KHEMOPOR TPORTACATH Pemasangan khemoportPortACath yang aman dan nyaman
























- Slides: 24
KHEMOPOR T/PORT-ACATH Pemasangan khemoport/Port-A-Cath yang aman dan nyaman
Apakah PORT itu? • Port adalah reservoar berkubah yang dapat ditanam di bawah kulit terdiri dari cakram silicon terkemas dalam plastik atau titanium sebagai pelapisnya dan terhubung dengan katheter.
LOKASI UNTUK INSERSI CHEMOPORT
• Port akan diletakkan di bawah kulit dan dihubungkan dengan katheter yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah dengan posisi ujung katheter berada pada vena sentral. • Jika port ditanam di dinding dada disebut chest port. • Arm port jika portnya ditanam di lengan dan lumbar port, bila port ditanam pada daerah punggung.
Siapa yang memerlukan khemoport/ port-acath: Pasien yang memerlukan akses jangka panjang ke vena besar/ vena sentral untuk: Ø Pemberian obat khemoterapi. Ø Pemberian nutrisi parenteral total Ø Terapi antibiotik Ø Pemberian produk darah jangka panjang.
Apa yang harus diperhatikan bila akan dilakukan pemasangan PORT? • • • Indikasi Riwayat akses vena sebelumnya Lokasi massa tumor Obat-obat yang sedang dikonsumsi; obat antikoagulan, antiplatelet dan obat DM. Keadaan kulit pada tempat akan dilakukan pemasangan port. Rencana terapi radiasi? Riwayat alergi Fungsi ginjal Trombosit> 50. 000 Profil koagulasi; INR< 1, 5, PT dan a. PTT normal. Informed consent Antibiotik preprosedural.
Apakah memerlukan pembiusan umum ATAU PEMBEDAHAN BESAR ? • Tidak dilakukan pembiusan umum, hanya dengan pembiusan lokal • Tidak dilakukan pembedahan besar, teknik yang digunakan minimal invasive dan dipandu dengan menggunakan USG dan fluoroskopi • Pembuatan kantung atau poket untuk Port menggunakan anestesi local.
• Pasien tetap dalam kadaan sadar namun bila diperlukan dapat diberikan sedasi. • Bila aksesnya melalui vena Jugularis Interna dan Port ditanam pada dinding dada, maka kulit pada leher dan dinding dada depan akan dibersihkan dengan disinfektan. • Dilakukan anestesi lokal pada kulit di leher, dengan panduan USG didapatkan akses ke vena besar dan selanjutnya akan diinsersikan katheter sampai ujungnya berada pada vena besar di rongga dada.
• Kulit dinding dada depan diberikan anestesi lokal dan selanjutnya dilakukan sayatan selebar 2, 5 -3 cm untuk membuat kantung/ poket tempat Port akan ditanam. • Selanjutnya dibuat tunnel/ alur di bawah kulit yang menghubungkan katheter dengan Port. • Dilakukan evaluasi posisi dan ujung katheter. • Berikutnya dilakukan penjahitan luka sayatan kulit pada leher dan dinding dada dengan menggunakan benang yang dapat diserap. Selanjutnya luka jahitan ditutup dengan plester transparan yang steril
Bagaimana alat tersebut dipasang? • Alat tersebut dipasang oleh dokter spesialis radiologi intervensi di ruang angiografi yang akan dibantu oleh perawat dan staf medis lain yang sudah terlatih.
EVALUASI POST INSERSI
• Apa yang harus diperhatikan oleh pasien setelah pemasangan port? • Tidak melakukan gerakan yang ekstrem. • Luka jahitan ( sebelum menutup dengan sempurna) tidak boleh basah dan kotor.
• Apakah Port dapat langsung digunakan setelah pemasangan? • Port yang sudah dipasang dapat digunakan pada hari yang sama
• Apakah pemasangan Port akan membatasi aktivitas pasien? • Aktivitas hidup sehari-hari dapat tetap dilakukan • Jika alat dipasang pada dinding dada , gerakkan berulang-ulang seperti menyeterika menggunakan lengan pada sisi Port terpasang sebaiknya dihindari. • Pasien dapat mandi atau berenang setelah luka jahitan sembuh.
• Bagaimana perawatannya? • Pada Port tipe biasa bukan Groshong, bila port dalam keadaan tidak digunakan maka harus dilakukan pembilasan / flushing dengan larutan saline normal ( Na. Cl) tiap bulan dan selanjutnya lumen katheter dan Port diisi dengan larutan heparin ( heparin lock). • Pada khemoport yang menggunakan valve groshong hanya memerlukan flushing dengan larutan saline normal saja.
• Bagaimana perawatannya? • Pada Port tipe biasa bukan Groshong, bila port dalam keadaan tidak digunakan maka harus dilakukan pembilasan / flushing dengan larutan saline normal ( Na. Cl) tiap bulan dan selanjutnya lumen katheter dan Port diisi dengan larutan heparin ( heparin lock). • Pada khemoport yang menggunakan valve groshong hanya memerlukan flushing dengan larutan saline normal saja.
• Bagaimana cara menggunakan port? • Akses Port harus menggunakan jarum noncoring atau hubber needle, supaya port dapat tahan lama dan septum Port tidak rusak. • Ada petanda yang dapat diraba pada Port untuk menentukan lokasi penyuntikan atau pemasangan jarum.
• Berapa lama Port dapat digunakan? • Penyuntikan jarum pada septum Port dapat dilakukan sampai 1000 -2000 kali. • Port dapat dipertahankan sampai 10 tahun bila perawatan dan pemakaian baik
• Kapan Port ini harus dicabut atau dilepas? . • Port diangkat atau dicabut bila sudah benar tidak dibutuhkan lagi. • Terjadi komplikasi yang tidak dapat diatasi, misalnya terjadi infeksi yang berhubungan dengan Port. • Port tidak berfungsi.
























