Pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa psikologi

  • Slides: 21
Download presentation
�Pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa psikologi �Mengapa memilih tema ? �Subyek kenapa

�Pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa psikologi �Mengapa memilih tema ? �Subyek kenapa ? �Tempat ? �Penelitian terdahulu yang mendukung ? �

Perumusan Masalah Hipotesis/Hipotesa

Perumusan Masalah Hipotesis/Hipotesa

MASALAH PENELITIAN Hal (yang ada pada kepustakaan, teori atau kenyataan) yang dipertanyakan kebenarannya, dan

MASALAH PENELITIAN Hal (yang ada pada kepustakaan, teori atau kenyataan) yang dipertanyakan kebenarannya, dan yang jawabannya ingin dicari melalui pemelitian � Permasalahan penelitian merupakan pernyataan tentang suatu kejadian yang dibuat berdasarkan kerangka berpikir (teori) tertentu � Permasalahan penelitian administrasi tidak selalu identik dengan permasalahan administrasi �

SUMBER TOPIK Pengalaman-pengalaman pribadi dan kehidupan sehari-hari Pengetahuan lapangan dan memperbandingkannya Peluang Masalah di

SUMBER TOPIK Pengalaman-pengalaman pribadi dan kehidupan sehari-hari Pengetahuan lapangan dan memperbandingkannya Peluang Masalah di media massa Kebutuhan memecahkan masalah Nilai-nilai pribadi

PERUMUSAN MASALAH Masalah � harus feasible harus jelas harus signifikan bersifat etis

PERUMUSAN MASALAH Masalah � harus feasible harus jelas harus signifikan bersifat etis

�Peneliti menyajikan rumusan masalah dan hipotesis penelitian �Rumusan masalah penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan penelitian tentang

�Peneliti menyajikan rumusan masalah dan hipotesis penelitian �Rumusan masalah penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan penelitian tentang hubungan antara variabel yang akan dianalisis oleh peneliti RUMUSAN MASALAH KUANTITATIF : Konsep Dasar

�Hipotesis adalah pernyataan spesifik yang bersifat prediksi dari hubungan antara dua atau lebih variabel

�Hipotesis adalah pernyataan spesifik yang bersifat prediksi dari hubungan antara dua atau lebih variabel �Mendeskripsikan secara kongkrit apa yang ingin dicapai/diharapkan terjadi dalam penelitian.

�Variabel-variabel dalam rumusan masalah atau hipotesis hanya digunakan dengan tiga pendekatan dasar. (1) peneliti

�Variabel-variabel dalam rumusan masalah atau hipotesis hanya digunakan dengan tiga pendekatan dasar. (1) peneliti membandingkan kelompok-kelompok dalam variabel bebas untuk melihat dampaknya terhadap variabel terikat ; (2) menghubungkan satu atau beberapa variabel bebas dengan satu atau beberapa variabel terikat ; dan (3) peneliti mendeskripsikan respon variabel bebas, variabel mediate atau variabel terikat

 • Merupakan: jawaban sementara atas pertanyaan dalam rumusan masalah. • Disusun sesuai denga

• Merupakan: jawaban sementara atas pertanyaan dalam rumusan masalah. • Disusun sesuai denga teori, bukti, dan fakta. • Harus dapat diuji (testable). • Meyangkut variabel yang diteliti.

Apakah semua penelitian ilmiah perlu membuat hipotesa ? �Ya, jika berkenaan dengan verifikasi suatu

Apakah semua penelitian ilmiah perlu membuat hipotesa ? �Ya, jika berkenaan dengan verifikasi suatu teori atau masalah �Tidak, jika penelitian masih bersifat eksploratif dan deskriptif

Perumusan Hipotesis Berguna 1. Memfokuskan masalah 2. Mengidentifikasi data yg relevan untuk dikumpulkan. 3.

Perumusan Hipotesis Berguna 1. Memfokuskan masalah 2. Mengidentifikasi data yg relevan untuk dikumpulkan. 3. Menunjukkan bentuk desain penelitian. 4. Menjelaskan gejala sosial. 5. Mendapatkan kerangka penyimpulan. 6. Merangsang penelitian lebih lanjut. Sumber-sumber hipotesis 1. Dari penelitian sendiri. 2. Dari teori dan konsepsi. 3. Hasil penelitian yg terdahulu.

Kriteria Hipotesis yang baik 1. Hipotesis harus bertalian dengan teori tertentu. 2. Hipotesis harus

Kriteria Hipotesis yang baik 1. Hipotesis harus bertalian dengan teori tertentu. 2. Hipotesis harus dapat diuji berdasarkan data empiris. 3. Hipotesis harus bersifat spesifik. 4. Sedapat mungkin hipotesis harus dikaitkan dengan teknik /metode penelitian yang ada untuk mengetesnya.

Persyaratan Hipotesis Borg dan Gall (1979) mengajukan persyaratan untuk hipotesis : 1. Hipotesis harus

Persyaratan Hipotesis Borg dan Gall (1979) mengajukan persyaratan untuk hipotesis : 1. Hipotesis harus dirumuskan dengan singkat dan jelas. 2. Hipotesis harus dengan nyata menunjukkan adanya hubungan antara dua atau lebih variabel. 3. Hipotesis harus didukung oleh teori yg dikemukakan oleh para ahli atau hasil penelitian yg relevan.

�Hipotesis Deskriptif �Hipotesis Statistik: ◦ Hipotesis Alternatif ◦ Hipotesis Null (Null Hypotheses) ◦ Hipotesis

�Hipotesis Deskriptif �Hipotesis Statistik: ◦ Hipotesis Alternatif ◦ Hipotesis Null (Null Hypotheses) ◦ Hipotesis Berarah (One-Tailed Hypotheses) ◦ Hipotesis Tidak Berarah (Two-Tailed Hypotheses) Jenis Hipotesis

 • Jawaban sementara yang disusun dalam bentuk kalimat biasa. • Harus didujung oleh

• Jawaban sementara yang disusun dalam bentuk kalimat biasa. • Harus didujung oleh argumentasi yang kuat berdasarkan teori, konsep, hukum, dan lain-lain yang relevan. • Tidak berdasarkan trial and error. Contoh: Diduga petis kepala udang dalam makanan dapat meningkatkan pertumbuhan badan pada remaja.

� Hipotesis yang diformulasikan secara stattistik dan menggunakan simbol-simbol tertentu. � Simbol yang digunakan

� Hipotesis yang diformulasikan secara stattistik dan menggunakan simbol-simbol tertentu. � Simbol yang digunakan antara lain: H 0 dan H 1 (alternatif) Hipotesa Nul (Null Hypothesis) • Hipotesa yang mendeskripsikan keluaran selain dari hipotesa alternatif • Biasanya mendeskripsikan tidak ada hubungan/pengaruh antara variabel yang diuji • Dinyatakan dengan H 0

�Hipotesa Alternatif (Alternative Hypothesis) ◦ Hipotesa yang mendukung prediksi ◦ Diterima jika hasil penelitian

�Hipotesa Alternatif (Alternative Hypothesis) ◦ Hipotesa yang mendukung prediksi ◦ Diterima jika hasil penelitian mendukung hipotesa ◦ Dinyatakan dengan H 1

Contoh H 0 dan H 1: H 0 : Petis kepala udang dalam pakan

Contoh H 0 dan H 1: H 0 : Petis kepala udang dalam pakan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan badan pada remaja. H 1 : petis kepala udang dalam pakan berpengaruh terhadap pertumbuhan badan pada remaja.

Atau: Contoh H 0 dan H 1: H 0 : Petis kepala udang dalam

Atau: Contoh H 0 dan H 1: H 0 : Petis kepala udang dalam pakan menurunkan pertumbuhan badan pada remaja. H 1 : Petis kepala udang dalam pakan dapat meningkatkan pertumbuhan badan pada remaja.

Hipotesis Berarah (One-Tailed Hypotheses): • Secara spesifik mendeskripsikan hipotesis yang berarah (direction) • Hipotesa

Hipotesis Berarah (One-Tailed Hypotheses): • Secara spesifik mendeskripsikan hipotesis yang berarah (direction) • Hipotesa Nul tidak ada perbedaan antar variabel dan diprediksikan kearah berlawanan Contoh: H 0 : Petis kepala udang dalam pakan tidak dapat meningkatkan pertumbuhan badan pada remaja. H 1 : Petis kepala udang dalam pakan meningkatkan pertumbuhan badan pada remaja.

Hipotesis Tdk Berarah (Two. Tailed Hypotheses): • Prediksi yang tidak berarah • Hipotesa Nul

Hipotesis Tdk Berarah (Two. Tailed Hypotheses): • Prediksi yang tidak berarah • Hipotesa Nul adalah tidak ada perbedaan/pengaruh/hubungan antar variabel Contoh: H 0 : Petis kepala udang dalam pakan tidak berpengaruh pada pertumbuhan badan para remaja. H 1 : Petis kepala udang dalam pakan berpengaruh pada pertumbuhan badan para remaja.