Konseling Definisi Konseling berasal dari bahasa Latin consilium

  • Slides: 13
Download presentation
Konseling

Konseling

Definisi • Konseling berasal dari bahasa Latin “consilium” artinya “bersama” atau “dengan” dalam “menerima”

Definisi • Konseling berasal dari bahasa Latin “consilium” artinya “bersama” atau “dengan” dalam “menerima” atau “memahami”. • Menurut Rogers: konseling adalah serangkaian hubungan pertolongan langsung dengan individu untuk merubah sikap dan tingkah laku individu tersebut • Menurut Berdnard & Fullmer: konseling adalah upaya menciptakan hubungan dan memahami individu untuk membantu individu dalam mengungkapkan serta memenuhi kebutuhan-kebutuhan, motivasi, dan potensi-potensinya

Lanjut… • Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara (face to face)

Lanjut… • Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara (face to face) oleh seorang ahli (konselor) kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah (konsei) dengan tujuan untuk membantu individu tersebut dalam mengatasi masalahnya, mengembangkan potensinya. TUJUAN KONSELING: - Membantu klien untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, dengan membantu klien untuk mengenali diri sendiri, menerima diri secara realistis, mengembangkan tujuan dan rencana yang lebih bijaksana.

Lanjut… - Membantu klien untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (preventif) - Membantu klien

Lanjut… - Membantu klien untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (preventif) - Membantu klien untuk mengatasi masalahnya FUNGSI KONSELING: - Fungsi pencegahan - Fungsi penyesuaian - Fungsi perbaikan - Fungsi pengembangan

Tahapan Konseling Menurut Brammer & Shostrom (1982): proses konseling terjadi melalui tahapan sebagai berikut:

Tahapan Konseling Menurut Brammer & Shostrom (1982): proses konseling terjadi melalui tahapan sebagai berikut: 1. Membangkitkan minat dan membahas perlunya bantuan untuk klien - memungkinkan klien untuk mengemukakan masalahnya - menyadarkan klien akan perlunya bantuan dan membantu klien untuk mempersiapkan dirinya dalam proses konseling

Lanjut…. . Strategi yang digunakan adalah: - menyambut dan menerima klien secara hangat -

Lanjut…. . Strategi yang digunakan adalah: - menyambut dan menerima klien secara hangat - membantu klien menjelaskan masalahnya 2. Membina hubungan keberhasilan konseling ditentukan oleh pandangan klien terhadap konselor yang berkaitan dengan: - keahlian - kemenarikan - layak dipercayai

Lanjut…. 3. Menetapkan tujan konseling dan menemukan berbagai alternatif 4. Bekerja untuk mengatasi masalah

Lanjut…. 3. Menetapkan tujan konseling dan menemukan berbagai alternatif 4. Bekerja untuk mengatasi masalah merupakan penentuan akan strategi konseling yang didasarkan kepada pendekatan dan teori yang digunakan oleh konselor, keinginan klien, dan gaya komunikasi antara konselor dengan klien.

Lanjut…. 5. Meningkatkan kesadaran klien untuk berubah Membantu klien untuk mengenali dirinya sendiri melalui

Lanjut…. 5. Meningkatkan kesadaran klien untuk berubah Membantu klien untuk mengenali dirinya sendiri melalui apa yang didengar, dilihat dan dirasakan klien 6. Perencanaan kegiatan membantu klien untuk mengimplementasikan model intervensi yang telah dikuasainya ke dalam kehidupan yang sebenarnya.

Lanjut…. . 7. Evaluasi hasil dan mengakhiri konseling Keterampilan dalam konseling: 1. Atending (memperhatikan)

Lanjut…. . 7. Evaluasi hasil dan mengakhiri konseling Keterampilan dalam konseling: 1. Atending (memperhatikan) Karakteristik atending? 2. Empati (merasakan) 3. Refleksi (memantulkan kembali) 4. Eksplorasi (menggali) 5. Paraphrasing (Menangkap pesan utama) 6. Bertanya 7. Memberikan dorongan minimal 8. Interpretasi (mengulas) 9. Directing (mengarahkan) 10. Menyimpulkan

Aspek-aspek keterampilan atending: 1. Posisi badan (termasyuk ekspresi wajah dan gerak isyarat) Tangan kadang-kadang

Aspek-aspek keterampilan atending: 1. Posisi badan (termasyuk ekspresi wajah dan gerak isyarat) Tangan kadang-kadang digunakan untuk mempertegas informasi yang disampaikan secara lisan Duduk dengan badan menghadap klien, badan tegak lurus tapi tidak kaku, jika perlu agak condong kearah klien untuk menunjukkan kebersamaan Merespon dengan ekspresi wajah, senyum dan anggukan tanda setuju

Lanjut…. 2. Kontak mata memandang klien pada saat bicara, pandangan mata spontan untuk menunjukkan

Lanjut…. 2. Kontak mata memandang klien pada saat bicara, pandangan mata spontan untuk menunjukkan minat merespon 3. Mendengarkan mendengarkan keseluruhan kepribadian klien (informasi yang disampiakan secara verbal, gaya bicara, gesture klien, posisi tubuh klieh, ekspresi wajah klien)