GAYA GESEK KINETIS Menjelaskan konsep gaya gesekan pada

  • Slides: 13
Download presentation
GAYA GESEK KINETIS Menjelaskan konsep gaya gesekan pada zat padat

GAYA GESEK KINETIS Menjelaskan konsep gaya gesekan pada zat padat

AR S DA ORI TE DESKRIPSI Dasar Teori DESKRIPSI Hasil Pengamatan DESKRIPSI M US

AR S DA ORI TE DESKRIPSI Dasar Teori DESKRIPSI Hasil Pengamatan DESKRIPSI M US Rumus AL AT BA DAN HA N N PULA Kesimpulan KESIM DEKRIPSI RU DESKRIPSI Alat Dan Bahan yang digunakan HASIL PENGAMATAN FISIKA

Secara umum, gaya gesek suatu benda dapat digolongkan dalam dua jenis, yaitu KINETIS STATIS

Secara umum, gaya gesek suatu benda dapat digolongkan dalam dua jenis, yaitu KINETIS STATIS FISIKA

KINETIS Gaya gesek ini terjadi pada saat benda bergerak. Besar gaya gesek kinetis ini

KINETIS Gaya gesek ini terjadi pada saat benda bergerak. Besar gaya gesek kinetis ini konstan dan selalu lebih kecil dari besar gaya gesek statis maksimum. Semakin kasar permukaan benda atau permukaan lantainya, semakin besar pula gaya gesek kinetis. Karena itu, ketika kita mendorong benda di atas permukaan yang kasar, pada saat benda belum bergerak kita harus memberikan gaya dorong yang cukup besar untuk membuatnya bergerak. Tetapi ketika benda sudah bergerak, gaya dorongkita bisa dikurangi tanpa membuatnya berhenti bergerak. FISIKA

STATIS Selama benda belum bergerak, gaya gesek statis besarnya mengikuti besar gaya dorong atau

STATIS Selama benda belum bergerak, gaya gesek statis besarnya mengikuti besar gaya dorong atau gaya tarik yang cenderung menggerakkan benda. Besar gaya gesek statis memiliki batas maksimum yang besarnya tergantung pada kekasaran permukaan benda dan gaya kontak antaralantai dan benda (atau yang kita sebut sebagai gaya normal). Semakin kasar permukaan benda atau permukaan lantainya, semakin besar pula gaya gesek statis maksimumnya. menu FISIKA

da n e tb a a s a uh t d a a j

da n e tb a a s a uh t d a a j t P a p a y te n t m a u r k a sy hi hu : u u t i n a e y , m I e n m o t New Gaya Gesek Statis Gaya Gesek Kinetis

DEFINISI HUKUM NEWTON I : Setiap benda akan tetap bergerak lurus beraturan atau tetap

DEFINISI HUKUM NEWTON I : Setiap benda akan tetap bergerak lurus beraturan atau tetap dalam keadaan diam jika tidak ada resultan gaya (F) yang bekerja pada benda itu. menu FISIKA

ALAT DAN BAHAN 1. Beban berbentuk balok (tiap sisinya dilapisi kain, amplas kasar, dan

ALAT DAN BAHAN 1. Beban berbentuk balok (tiap sisinya dilapisi kain, amplas kasar, dan plastik) 2. Papan luncur (kayu) 3. Busur 4. Penggaris 5. Engsel kayu FISIKA

PROSEDUR PEMBUATAN ALAT a. Menyiapkan 2 buah balok kayu ukuran 20 cm x 10

PROSEDUR PEMBUATAN ALAT a. Menyiapkan 2 buah balok kayu ukuran 20 cm x 10 cm x 2 cm b. Di ujung kayu dipasang engsel agar bisa terbuka dan tertutup c. Menyiapkan beban berbentuk balok yang tiap sisinya dilapisi dengan kain, amplas kasar, plastik, dan kayu itu sendiri. d. Menempelkan busur di sisi kiri kayu yang sudah di beri engsel. FISIKA

PROSEDUR PENGGUNAAN ALAT 1. Meletakkan kayu di atas bidang datar 2. Mencoba salah satu

PROSEDUR PENGGUNAAN ALAT 1. Meletakkan kayu di atas bidang datar 2. Mencoba salah satu beban, letakkan diatas kayu. 3. Lalu angkat sisi atas kayu perlahan sehingga miring. 4. Ukur dengan busur saat beban itu mulai jatuh dengan sudut kemiringan tertentu. 5. Lakukan cara yang sama dengan menggunakan bahan beban lainnya MENU FISIKA

FISIKA

FISIKA

Hasil Pengamatan Kayu yang Terlapisi Derajat μs = tan α • Lapisan Mika .

Hasil Pengamatan Kayu yang Terlapisi Derajat μs = tan α • Lapisan Mika . . . ° . . . • Lapisan Kayu . . . ° . . . • Lapisan Kain . . . ° . . . • Lapisan Kertas Amplas FISIKA

Kesimpulan 1. . . . . 2. . . . . 3. . .

Kesimpulan 1. . . . . 2. . . . . 3. . . FISIKA