Konsep Esensial Geografi Oleh Lutvia Resta Setyawati 1406973

  • Slides: 22
Download presentation
Konsep Esensial Geografi Oleh: Lutvia Resta Setyawati (1406973) Pendidikan Geografi FPIPS UPI

Konsep Esensial Geografi Oleh: Lutvia Resta Setyawati (1406973) Pendidikan Geografi FPIPS UPI

Intermezzo Konsep esensial geografi merupakan salah satu unsur terpenting dalam memahami fenomena geografi secara

Intermezzo Konsep esensial geografi merupakan salah satu unsur terpenting dalam memahami fenomena geografi secara paripurna. Konsep ini dibahas dalam Seminar dan Lokakarya Ikatan Geografi Indonesia tahun 1988 di Semarang.

l L O K A S I

l L O K A S I

LOKASI ABSOLUT LOKASI RELATIF Kota Bogor terletak di koordinat 106° 48' BT dan 6°

LOKASI ABSOLUT LOKASI RELATIF Kota Bogor terletak di koordinat 106° 48' BT dan 6° 26' LS Kota Bogor adalah sebuah kota yang terletak diantara Lebak, Sukabumi, Cianjur, Bekasi, dan Serang Lokasi adalah posisi suatu fenomena/daerah di permukaan bumi.

l J A R A K

l J A R A K

JARAK ABSOLUT Jarak Kuala Lumpur – Beijing adalah 5. 000. 098 mil. JARAK RELATIF

JARAK ABSOLUT Jarak Kuala Lumpur – Beijing adalah 5. 000. 098 mil. JARAK RELATIF Jarak tempuh Kuala Lumpur - Beijing adalah 4 jam perjalanan pesawat. Jarak adalah takaran panjang satu fenomena ke fenomena lain di permukaan bumi.

l KETERJANGKAUAN

l KETERJANGKAUAN

High Accessibility Aksesibilitas kawasan perkotaan Low Accessibility Aksesibilitas area pedesaan Keterjangkauan menyangkut ketercapaian untuk

High Accessibility Aksesibilitas kawasan perkotaan Low Accessibility Aksesibilitas area pedesaan Keterjangkauan menyangkut ketercapaian untuk menjangkau suatu tempat, sarana apa yang digunakan, atau alat komunikasi apa yang digunakan dan sebagainya.

l P O L A

l P O L A

Pola Aliran Sungai Pola Pemukiman Penduduk Pola adalah bentuk persebaran berulang suatu fenomena pada

Pola Aliran Sungai Pola Pemukiman Penduduk Pola adalah bentuk persebaran berulang suatu fenomena pada kawasan di permukaan bumi.

l MORFOLOGI

l MORFOLOGI

Morfologi, menunjukkan bentuk muka bumi sebagai hasil tenaga endogen dan eksogen yang membentuk dataran

Morfologi, menunjukkan bentuk muka bumi sebagai hasil tenaga endogen dan eksogen yang membentuk dataran rendah, dataran tinggi dan pegunungan.

l AGLOMERASI

l AGLOMERASI

Aglomerasi adalah pengelompokan fenomena di suatu kawasan dengan latar belakang adanya unsur-unsur yang lebih

Aglomerasi adalah pengelompokan fenomena di suatu kawasan dengan latar belakang adanya unsur-unsur yang lebih memberi dampak positif. Contoh bentuk aglomerasi Aglomerasi Industri Aglomerasi Pemukiman

l NILAI KEGUNAAN

l NILAI KEGUNAAN

Contoh Kasus: Nilai Kegunaan Kawasan Karst Keguanaan Sosial Pariwisata Kegunaan Hidrologis Kegunaan Ekonomi Industri

Contoh Kasus: Nilai Kegunaan Kawasan Karst Keguanaan Sosial Pariwisata Kegunaan Hidrologis Kegunaan Ekonomi Industri Nilai kegunaan adalah manfaat yang diberikan oleh suatu wilayah di muka bumi pada makhluk hidup, tidak akan sama pada semua orang.

l INTERAKSI DAN INTERDEPEDENSI

l INTERAKSI DAN INTERDEPEDENSI

 CONTOH KASUS: INTERAKSI DESA DAN KOTA Teknologi, modal, dll Pangan, tenaga kerja, dll

CONTOH KASUS: INTERAKSI DESA DAN KOTA Teknologi, modal, dll Pangan, tenaga kerja, dll Interaksi dan interdepedensi adalah keterkaitan ruang antara satu dengan yang lain, misalnya interaksi antara desa dengan kota.

l DIFERENSIASI AREA

l DIFERENSIASI AREA

 Diferensiasi area adalah konsep yang menjelaskan mengenai perbedaan-perbedaan antar wilayah dan kaitannya terhadap

Diferensiasi area adalah konsep yang menjelaskan mengenai perbedaan-perbedaan antar wilayah dan kaitannya terhadap kehidupan sosial penduduk setempat.

l KETERKAITAN KERUANGAN

l KETERKAITAN KERUANGAN

 CONTOH: KASUS KEBAKARAN HUTAN efek Kalimantan Malays ia Keterkaitan keruangan adalah konsep yang

CONTOH: KASUS KEBAKARAN HUTAN efek Kalimantan Malays ia Keterkaitan keruangan adalah konsep yang menjelaskan hubungan antara penyebaran suatu unsur dengan unsur yang lain pada suatu tempat.