIB Ø Tes disusun oleh Rothwell pertama kali pada tahun 1947 9 jenis kategori dari jenis-jenis pekerjaan yang ada. Ø Kemudian pada tahun 1958, tes diperluas dari 9 kategori menjadi 12 kategori oleh Kenneth Miller. Ø Untuk mengukur interest seseorang berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan.

PRIA Ø Subjek diinstruksikan untuk membuat ranking dari daftar pekerjaan yang tersedia dalam formulir

PRIA Ø Subjek diinstruksikan untuk membuat ranking dari daftar pekerjaan yang tersedia dalam formulir tes sesuai dengan jenis kelaminnya. Ø Ranking dimulai dari angka 1 (pekerjaan yang paling disukai) hingga angka 12 (pekerjaan yang paling tidak disukai). Ø Daftar jenis pekerjaan tercetak dalam 9 kelompok jenis pekerjaan yang ditandai huruf A hingga I, yang dimana dalam tiap kelompok tugas terdapat 12 macam jenis pekerjaan. A WANITA Petani Pekerjaan Pertanian Insinyur Sipil Pengemudi Kendaraan Militer Akuntan Manager Penjualan Ilmiahwati Ilmiahwan Penjual Hasil-hasil Mode Seniman Seniwati Wartawan Wartawati Pianis Konser Guru SD Manager Bank Sekretaris Pribadi Tukang Kayu Modiste Dokter

II. EPPS ä Tes inventori kepribadian ini disusun berdasarkan konsep dari Henry A. Murray

II. EPPS ä Tes inventori kepribadian ini disusun berdasarkan konsep dari Henry A. Murray pada tahun 1958 dan revisi tahun 1959. dikembangkan oleh allen Edward ä Terdapat pasangan pernyataan dimana testee harus memilih salah satu dari pasangan pernyataan yang menggambarkan dirinya.

Contoh: A: Saya suka bebicara tentang diri saya dengan orang lain B: Saya suka

Contoh: A: Saya suka bebicara tentang diri saya dengan orang lain B: Saya suka bekerja untuk suatu tujuan yang telah saya tentukan bagi diri saya. Yang manakah dari kedua pernyataan diatas lebih menggambarkan perasaan Anda? A : Saya bersusah hati, bila gagal dalam sesuatu. B : Saya merasa gugup bila harus bicara didepan orang banyak. Yang manakah dari kedua pernyataan diatas lebih menggambarkan perasaan Anda?

III. MBTI Tes kepribadian inventori yang mudah digunakan dan banyak dipakai MBTI dikembangkan oleh

III. MBTI Tes kepribadian inventori yang mudah digunakan dan banyak dipakai MBTI dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya yang bernama Isabel Briggs Myers berdasarkan teori kepribadian dari Carl Gustav Jung.

IV. PAPI KOSTICK (PERCEPTION AND PREFERENCE INVENTORY TEST) o Dikembangkan oleh doktor dalam ilmu

IV. PAPI KOSTICK (PERCEPTION AND PREFERENCE INVENTORY TEST) o Dikembangkan oleh doktor dalam ilmu pendidikan, guru besar Psikologi Industri di State Collage, Boston Dr. Max Martin Kostick pada awal tahun 1960 an. o Tes ini merupakan salah satu tes kepribadian yang tercermin dalam tingkah laku yang didasarkan pada kategorisasi. o Berguna untuk evaluasi karyawan karena menggambarkan gaya administrasi dan untuk mengetahui hubungan atasan dan bawahan dan mengembangkan solusi interpersonal

V. TEST KRAEPLIN q Tes ini dikembangkan pertama kali oleh seorang psikiater bernama Emil

V. TEST KRAEPLIN q Tes ini dikembangkan pertama kali oleh seorang psikiater bernama Emil Kraeplin. q Terdiri dari 45 lajur angka satuan antara 0 – 9 sebanyak 60 angka secara vertikal pada tiap lajur q Menjumlahkan 2 buah angka dari bawah ke atas q Tes ini bertujuan untuk mengukur karakter seseorang pada beberapa aspek tertentu yaitu, aspek kecepatan, ketelitian, keajekan, ketahanan

VI. TES PAULI q Tes Pauli dikembangkan pada tahun 1983, oleh Dr. Richard Pauli

VI. TES PAULI q Tes Pauli dikembangkan pada tahun 1983, oleh Dr. Richard Pauli bersama dengan Dr. Wilhem Arnold dan Prof. Dr. Van Hiss. q Merupakan pengembangan dari tes Kraeplin q Tujuan: mengetahui batas perbedaan kondisi individu, melihat prestasi dengan tepat, dan mengetahui pengaruh sikap kerja terhadap prestasi. q Aspek yang diukur: kekuatan kemauan, daya tahan dan keuletan, ketekunan dan konsentrasi, daya penyesuaian, vitalitas / energi (dengan asumsi, jika ada energi maka prestasi tinggi), kecermatan dan ketelitian, stabilitas emosi, sikap terhadap tugas, sikap dalam menghadapi tantangan, dan cara mengendalikan diri.

C. TES INTELEGENSI Tes yang mengungkapkan intelegensi untuk mengetahui sejauh mana kemampuan umum seseorang

C. TES INTELEGENSI Tes yang mengungkapkan intelegensi untuk mengetahui sejauh mana kemampuan umum seseorang untuk memperkirakan apakah suatu pendidikan atau pelatihan tertentu dapat diberikan kepadanya. Nilai tes intelegensi seringkali dikaitkan dengan umur dan menghasilkan IQ untuk mengetahui bagaimana kedudukan relative orang yang bersangkutan dengan kelompok orang sebayanya.

Beberapa bentuk tes inteligensi antara lain a. Tes inteligensi untuk anak-anak (tes Binet, WISC,

Beberapa bentuk tes inteligensi antara lain a. Tes inteligensi untuk anak-anak (tes Binet, WISC, WPPSI, CPM, CFIT skala 1 & 2). b. Tes inteligensi untuk remaja – dewasa WAIS, SPM, APM, CFIT skala 3). c. Tes inteligensi untuk tuna rungu (SON)

TES INTELEGENSI DAVID WECHSLER a. Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC) ü ü pada

TES INTELEGENSI DAVID WECHSLER a. Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC) ü ü pada tahun 1949. Usia 8 – 15 tahun WISC: Verbal (informasi, pengertian, hitungan, persamaan, perbendaharaan kata, rentangan angka) Performance (melengkapi gambar, mengatur gambar, rancangan balok, merakit obyek, simbol, mazes). b. Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence (WPPSI), pada tahun 1963 ü untuk anak usia 4 – 6, 5 tahun. c. WAIS (Weschler Adult Intelligence Scale) ü ü Verbal (informasi, pengertian, hitungan, persamaan, rentangan angka, perbendaharaan kata) Performance (simbol angka, melengkapi gambar, rancangan balok, mengatur gambar, merakit obyek)

TES INTELEGENSI: CFIT Culture Fair Intelligence Test (CFIT), disusun oleh R. B. Cattel terdiri

TES INTELEGENSI: CFIT Culture Fair Intelligence Test (CFIT), disusun oleh R. B. Cattel terdiri dari 3 bentuk yaitu § Skala 1 untuk anak usia 4 tahun – 8 tahun, § Skala 2 untuk anak usia 8 tahun – 13 tahun atau dewasa rata-rata, § Skala 3 untuk murid SLTA ke atas atau dewasa.

D. TES KEMAMPUAN v Tes Kemampuan adalah tes yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan

D. TES KEMAMPUAN v Tes Kemampuan adalah tes yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan (ability) sso. Tes kemampuan ini menggambarkan potensi yang dimiliki oleh peserta tes. v Ability test atau tes kemampuan didesain untuk mengukur kemampuan penalaran logis atau kemampuan berpikir sso. Misal: verbal reasoning, numerical reasoning, kemampuan abstrak, mechanical atau spatial reasoning dan tes kemampuan kecepatan mempelajari pada hal-hal baru.

TUJUAN TES KEMAMPUAN ü untuk melakukan diagnosis, dengan mengetahui kemampuan seseorang maka akan dipahami

TUJUAN TES KEMAMPUAN ü untuk melakukan diagnosis, dengan mengetahui kemampuan seseorang maka akan dipahami potensi yang ada pada diri seseorang. ü Tes kemampuan didesain utk menyeleksi peserta tes mengenai kemampuan tertentu (ketelitian, kecepatan, keakuratan, kelogisan dalam berpikir, kemampuan mengikuti instruksi dll) ü Contoh tes kemampuan: TKD, CFIT

Faktor-faktor yang diungkap yaitu: ð Kemampuan verbal, adalah kemampuan memahami dan menggunakan bahasa baik

Faktor-faktor yang diungkap yaitu: ð Kemampuan verbal, adalah kemampuan memahami dan menggunakan bahasa baik secara lisan atau tulisan. ð Kemampuan numerical, adalah kemampuan ketepatan dan ketelitian memecahkan problem aritmatik/konsep dasar berhitung. ð Kemampuan spatial, adalah kemampuan merancang suatu benda secara tepat. ð Kemampuan perceptual, adalah kemampuan mengamati dan memahami gambar dua dimensi menjadi bentuk tiga dimensi.

ä Kemampuan reasoning, adalah kemampuan memecahkan suatu masalah. ä Kreativitas, adalah kemampuan menghasilkan sesuatu

ä Kemampuan reasoning, adalah kemampuan memecahkan suatu masalah. ä Kreativitas, adalah kemampuan menghasilkan sesuatu yang baru dan menunjukkan hal yang tidak biasa/istimewa. ä Kecepatan kerja, adalah kemampuan bekerja secara cepat terutama untuk pekerjan yang rutin. ä Kemampuan memory, adalah kemampuan mengingat. ä Kemampuan clerical, adalah kemampuan bekerja di bidang administrasi.

CIRI-CIRI TES KEMAMPUAN ü Dibatasi waktu, peserta tes perlu menyadari ada berapa soal yang

CIRI-CIRI TES KEMAMPUAN ü Dibatasi waktu, peserta tes perlu menyadari ada berapa soal yang harus dijawab dan berapa lama waktu yang disediakan ü Terdiri dari pilihan ganda dan/atau jawaban pendek ü Lembar jawaban dan buku soal terpisah ü Hanya ada satu jawaban benar ü Terdiri dari pertanyaan yg memiliki kesukaran yang terus meningkat ü Membutuhkan kecepatan dan akurasi, terkadang akurasi lebih penting dari kecepatan

SEKIAN

SEKIAN