SESI 1 CHAPTER II NEOPLASMS C 00 D










![Kekhususan Bab II (lanjutan – 5) Notes: [165 – 167] 1, Primary, ill-defined, secondary Kekhususan Bab II (lanjutan – 5) Notes: [165 – 167] 1, Primary, ill-defined, secondary](https://slidetodoc.com/presentation_image_h/a1ac476906c0d9e5779d1db6a6cf5c5b/image-11.jpg)













![Kekhususan Bab II (lanjutan -19) 8. Penggunaan ICD-O [167] Untuk tipe morfologi tertentu, Bab Kekhususan Bab II (lanjutan -19) 8. Penggunaan ICD-O [167] Untuk tipe morfologi tertentu, Bab](https://slidetodoc.com/presentation_image_h/a1ac476906c0d9e5779d1db6a6cf5c5b/image-25.jpg)















































- Slides: 72
SESI 1 CHAPTER II NEOPLASMS (C 00 -D 48) & The Different Between ICD-O & ICD-10 BAB II NEOPLASMA & Pengenalan Perbedaan ICD-O >< ICD-10 1
DESKRIPSI Pembahasan materi meliputi kekhususan dan aturan pengkodean tumor ganas dan tidak ganas sesuai aturan ICD-10, klasifikasi Bab II Neoplasm untuk kepentingan pelaporan morbiditas. Garis besar ICD-O yang digunakan pada program registrasi kanker di Indonesia 2
KOMPETENSI MAMPU Menentukan nomor kode diagnosis tumor ganas ataupun tidak ganas , dan memilih kode diagnosis utama pasien kanker 3
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS • Menjelaskan: Kekhususan Bab II Perbedaan tumor benign dan malignant Arti tumor primer, sekunder dan metastasis Cara menentukan kode Neoplasm yang primer dan sekunder Cara menerapkan nomor kode bagi overlapping tumor Pemanfaatan additional code yang diperlukan guna melengkapi nomor kode tertentu di Bab II. Garis besar perbedaan ICD-O dan ICD-10 Bab II 4
POKOK & SUB-POKOK PEMBAHASAN • Struktur Klasifikasi Bab II Neoplasm • Kekhususan Blok dan kategori di Bab II • Notes pada Bab II Neoplasm di volume 1 • Notes pada Indeks Neoplasm di Volume 3 • 14 Soal latihan dengan bimbingan di kelas • 14 Soal latihan mandiri 5
Kekhususan Bab Neoplasms • Bab ini memuat grup-grup besar neoplasma: C 00 -C 75 Neoplasma malignant, dinyatakan atau diduga primer, asal dari site tertentu yang diketahui, kecuali jaringan lymphoid, haematopoietic dan jaringan yang terkait. C 00 -C 14 Lip (Bibir), oral cavity (rongga mulut), and pharynx (faring = tenggorokan) C 15 -C 26 Digestive organs (organ-2 pencernaan) C 30 -C 39 Respiratory and intrathoracic organs(Organ pernapasan dan organ di dalam rongga torak =dada) 6
Kekhususan Bab II (lanjutan -1) C 40 -C 41 Bone and articular cartilage (Tulang dan tulang rawan persendian) C 43 -C 44 Skin (Kulit) C 45 -C 49 Mesothelial and soft tissue (Jaringan mesotelial dan jaringan lunak) C 50 Breast (Payu dara) C 51 -C 58 Female genital organs (Organ-organ kelamin wanita) C 60 -C 63 Male genital organs (Organ-organ kelamin laki-laki) C 64 -C 68 Urinary tract (Saluran kemih) 7
Kekhususan Bab II (lanjutan -2) C 69 -C 72 Eye, brain and other parts of central nervous system (Mata, otak dan bagian lain sistem saraf pusat) C 73 -C 75 Thyroid and other endocrine glands (Kelenjar tiroid dan kelenjar endokrin lain-lain) C 76 -C 80 Malignant neoplasms of ill-defined, secondary and unspecified sites (Neoplasma dinyatakan ganas, sekunder dan tidak ada di rincian site primer (asal)-nya) 8
Kekhususan Bab II (lanjutan -3) C 81 -C 96 Malignant neoplasms, stated or presumed to be primary of lymphoid, haematopoietic and related tissue (Neoplasma ganas, dinyatakan atau diduga primer dari jaringan limfoid, haematopoietic dan jaringan yang terkait). C 97 Malignant neoplasms of independent (primary) multiple sites (Neoplasma ganas yang independen (primer) terkait site multipel (banyak) 9
Kekhususan Bab II (lanjutan -4) D 00 -D 09 In situ neoplasms (Neoplasma in situ) D 10 -D 36 Benign neoplasms (Neoplasma jinak) D 37 -D 48 Neoplasms of uncertain or unknown behaviour (Neoplasma yang sifatnya belum dapat ditentukan) [see note page 240] 10
Kekhususan Bab II (lanjutan – 5) Notes: [165 – 167] 1, Primary, ill-defined, secondary and unspecified sites of malignant neoplasms (Primer, dinyatakan sebagai tumor ganas, sekunder dan site keganasan tidak dirinci). Kategori C 76 - C 80 termasuk neoplasm malignant, yang tidak jelas site asalnya kanker terkait, atau kanker dinyatakan sebagai: “disseminated” = tersebar, “scattered” = tercecer, “spread” = menjalar/MENYEBAR tanpa dijelaskan site primernya. Ini semua dinyatakan sebagai: site primernya tidak diketahui. 11
Kekhususan Bab II (lanjutan – 6) 2. Functional Activity (Aktivitas fungsional) Semua neoplasma tertampung di Bab II ini, apa ia fungsional aktif atau tidak. Code tambahan dari Bab IV bisa digunakan untuk mewakili activitas fungsi neoplasma terkait (kelenjar endokrin). Contoh: Hal [165] Note: 2 Catecholamine-producing malignant phaechromacytoma of adrenal gland C 74 dengan kode tambahan E 27. 5 Basophil adenoma of pituitary gland with Cushing’s syndrome D 35. 2 E 24. 0 12
Kekhususan Bab II (lanjutan-7) 3. Morfologi celnya, Sesuai dengan morfologi histologis jenis grup neoplasms malignant dibagi dalam: - Carcinoma: Contoh: squamous, adenocarcinoma; - Sarcoma: Contoh: mesothelioma, lymphoma (Hodgkin’s & non. Hodgkin’s; Leukaemia; Other specified and side-specific types; Unspecified cancers 13
Kekhususan Bab II (lanjutan-8) Cancer adalah istilah generik dan dapat digunakan untuk yang mana saja, walau jarang sekali digunakan untuk sebutan neoplasm ganas lymphotic, jaringan haemopoietik berserta jaringan lain yang terkait Terkadang kata “Carcinoma” digunakan salah sebagai kata ganti lain dari “cancer” 14
Kekhususan Bab II (lanjutan-9) Perlu diperhatikan bahwa klasifikasi neoplasms di Bab II ini, adalah sesuai site lokasi organ yang terkena neoplasm terkait, dikelompokan ke grup besar sesuai “behaviour” (sifat, prilaku)-nya. Pada kasus tertentu sifat morfologisnya akan terpapar pada judul kategori dan judul sub-kategori. 15
Kekhususan Bab II (lanjutan -10) Klasifikasi histologis neoplasma ada terpisah di ICD-O, sudah tidak di tampung di ICD-10 lagi dan merupakan klasifikasi ganda untuk keperluan sistem coding atas dasar topografik dan morfologik neoplasmnya. 16
Kekhususan Bab II (lanjutan -11) Code morfologi menggunakan 6 digits: 4 digits pertama mengidentifikasi tipe histologi selnya; digit ke 5 adalah code behaviournya: - malignant primary, - malignant secondary (metastasis), in situ, benign atau uncertain whether malignant atau benign); digit ke 6 adalah code untuk grading (differensiasi) tumor solid, yang juga merupakan code khusus bagi lymphoma dan leukemia. 17
Kekhususan Bab II (lanjutan -12) 4. Cara penggunaan subkategori-2 di Bab II (Neoplasms) Perhatikan: aturan penggunaan subkategori (. 8) pada Bab II [Baca note 5]. Apabila diperlukan penggunaan subkategori untuk “other” (lain-lain) umumnya disediakan nomor code pada subkategori (. 7) 18
Kekhususan Bab II (lanjutan -13) 5. Neoplasma ganas yang tumpang-tindih batas site lokasinya dan aturan penggunaan subkategori ber- code (. 8) Kategori C 00 -C 75 mengklasifikasi neoplasm malignant primer sesuai titik asal neoplasmnya. Ada banyak kategori 3 -karakter yang dibagi lebih lanjut sesuai sebutan bagian subkategori dari organ terkait. 19
Kekhususan Bab II (lanjutan -14) Suatu neoplasm yang tumpang-tindih menyerang 2 (dua) atau > 2 sites yang saling bersambungan namun titik mula site asal neoplasmnya tidak dapat ditentukan yang mana, beri code (. 8), kecuali kombinasi terkait diberi indeks khusus tersendiri. 20
Kekhususan Bab II (lanjutan -15) Contoh: Carcinoma of oesophagus and stomach mempunyai code khusus C 16. 0 (cardia), sedangkan Carcinoma permukaan ujung dan ventral (tengah) lidah harus diberi code C 02. 8 [167, 169] Sebaliknya: Carcinoma ujung lidah yang ekstensi (meluas) ke bagian tengah (ventral) lidah harus di code C 02. 1, ujung lidah sebagai titik mula carcinomanya. 21
Kekhususan Bab II (lanjutan -16) Yang dimaksud dengan tumpang-tindih (overlapping) adalah site-site yang terlibat saling bersebelahan (kontinues bersambungan), Secara urut numerik subkategori-subkategori secara anatomik bersambungan, namun tidak semua demikian, untuk menentukan apakah ada hubungan topografik, hendaknya coder merujuk ke hubungan antara istilah- istilah anatomi yang terkait. (Lihat contoh di note 5 Vol, 1) [166 -167] 22
Kekhususan Bab II (lanjutan -17) 6. Neoplasma malignant jaringan ektopik Ini diberi code site yang disebut dalam istilah diagnosisnya. Contoh: ectopic pancreatic malignant neoplasms of ovary dikode ovary (C 56) [167] 23
Kekhususan Bab II (lanjutan -18) 7. Pemanfaatan Indeks alfabetik Volume 3 Kecuali site, maka harus juga dilengkapi code morfologi dan behaviour neoplasmanya. Baca peraturan di Vol. 3 di bawah: Neoplasms (hal perhatikan Note: Carcinoma ( ); Sarcoma ( ); Lymphoma ( ) Tumor ( ); Adenoma ( ) dst. 24
Kekhususan Bab II (lanjutan -19) 8. Penggunaan ICD-O [167] Untuk tipe morfologi tertentu, Bab II ini menyediakan klasifikasi topografik yang terbatas, atau kadang tidak disertai keterangan topografiknya. 25
Kekhususan Bab II (lanjutan -20) Code topografik ICD-O digunakan untuk semua neoplasma sesuai yang kategori bercode 3 (tiga) dan 4 (empat) karakter yang di Bab II diperuntukkan bagi neoplasm malignant (C 00 -C 77, C 80), dengan demikian memungkinkan pendataan lebih specifik terkait site untuk neoplama lain-lain (maligant, secondary (metastatic), benign, in situ dan uncertain (or unknown). 26
Kekhususan Bab II (lanjutan -21) Oleh karenanya direkomendasi bahwa untuk agen-agen yang berminat mengidentifikasi site berikut morfologi tumornya, Contoh: - agensi register kanker, - kanker RS, - unit kerja patologi and agensi lain terkait kanker, gunakanlah ICD-O. Contoh: di Indonesia Y(yayasan) K(kanker) I (Indonesia) menggunakan ICD-O 3 rd ed. 27
Kekhususan Indeks Alfabet Vol. 3 Note: 1. Daftar urut alfabetik dimulai di halaman (437) disusun berdasarkan sebutan istilah anatomik organ tubuh. Tersedia 5 lajur code yang mungkin di pilih sesuai primer, sekunder, ganas tidak ganas dsb dari neoplasm terkait. Biasanya dari sebutan neoplasmnya bisa diketahui sifat neoplasm terkait. Contoh: malignant melanoma kulit carcinoma in situ cervix uteri benign fibroadenoma payu dara 28
Kekhususan Indeks Alfabet Vol. 3 (lanjutan 2) Bila sebutan tidak menolong untuk menentukan pilihan, maka telusuri melalui Indeks di mana ada panduan untuk setiap sifat morfologic (histologik)-nya. Contoh: Mesonephroma – see Neoplasm, malignant, Bowen’s disease – see Neoplasm, skin, in situ. 29
Kekhususan Indeks Alfabetik Vol. 3 (lanjutan 3) 2. Tanda site dengan tanda baca # (ump. Face NEC #) harus diklasifikasi ke: (a) neoplasm malignant kulit site terkait apabila sel neoplasmnya adalah squameous cell carcinoma atau epidermoid carcinoma (b) adalah benign neoplasm dari site terkait apabila jenis neoplasmnya adalah papilloma. Contoh: Neoplasm. Ankle NEC # 30
Kekhususan Indeks Alfabetik Vol. 3 (lanjutan 4) 1. Carcinoma dan adenocarcinoma tipe apapun kecuali intraosseus atau odontogenic, dengan site bertanda ^ (ump. Ischium ^) harus diartikan metastatik dari site primer yang unspecified (tak dijelejaskan/ tak dirinci) dan diberi code C 79, 5 (437) Vol. 3 Contoh: (438, 439) Neoplasm, acromion process) ^ Neoplasm atlas ^ Neoplasm bone (periosteum) ^ 31
Kekhususan Indeks Alfabtik … (lanjutan -5) (92) Vol. 3: Cancer – see also Neoplasm, malignant Jelas bahwa kata “cancer” = Neoplasm malignant. Note: Istilah “cancer” bila dimodifikasi oleh suatu kata keterangan adjective atau frasa adjective yang menunjukkan tipe morfologisnya, harus diberi code sama seperti code “carcinoma” yang berkata keterangan terkait. 32
Kekhususan Indeks Alfabtik … (lanjutan -6) Contoh: Squameous cell cancer = squameous cell carcinoma cari nomor codenya di bawah kata “Carcinoma” Liver cancer = carcinoma, hepatic cell; hepatocellular; liver cell C 22. 0 (94)(Vol. 3) Lung cancer = carcinoma, lung Ini tidak dapat ditemukan di bawah Carcinoma. 33
Kekhususan Indeks Alfabetik … (lanjutan -7) (93) Vol. 3 Carcinoma - see also Neoplasm, malignant !!! Kode morfologi tidak disertakan di ICD-10, 2016 !!! Code morfologi sel Hepatic cell: M 8170/3 Code morfologi squameous cell M 8070/3 squameous, large cell, nonkeratinizing M 8072/3 squameous, small cell M 8073/3 small cell M 8041/3 small cell fusiform cell M 8043/3 small cell large cell M 8045/3 small cell squameous cell, nonkeratinizing M 8073/3 34
Kekhususan Indeks Alfabetik … (lanjutan -7) Melalui istilah Carcinoma, kita tidak bisa menemukan site organ yang terkena, kecuali: sel kanker organ-specific (hepatocelular) M 8179/3 C 22. 0; intraductal breast M 8500/2 D 05. 1; skin appendage M 8390/3 see Neoplasm, skin, malignant; renal cell (M 8312/3 C 64 ) !!! Kode M (morfologi tumor) tidak muncul di ICD-10 Edisi 2016 !!! 35
Kekhususan Indeks Alfabetik … (lanjutan -8) Tumor (M 8000/1) – see also Neoplasm, uncertain behaviour Dengan demikian istilah “Tumor” saja tidak diperkenankan di-kode dengan malignant atau benign, harus uncertain behaviour! Di bawah Lead-term tumor kita tidak menemukan site organ yang terkena tumor terkait. Yang ada di urut abjad adalah jenis sel tumor terkait atau nama orang yang menemukan tumor terkait. 36
Kekhususan Indeks Alfabetik … (lanjutan -9) Contoh: Tumor alfa-cell M 8152/0 malignant M 8152/3 pancreas M 8152/3 C 25. 4 pancreas M 8152/0 D 13. 7 brown fat -> see Lipoma Burkitt’s (M 9687/3) C 83. 7 Wilm’s (M 8960/3) C 64 vagina, in pregnancy or chilbirth O 34. 6 (dst) !!! (Kode M ditemukan di ICD-O) !!! 37
Kekhususan Indeks Alfabetik … (lanjutan – 10) Bagi tumor yang jenis selnya diketahui, sebutan jenis sel terkait dapat langsung digunakan sebagai Leadterms. Contoh: (30) Vol 3 -> Adenocarcinoma – see also Neoplasm, malignant. Note: - … (401) Vol. 3 Lipoma D 17. 9 (487) Vol. 3 Odontoma D 16. 5 (565) Vol. 3 Sarcoma – see also Neoplasm, connective tissue, malignant (487) Vol. 3 Odontosarcoma, ameloblastic C 41. 1 - upper jaw (bone) C 41. 0 38
Kekhususan Indeks Alfabetik … (lanjutan – 11) (492) Vol. 3 Osteosarcoma – see also Neoplasm, bone malignant (491) Vol. 3 Osteoblastoma see Neoplasm, bone, benign (498) Vol. 3 Papilloma – see also Neoplasm, benign Note: Except where otherwise indicated, the morphological varietas of papilloma in the list below should be coded by site as for “Neoplasm, benign” 39
Kekhususan Code M----/-(Tidak muncul di Vol. 1 edisi 2016) Morphology of neoplasms Di dalam ICD-O ada nomenklatur bercode untuk merinci morfologi 4 digits di bagian depan neoplasms. Nomor code morfologi terdiri dari 5 digits: mewakili tipe histologi neoplasmnya, dan digit ke 5 di belakang garis / merinci sifat (behaviour) sel neoplasm terkait. Digit perinci behaviour adalah sebagai berikut: 40
Kekhususan Code M----/-- /0 /1 /2 /3 /6 /9 (Lanjutan) Benign Uncertain whether benign or malignant Boderline malignancy dan Low malignant potential Carcinoma in situ Intraepithelial. Non-infiltrating. Noninvasive Malignant, primary site Malignant, metastatic site. Malignant secondary site Malignant, uncertain whether primary or metastatic site 41
Morphology of neoplasms (Di ICD-10 sebelum Ed. 2016) Hubungan antara code behaviour dengan berbagai seksi di Bab II Behaviour code: Bab II kategori: /0 Benign neoplasms D 10 -D 36 /1 Neoplasms of uncertain or unmnown behaviour D 37 -D 48 /2 In situ neoplasms D 00 -D 09 /3 Malignant neoplasms, stated or presumed to be primary C 80 -D 97 /6 Malignant neoplasms, stated or presumed to be secondary C 77 -C 79 Digit /9 tak applicable pada kontek ICD, mengingat bahwa semua neoplasm malignant diduga primary (/3) atau secondary (/6), sesuai pelengkap informasi lain-lain yang diambil dari RM pasien terkait. 42
Morphology of neoplasms (lanjutan -2) Vol. 1 Code nomenclature for morphology of neoplasms M 800 Neoplasms NOS M 8000/0 Neoplasm, benign, M 8000/1 Neoplasm, uncertain whether benign or malignant M 801 -M 804 Epithelial neoplasms NOS M 8010/0 Epithelial neoplasm, benign dst. M 805 -M 808 Squamous cell neoplasm M 8050/0 Papilloma NOS (except Papill. Of urin, bladder M 8120/1) dst, M 809 -M 811 Basal cell neoplasms M 8090/1 Basal cell tumour (48. 5) dst. 43
Contoh Soal-Soal • Adenocarcinoma gaster No: M Tumor lobus kiri paru, mestastasis ke hati No: 1 3 2 4 No: Hepatoma metastase ke pancreas No: M 1 2 3 No: Oat cell carcinoma bronchus kanan No: metastasis ke alveoli paru kanan No: Basal cell carcinoma, fibroepithelial pada No: kulit muka Cystadenoma serosa malignant ovarium No: metastase ke tulang No: Paget’s disease kelenjar mammae No: M M M 1 2. 3. • 5. 6. 7. 2 M M M 44
Contoh Soal-soal (lanjutan) 8. • Infiltrating duct carcinoma mamma quadrant kiri luar No: 1 2 M: Fibromyoma uteri No: M: 10. Dermatofibroma di kulit leher No: 1 2 3 11. Osteosarcoma tulang tibia atas dan tulang rawan sendi lulut No: M: 12. Neurofibromatosis M: No: Q M: 13. • Chronic lymphocytic leukaemia No: M: Mixed small and large cell diffuse, malignant lymphoma No: M: 45
SOAL-SOAL NEOPLASMS • Bab II Neoplasm mengklasifikasikan tumor (neoplasms) ganas (malignant) presumed primer atau sekunder, sesuai site lokasi neoplasm terkait atau neoplasm secondary dan neoplasm yang sitenya belum dirinci. • Bab II juga mengklasifikasi neoplasm: yang tidak ganas (benign), neoplasm in-situ neoplasm yang sifatnya belum diketahui baca NOTE di halaman [165 -167] 46
Contoh Soal 1. Carcinoma primer hati metastasis ke otak Buka buku ICD-10 volume 3 dan 1 (Ed. < 2016) (M 8010/3) see also Neoplasm, malignant. Sebutan carcinoma meunjukkan bahwa tumor ini adalah ganas (M …. /3) M 8010/3 Hati primer (sesuai yang telah dicari di volume 3, ICD-10) C 22. 9 Liver unpsecified (spesifikasi di liver Ca adalah kekhususan letak di jaringan hatinya) pada otak adalah metastatic: M 8010/6 C 79. 3 (Brain NEC, secondary) 47
Contoh Soal (Lanjutan-1) 2. Oat cell carcinoma lobus bawah paru kiri M 8042/3 - specified site – see Neoplasm lung malignant primary ? Atau secondary? M 8042/3 Oat cell carcinoma (C 34. -) dari tanda /3 ini adalah primary Carcinoma ditemukan C 34. 3 M 8042/3 3. Pleimorphic small cell peripheral T-cell lymphoma 3 4 2 1 (M 9706/3)C 84. 4 M 9706/3 …(C 84. 4) C 84. 4 Perifereral T-cell lymphoma 48
Contoh Soal (Lanjutan-2) 4. Fibroblastic osteosarcoma tulang femur M 9180/3 – see also Neoplasm, bone, malignant. C 40. 2 kodenya: C 40. 2 M 9182/3 Apa beda antara Cancer, Carcinoma, tumor dan tumor ganas ? (84) Cancer (M 8000/3) Note: … (85) Carcinoma (M 8010/3) Keduanya ganas karena M…. /3, namun nomor kode M-nya berbeda. (548) Tumor (M 8000/1) (550) - malignant (M 8000/3) see also Neoplasm, malignant 49
Contoh Soal (Lanjutan-3) 5. 6. Squamous carcinoma of larynx Carcinoma squamous (cell) (M 8070/3) Neoplasm larynx NEC C 32. 9 mengapa pilih C 32. 9 (malignant primary) ? Karena M …. /3 malignant primary. Carcinoma of lung M 8010/3) Neoplasm lung C 34. 9 M 8010/3 Carcinoma NOS C 34. 9 Bronchus or lung, unspecified Bedakan dengan Small cell Ca of lung, M 8041/3 Small cell Ca NOS dan juga Small cell Ca, fusiform cell (C 34. -) Nomor code C 34. - ini menjelaskan bahwa jaringan cancernya = jaringan paru. 50
ICD-O PENGENALAN BERBEDAAN ICD-O dan ICD-10 Bab II 51
Perbedaan Antara ICD-O dan ICD-10 Bab II • ICD-10 Volume 3, dimulai pada halaman (369 s/d 401). Lihat Tabel di bawah istilah medis “Neoplasm” - ___________________________ Malignant In situ Benign Uncertain & -----------unknown Primary Secondary behaviour --------------------------------------------lung C 34. 9 C 78. 0 D 02. 2 D 14. 3 D 38. 1 lobe (lung) C 34. 0 C 78. 0 D 02. 2 D 14. 3 D 38. 1 middle C 34. 2 C 78. 0 D 02. 2 (brain) frontal C 711 - liver C 22. 9 - primary C 22. 9 - C 79. 3 C 78. 7 D 33. 0 D 01. 5 D 13. 4 D 43. 0 D 37. 6 52
Perbedaan …. (Lanjutan-1) Kode Neoplasm Paru (lung) di ICD-O -------------------------------Malignant neoplasm of the lung (such as carcinoma) C 34. 9 M 8010/3 Metastatic neoplasm of the lung (such as metastatic seminoma from testis) C 34. 9 M 9061/6 In situ neoplasm of the lung (such as squamous carcinoma in situ) C 34. 9 M 8070/2 Benign neoplasm of lung (such as adenoma C 34. 9 M 8140/0 Uncertain behaviour of neoplasm of lung (such as carcinoid of uncertain behavior) C 34. 0 M 8240/1 53
Keterangan: ICD-O hanya menggunakan satu kode 4 - digit untuk pendataan topografi tumor C 34. 9 berlaku untuk semua neoplasm lung apapun sifatnya, hanya informasi pada kode M----/- yang menjelaskan sifat (behavior) dari tumor terkait (= hasil pemeriksaaan laboratoris Patologis-anatomik neoplasmnya. ) 54
Perbedaan …. (Lanjutan-2) Kode Neoplasm Hati (liver) di ICD-O ---------------------------------Malignant neoplasm of liver cell (carcinoma) C 22. 0 M 8170/3 Metastase neoplasm of the liver (such as metastatic oat cell carcinoma from lung) C 22. 0 M 8042/6 In situ neoplasm of the liver (such as hepatocellular fibromellar carcinoma) C 22. 0 M 8180/2 55
ICD-10 Categories Not Used in ICD-O, 3 rd Ed. ICD-10 Terms Omitted from ICD-O ICD-10 Category C 43 C 45 C 46 C 81 -C 96 C 78 Equivalent ICD-O 3 rd Ed. Code Term Site Histology Behavior Melanoma of skin C 44. M 872 - – M 879 -/3 Mesothelioma C--. M 905/3 Kaposi’s sarcoma C--. M 9140 /3 Malignant neoplasm of lymphoid, hematopoietic and related tissue C 00 -C 80 M 959 - M 998 - /3 Secondary malignant neoplasms of respiratory and digestive systems C 15 -C 39 M---- /6 56
(Lanjutan) • Benign neoplasm of liver (such as livercell adenoma) C 22. 0 M 8170/0 • Uncertain behavior of neoplasm of liver (such as carcinoid of uncertain behavior) C 22. 0 M 8240/1 • Jelas nampak bahwa apapun sifat neoplasm yang ada di liver (hati) semua kodenya C 22. 0 walau M-nya lain
ICD-10 Categories Not Used in ICD-O, 3 rd Ed. (Lanjutan-1) ICD-10 Terms Omitted from ICD-O ICD-10 Equivalent ICD-O 3 rd Ed. Code Category Term Site Histology Behavior C 79 Seconadry malignant neoplasms of other specified site C 00 -C 14 C 40 -C 80 M---/6 D 00 -D 09 In situ neoplasms C 00 -C 80 M---/2 D 10 -D 36 Benign neoplasms C 00 -C 80 M---/0 D 37 -D 48 Neoplasms of uncertain and unknown behavior C 00 -C 48 M---/1 D 97 Malignant neoplasms in independent primary multipla site Code each one /3 58
ICD-10 Categories Not Used in ICD-O, 3 rd Ed. (Lanjutan-2) • C 81 -C 96 di ICD-10 meliput malignant neoplasm untuk lymphoid hematopoietic serta jaringan terkait. • Di ICD-O mereka dilengkapi code kekhususan morfologiknya disertai code behavior/3 Code morfologik dikombinasi dengan code topografik yang tepat dalam batasan C 00 -C 80 akan menjelaskan diagnosis yang komplit Contoh: ICD-10: Lymphocytic lymphoma of the stomach C 83. 0 ICD-O: Small cell (difusse) non Hodgkin lymphoma dikode stomach C 16, 9 dengan M 9680/3 (large B-cell lymphoma) 59
ICD-10 Categories Not Used in ICD-O, 3 rd Ed. (Lanjutan-3) • C 97 di ICD-10 tidak dimunculkan di ICD-O mengingat bahwa setiap site primer (di ICD-0) umumnya dikode secara terpisah. • Pedoman pennetuan apa yang disebut multiple primary berbeda-beda antar negara. 60
ICD-O Topography Codes Not in ICD-10 C 42 Hematopoeitic and Reticulo-endothelial systems C 42. 0 Blood C 42. 1 Bone marrow C 42. 2 Spleen C 42. 3 Reticuloendothelial system, NOS C 42. 4 Hematopoietic system, NOS 61
Contoh: Chronic lymphocytic leukemia: C 91. 1 (ICD-10) menjadi C 42. 1 (ICD-O) (kode topografik ss. tulang) M 9823/3 (kode morfologik bagi B-cell chronic lymphocytic leukemia/small lymphocytic lymphoma) Perhatikan juga kode Malignant neoplasm of spleen (ICD-10: C 26. 1, C 78. 8 -> ICD-O: C 42. 2) (C 42 di ICD-10 tidak muncul).
Special Codes in ICD-O for Topography of Lymph Nodes (C 77) & Hematopoietic & Reticuloendothelial Systems (C 42) • Pada ICD-10 kategori C 77 untuk secondary dan unspecified malignant neoplasms dari lymph nodes • Pada ICD-O, C 77 digunakan sebagai code topografik lymp nodes. Dengan demikian, sebagian malignant lymphoma (C 8185) pada ICD-10 di klasiifkasi ICD-O akan dikode sesuai topografiknya yakni: C 77 • C 42 pada ICD-10 kosong C 42 digunakan pada ICD-O untuk kode site topografik di dalam system hematopoeitic dan reticuloendothelial Kategori ini meliputi utamanya site topografik sebagian besar leukemia dan kondisi terkait yang terklasifikasi di dalam C 90 C 95 pada ICD-10 63
Hydatidiform Mole & Neurofibromatosis (Von Recklinghauzen disease except bone) • Hydatidiform Mole, NOS (C 58. 9 M 9100/0) Pada ICD-O terklasifikasi bukan dalam Chapter II Neoplasms ICD-10, namun terklasifikasi di Bab XV “Pregnancy, Chilbirth and the Puerperium” O 01. 9. Sedangkan neurofibromatosis including Von Reklinghauzen disease kecuali tulang (M 9540/1) di ICD-O, pada ICD-10 ada di Chapter XVII “Congenital Malformation, Deformation and Chromosomal Abnormalities: sebagai kategori Q 85. 0 64
Neoplams & HIV disease, AIDS dan Fungsi Neoplasma • HIV disease & AIDS Hubungan neoplasm ganas dengan HIV disease sangat menarik. Neoplasmanya dikode sesuai rules yang berlaku pada ICD-10. Kondisi lain yang terkait AIDS, hendaknya dikode untuk bidang yang terpisah-pisah sesuai masing sistem yang terlibat. • Fungsi Neoplasma ICD-O tidak menyediakan kode khusus untuk rincian gangguan fungsi neoplasmanya. Apabila diperlukan silahkan menggunakan kode yang ada di Bab IV ICD 10 65
Soal Latihan Mandiri 1. Kanker ganas paru No: M 2. Carcinoma sel hati metastasis ke tulang No: M M 3. Carcinoma ujung lidah mejalar ke bagian tengah No: M 4. Fibroadenoma mammae kiri No: M 5. Wilm’s tumor ginjal kiri No: M 6. Kistadenoma ovarii No: M 7. Melanoma No: M 66
Soal Latihan Mandiri (Lanjutan) 8. Gastric carcinoma No: M 9. Insulinoma pancreas No: M 10. Myoma uteri, hamil 7 bulan No: M 11. Adenoma tiroid dengan tirotoxicosis No: M 12. Osteosarcoma tukang femur No: M 1. Kanker nasopharynx dinding atas dan belakang No: M 1. Kanker nasofaring metastasis ke tulang hidung No: M No: M 67
Kekhususan Code M----/-- ) Morphology of neoplasms Di dalam ICD-O ada nomenklatur bercode untuk merinci morfologi 4 digits di bagian depan neoplasms. Nomor code morfologi terdiri dari 5 digits: mewakili tipe histologi neoplasmnya, dan digit ke 5 di belakang garis / merinci sifat (behaviour) sel neoplasm terkait. Digit perinci behaviour adalah sebagai berikut: 68
Kekhususan Code M----/-- (Lanjutan) /0 Benign /1 Uncertain whether benign or malignant Boderline malignancy dan Low malignant potential /2 Carcinoma in situ Intraepithelial. Non-infiltrating. Noninvasive /3 Malignant, primary site /6 Malignant, metastatic site. Malignant secondary site /9 Malignant, uncertain whether primary or metastatic site 69
Morphology of neoplasms (lanjutan-1) Hubungan antara code behaviour dengan berbagai seksi di Bab II Behaviour code: Bab II kategori: /0 Benign neoplasms D 10 -D 36 /1 Neoplasms of uncertain or unmnown behaviour D 37 -D 48 /2 In situ neoplasms D 00 -D 09 /3 Malignant neoplasms, stated or presumed to be primary C 80 -D 97 /6 Malignant neoplasms, stated or presumed to be secondary C 77 -C 79 Digit /9 tak applicable pada kontek ICD, mengingat bahwa semua neoplasm malignant diduga primary (/3) atau secondary (/6), sesuai pelengkap informasi lain-lain yang diambil dari RM pasien terkait. 70
Contoh Soal-Soal 1. Adenocarcinoma gaster 1 2. 3. M 2 Tumor lobus kiri paru, mestastasis ke hati No: 1 3 2 4 No: Hepatoma metastase ke pancreas 1 4. No: 2 3 No: Oat cell carcinoma bronchus kanan No: M M M No: metastasis ke alveoli paru kanan 5. M M No: Basal cell carcinoma, fibroepithelial pada M No: M kulit muka 6. Cystadenoma serosa malignant ovarium metastase ke tulang 7. No: Paget’s disease kelenjar mammae M No: M 71
Contoh Soal-soal (lanjutan) 8. 9. Infiltrating duct carcinoma mamma quadrant kiri luar No: 1 2 M: Fibromyoma uteri No: M: 10. Dermatofibroma di kulit leher No: M: 1 2 3 11. Osteosarcoma tulang tibia atas dan tulang rawan sendi lulut No: M: 12. Neurofibromatosis No: Q M: 13. Chronic lymphocytic leukaemia No: M: 14. Mixed small and large cell diffuse, malignant lymphoma No: M: 72








































































