PENGANTAR ILMU KESEHATAN MASYARAKAT 1 8092014 dr Achmad





















- Slides: 21
PENGANTAR ILMU KESEHATAN MASYARAKAT -1 (8092014) dr. Achmad Chusnul Chuluq Ar. MPH Lab. Ilmu Kesehatan Masyarakat Kedokteran Pencegahan / IKMKP Fakultas Kedokteran UB Email: chusnul_cq@yahoo. com HP. +628123314620
MK: Ilmu Kesehatan Masyarakat • Kode mata kuliah : MID …… • Jumlah SKS : 2 SKS • Deskripsi Mata kuliah ini memberikan pemahaman tentang Konsep Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kemampuan Untuk Mengaplikasikan Konsep Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat dalam ranah keilmuan yang lebih luas
BAHASAN KESEHATAN MASYARAKAT 1. KONSEP DASAR KESEHATAN MASYARAKAT a) Sejarah kesehatan masyarakat b) Perkembangan kesehatan masyarakat c) Kesehatan masyarakat Indonesia d) Definisi kesehatan masyarakat e) Ruang lingkup kesehatan masyarakat f) Faktor-faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat 2. SASARAN KESEHATAN MASYARAKAT
KONSEP DASAR KESEHATAN MASYARAKAT a) Sejarah kesehatan masyarakat b) Perkembangan kesehatan masyarakat c) Kesehatan masyarakat Indonesia d) Definisi kesehatan masyarakat
SEJARAH KESEHATAN MASYARAKAT • Tidak bisa diabaikan peran dua tokoh mitologi Yunani yaitu ASCLEPIUS dan HIGEIA. 1. ASCLEPIUS – disebut dokter pertama (tampan dan pandai) - tidak disebutkan pendidikan yng telah ditempuhnya, – Dapat mengobati penyakit & melakukan bedah berdasarkan prosedur-prosedur tertentu (Surgical procedure) dengan baik.
2. HEGEIA – Asisten & istri ASCLEPIUS, juga telah melakukan upaya kesehatan. • Keduanya mempunyai Pendekatan Berbeda dalam menangani Masalah Kesehatan a. ASCLEPIUS -- Pendektan Pengobatan Penyakit setelah seseorang menderita penyakit b. HIGEIA – Pendekatan melalui pengenalan “HIDUP SEIMBANG”, Seperti : Menghindari makanan/ minuman yang berbahaya/beracun, makanan baik (yang bergizi ),
• Bila sudah jatuh sakit, anjuran HIGEIA untuk melakukan upaya-upaya alamiah guna menyembuhkan penyakitnya. Caranya memperkuat_meningkatkan daya tahan tubuh dgn mengkonsumsi makanan yang bergizi/baik (pencegahan dan peningkatan kesehatan) – bukan mengobati atau pembedahan • Memunculkan DUA pendekatan atau aliran dlm menangani MSLAH KESHT
1. KELOMPOK PERTAMA (ASCLEPIUS) : Cenderung pasif krn menunggu terjadinya penyakit (setelah sakit) disebut PENDEKATAN KURATIF/PENGOBATAN. Oleh profesi-profesi dokter, dokter gigi, psikiater dan praktisi-praktisi lain yang melakukan pengobatan fisik, mental maupun sosial. 2. KELOMPOK KEDUA (HIGEIA): Cenderung melakukan upaya-upaya pencegahan penyakit dan meningkat kan kesehatan (promosi) sebelum terjadi penyakit. Oleh para petugas kesehatan masyarakat lulusan sekolah/institusi kesehatan masyarakat dari berbagai jenjang.
• Seolah-olah terjadi Dikhotomi Antara Kelompok Ke 2 Profesi : 1. Pelayanan Kes Kuratif (Curative Health Care), & 2. Pelayanan Pencegahan/ Preventif (Preventive Health Care). a. PENDEKATAN KURATIF (CURATIVE HEALTH CARE) 1. Sasaran secara individual/per-orangan 2. Pendekatan bersifat reaktif (menunggu masalah kesehatan tjdi). Cos: Dokter menunggu pasien datang di tempat praktek/ Puskesmas 3. Orientasi penanganan pasiennya lebih mengedepan kan sistem biologisnya artinya hanya dilihat secara parsial (Manusia adalah Makhluk Biopsikologis dan Sosial yang terkait antara satu aspek dg lainnya
B. PENDEKATAN PREVENTIF (Preventive Health Care). 1. Sasarannya adalah masyarakat (bukan perorangan/individu). 2. Pendekatan bersifat PROAKTIF artinya mencari masalah kesehatan, bukan menunggu masalah /penyakitnya datang. Oki petugas keseht turun ke lapangan/kemasyarakat unt mencari & meng identifikasi masalah dan melakukan tindakan. 3. Pasen dilihat sebagai makhluk seutuhnya -- sbg pendekatan HOLISTIK. Terjadinya penyakit tidak semata krn terganggu nya sistem biologis tapi aspek biopsikologi & dan sosial.
Perkembangan Kesehatan Masyarakat Dua Periode perkembangan kesehatan masyarakat 1. PERIODE SEBELUM ILMU PENGETAHUAN Masyarakat belum paham arti penting kesehatan dalam kehidupan sehari-hari Ditandai dg peraturan tertulis yg mengatur pembuangan limbah kotoran dengan tujuan awal agar limbah tidak menimbulkan bau tidak, bukan untuk kesehatan Lama kelamaan makin menyadari pentingnya kesehatan masyarakat setelah timbulnya berbagai macam penyakit menular yang menyerang sebagian penduduk & menjadi epidemi bahkan telah menjadi endemi. Contoh: Kholera, akan tetpi upaya pemecahan masalah tsb secara menyeluruh saat itu belum dilakukan.
2. PERIODE ILMU PENGETAHUAN – Masalah penyakit Masalah komplek, – Mulai ditemukan penyebab penyakit dan vaksin • Lous Pasteur -- menemukan vaksin pencegah cacar. • Josep Lister - asam karbol untuk sterilisasi ruang operasi • William Marton - ether sebagai anestesi operasi dll – Penyelidikan dan upaya 2 kesehatan masyarakat secara ilmiah mulai digalakkan. – Pengembangan pendidikan tenaga keshtn profesional Universitas di Amerika à Departemen Kes penyelenggara yankes masyarakat à Perbaikan dan Pengawasan Sanitasi lingkungan
DI INDONESIA ? Abad Ke-16 Belanda mengadakan upaya pemberantasan cacar & kolera upaya-upaya kesehatan masyarakat. Tahun 1807 Daendels Pelatihan dukun bayi dalam praktek persalinan. Upaya penurunan angka kematian bayi pada waktu itu, tidak berlangsung lama, karena tenaga pelatihnya langka Berdiri pusat laboratorium kedokteran di Bandung Tahun-tahun berikutnya di Medan, Semarang, Surabaya, Yogyakarta Menunjang pemberantasan penyakit-2 Malaria, Lepra, Cacar, Gizi dan Sanitasi. Hydrich Nake Pem. Belanda mengembangkan daerah percontohan melakukan propaganda (pendidikan) penyuluhan kes di Purwokerto, Banyumas terkait tingginya angka kematian dan kesakitan. STOVIA (sekolah pendidikan dokter pribumi) berubah menjadi sekolah kedokteran --) FKUI tahun 1947 --) Punya andil besar menghasilkan dokter-dokter yang mengembangkan kesehatan masyarakat Indonesia Tahun 1888 Tahun 1925 Tahun 1927
Tahun 1951 Tahun 1952 Tahun 1956 Tahun 1967 Tahun 1968 Diperkenalkannya konsep Bandung (Bandung Plan) oleh Dr. Y. Leimena dan dr Patah (yang kemudian dikenal dengan Patah. Leimena) --) Bahwa dalam Yankesmas, aspek kuratif dan preventif tidak dapat dipisahkan. Konsep ini di adopsi oleh WHO. Gagasan ini sebagai konsep pengembangan sistem pelayanan kesehatan tingkat primer dengan membentuk unit-unit organisasi fungsional dari Dinas Kesehatan Kabupaten di tiap Kecamatan yang mulai dikembangkan sejak tahun 1969/1970 dan kemudian disebut Puskesmas. Pelaksanaan Pelatihan intensif dukun bayi untuk menurunkan AKB-AKI Dr. Y. Sulianti mendirikan “Proyek Bekasi” sebagai proyek percontohan/model pelayanan bagi pengembangan kesehatan masyarakat dan pusat pelatihan --) sebuah model keterpaduan antara yankes pedesaan dan pelayanan medis. Seminar pembahasan & perumusan program kes masyarakat terpadu yang sesuai dengan masyarakat Indonesia. Disepakatinya sistem Puskesmas yang terdiri dari Puskesmas tipe A, tipe B, dan C. Rapat Kerja Kesehatan Nasional, dicetuskan bahwa Puskesmas adalah merupakan sistem pelayanan kesehatan terpadu
Tahun 1969 Tahun 1979 Tahun 1984 awal Sistem Puskesmas disepakati 2 saja, yaitu tipe A (dikepalai dokter) dan tipe B (dikelola paramedis). Pada tahun 19691974 yang dikenal dengan masa Pelita 1, dimulai program kesehatan Puskesmas di sejumlah kecamatan dari sejumlah Kabupaten di tiap Propinsi. Tidak dibedakan antara Puskesmas A atau B, hanya ada satu tipe Puskesmas saja, yang dikepalai seorang dokter dengan STRATIFIKASI PUSKESMAS ADA 3 (sangat baik, rata-rata dan standard). Selanjutnya Puskesmas dilengkapi dengan piranti manajerial yang lain, yaitu Micro Planning untuk perencanaan, dan Lokakarya Mini (Lok. Min) untuk pengorganisasian kegiatan dan pengembangan kerjasama tim. Dikembangkan program paket terpadu kesehatan dan keluarga berencana di Puskesmas (KIA, KB, Gizi, Penaggulangan Diare, Immunisasi) --- Posyandu KBKesehatan Puskesmas menjelma menjadi kesatuan organisasi
Definisi Kesehatan Masyarakat WINSLOW (1920) – Kesehatan Masyarakat adalah Ilmu & Seni: “Mencegah penyakit, Memperpanjang hidup, dan Meningkatkan kesehatan, melalui “Usaha-usaha Pengorganisasian Masyarakat “ untuk : a. Perbaikan sanitasi lingkungan b. Pemberantasan penyakit-penyakit menular c. Pendidikan untuk kebersihan perorangan d. Pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini dan pengobatan. e. Pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin setiap orang terpenuhi kebutuhan
PEBLIC HEALTH (WINSLOW, 1920) Is THE SCIENCE AND ART of PREVENTING DESEASE PROLONGING LIFE AND PROMOTING PHYSICAL ANDA MENTAL HEALTH AND EFFICIENCY through ORGANIZED COMMUNITY EFFORT for the SANITATION OF ENVIRONMENT, CONTROL OF COMMUNICABLE INFECTIONS EDUCATION OF THE INDIVIDUAL IN PRINCIPLES OF PERSONAL HYGIENE, ORGANIZATION OF MEDICAL AND NURSING SERVICES for THE EARLY DIAGNOSIS AND PREVENTIVE TREATMENT OF DESEASE, and THE DEVELOPMENT OF SOCIAL MACHINERY WHICH WILL
Definisi Kesehatan Masyarakat • KESEHATAN adalah keadaan sehat (Keseimbangan Struktur & Funsi), baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis´ (Pasal 1 butir 1 UU No. 36 Tahun 2009 --) SKN 2012) • Menurut Ikatan Dokter Amerika (1948) - Kesehatan Masyarakat adalah ilmu dan seni memelihara, melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat. • Dapat disimpulkan bahwa KES MASYARAKAT itu meluas dari hanya berurusan : Sanitasi, Teknik Sanitasi, Ilmu Kedokteran Kuratif, Ilmu Kedokteran Pencegahan Sampai Dengan Ilmu Sosial.
Ruang Lingkup Kesehatan Masayarakat Disiplin ilmu yang mendasari ilmu kesehatan masyarakat mencakup antara lain : • Ilmu biologi • Ilmu kedokteran • Ilmu kimia • Fisika • Ilmu Lingkungan • Sosiologi • Antropologi (ilmu yang mempelajari budaya pada masyarakat) • Psikologi • Ilmu pendidikan
Ilmu Kesehatan Masyarakat Merupakan Ilmu Multidisiplin Disiplin ilmu-ilmu yang menopang ilmu kesehatan masyarakat (sering disebut sebagai PILAR UTAMA Ilmu Kesehatan Masyarakat), antara lain sbb: – – – – Epidemiologi. Biostatistik/Statistik Kesehatan Lingkungan. Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Administrasi/Menegement Kesehatan Masyarakat. Gizi Masyarakat. Kesehatan Kerja.
SESI BERIKUTNYA ---





















