SURVEILANS KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PERTEMUAN I Nayla











- Slides: 11
SURVEILANS KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PERTEMUAN I Nayla Kamilia Fithri Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
VISI DAN MISI UNIVERSITAS ESA UNGGUL
Materi Sebelum UTS 01. Kontrak Pembelajaran 02. Persiapan surveilans kesehatan kerja (I) 03. Persiapan surveilans kesehatan kerja (II) 04. Tahapan Pelaksanaan surveilans Kesehatan Kerj 05. identifikasi potensi bahaya kesehatan di tempat k 06. Identifikasi pekerjaan yang beresiko terkena gang 07. Identifikasi potensi bahaya penyakit infeksi
Materi Setelah UTS 08. Prosedur standar precaution 09. identifikasi data gangguan kesehatan pekerja 10. Pengkategorian hasil pengamatan gangguan kes 11. Pengumpulan data demografi 12. Pengumpulan data kesehatan kerja (I) 13. Pengumpulan data kesehatan kerja (II) 14. Pengamatan, Pemantauan dan evaluasi Program K 3 dan standar precaution
Definisi Surveilans Sedangkan NIOSH di Amerika, mendefinisikan surveilans sebagai suatu usaha pengumpulan data secara sistematis dan berkelanjutan, analisis, serta interpretasi data.
Tujuan Surveilans Kesehatan Kerja Tujuan Utama : 1. untuk mencegah terjadinya penyakit akibat kerja, sesuai prinsip ilmu kesehatan kerja yang fokus pada mencegah timbulnya gangguan kesehatan daripada mengobatinya (preventive approach), dengan demikian dapat menurunkan angka prevalensi dan insidensi penyakit 2. Surveilans hazard kesehatan dilakukan untuk pencegahan primer, 3. Surveilans efek kesehatan kerja dilakukan untuk pencegahan sekunder, 4. Pemantauan Biologik untuk pengendalian dapat dilakukan secepatnya bila kadar kontaminan yang melebihi kadar yang sudah melampaui indeks pajanan biologi.
Ruang Lingkup Ruang lingkup surveilans penyakit akibat kerja mencakup tiga simpul pemantauan, yaitu seperti berikut; 1. Surveilans hazard kesehatan 2. Surveilans efek kesehatan 3. Pemantauan biologic (biomonitoring)
KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN 1. Mahasiswa mampu Menguraikan dan menjelaskan konsep dasar surveilans kesehatan kerja 2. Mahasiswa mampu menjelaskan persiapan pelaksanaan surveilans kesehatan kerja 3. Mahasiswa mampu menjelaskan tahapan pelaksanaan surveilans 4. Mahasiswa mampu menjelaskan potensi bahaya kesehatan ditempat kerja 5. Mahasiswa mampu menjelaskan identifikasi pekerja yang berisiko terkena gangguan kesehatan
KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN 6. Mahasiswa mampu menguraikan dan menjelaskan tentang prosedur standar precaution 7. Mahasiswa mampu menjelaskan identifikasi data gangguan kesehatan pekerja 8. Mahasiswa mampu menjelaskan pengkategorian hasil pengamatan gangguan kesehatan 9. Mahasiswa mampu menjelaskan pengumpulan data kesehatan kerja dan data demografi pekerja 10. Mahasiswa mampu menjelaskan mengenai pengamatan, pemantauan dan evaluasi program kesehatan kerja dan standart precaution
Penilaian • • 10% kehadiran 20% tugas 30% UTS 40% UAS
Referensi – Kurniawidjaja, L. Meily. 2010. Teori dan Aplikasi Kesehatan Kerja. Jakarta : UI Press. Surveillance CDC – Ericson, Paul A. 1996. A practical guide to occupational health and safety – Health and Safety Executive. 2017. COSHH health surveillance. http: //www. hse. gov. uk/coshh/basics/surveillance. htm – Health and safety executive. 1999. Health Survellance at work. https: //www. westmidspolfed. com/media/downloads/healthsurveillance-at-work. pdf – Baca file good practice in occupational health services











