FISIKA KOMPUTASI PROG STUDI PEND FISIKA UIN ALAUDDIN































- Slides: 31
FISIKA KOMPUTASI PROG. STUDI PEND. FISIKA UIN ALAUDDIN MAKASSAR
Struktur dasar algoritma Sebuah algoritma dibangun dari 3 buah struktur dasar, yaitu: 1. Runtunan (sequence) 2. Pemilihan (selection) 3. Pengulangan (repetition)
1. Runtunan (sequence) Sebuah runtunan terdiri dari satu atau lebih penyataan. Tiap penyataan dikerjakan secara berurutan sesuai dengan urutan penulisannya, yakni sebuah instruksi dilaksanakan setelah instruksi sebelumnya selesai dilaksanakan.
Algoritma runtunan mempunyai ciri a. Tiap instruksi dikerjakan satu per satu b. Tiap instruksi dilaksanakan tepat sekali; tidak ada instruksi yang diulang.
c. Urutan instruksi yang dilaksanakan pemroses sama dengan urutan instruksi sebagaimana myang tertulis di dalam teks algoritmanya. d. Akhir dari instruksi terakhir adalah akhir dari algoritmanya.
Misalnya ada penyataan S 1, S 2, dan S 3. Penyataan S 2 akan diproses setelah S 1 dikerjakan dan begitupun selanjutnya.
2. Pemilihan Pada algoritma jenis ini sebuah aksi akan dikerjakan jika persyaratan atau kondisi tertentu terpenuhi. Kita anggap bahwa masalah tersebut memiliki beberapa kasus.
Misalkan kendaraan kita tiba diperempatan yang ada traffic light. Jika lampu traffic light sekarang berwarna merah, maka kendaraan harus berhenti. Langkah ini kita tulis dalam pernyataan:
Jika lampu traffic light berwarna merah, maka berhenti.
Pernyataan tersebut dapat kita tulis dalam pernyataan-pemilihan (selection -statement), disebut juga pernyataan -kondisional. If kondisi then aksi
Contoh: misalkan kita ingin menentukan letak kuadran sebuah titik P(x, y) di dalam bidang kartesian. Ada 4 kuadaran di bidang kartesian, yaitu kuadran I, III, dan IV.
y Kuadran II (x < 0, y > 0) Kuadran I (x > 0, y > 0) x Kuadran III (x < 0, y < 0) Kuadran IV (x > 0, y < 0)
Suatu titik P(x, y) dapat terletak pada salah satu dari empat kuadran tersebut, bergantung pada tanda nilai x dan y (positif atau negatif). Ada 5 kasus yang harus kita analisis untuk menetukan kuadran titik P(x, y),
• Kasus 1: jika x > 0 dan y > 0, maka P(x, y) terletak di kuadran I • Kasus 2: jika x < 0 dan y > 0, maka P(x, y) terletak di kuadran II • Kasus 3: jika x < 0 dan y < 0, maka P(x, y) terletak di kuadran III • Kasus 4: jika x > 0 dan y < 0, maka P(x, y) terletak di kuadran IV • Kasus 5: selain kasus 1, 2, 3, dan 4, maka P(x, y) tidak terletak di kuadran manapun
3. Pengulangan 3 macam notasi konstruksi pengulangan dalam bentuk pernyataan yaitu: • Pernyataan FOR-DO; • Pernyataan WHILE-DO; • Pernyataan REPEAT-UNTIL;
Struktur Teks Algoritma Pada dasarnya algoritma selalu disusun oleh 3 bagian (blok) 1. Bagian Judul (header) 2. Bagian deklarasi (declaration) 3. Bagian algoritma
Judul adalah bagian yang terdiri atas nama program dan penjelasan (spesifikasi) tentang program tersebut. Nama program harus singkat namun cukup menggambarkan apa yang akan dilakukan oleh algoritma tersebut.
PROGRAM Kelvin. Celcius (Program untuk mencetak tabel Kelvin -Celcius dari 0 sampai 100)
Bagian deklarasi digunakan untuk mengumumkan semua nama yang dipakai di dalam algoritma beserta propertinya (misalnya tipe). Nama tersebut dapat berupa nama konstanta, nama peubah, nama tipe, nama prosedur, dan nama fungsi. Semua nama yang dipakai dalam algoritma harus dideklarasikan sebelum mereka digunakan
Algoritma adalah bagian inti dari sebuah program. Bagian ini berisi deskripsi langkah-langkah penyelesaian masalah berupa pernyatan-pernyatan.
Penyajian algoritma: • Penyajian algoritma secara garis besar bisa dalam 2 bentuk penyajian yaitu tulisan dan gambar. • Algoritma yang disajikan secara tulisan menggunakan struktur bahasa tertentu (mis: Indonesia atau Inggris) dan pseucode. • Algoritma yang disajikan dengan gambar berupa flowchart.
1. Pseucode yaitu algoritma dengan bahasa yang singkat dan mudah dimengerti.
Misal: ………… IF umur 17 tahun then PROSES I ELSE PROSES II ………
2. Flowchart Diagram alir yang menggambarkan suatu sistem peralatan komputer yang digunakan dalam proses pengolahan data dan hubungan antar peralatan tersebut. Bagian yang menggambarkan urutan logika dari suatu prosedur pemecahan masalah
YA UMUR > 17 THN PROSES I TDK PROSES II
Input/ output terminal processing Penetapan Harga Awal Variabel Pengambilan Keputusan Penghubung Arah proses
Mulai BACA Angka II JUMLAH Angka I + II CETAK JUMLA H Selesai
1. Buatlah flowchart konversi suhu dari derjat celcius ke kelvin. 2. Buatlah flowchart mencari nilai rata dari sejumlah n bilangan.
Pemrograman meliputi 2 tahapan: 1. Fase problem solving: Analisa problem Perancangan algoritma Test
2. Fase implementasi a. Pembuatan program b. Test/ uji hasil c. Dokumentasi
Algoritma Translasi Program Bhs. tgkt tinggi Kompilasi + Linking Program dalam Bahasa Mesin Interpretasi oleh CPU Operasi (baca, tulis, hitung, perbandingan, dsb)































