KERANGKA REFERENSI PEKERJAAN SOSIAL I Kerangka Pengetahuan Body

  • Slides: 14
Download presentation
KERANGKA REFERENSI PEKERJAAN SOSIAL I. Kerangka Pengetahuan (Body of Knowledge) Pekerjaan Sosial II. Kerangka

KERANGKA REFERENSI PEKERJAAN SOSIAL I. Kerangka Pengetahuan (Body of Knowledge) Pekerjaan Sosial II. Kerangka Nilai (Body of Value) Pekerjaan Sosial III. Kerangka Keterampilan (Body of Skills) Pekerjaan Sosial

I. Kerangka Pengetahuan (Body of Knowledge) Pekerjaan Sosial Pengetahuan adalah hasil dari research dan

I. Kerangka Pengetahuan (Body of Knowledge) Pekerjaan Sosial Pengetahuan adalah hasil dari research dan praktek yang sudah Teruji ketepatan dan kebenarannya Dalam memberikan pelayanan peksos menggunakan pengetahuan-pengetahuan ilmiah yang sudah teruji ketepatan dan kevaliditasannya Pengetahuan pekerjaan sosial dikelompokkan dalam 3 golongan A. Pengetahuan tentang klien (individu, kelompok, masyarakat) B. Pengetahuan tentang lingkungan sosial Pengetahuan yang berkaitan dengan masyarakat dan kebudayaan C. Pengetahuan tentang profesi pekerjaan sosial profesional Meliputi pengetahuan : Diri sebagai seorang pekerja sosial (self), profesi, intervensi

Elemen-elemen pengetahuan dalam praktek peksos Delapan pengetahuan dasar yang diperlukan dalam kurikulum pekerjaan sosial

Elemen-elemen pengetahuan dalam praktek peksos Delapan pengetahuan dasar yang diperlukan dalam kurikulum pekerjaan sosial : Social case work, Social group work, Community organization, Social research and statistic, Social welfare administration, Public welfare and child welfare, Medical information, Psychiatric Information Pengetahuan yang pada prinsipnya bertujuan u/ mengembangkan kompetensi ada 3 (tiga) bidang utama : 1. Pemahaman secara perseptual dan konseptual 2. Keterampilan dalam metoda, prosedur, dan proses 3. Kualitas pribadi yang profesional

II. Kerangka Nilai (Body of Value) Pekerjaan Sosial Nilai adalah sesuatu yang dianggap baik

II. Kerangka Nilai (Body of Value) Pekerjaan Sosial Nilai adalah sesuatu yang dianggap baik Nilai adalah kepercayaan, pilihan atau asumsi tentang apa yang baik untuk manusia Pekerja sosial dalam melaksanakan tugasnya selalu dipengaruhi oleh nilai-nilai : 1. Nilai pribadi pekerjaan sosial 2. Nilai profesi pekerjaan sosial 3. Nilai klien atau kelompok 4. Nilai masyarakat

Elemen-elemen nilai dalam praktek pekerjaan sosial (Armando Morales dan Bradford W. Sheafor) : 1.

Elemen-elemen nilai dalam praktek pekerjaan sosial (Armando Morales dan Bradford W. Sheafor) : 1. Nilai pekerjaan sosial : Nilai-nilai personal Nilai-nilai profesi 2. Nilai person/pribadi : Nilai klien 3. Nilai lembaga : Tempat dimana pekerja sosial bekerja 4. Nilai masyarakat Dimana praktek pekerja sosial dilaksanakan Pada prinsipnya sumber nilai pekerjaan sosial dikelompokkan ke dalam 4 (empat) golongan : Nilai kemasyarakatan, kode etik, tujuan lembaga dimana pekerja sosial bekerja, teori

Nilai utama dalam pekerjaan sosial (William E Gordon) : 1. Masyarakat Mempunyai tanggung jawab

Nilai utama dalam pekerjaan sosial (William E Gordon) : 1. Masyarakat Mempunyai tanggung jawab untuk memberikan jaminan sosial bahwa warganya dapat memperoleh sumber pelayanan dan kesempatan yang mereka butuhkan untuk memenuhi berbagai tugas kehidupan, untuk menghilangkan keterlantaran serta untuk mewujudkan aspirasi dan nilai tertentu 2. Dalam menyediakan sumber-sumber kemasyarakatan harga diri dari individualisasi warga masyarakat hendaknya dihargai Nilai-nilai ini membimbing pekerja sosial untuk menentukan cara interaksi dengan orang lain dalam kegiatan profesional

III. Kerangka Keterampilan (Body of Skills) Pekerjaan Sosial Keterampilan merupakan kemampuan untuk menggunakan pengetahuan

III. Kerangka Keterampilan (Body of Skills) Pekerjaan Sosial Keterampilan merupakan kemampuan untuk menggunakan pengetahuan dan nilai yang dipunyai oleh seseorang. Merupakan alat untuk memadukan antara kerangka pengetahuan dan kerangka nilai, untuk dapat mempraktekan secara bertanggung jawab. Keterampilan erat kaitannya dengan seni seseorang untuk mempraktekan teori dan nilai

Elemen-elemen Keterampilan Praktek Pekerjaan Sosial Keterampilan Dasar Pekerjaan Sosial 1. Keterampilan pertolongan dasar (Basic

Elemen-elemen Keterampilan Praktek Pekerjaan Sosial Keterampilan Dasar Pekerjaan Sosial 1. Keterampilan pertolongan dasar (Basic helping skills) Menolong merupakan suatu proses yang bertujuan direncanakan. Para penolong berelasi dengan orang yang memerlukan pertolongan juga dengan berbagai kegiatan penyeleksian dan strategi pertolongan, karakteristik klien, dan juga karakteristik elemen dari sistem Pihak yang terlibat dalam proses pertolongan : a. Klien b. Sejawat c. Lembaga tempat bekerja d. Organisasi ikatan profesi e. Masyarakat

Prinsip dasar proses pertolongan : 1. 2. 3. 4. 5. Bersedia menerima orang lain

Prinsip dasar proses pertolongan : 1. 2. 3. 4. 5. Bersedia menerima orang lain sebagai partner Bersedia menyembuhkan orang lain Memelihar integritas diri Tanggap terhadap hak orang untuk menentukan nasib sendiri Bersedia bekerja sama dengan orang lain

2. Keterampilan Engagement (Engagement Skill) Elemen yang mempengaruhi dalam proses engagement : l Waktu

2. Keterampilan Engagement (Engagement Skill) Elemen yang mempengaruhi dalam proses engagement : l Waktu l Tempat l Struktur interview Dalam proses engagement akan meningkat pada saat pekerja sosial mampu menjalankan peranan dan tanggung jawab serta mampu menjelaskan hak, tanggung jawab dan pendapat kelayan 3. Keterampilan Observasi (Observation Skills) Keterampilan melihat, bukan hanya yang informational tapi juga kebenaran dari informasi verbal

4. Keterampilan Berkomunikasi (Communication Skills) Verbal dan Non Verbal Komunikasi merupakan keterampilan dalam mendengarkan

4. Keterampilan Berkomunikasi (Communication Skills) Verbal dan Non Verbal Komunikasi merupakan keterampilan dalam mendengarkan dan instrument terpenting dalam komunikasi adalah interview 5. Keterampilan Empati (Empathy Skills) Empati adalah proyeksi (pemindahan) imaginative seseorang ke dalam kehidupan orang lain Karakteristik Empati : a. Kemampuan untuk membedakan antara label pikiran dengan perasaan terhadap orang lain b. Kemampuan untuk menambah peranan mental orang lain sebagai peranan yang perlu dilakukan c. Kemampuan untuk menghasilkan respon emosional terhadap peranan orang lain