HUJAN Hujan siklonal terjadi karena adanya udara yang

  • Slides: 15
Download presentation
HUJAN

HUJAN

Hujan siklonal terjadi karena adanya udara yang panas, suhu lingkungan yang tinggi serta bersamaan

Hujan siklonal terjadi karena adanya udara yang panas, suhu lingkungan yang tinggi serta bersamaan dengan angin yang berputar. Biasanya terjadi di daerah yang di lewati garis khayal khatulistiwa atau ekuator. Hal ini di sebabkan karena adanya pertemuan antara angin pasat timur laut dengan angin pasat tenggara

Hujan siklonal

Hujan siklonal

Hujan orografis Angin yg mengandung uap air, melewati gunung sehingga suhu angin menjadi dingin,

Hujan orografis Angin yg mengandung uap air, melewati gunung sehingga suhu angin menjadi dingin, menyebabkan terjadinya hujan pada lerengn gunung. , lereng yang membelakangi arah datangnya angin tidak akan turun hujan. , Kemudian karena berat massa air yang semakin besar, di mana tidak mampu di bawa oleh angin, maka turunlah hujan di atas pegunungan

Hujan orografis

Hujan orografis

Hujan frontal pertemuan antara massa udara yang dingin dan suhu yang rendah dengan massa

Hujan frontal pertemuan antara massa udara yang dingin dan suhu yang rendah dengan massa udara yang panas dan suhu yang tinggi. , suhu udara yang rendah dan massa udara yang dingin lebih berat dari pada suhu tinggi dan massa udara yang panas, menyebabkan uap yang di bawa udara dingin jatuh dengan lebat di atas permukaan bum

Hujan frontal

Hujan frontal

Hujan Muson (hujan musiman) Angin ini terjadi karena adanya pergerakan semu tahunan matahari dengan

Hujan Muson (hujan musiman) Angin ini terjadi karena adanya pergerakan semu tahunan matahari dengan garis balik utara dan garis balik selatan. Hujan ini turun dalam kurun waktu tertentu. Dam dari sebab inilah yang menyebabkan musim kemarau dan penghujan. Di negara kita, Indonesia juga sering terjadi angin muson

Hujan Muson (hujan musiman)

Hujan Muson (hujan musiman)

Hujan zenithal (hujan konveksi) pertemuan angin pasat timur laut dengan angin pasat tenggara, sehingga

Hujan zenithal (hujan konveksi) pertemuan angin pasat timur laut dengan angin pasat tenggara, sehingga membentuk gumpalan dan naik secara vertikal karena terkena pemanasan ke atas awan. Karena letak turun hujan ini berada di atas garis khayal ekuator atau khatulistiwa, maka di namakan dengan hujan zenithal. Biasnaya daerah yang kerap di datangi dengan hujan zenithal ini memiliki iklim di negaranya adalah tropis seperti iklim di Indonesia dengan intensitas penyinaran matahari yang termasuk tinggi, sebab hampir setiap tahun mendapat penyinaran.

Hujan zenithal (hujan konveksi)

Hujan zenithal (hujan konveksi)

Hujan asam Biasanya hujan memiliki ph netral (7). Namun ada juga hujan yang memiliki

Hujan asam Biasanya hujan memiliki ph netral (7). Namun ada juga hujan yang memiliki ph rendah, yakni di bawah 5 atau 6 derajat keasaman. Inilah yang di namakan dengan hujan asam. Hal ini bisa terjadi ketika karbondioksida (CO 2) yang berada di udara bisa larut dengan air hujan. Kemudian air hujan yang awalnya memiliki ph asam lemah (6) bereaksi dengan CO 2 atau karbondioksida tadi dan hasilnya adalah air yang bertambah asam.

Hujan asam

Hujan asam

Hujan buatan Hujan yang di buat langsung oleh manusia dengan teknik menambahkan curah hujan.

Hujan buatan Hujan yang di buat langsung oleh manusia dengan teknik menambahkan curah hujan. Caranya dengan penyemaian awan atau di kenal dengan cloud seeding atau membuat awan menggumpal dan di semai sehingga memberikan efek turun hujan.

Hujan buatan

Hujan buatan