Sifat Kimia Aluminium Reaktifitas Senyawaan Reaktifitas Redukt or










- Slides: 10
Sifat Kimia Aluminium Reaktifitas Senyawaan
Reaktifitas Redukt or Aluminium Amfoter Sangat reaktif
Teroksidasi oleh udara Cepat membentuk oksida 2 Al(s)+ 3/2 O 2(g) → Al 2 O 3(s) Dapat membentuk garam trivalensi dan univalensi Elektropositif Sangat reaktif Interaksi langsung Bereaksi dengan Na(s) + Al(s) + 2 H 2(g) → Na. Al. H 4(s) natrium Bereaksi dengan air Bereaksi dengan Halogen
Amfoter Larut dalam Asam 2 Al(p)+ 6 H+(aq) 2 Al+(aq)+ 3 H 2(g) Larut dalam Basa 2 Al(p)+ 2 OH-(aq) + 2 H 2 O(l) 2 Al. O 2 -(aq) +3 H 2(g) 2 Al(p)+2 OH-(aq) +6 H 2 O(l) 2[Al(OH)4](aq)+3 H 2(g)
Redukt or Semakin mudah tereduksi Li-K-Ba-Ca-Na-Mg-Al-Mn-Zn-Cr-Fe-Cd-Co-Ni-Sn-Pb-H-Sb-Bi-Cu. Hg-Ag-Pt-Au Semakin mudah teroksidasi
Senyawaan Oksida Aluminium Halida Hidroksi da
Oksida Satu-satunya oksida aluminium adalah alumina, Al 2 O 3 Sifat Mengkilat dan tidak mudah terkelupas Amfoter Dibentuk Al 2 O 3 + 6 HCl → 2 Al. Cl 3 + 3 H 2 O Al 2 O 3 + Na. OH → 2 Na[Al(OH)4] 2 Al(p) + 3/2 O 2(g) → Teroksidasi di udara Al 2 O 3(s) Mereduksi logam lain 2 Al(p) + Fe 2 O 3(p) → Al 2 O 3(p) + 2 Fe(p) Reaksi dengan Uap air 2 Al(s) + 3 H 2 O(g) → Al 2 O 3(s) + 3 H 2(g) panas
Halida Semua Halogen dapat bereaksi dengan aluminium Garam bersifat asam Asam basa penyusunnya adalah asam kuat dan basa lemah. Teori pembentukan Ikatan halida aluminium TEORI HIBRIDISASI
Macam-macam Halida Aluminium Univalensi 2 Al(s) + 2 Al. Cl 3(s) Trivalensi Monomer Dimer 2 Al + 3 Cl 2 → 2 Al. Cl 3 Al 2 Cl 6 3 Al. Cl(g)
Amfoter Hidroksida Al(OH)3 Sifat Dibentuk Al(OH)3(s) + 3 HCl(aq) Al 3+(aq) + 3 H 2 O(l) Al(OH)3(s) + Na. OH(aq) Na[Al(OH)4] (aq) Al. Cl mereaksikan garam aluminium dengan 3(aq) + 3 NH 4 OH(aq) → Al(OH)3(s) + 3 larutan amonium hidroksida NH 4 Cl(aq) mereaksikan garam aluminium dengan Al. Cl 3(aq) + 3 Na. OH(aq) → Al(OH)3(s) + 3 larutan alkali hidroksida Na. Cl(aq)