3 3 STRUKTUR MOLEKUL TERISOLASI SIFAT IKATAN KIMIA

  • Slides: 31
Download presentation
3. 3. STRUKTUR MOLEKUL TERISOLASI: SIFAT IKATAN KIMIA KOVALEN Struktur molekul yang stabil ditentukan

3. 3. STRUKTUR MOLEKUL TERISOLASI: SIFAT IKATAN KIMIA KOVALEN Struktur molekul yang stabil ditentukan oleh susunan 3 D atom-atom dalam molekul itu: * Panjang ikatan ⇒ukuran molekul (jarak antarinti atom dalam ikatan tertentu) * Sudut ikatan ⇒bentuk molekul (orientasi relatif dua ikatan yang berdekatan) Vibrasi molekul →panjang & sudut ikatan berubah-ubah → nilai rerata diukur dengan spektroskopi & difraksi sinar-X

Anomali energi ikatan: F 2 << Cl 2 > Br 2 > I 2

Anomali energi ikatan: F 2 << Cl 2 > Br 2 > I 2 ⇒kuatnya tolak-menolak antaratom F yang sangat elektronegatif ⇒faktor orde ikatan N 2 >> O 2 >> F 2 Panjang ikatan dari sepasang atom tertentu hanya berubah sedikit dari satu molekul ke molekul lain, sedangkan energi ikatan tidak begitu terulangkan (+10%) Contoh: Ikatan Molekul Panjang ikatan (Å) O–H H 2 O 0, 958 H 2 O 2 HCOOH 0, 960 CH 3 OH 0, 956 0, 95

3. 3. 2 Orde Ikatan C–C C=C C≡C C–C & C=C selang-seling Molekul etana

3. 3. 2 Orde Ikatan C–C C=C C≡C C–C & C=C selang-seling Molekul etana (H 3 C–CH 3) etilena (H 2 C=CH 2) asetilena (HC≡CH) benzena (C 6 H 6) Orde ikatan Panjang ikatan (Å) 1 1, 536 Energi ikatan (k. J mol - )1 345 2 1, 337 612 3 1, 204 809 1½ (antara – & =) 1, 37 505 Orde ikatan ↑ ⇒Panjang ikatan ↓ ⇒Energi ikatan ↑ Orde ikatan rangkap juga ada pada ikatan antaratom selain C dan antaratom taksejenis: C–O 1, 43 C–H 1, 10 C=O 1, 20 N–H 1, 01 N–N 1, 45 O–H 0, 96 N=N 1, 25 C–N 1, 47 N≡N 1, 10 C≡N 1, 16

3. 4. IKATAN KOVALEN Atom-atom yang identik dapat memperoleh konfigurasi eyang stabil dengan cara

3. 4. IKATAN KOVALEN Atom-atom yang identik dapat memperoleh konfigurasi eyang stabil dengan cara penggunaan bersama elektron. Contoh: elektron takberpasangan elektron berpasangan Cl Cl Cl + Cl atau elektron nonikatan H H + H H atau H H Cl 4 Cl + C Cl Cl

CONTOH 3. 2 Tulislah struktur titik-elektron untuk senyawa yang dihasilkan nitrogen (N) dan hidrogen

CONTOH 3. 2 Tulislah struktur titik-elektron untuk senyawa yang dihasilkan nitrogen (N) dan hidrogen (H) ketika berikatan kovalen. Penyelesaian: N + 3 H HNH H atau H N H H amonia (NH 3)

3. 6 MUATAN FORMAL H 2 SO 4 → dua struktur Lewis yang memenuhi

3. 6 MUATAN FORMAL H 2 SO 4 → dua struktur Lewis yang memenuhi : O H O S O H O (1) 4 ikatan S-O O H O S O H O (2) 2 ikatan S-O 2 ikatan S=O Eksperimen: Ada 2 jenis ikatan antara S dan O pada H 2 SO 4 → 157 pm (S–O) & 142 pm (S=O) → Struktur (2) yang realistis

Alat bantu untuk memilih: Muatan formal MF = Σ e- valensi – Σ e-

Alat bantu untuk memilih: Muatan formal MF = Σ e- valensi – Σ e- nonikatan – ½ Σ e- ikatan H Okiri Okanan Oatas Obawah S Struktur (1) = 1 – 0 – ½ (2) = 0 = 6 – 4 – ½ (4) = 0 = 6 – 6 – ½ (2) = – 1 = 6 – 0 – ½ (8) = +2 Muatan bersih = 0 H Okiri Okanan Oatas Obawah S Struktur (2) = 1 – 0 – ½ (2) = 0 = 6 – 4 – ½ (4) = 0 = 6 – 0 – ½ (12) = 0 Muatan bersih =0 Struktur (1) memiliki 3 atom bermuatan → energi sangat tinggi (tidak stabil)

CONTOH 3. 4 Gunakan konsep muatan formal untuk menentukan mana struktur hidroksilamina, NH 3

CONTOH 3. 4 Gunakan konsep muatan formal untuk menentukan mana struktur hidroksilamina, NH 3 O, yang terbaik. Penyelesaian: H H N O H H (1) H (2) H = 1 – 0 – ½ (2) = 0 N = 5 – 0 – ½ (8) = +1 O = 6 – ½ (2) = – 1 H = 1 – 0 – ½ (2) = 0 N = 5 – 2 – ½ (6) = 0 O = 6 – 4 – ½ (4) = 0 Struktur (2) terbaik karena muatan formal semua atomnya nol.

3. 7 BENTUK MOLEKUL: TEORI VSEPR Molekul dengan > 1 ikatan kovalen polar bisa

3. 7 BENTUK MOLEKUL: TEORI VSEPR Molekul dengan > 1 ikatan kovalen polar bisa polar/nonpolar bergantung pada susunan ikatan-ikatannya dalam ruang Contoh : CO 2 → O C O molekul nonpolar linear µtot = 0 H 2 O → H O H molekul polar yang bengkok µtpt ≠ 0 Teori VSEPR (valence shell electron-pair repulsion = tolakan pasangan-elektron kulit valensi) Pasangan elektron ikatan maupun nonikatan cenderung tolak-menolak ⇒menempatkan diri sejauh-jauhnya untuk meminimumkan tolakan.

Geometri pasangan elektron ⇐ bilangan sterik atom pusat SN = (Σ atom yang terikat

Geometri pasangan elektron ⇐ bilangan sterik atom pusat SN = (Σ atom yang terikat pada atom pusat) + (Σ pasangan elektron nonikatan pada atom pusat) (Atom pusat = atom yang mengikat dua atau lebih atom lain) 109, 5 o 180 o 120 o SN = 2: linear SN = 3: planar trigonal 90 o 120 o SN = 4: tetrahedral 90 o SN = 5: bipiramida trigonal SN = 6: oktahedral

CONTOH 3. 5 Hitunglah bilangan sterik untuk iodin pada IF 4 - dan untuk

CONTOH 3. 5 Hitunglah bilangan sterik untuk iodin pada IF 4 - dan untuk bromin pada Br. O 4 -. Kedua ion molekular memiliki pusat Iatau Br- yang dikelilingi oleh 4 atom. Tentukan pula geometri pasangan elektronnya. Penyelesaian: IF 4 - ⇒Atom pusat IAtom ujung F : 8 e- val. : 7 e- val. ⇒menggunakan bersama 1 e- dari I- agar oktet Maka: 4 e- I- ⇒ikatan dengan 4 atom F 4 e- sisanya ⇒ 2 pasangan nonikatan SN = 4 + 2 = 6 ⇒(geometri pasangan e-: OKTAHEDRAL)

Br. O 4 - ⇒Atom pusat Br-: 8 e- val. Atom ujung O :

Br. O 4 - ⇒Atom pusat Br-: 8 e- val. Atom ujung O : 6 e- val. ⇒menggunakan bersama 2 e- dari Br- agar oktet Maka: 8 e- Br- ⇒ikatan dengan 4 atom O Tidak ada pasangan menyendiri SN = 4 + 0 = 4 ⇒(geometri pasangan e-: TETRAHEDRAL) Ikatan rangkap/rangkap-tiga dianggap sama dengan ikatan tunggal ⇒CO 2 ( O C O) ⇒SN = 2 + 0 = 2 (geometri pasangan e-: LINEAR)

Geometri molekul ⇐ geometri pasangan elektron (bergantung pada Σ pasangan menyendiri) 1. Tanpa pasangan

Geometri molekul ⇐ geometri pasangan elektron (bergantung pada Σ pasangan menyendiri) 1. Tanpa pasangan nonikatan: geometri molekul = geometri pasangan elektron Contoh: Be. Cl 2 : SN = 2 + 0 = 2 (linear) BF 3 : SN = 3 + 0 = 3 (planar trigonal) SF 6 : SN = 6 + 0 = 6 (oktahedral) 2. Ada pasangan nonikatan: Pasangan e- nonikatan dipegang lebih dekat ke atom pusat Menempati lebih banyak ruang daripada pasangan e- ikatan

Sudut antarpasangan e- ikatan < antara pasangan e- ikatan dan pasangan e- nonikatan <

Sudut antarpasangan e- ikatan < antara pasangan e- ikatan dan pasangan e- nonikatan < antarpasangan e- nonikatan CH 4 : SN = 4 + 0 = 4 NH 3 : SN = 3 + 1 = 4 H 2 O : SN = 2 + 2 = 4 Geometri pasangan e- = tetrahedral Amonia (NH 3) Sudut ikatan 107, 3 o

CH 4 : tidak ada pasangan e- nonikatan H (geometri molekul = geometri pasangan

CH 4 : tidak ada pasangan e- nonikatan H (geometri molekul = geometri pasangan e 109, 5 H C H = tetrahedral) ⇒Sudut ikatan H-C-H: 109, 5 o O H NH 3 : 1 pasang e- nonikatan (geometri molekul = piramida trigonal: tetrahedral yang dihilangkan 1 buah ikatannya) ⇒Sudut ikatan H-N-H: 107, 3 o H N H 107, 3 O H H 2 O : 2 pasang e- nonikatan (geometri molekul = bentuk V: O H H 104, 5 tetrahedral yang dihilangkan 2 buah ikatannya) ] O ⇒Sudut ikatan H-O-H: 104, 5 o

CONTOH 3. 7 Tentukan bilangan sterik atom sulfur dalam SO 2 dan ramalkan struktur

CONTOH 3. 7 Tentukan bilangan sterik atom sulfur dalam SO 2 dan ramalkan struktur molekul SO 2 Penyelesaian Bilangan sterik sulfur 3 (dua atom terikat dan satu pasang nonikatan) Molekul SO 2 bengkok, sudut ikatan sedikit < 120 o

Molekul dengan bilangan sterik 5: PF 5, SF 4, Cl. F 3, dan Xe.

Molekul dengan bilangan sterik 5: PF 5, SF 4, Cl. F 3, dan Xe. F 2 dengan jumlah pasangan nonikatan berturut 0, 1, 2, dan 3.

CONTOH 3. 8 Perkirakan geometri (a) ion Cl. O 3+ dan (b) molekul IF

CONTOH 3. 8 Perkirakan geometri (a) ion Cl. O 3+ dan (b) molekul IF 5 Penyelesaian (a) Cl. O 3+ ⇒Atom pusat Cl+ : 6 e- val. Atom ujung O : 6 e- val. ⇒menggunakan bersama 2 edari Cl- (konfigurasi Ar) ⇒ikatan dengan 3 atom O Maka: 6 e- CI+ Tidak ada pasangan nonikatan

SN = 3 + 0 = 3 tanpa pasangan e- nonikatan: Geometri molekul =

SN = 3 + 0 = 3 tanpa pasangan e- nonikatan: Geometri molekul = geometri pasangan e- O O Cl O = PLANAR TRIGONAL (b) IF 5 ⇒Atom pusat I Atom ujung F : 7 e- val. ⇒menggunakan bersama 1 edari I (konfigurasi Xe) Maka: 5 e- I ⇒ikatan dengan 5 atom F 2 e- sisanya ⇒ 1 pasangan menyendiri

SN = 5 + 1 = 6: geometri pasangan e- = oktahedral 1 pasangan

SN = 5 + 1 = 6: geometri pasangan e- = oktahedral 1 pasangan e- nonikatan: dihilangkan 1 ikatannya Geometri molekul = PIRAMIDA BUJURSANGKAR F F F I F F

3. 8 TATA NAMA ANORGANIK & BILANGAN OKSIDASI Tata nama ion: 1. Kation monoatomik

3. 8 TATA NAMA ANORGANIK & BILANGAN OKSIDASI Tata nama ion: 1. Kation monoatomik (1 ion stabil): Golongan I dan II + 3 unsur pertama dari Golongan III Nama = unsur induknya Contoh: Na+: ion natrium Ca 2+: ion kalsium Gol. I, II →kation monoatomik +1, +2 2. Kation monoatomik (beberapa ion stabil): Unsur transisi + Golongan III, IV, dan V Contoh: Cu+: ion tembaga(I) atau ion kupro Cu 2+: ion tembaga(II) atau ion kupri

(a) Angka Romawi dalam kurung →muatan. (b) Akhiran –o →ion yang muatannya lebih rendah;

(a) Angka Romawi dalam kurung →muatan. (b) Akhiran –o →ion yang muatannya lebih rendah; Akhiran –i →yang lebih tinggi (sudah ditinggalkan). 3. Kation poliatomik Contoh: NH 4+: ion amonium H 3 O+: ion hidronium Hg 22+: ion merkuro(I) [bedakan dengan Hg 2+: ion merkuri(II)] 4. Anion monoatomik: Bagian pertama nama unsur + akhiran –ida Contoh: Cl-: ion klorida (diturunkan dari klorin) O 2 -: ion oksida (diturunkan dari oksigen) Gol. V, VII →anion monoatomik – 3, – 2, – 1

5. Anion poliatomik Contoh: Si. O 43 -: ion silikat NO 2 -: ion

5. Anion poliatomik Contoh: Si. O 43 -: ion silikat NO 2 -: ion nitrit NO 3 -: ion nitrat Cl. O-: ion hipoklorit Cl. O 3 -: ion klorat Cl. O 2 -: ion klorit Cl. O 4 -: ion perklorat HCO 3 -: ion hidrogen karbonat (nama biasa: ion bikarbonat) Tata nama senyawa ionik: (Nama kation)_(Nama anion) Asas kenetralan muatan: Muatan + dari kation dibalanskan oleh muatan – dari anion. Contoh: Na. Br: Kation +1 membalanskan anion – 1 Mg 3 N 2: 3 kation +2 membalanskan 2 anion – 3 Fe. Cl 2 dan Fe. Cl 3? Tl 2 SO 4 dan Tl 2(SO 4)3?

CONTOH 3. 9 Apakah rumus kimia untuk (a) barium oksida dan (b) sesium nitrida.

CONTOH 3. 9 Apakah rumus kimia untuk (a) barium oksida dan (b) sesium nitrida. Penyelesaian: (a) Ba : golongan II →Ba 2+ O : golongan VI →O 2 Asas kenetralan muatan: Setiap 1 ion Ba 2+ dibalanskan oleh 1 ion O 2 - ⇒Ba. O (b) Cs 3 N.

CONTOH 3. 10 Namai senyawa ionik yang mengandung ion poliatom berikut. (a) NH 4

CONTOH 3. 10 Namai senyawa ionik yang mengandung ion poliatom berikut. (a) NH 4 Cl. O 3 (b) Na. NO 2 Penyelesaian: (a) Amonium klorat (b) Natrium nitrit (c) Litium karbonat (c) Li 2 CO 3

3. 8. 1 Bilangan Oksidasi 1. Biloks unsur bebas = 0 2. Σ biloks

3. 8. 1 Bilangan Oksidasi 1. Biloks unsur bebas = 0 2. Σ biloks semua atom dalam spesies = muatan bersih spesies tersebut 3. Biloks logam alkali = +1 4. Biloks F = – 1 5. Biloks logam alkali tanah, Zn, dan Cd = +2 6. Biloks H = +1 7. Biloks O = – 2 Jika aturan di atas diterapkan sesuai prioritas, pengecualian seperti biloks O = – 1 dalam peroksida dan biloks H = – 1 dalam hidrida tidak perlu dihafalkan.

Contoh 3. 11 Tetapkan bilangan oksidasi setiap atom dalam senyawa berikut (a) Cs. F

Contoh 3. 11 Tetapkan bilangan oksidasi setiap atom dalam senyawa berikut (a) Cs. F (b) Cr. O 42 - Penyelesaian (a) Bilangan oksidasi Cs = +1 (aturan 3), jadi bilangan oksidasi F = -1 (b) Bilangan oksidasi O = -2 (aturan 7) muatan ion = -2, jadi bilangan oksidasi Cr = +6

LATIHAN SOAL-SOAL 1. Berapa banyak elektron valensi yang dimiliki oleh masing-masing atom dari unsur

LATIHAN SOAL-SOAL 1. Berapa banyak elektron valensi yang dimiliki oleh masing-masing atom dari unsur di bawah ini? a. Be b. Na c. Se d. F e. K f. Sn 2. Golongkan ikatan dalam senyawa berikut sebagai ionik atau kovalen a. Na. F b. Mg. S c. Mg. O d. Al. Cl 3 3. Tuliskan rumus senyawa ionik yang dapat terbentuk dari pasangan unsur berikut. Sebutkan nama tiap senyawanya. a. berilium dan fluorin b. aluminium dan fosforus c. bromin dan magnesium

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan a. ikatan kovalen polar b. molekul polar 5.

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan a. ikatan kovalen polar b. molekul polar 5. Gambarkan struktur titik-elektron untuk menunjukkan ikatan kovalen dari senyawa berikut: a. NCl 3 6. b. OF 2 c. PH 3 Tentukan muatan formal untuk setiap atom dan muatan bersih seluruh molekul pada struktur Lewis berikut: a. N ≡ N - O b. S = C = N

7. Urutkan masing-masing kelompok berikut menurut kenaikan polaritasnya a. H – Cl, H –

7. Urutkan masing-masing kelompok berikut menurut kenaikan polaritasnya a. H – Cl, H – O, H - F b. N – O, P - O, Al – O c. H - Cl, Br - Br, B - N 8. Tuliskan rumus dari masing-masing ion poliatomik. Tulis juga muatannya. a. ion amonium b. ion fosfat c. ion karbonat 9. Tetapkan bilangan oksidasi setiap spesies dalam a. HCl. O 3 b. HF 2 - c. NH 4+