PERTEMUAN KE 10 1 Diversifikasi Usaha Enterprise Diversification

  • Slides: 27
Download presentation
PERTEMUAN KE 10

PERTEMUAN KE 10

1. Diversifikasi Usaha (Enterprise Diversification) 2. Integrasi Vertikal (Vertical Integration) 3. Penerapan Teknologi (Application

1. Diversifikasi Usaha (Enterprise Diversification) 2. Integrasi Vertikal (Vertical Integration) 3. Penerapan Teknologi (Application of Technology) 4. Kontrak Di Muka (Forward Contracting) 5. Pasar Masa Depan (Future Market) 6. Usaha Perlindungan (Business Protection) 7. Pasar Opsi (Options Market)

Usaha pertanian memiliki karakteristik sebagai usaha yang penuh risiko terhadap dinamika alam, bersifat biologis

Usaha pertanian memiliki karakteristik sebagai usaha yang penuh risiko terhadap dinamika alam, bersifat biologis dan musiman, rentan terhadap serangan hama dan penyakit, yang kesemuanya secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri dapat menyebabkan kerugian. Karakteristik yang penuh risiko tersebut dikeranakan dunia pertanian memiliki sifat yang sangat berfluktuatif. Baik dari operasional, keadaan ekonomi, iklim dan cuaca, ketersediaan input, harga, jumlah demand sangat tidak bisa dipastikan oleh kebanyakan petani.

Kejadian sesungguhnya kadang-kadang menyimpang dari perkiraan (expectation) ke salah satu dari dua arah artinya,

Kejadian sesungguhnya kadang-kadang menyimpang dari perkiraan (expectation) ke salah satu dari dua arah artinya, ada kemungkinan penyimpangan yang menguntungkan dan ada pula penyimpangan yang merugikan. Ketidakpastian biasanya yang menimbulkan kemungkinan menguntungkan dikenal dengan istilah peluang (opportunity), sedangkan ketidak pastian yang menimbulkan akibat yang merugikan dikenal dengan istilah risiko(risk). Sedangkan kerugian adalah penyimpangan yang tidak diharapkan karena mengandung risiko. Risiko berhubungan dengan ketidak pastian terjadi karena kurang atau tidak tersediannya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi. Secara umum risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang dihadapi seseorang atau perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan. Begitupun dalam bidang agribisnis, segala kegiatan didalamnya juga mengandung risiko yang harus ditangani agar tidak menimbulkan kerugian yang fatal.

Mengelola (Pengelolaan) resiko adalah suatu sistem pengawasan risiko dan perlindungan harta benda, hak milik

Mengelola (Pengelolaan) resiko adalah suatu sistem pengawasan risiko dan perlindungan harta benda, hak milik dan keuntungan badan usaha atau perorangan atas kemungkinan timbulnya kerugian karena adanya suatu risiko. Proses pengelolaan risiko yang mencakup identifikasi, evaluasi dan pengendalian risiko yang dapat mengancam kelangsungan usaha atau aktivitas perusahaan. Suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan / pengelolaan sumber daya. Manajemen atau pengelolaan resiko merupakan salah satu sarana untuk mencapai tujuan tertentu baik dalam kehidupan individu, keluarga maupun sebagai anggota masyarakat dalam bidang usaha, sosial, politik dan sebagainya. Dalam pengertian lain, manajemen resiko adalah suatu sitem pengawasan resiko dan perlindungan atas harta milik, keuntungan serta keuangan milik suuatu badan usaha ataupun perorangan, dimana resiko disini bersifat statis/murni saja.

UPAYA MENGURANGI DAMPAK RESIKO DALAM AGRIBISNIS : - Resiko penurunan produksi Dengan penanggungan resiko

UPAYA MENGURANGI DAMPAK RESIKO DALAM AGRIBISNIS : - Resiko penurunan produksi Dengan penanggungan resiko pada asuransi - Resiko penurunan mutu produk Penerapan teknologi budidaya dan pasca panen - Resiko keuangan dan pembiayaan Diversivikasi, integrasi vertikal - Resiko perubahan harga Kontrak dimuka, future market, hedging, agricultural options

Mengelola resiko dalam agribisnis 1) Memilih polis asuransi produksi pertanian, bertujuan untuk melindungi proses

Mengelola resiko dalam agribisnis 1) Memilih polis asuransi produksi pertanian, bertujuan untuk melindungi proses produksi jika terjadi kegagalan. musibah atau hama penyakit. 2) Menetapkan teknologi tepat guna baik dalam budidaya maupun pasca panen. caranya (budidaya), penggunaan pupuk, berhubungan dengan benih, diversifikasi tanaman. 3) Melakukan diversifikasi baik secara vertikal, horizontal maupun integrasi keduanya. Ø Diversifikasi vertikal melakukan usaha lain. Ex : peternakan, pengolahan. Ø Diversifikasi horizontal dengan berbagai jenis tanaman. 4) Memanfaatkan lembaga pendukung ; resi gudang, koperasi dan lain-lain.

1. DIVERSIFIKASI Diversifikasi adalah suatu strategi pengelolaan risiko yang sering digunakan yang melibatkan partisipasi

1. DIVERSIFIKASI Diversifikasi adalah suatu strategi pengelolaan risiko yang sering digunakan yang melibatkan partisipasi lebih dari satu aktivitas. Motivasi untuk melakukan diversifikasi didasarkan pada ide bahwa hasil dari bermacam-macam unit usaha tidak meningkat atau turun pada saat bersamaan, sehingga apabila satu unit usaha memiliki hasil yang rendah maka unit-unit usaha yang lain mungkin akan memiliki hasil yang lebih tinggi Beberapa kelebihan dari strategi Diversifikasi adalah sebagai berikut: v Dapat mengurangi risiko v Efektivitas penggunaan tenaga kerja v Efektivitas penggunaan peralatan v Efisiensi biaya

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI UPAYA DIVERSIFIKASI : Ø Kebijakan pemerintah fiskal, moneter a. Kebijakan fiskal

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI UPAYA DIVERSIFIKASI : Ø Kebijakan pemerintah fiskal, moneter a. Kebijakan fiskal merujuk pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah b. Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang. Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas. Ø Ketersediaan input Jumlah, Jenis, Mutu Ø Lembaga pendukung yang berfungsi secara efektif dan efisien Koperasi, Perbankan, Pemasaran, Penelitian, Pelatihan Ø Sarana dan prasarana pendukung Transportasi, Komunikasi, Listrik, Pengairan.

2. INTEGRASI VERTIKAL Integrasi vertical merupakan salah satu strategi dalam payung koordinasi vertical. Koordinasi

2. INTEGRASI VERTIKAL Integrasi vertical merupakan salah satu strategi dalam payung koordinasi vertical. Koordinasi vertical meliputi seluruh cara yang mana output dari satu tahapan produksi dan distribusi ditransfer ke tahapan produksi lain. Sebuah perusahaan melakukan integrasi vertical apabila memiliki control kepemilikan suatu komoditi pada dua atau lebih tingkat kegiatan. Integrasi vertikal dapat menjamin resiko bila mana kekurangan bahan baku bagi industri perusahaan, menjamin pemasaran produk, melindungi diri dari perilaku persaing yg dapat membahayakan kelanjutan usaha, melindungi diri dari permainan yang tidak adil oleh pelaku bisnis dari level yg lain dalam sistem komoditas.

Dengan demikian, integrasi vertical melalui keterkaitan bisnis antar perusahaan menjadi suatu alternative dengan beberapa

Dengan demikian, integrasi vertical melalui keterkaitan bisnis antar perusahaan menjadi suatu alternative dengan beberapa keuntungan sebagai berikut : v Masing-masing perusahaan dapat berspesialisasi pada suatu bisnis tertentu sehingga skala usaha ekonomis lebih mudah tercapai v Masing-masing perusahaan dapat meningkatkan intergritas manajemen dan bisnis yang kuat sehingga lebih berkonsentrasi pada suatu bidang bisnis tertentu. v Masing-masing bisnis saling tergantung sehingga upaya untuk menjamin mutu dan harga yang bersaing menjadi suatu keharusahan. v Dengan skala usaha ekonomis, maka bisnis tersebut akan lebih mudah mengembangkan usahanya. v Integrai vertical, dengan kemitraan, juga akan menjamin ikatan yang kuat antar perusahaansehinga secara bersama-sama berupaya membangun system komoditas tersebut dalam suatu intergritas yang sangat efisien dan memiliki daya saing tinggi.

3. PENERAPAN TEKNOLOGI PENGERTIAN : v Resiko dapat ditekan dengan penggunaan teknologi yang tepat

3. PENERAPAN TEKNOLOGI PENGERTIAN : v Resiko dapat ditekan dengan penggunaan teknologi yang tepat v Penggunaan teknologi komputer, dalam perencanaan sampai pengendalian akan mempercepat proses operasional v Penggunaan sistem informasi manajemen akan membantu manajer mengambil keputusan secara cepat dan tepat v Penerapan bioteknologi, khususnya rekayasa genetik akan meningkatkan produktifitas v Pemakaian alat mekanik dan elektrik akan meningkatkan produktifitas Dengan demikian, penerapan technology memungkinkan untuk mengurangi risiko suatu usaha. dalam agribisnis penerapan prinsip-prinsip bioteknology, khususnya rekayasa genetic dapat meningkatkan produktifitas yang tinggi. Begitu juga pemakaian alat-alat mekanik dan elektrik, menjadi salah satu sumber peningkatan produktivitas. Namun, pemakaian teknologi memerlukan kecermatan pemilihan technology yang tepat, baik dari segi kapasitas maupun dari jenis technology.

4. KONTRAK DIMUKA (FORWARD CONTRACTING) PENGERTIAN : v Proses persetujuan pengiriman produk pada masa

4. KONTRAK DIMUKA (FORWARD CONTRACTING) PENGERTIAN : v Proses persetujuan pengiriman produk pada masa mendatang dengan harga yang ditetapkan sekarang v Tidak akan terpengaruh fluktuasi harga v Produsen mempunyai kewajiban mengirim produk sesuai jadwal, dan pembeli menerima produk. CONTOH : v Peternak broiler membuat persetujuan kontrak harga dengan perusahaan inti bahwa harga panen ayam akan dibeli Rp 8000/kg v Peternak harus menjual sesuai harga kontrak, walaupun harga pasar lebih tinggi v Perusahaan harus membeli sesuai harga kontrak walaupun harga pasar lebih rendah

5. PASAR MASA DEPAN (FUTURE MARKET) PENGERTIAN : v Suatu sistem pasar yang menyediakan

5. PASAR MASA DEPAN (FUTURE MARKET) PENGERTIAN : v Suatu sistem pasar yang menyediakan fasilitas untuk menanggapi perdagangan secara cepat dalam unit produk yang terstandardisasi yang akan dikirim masa mendatang v Future market tidak terkait komoditas secara fisik, tapi hanya janji-janji berupa kontrak pengiriman mendatang v Para pedagang berspekulasi terhadap kemungkinan perubahan harga (memanfaatkan naik turunnya harga) CONTOH : - Bursa komoditas, mirip bursa saham - Pedagang menjual kontrak kapas dengan jumlah dan harga tertentu kepada pembeli pada periode waktu tertentu - Pedagang bisa membeli kembali kapas tersebut sesuai kesepakatan dengan penjual, karena dipekirakan harga akan naik/

6. USAHA PERLINDUNGAN (BUSINESS PROTECTION) PENGERTIAN : - Suatu upaya perlindungan resiko transaksi dalam

6. USAHA PERLINDUNGAN (BUSINESS PROTECTION) PENGERTIAN : - Suatu upaya perlindungan resiko transaksi dalam cash market (pasar tunai) dengan forward contracting (meneruskan kontraktor) yang menggunakan future market (pasar masa depan) dan ambil posisi sama besar, tapi berlawanan pada cash market dan future market secara simultan.

Ada 2 tipe perlindungan (hedge) : 1. The Selling hedge Suatu tipe hedge yang

Ada 2 tipe perlindungan (hedge) : 1. The Selling hedge Suatu tipe hedge yang digunakan oleh orang/lembaga yg menyimpan sejumlah komoditas utk mengalihkan resiko kemungkinan turunnya harga dengan menjual future contract melalui future market. Bisa dilakukan oleh : petani, pedagang perantara, industri DEFINISI dari 'Hedge Jual‘ A hedging strategy with which the sale of futures contracts are meant to offset a long underlying commodity position. (Sebuah strategi lindung nilai dengan yang penjualan kontrak berjangka dimaksudkan untuk mengimbangi posisi komoditas yang mendasari panjang). BREAKING DOWN 'Selling Hedge' This type of hedging strategy is typically used for the purpose of insuring against a possible decrease in commodity prices. By selling a futures contract an investor can guarantee the sale price for a specific commodity and eliminate the uncertainty associated with such goods. Jenis strategi lindung nilai biasanya digunakan untuk tujuan mengasuransikan terhadap kemungkinan penurunan harga komoditas. Dengan menjual kontrak berjangka investor dapat menjamin harga jual untuk komoditas tertentu dan menghilangkan ketidakpastian yang terkait dengan barang-barang tersebut.

2. The Buying Hedge Suatu tipe hedge yang digunakan oleh orang/lembaga yg ingin membeli

2. The Buying Hedge Suatu tipe hedge yang digunakan oleh orang/lembaga yg ingin membeli komoditas tertentu utk digunakan masa mendatang dengan membeli future contract melalui future market menghadapi kemungkinan naiknya harga komoditas tsb. Bisa dilakukan oleh : pedagang perantara, industri Ø Hedging sebagai sarana mentransfer resiko dan ambil keuntungan, dengan digunakan sebagai the storage hedge dan the preharvest hedge. Ø The storage hedge : menutupi biaya penyimpanan, bunga, premi Asuransi Ø The preharvest hedge : perbedaan antara harga tunai lokal dan harga mendatang (future price)

Proses hedge ini dapat dilihat dalam contoh berikut : “Perusahaan dagang (PD) pelita harapan,

Proses hedge ini dapat dilihat dalam contoh berikut : “Perusahaan dagang (PD) pelita harapan, suatu usaha perdagangan komoditas pertanian, ingin membeli sejumlah kedelai pada bulan November 1996 dengan harga tunai Rp 1. 500, -/Kg untuk di simpan kemudian dipasarkan pada saat harga tunai menguntungkan. Pemilik PD. Pelita Harapan memperkirakan bahwa harga tunai pada bulan juni 1997 hanya Rp 1. 750, -/Kg dan biaya penyimpanan selama periode November 1996 – juni 1997 diperkirakan sebesar Rp 275, -/Kg keuntungan dari pasar tunai diperkirakan hanya sebesar Rp. 250, -/Kg sehingga PD. pelita Harapan memperkirakan menderita kerugian sebesar Rp 25, -/Kg. Untuk menghindari kerugian tersebut, maka disusun table hedge, dengan harga sesuai dengan perkiraan (tabel 1) yaitu:

Tabel 1 Ilustrasi Bagaimana Hedge Di Gunakan Dalam Perlindungan Penyimpanan Tanggal 1 November 1996

Tabel 1 Ilustrasi Bagaimana Hedge Di Gunakan Dalam Perlindungan Penyimpanan Tanggal 1 November 1996 Cash Market Membeli kedelai Rp. 1. 500, -/kg Future Market Basis Menjual Juli – Future Contract Kedelai @Rp. 400 1. 900 1 Juni 1997 Menjual kedelai Rp. 1. 750, -/kg Membeli Juli – Future Contract Kedelai @Rp. 1. 850 Rp. 100 Gain /Loss + Rp. 250 + Rp. 300 Harga jual tunai 1 Juli 1997 + Gain dari FC Total Penerimaan -Harga beli tunai 1 November 1996 = Rp. 1. 750, = Rp. 50, - Return to storage = Rp. 300, - = Rp. 1. 800, = Rp. 1. 500, - Berdasarkan kondisi Tabel 1, perusahaan melihat bahwa ada kemungkinan untuk menutupi biaya penyimpanan sebesar Rp. 275, -/kg dengan selisis basis sebesar Rp. 300. , -/kg dan bahkan masih tersisa sebagai keuntungan sebesar Rp. 25, -/kg. Dengan demikian, perusahaan memutuskan telah mengambil posisi menjual Juli-FC Kedelai pada tanggal 1 November 1996 dan membelinya kembali pada tanggal 1 Juni 1997, dengan harapan akan mendapatkan return to storage sebesar Rp. 300, /kg (Rp. 275, - untuk menutupi biaya penyimpanan dan sisanya sebesar Rp. 25, sebesar keuntungan perkilogram). `

Tabel 2 Ilustrasi Bagaimana Hedge Di Gunakan Dalam Perlindungan Preharvest Tanggal 1 Maret 1996

Tabel 2 Ilustrasi Bagaimana Hedge Di Gunakan Dalam Perlindungan Preharvest Tanggal 1 Maret 1996 1 Juni 1997 Gain /Loss Future Market (Pasar masa depan) Menanam kedelai dan estimasi Menjual Des– Future Contract harga tunai November Kedelai @Rp. 1. 850, Rp. 1. 750, -/kg Panen kedelai dan menjualnya Membeli Des – Future Contract dengan harga tunai Rp. 1. 625, -/kg Kedelai @Rp. 1. 725, + Rp. 125 Cash Market (Pasar tunai) Basis (Dasar) Rp. 100 Harga jual tunai 1 Juli 1997 = Rp. 1. 625, + Gain dari FC = Rp. 125, Total Penerimaan = Rp. 1. 750, - Estimasi 1 Maret 1996 = Rp. 1. 750, - Berdasarkan kondisi Tabel 2 diatas dapat dilihat bahwa pada tanggal 1 maret 1996, petani mulai menanam kedelai dan melakukan estimasi harga tunai bulan November 1996 sebesar Rp. 1. 750. , -/kg. Namun demikian, perkiraan petani tersebut tidak selalu pasti, bahkan dapat jauh lebih rendah dari perkiraan semula. Oleh karena itu, petani kedelai tersebut dapat menggunakan hedge dengan mengambil posisi menjual Desember – FC Kedelai seharga Rp. 1. 850, -/kg dan membeli kembali seharga Rp. 1. 725, -/kg pada tanggal 1 November 1996, sebelum habis masa kontraknya. Dengan demikian, petani kedelai memperoleh futures gain sebesar Rp. 125, /kg di bawah perkiraan semula, tetapi dengan keputusan yang tepat oleh petani untuk menggunakan hedge, maka selisih harga tersebut tetap diterima oelh petani sehingga sesuai dengan total penerimaan yg diestimasi sebelumnya.

7. PASAR OPSI (OPTIONS MARKET) Pasar Option adalah perjanjian yang memberikan si pembeli option

7. PASAR OPSI (OPTIONS MARKET) Pasar Option adalah perjanjian yang memberikan si pembeli option hak untuk membeli atau menjual kontrak di masa yang akan datang pada harga tertentu (Specific Price) dan pada atau sebelum waktu tertentu (Expiration Date). Option adalah kontrak resmi yang memberikan Hak (tanpa adanya kewajiban) untuk membeli atau menjual sebuah asset pada harga tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. Options merupakan salah satu instrumen di dunia pasar modal (derivatives) untuk meminimalisasi resiko dan sekaligus memaksimalkan keuntungan dengan daya ungkit (leverage) yang lebih besar (Limited Loss with Unlimited Profit).

- - Penerapan hedging untuk proteksi pergerakan harga dapat digunakan Tetapi membatasi kesempatan mendapatkan

- - Penerapan hedging untuk proteksi pergerakan harga dapat digunakan Tetapi membatasi kesempatan mendapatkan keuntungan dari adanya pergerakan harga. Options market memberi hak kepada pembeli memilih opsi sebagai pembeli/penjual future contract atau tidak memilih sama sekali Pembeli opsi membeli/menjual future market pada waktu tertentu dimasa yang akan datang untuk harga yang telah disepakati Penggunaan options market memerlukan kecermatan dalam memprediksi pergerakan harga.

Tabel 3 Ilustrasi Bagaimana Opsi Di Gunakan Pada Saat Perkiraan Harga Tunai dan Harga

Tabel 3 Ilustrasi Bagaimana Opsi Di Gunakan Pada Saat Perkiraan Harga Tunai dan Harga Masa Depan Akan Turun Secara Bersamaan Tanggal 1 November 1996 10 Januari 1997 Cash Market (Pasar Tunai) Rp. 1. 800, -/kg Menjual kedelai @ Rp. 1. 320, - Harga jual tunai 10 Juli 1997 + Gain dari preminium Total Penerimaan Future Market (Pasar Masa depan) @ Rp. 2. 000, - @Rp. 1. 520, - Basis (Dasar) Memberi put-options dengan strike price Rp. 2. 000, -; premium Rp. 80, Menjual put-option dengan strike price Rp. 2. 000, - ; preminum Rp. 160, - = Rp. 1. 320, = Rp. 80, = Rp. 1. 400, - Berdasarkan kondisi Tabel 3 diatas menjelaskan petani memperkirakan bahwa baik harga tunai maupun future price (harga dimasa depan) akan jatuh secara bersamaan, yakni harga tunai diperkirakan jatuh dari harga Rp. 1. 800, -/kg menjadi Rp. 1. 320, -/kg dan future price (harga dimasa depan) diperkirakan jatuh dari Rp. 2. 000, -/kg menjadi Rp. 1. 520, -/ kg. Dengan demikian, petani tersebut memutuskan untuk membeli put-option(ambil pilihan) �hak untuk menjual FC⦌ pada tgl 1 November 1996 pada strice harga Rp. 2. 000, -/kg dengan preminium sebesar Rp. 80, -/kg. Perkiraan jatuhnya harga benar-benar terjadi sehingga put-option dijual pada strike harga Rp. 2. 000, -/kg dengan preminium(premium) Rp. 160, -. /kg. Dengan demikian, petani tersebut memperoleh gain dari premium sebesar Rp. 80, -/kg.

Sebagai contoh: Seorang distributor mobil di Amerika Serikat mengorder mobil dari Jerman seharga 50

Sebagai contoh: Seorang distributor mobil di Amerika Serikat mengorder mobil dari Jerman seharga 50 juta USD dan akan dikirim 3 bulan mendatang. Ia menghadapi resiko kenaikan EUR terhadap USD apabila ia membayar mobil tersebut dengan EUR 3 bulan mendatang. Karena untuk membeli mobil tersebut, ia harus terlebih dahulu membeli EUR. Harga mobil sebenarnya tidak berubah, yang naik adalah harga uang yang digunakan untuk membayar mobil tersebut. Sehingga harus menjual mobil tersebut lebih mahal di Amerika, atau kalau ia mempertahankan harga jual, maka ia akan mendapatkan keuntungan yang lebih kecil. Tentu saja hal yang sebaliknya dapat saja terjadi, sehingga ia dapat membeli mobil tersebut dengan harga yang lebih murah. Tetapi sebagai pedagang ia tidak ingin menanggung resiko seperti itu, ia ingin memindahkan resiko tersebut kepada para spekulan di pasar futures dan timbullah Foreign Currency Futures dan yang melakukan hedging adalah Bank, Multi National

KESIMPULAN Manajemen risiko adalah satu cara dalam mengorganisir suatu risiko yang akan dihadapi baik

KESIMPULAN Manajemen risiko adalah satu cara dalam mengorganisir suatu risiko yang akan dihadapi baik itu sudah diketahui maupun yang belum diketahui atau yang tak terpikirkan yaitu dengan cara memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negative risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Resiko sangat tidak bisa dihindari tetapi resiko dapat dikurangi atau dihilangkan dengan pengelolaan resiko. Karena resiko sangat mengandung ketidak pastian, maka dalam menjalankan usaha perlu diterapkan manajemen resiko maupun pengelolaan resiko Risiko kemungkinan menurunnya kualitas produksi dapat ditanggulangi dengan penerapan teknologi budidaya dan teknologi pasca panen yang tepat . dilain pihak, risiko pasar dapat ditanggulangi dengan beberapa cara, yakni diverifikasi, integrasi, vertical, kontrak dimuka (forward contracting), pasar masa depan (future market), usaha perlindungan(hedging) dan opsi pertanian (agricultural option). Pengaplikasian manajemen risiko yang dikembangkan di industry dilakukan dengan cara berbeda-beda, tergantung dari kebijakan industry tersebut.

TUGAS : 1. PESERTA DIBAGI DALAM DELAPAN KELOMPOK. TIAP KELOMPOK MENGERJAKAN TIGA MASALAH (TOPIK),

TUGAS : 1. PESERTA DIBAGI DALAM DELAPAN KELOMPOK. TIAP KELOMPOK MENGERJAKAN TIGA MASALAH (TOPIK), 2. TIAP KELOMPOK MENCARI APA PENYEBAB TERJADINYA MASALAH TERSEBUT. MAKIN TAJAM MAKIN BAIK. 3. CARI SOLUSI (JALAN KELUAR) MENGHADAPI MASALAH TERSEBUT. 4. TIAP KELOMPOK MEMPRESENTASIKAN HASIL DISKUSI DI DEPAN KELAS, SESUAI WAKTU YANG TERSEDIA.