Penyakit Dermathofitosis Tinea Oleh Ners Putu Ngurah Arya

  • Slides: 28
Download presentation
Penyakit Dermathofitosis/ Tinea Oleh Ners Putu Ngurah Arya Wibawa, S. Kep

Penyakit Dermathofitosis/ Tinea Oleh Ners Putu Ngurah Arya Wibawa, S. Kep

Enakkah ini?

Enakkah ini?

Dermatofita / Tinea • Dermatofita (dermatophyte, bahasa yunani=tumbuhan kulit • Jamur serupa ragi candida

Dermatofita / Tinea • Dermatofita (dermatophyte, bahasa yunani=tumbuhan kulit • Jamur serupa ragi candida albican, yang menyebabkan terjadinya infeksi jamur superficial pada kulit, rambut, kuku, dan selaput lendir. • Jamur lainnya dapat menembus jaringan hidup dan menyebabkan infeksi dibagian dalam. • Penyakit infeksi jamur di kulit mempunyai prevalensi tinggi di Indonesia, oleh karena negara kita beriklim tropis dan kelembabannya tinggi. • Th 1998 yang tercatat melalui Rumah Sakit Pendidikan Kedokteran di Indonesia sangat bervariasi, dimulai dari persentase terendah sebesar 4, 8 % (Surabaya) hingga persentase tertinggi sebesar 82, 6 % (Surakarta) dari seluruh kasus dermatomikosis.

 • Dermatofitosis adalah: Setiap infeksi fungal superfisial yang disebabkan oleh dermatofit dan mengenai

• Dermatofitosis adalah: Setiap infeksi fungal superfisial yang disebabkan oleh dermatofit dan mengenai stratum korneum kulit, rambut dan kuku, termasuk onikomikosis dan berbagai macam bentuk tinea.

Etiologi. • Tinea atau Dermetofita (microsporum, tricopyton, dan epidermophyton), • Penularan kontak dengan lesi

Etiologi. • Tinea atau Dermetofita (microsporum, tricopyton, dan epidermophyton), • Penularan kontak dengan lesi terinfeksi atau tidak langsung melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi, seperti sepatu, handuk, baju, sprei dll.

Klasifikasi jamur. Klasifikasi yang paling sering terpakai secara klinis adalah berdasarkan lokasi: • Tinea

Klasifikasi jamur. Klasifikasi yang paling sering terpakai secara klinis adalah berdasarkan lokasi: • Tinea kapitis, rambut kepala • Tinea barbe, dagu dan jengggot. • Tinea kruris, genito, sekitar anus, bokong, dan kadang-kadang sampai perut bagian bawah. • Tinea pedis et manum, kaki dan tangan. • Tinea unguium, kuku kaki dan tangan. • Tinea facialis, bagian wajah. • Tinea korporis, dermatofitosis pada bagian lain yang tidak termasuk 6 bentuk tinea diatas. Kadang-kadang tinea juga diberi nama berbeda, misalnya tinea versicolor atau pityriasis versicolor. Tinea pedis orang dewasa dan tinea capitis anak-anak. Tinea unguium juga sangat umum terjadi, mempengaruhi sekitar 3% pria dan 1, 5% wanita. Karena anatomi skrotum, tinea cruris jauh lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.

Faktor – faktor yang menyebabkan timbulnya kelainan pada kulit : • Faktor virulensi dari

Faktor – faktor yang menyebabkan timbulnya kelainan pada kulit : • Faktor virulensi dari dermatofita. • Virulensi jamur antropofilik, zoofilik, geofilik. • • Selain afinitas ini massing-masing jamur berbeda pula satu dengan yang lain dalam hal afinitas terhadap manusia maupun bagian-bagian dari tubuh. Faktor trauma. Faktor suhu dan kelembapan Keadaan sosial serta kurangnya kebersihan Faktor umur dan jenis kelamin.

Gejala klinis. • Gol. dermatofita dapat menyebabkan bebrpa bntk klinis yang khas. Satu jenis

Gejala klinis. • Gol. dermatofita dapat menyebabkan bebrpa bntk klinis yang khas. Satu jenis dermatofita dapat menghasilkan bentuk klinis yang berbeda, tergantung letak lokasi anatominya. • Tinea cenderung membentuk ruam kemerahan atau kecoklatan yang berpola seperti cincin di sekeliling kulit normal. • Infeksi ini biasanya tidak serius, tetapi dapat merusak penampilan dan membuat rasa gatal yang tidak nyaman. Jika seseorang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah karena kondisi medis seperti HIV atau kanker, infeksi jamur mungkin lebih parah.

1). Gejala tinea pada Kulit superficial tergantung pada daerah tubuh yang terkena: Tinea barbae

1). Gejala tinea pada Kulit superficial tergantung pada daerah tubuh yang terkena: Tinea barbae (jenggot) • Tinea barbae terbatas di wilayah janggut dan leher dan umumnya hanya menjangkiti pria remaja dan dewasa. Presentasi klinis tinea barbae termasuk inflamasi, plak dalam dan bercak dangkal tanpa peradangan yang menyerupai tinea corporis.

Tinea Kapitis. • Jamur ini dapat masuk ke dalam kulit kepala atau rambut kelainan

Tinea Kapitis. • Jamur ini dapat masuk ke dalam kulit kepala atau rambut kelainan di kulit kepala. • Gejala: keluhan penderita berupa bercak di kulit kepala yang terasa gatal dan sering disertai rontoknya rambut di tempat tersebut. • Ada tiga bentuk klinis dari tinea kapitis, setiap bentuk tinea kapitis memiliki gejala tersendiri: – Gray patch ringworm. – Kerion. – Black dot ringworm.

- Gray patch ringworm. • Merupakan tinea kapitis genus Microsporum dan banyak ditemukan pada

- Gray patch ringworm. • Merupakan tinea kapitis genus Microsporum dan banyak ditemukan pada anak-anak. • Penyakit ini biasanya dimulai dengan timbulnya papula merah kecil di sekitar folikel rambut. • Papula ini kemudian melebar dan membentuk bercak pucat karena adanya sisik. Penderita mengeluh gatal, warna rambut menjadi abu-abu dan tidak mengkilat lagi. Rambut menjadi mudah patah dan mudah terlepas dari akarnya.

Kerion. • Merupakan tinea kapitis yang disertai reaksi peradangan yang hebat. • Terjadi pembengkakan

Kerion. • Merupakan tinea kapitis yang disertai reaksi peradangan yang hebat. • Terjadi pembengkakan menyerupai sarang lebah dengan serbuk-serbuk sel radang di sekitarnya. Kelainan ini menimbulkan jaringan parut yang menetap.

Black dot ringworm. • Merupakan tinea kapitis yang disertai dengan terbentuknya titik-titik hitam pada

Black dot ringworm. • Merupakan tinea kapitis yang disertai dengan terbentuknya titik-titik hitam pada kulit kepala akibat patahnya rambut yaang terinfeksi tepat di muara folikel. Ujung rambut yang patah dan penuh spora terlihat sebagai titik hitam. Biasanya disebabkan oleh genus Trichophhyton.

Tinea Korporis • Tinea korporis atau tinea sirsinata adalah infeksi jamur golongan dermatofita (berbagai

Tinea Korporis • Tinea korporis atau tinea sirsinata adalah infeksi jamur golongan dermatofita (berbagai spesies Trichophyton, Microsporum dan Epidermophyton) pada badan, tungkai dan lengan dan mempunyai gambaran morfologi yang khas. Pasien merasa gatal dan kelainan umumnya berbentuk bulat, berbatas tegas, terdiri atas macam-macam efloresensi kulit (polimorf) dengan bagian tepi lesi lebih jelas tanda peradangannya daripada bagian tengah. Beberapa lesi dapat bergabung dan membentuk gambaran polisiklis. Lesi dapat meluas dan memberi gambaran yang tidak khas terutama pada pasien imunodefisiensi.

Tinea Kruris • • Tinea kruris adalah penyakit jamur dermatofita di daerah lipat paha,

Tinea Kruris • • Tinea kruris adalah penyakit jamur dermatofita di daerah lipat paha, genitalia dan sekitar anus yang dapat meluas ke bokong dan perut bagian bawah. Penyebabnya biasanya adalah Epidermophyton floccosum, kadang-kadang dapat juga disebabkan oleh Trichophyton rubrum. Gambaran klinik biasanya adalah lesi simetris di lipat paha kanan dan kiri. Mula-mula lesi ini berupa bercak eritematosa dan gatal, yang lama-kelamaan meluas sehingga dapat meliputi skrotum, pubis, glutea bahkan sampai paha bahkan bisa meluas sampai ke ketiak hingga ke lipatan payudara. Tepi lesi aktif, polisiklis, ditutupi skuama dan kadang-kadang disertai dengan banyak vesikel kecil-kecil. Keluhan penyakit ini adalah gatal, sering tidak disadari pada waktu tidur digaruk dan menimbulkan lecet sehinga timbul perih dan terkadang terinfeksi oleh bakteri. Terlihat pada daerah lipat paha suatu area yang menyerupai pulau atau kepulauan. Bagian tengahnya biasanya licin dan kering bersisik, pada bagian tepinya berbintik dan berwarna kemerahan (bagian jamur yang aktif).

Tinea Manus dan Pedis. • Tinea manus dan pedis kulit telapak tangan dan kaki,

Tinea Manus dan Pedis. • Tinea manus dan pedis kulit telapak tangan dan kaki, punggung tangan dan kaki, jari-jari tangan dan kaki, serta daerah interdigital. Penyebab tersering adalah Trichophyton rubrum, Trichophyton mentagrophytes dan Epidermophyton floccosum. • Penyakit ini sering terjadi pada orang dewasa yang setiap hari harus memakai sepatu tertutup dan pada orang yang sering bekerja di tempat yang basah, mencuci, di sawah dan sebagainya. Keluhan penderita bervariasi mulai tanpa keluhan sampai mengeluh sangat gatal dan nyeri karena terjadinya infeksi sekunder dan peradangan. • Tiga bentuk klinis tinea manus dan pedis yang sering dijumpai, yakni 1) Bentuk intertriginosa. Manifestasi kliniknya berupa maserasi, deskuamasi dan erosi pada sela jari.

2). Bentuk vesikular akut. Penyakit ini ditandai terbentuknya vesikula-vesikula dan bula yang terletak agak

2). Bentuk vesikular akut. Penyakit ini ditandai terbentuknya vesikula-vesikula dan bula yang terletak agak dalam di bawah kulit dan sangat gatal. Lokasi yang tersering adalah telapak kaki bagian tengah dan kemudian melebar serta vesikulanya memecah. Infeksi sekunder dapat memperburuk keadaan ini. 3). Bentuk mocassin foot. Pada bentuk ini seluruh kaki dari telapak, tepi sampai punggung kaki, terlihat kulit menebal dan berskuama. Eritem biasanya ringan, terutama terlihat pada bagian tepi lesi. Disebut juga penyakit kaki atlet (athelete’s foot), tinea pedis memengaruhi sela-sela jari kaki sehingga terasa gatal, terbakar dan pecah-pecah. Tanpa perawatan, kaki atlet bisa memburuk dan menyebabkan kulit mengelupas.

Tinea Unguium. • Tinea unguium infeksi jamur Trichophyton mentagrophytes dan Trichophyton rubrum pada kuku.

Tinea Unguium. • Tinea unguium infeksi jamur Trichophyton mentagrophytes dan Trichophyton rubrum pada kuku. Pada umumnya tinea unguium berlangsung kronik dan sukar penyembuhannya. • Keluhan penderita berupa: – Kuku menjadi rusak dan warnanya menjadi suram. – Destruksi kuku dapat mulai dari distal, lateral ataupun keseluruhan. – Bila disertai paronikia, sekitar kuku akan terasa nyeri dan gatal, biasanya yang tersering terkena adalah kuku tangan. • Menurut Madani (2000) dikenal tiga bentuk gejala klinis tinea unguium, yakni : 1). Bentuk subungual distalis. Penyakit ini mulai dari tepi distal atau distolateral kuku. Penyakit akan menjalar ke proksimal dan di bawah kuku terbentuk sisa kuku yang rapuh. 2). Leukonikia trikofita atau leukonikia mikofita. Bentuk ini berupa bercak keputihan di permukaan kuku yang dapat dikerok untuk membuktikan adanya elemen jamur. 3). Bentuk subungual proksimal. Pada bentuk ini, kuku bagian distal masih utuh, sedangkan bagian proksimal rusak. Kuku kaki lebih sering diserang daripada kuku tangan.

Gejala tinea pada mukosa tergantung pada daerah tubuh yang terkena: • Kandidiasis mukosa pada

Gejala tinea pada mukosa tergantung pada daerah tubuh yang terkena: • Kandidiasis mukosa pada dermatomikosis superfisialis ada 2 yaitu : (1). Oral : thrush, glositis, stomatitis, keilitis, perleche (2). Vaginitis dan balanitis

Jamur Pada Mulut/ Kandidiasis oral. • Candidiasis oral/mulut adalah infeksi jamur ragi dari genus

Jamur Pada Mulut/ Kandidiasis oral. • Candidiasis oral/mulut adalah infeksi jamur ragi dari genus Candida pada membran berlendir mulut. Hal ini sering disebabkan oleh Candida albicans, atau kadang oleh Candida glabrata dan Candida tropicalis. Kelainan pada mulut bayi disebut moniliasis /candidiasis, sementara jika terjadi di mulut atau tenggorokan orang dewasa diistilahkan candidosis

Gejala Infeksi mulut oleh spesies Candida kumpulan lapisan kental berwarna putih atau krem pada

Gejala Infeksi mulut oleh spesies Candida kumpulan lapisan kental berwarna putih atau krem pada dinding mulut dalam. Pada mucosa mulut yang terinfeksi mungkin muncul radang (berwarna merah). Orang dewasa mungkin mengalami rasa tidak nyaman atau rasa terbakar. Secara Umum gejala –gejala dari Oral Thrusth / Moniliasis. • Tampak bercak keputihan pada mulut, seperti bekas susu yang sulit dihilangkan. • Bayi kadang-kadang menolak untuk minum atau menyusu • Mukosa mulut mengelupas • Lesi multiple (luka-luka banyak) pada selaput lendir mulut sampai bibir memutih menyerupai bekuan susu yang melekat, bila dihilangkan dan kemudian berdarah. • Bila terjadi kronis maka terjadi granulomatosa (lesi berbenjol kecil) menyerang sejak bayi sampai anak-anak yang berlangsung lama hingga beberapa tahun akan menyerang kulit anak. • Gejala yang muncul adalah suhu badan meninggi sampai 40 derajat Celcius. • Bayi banyak mengeluarkan air liur lebih dari biasanya. Secara psikis, dia akan rewel.

Kelompok yang beresiko: • Bayi yang baru lahir, • Penderita Diabet, khususnya bagi yang

Kelompok yang beresiko: • Bayi yang baru lahir, • Penderita Diabet, khususnya bagi yang tidak mengontrol diabetnya, Sebagai efek samping dari obat-obatan, yang paling sering obat antibiotik. Corticosteroids (sejenis hormon steroid) hisap/hirup untuk perawatan kondisi paru-paru (misalnya Asma) bisa juga berdampak pada candidiasis mulut. • Orang-orang dengan immunodefisiensi (misalnya penderita HIV/AIDS atau pengobatan kemoterapi). • Perempuan yang sedang mengalami perubahan hormonal, seperti kehamilan atau mereka yang menggunakan pil pengontrol kelahiran. • Orang sehat yang dengan sadar/tidak sadar telah mendatangkan kontak secara rutin dengan ragi, misal pengguna gigi palsu, Pekerja di daerah yang becek lembab.

Kandidiasis vulvovaginalis / Balanitis. • Keluhan sangat gatal atau pedih. • keluar cairan yang

Kandidiasis vulvovaginalis / Balanitis. • Keluhan sangat gatal atau pedih. • keluar cairan yang putih mirip krim susu/keju, kuning tebal, tetapi dapat cair seperti air atau tebal homogen dan tampak pseudomembran abu-abu putih pada mukosa vagina. • Lesi bervariasi, dari reaksi eksema ringan dengan eritema minimal sampai proses berat dengan pustul, eksoriasi dan ulkus, serta dapat meluas mengenai perineum, vulva, dan seluruh area inguinal. • Sering dijumpai pada wanita hamil, dan pada wanita tidak hamil biasanya keluhan dimulai seminggu sebelum menstruasi. Gatal sering lebih berat bila tidur atau sesudah mandi air hangat. • Umumnya didapati disuria dan dispareunia superfisial • Balantis adalah infeksi di glans penis, postitis adalah infeksi di prepusium.

Diagnosa ditegakkan dengan melakukan pemeriksaan kelainan klinis kulit serta pemeriksaan penunjang lainnya seperti: pemeriksaan

Diagnosa ditegakkan dengan melakukan pemeriksaan kelainan klinis kulit serta pemeriksaan penunjang lainnya seperti: pemeriksaan langsung sediaan basah dan biakan. • Mikroskopik langsung Sediaan basah dibuat dengan meletakan bahan di atas gelas alas, kemudian ditambah 1 -2 tetes larutan KOH. Konsentrasi 10% untuk rambut dan untuk kulit, dan untuk kuku 20%. Setelah sedian dicampur dengan KOH, tunggu 15 -20 menit untuk melarutkan jaringan. Untuk mempercepat pelarutan dilakukan pemanasan sediaan basah di atas api kecil. Pada saat mulai keluar uap, pemanasan dihentikan. Untuk melihat elemen jamur lebih nyata dapat ditambahkan zat warna pada sedian KOH, Kerokan kulit, kuku, dan epitel rambut diuji dengan KOH 10% dan sediaan tinta Parker atau calcofluor -white. • Kultur Spesimen akan diinokulasi ke dalam media isolasi primer, seperti agar sabouraud’s dextrose yang terdiri dari sikloheksimid (actidione) dan masa inkubasi 26 -28 o C selama 4 minggu. Pertumbuhannya signifikan pada banyak dermatofita.

Terapi. Menurut Djuanda (1994) ada dua pedoman dalam pengobatan topikal, yaitu : • Basah

Terapi. Menurut Djuanda (1994) ada dua pedoman dalam pengobatan topikal, yaitu : • Basah dengan basah Berarti jika dermatosis basah (eksudatif) diobati dengan kompres terbuka. Tetapi prinsip ini tidak mutlak, kompres terbuka juga digunakan pada dermatosis dengan peradangan hebat. • Kering dengan kering Berarti jika dermatosis kering diobati dengan vehikulum yang kering, misalnya salep. • Anti Fungi. - Mikonazol Derivat mikonazol ini berkhasiat fungisid kuat dengan spektrum kerja lebar sekali - Ketokonazol. - Grisofulvin. § Anti pruritus. ; CTM

Tabel penggunaan antifungi dalam pengobatan dermatofitosis. Infeksi Rekomendasi Tinea unguium (Onychomycosis) Terbinafine 250 mg/hr

Tabel penggunaan antifungi dalam pengobatan dermatofitosis. Infeksi Rekomendasi Tinea unguium (Onychomycosis) Terbinafine 250 mg/hr 6 minggu untuk kuku jari tangan, 12 minggu untuk kuku jari kaki Tinea capitis Griseofulvin 500 mg/day (≥ 10 mg/kg. BB/hari) sampai sembuh (6 -8 minggu) Tinea corporis Griseofulvin 500 mg/hr sampai sembuh (4 -6 minggu), sering dikombinasikan dengan imidazol. Tinea cruris Griseofulvin 500 mg/hr sampai sembuh (4 -6 minggu) Tinea pedis Griseofulvin 500 mg/hr sampai sembuh (4 -6 minggu) Chronic and/or widespread non- Terbinafine 250 mg/hr selama 4 -6 minggu responsive tinea.

Pencegahan. • Hindari kontak kulit dengan hal-hal yang lembab dlam jangka waktu lama. Pakaian,

Pencegahan. • Hindari kontak kulit dengan hal-hal yang lembab dlam jangka waktu lama. Pakaian, ubin kamar mandi, dan dek kolam renang adalah tempat umum bagi jamur untuk tumbuh. • Mandilah dua kali sehari. Cuci pangkal paha Anda dengan bersih, pastikan benar-benar kering setiap kali selesai mandi. Pengeringan mungkin adalah hal paling penting. • Ganti pakaian setiap hari. Jamur dapat berkembang biak dalam bentuk serpihan kulit di pakaian kotor. Jangan berbagi handuk dengan orang lain. Cucilah handuk dengan sering. • Jangan berjalan tanpa alas kaki di kamar mandi, loker, kolam renang, atau kamar hotel pakailah sandal kamar mandi atau sandal jepit. • Bila Anda berisiko tinggi terkena kaki atlet, taburkan bubuk anti-jamur pada kaki Anda dan di dalam sepatu.