Apa itu karya ilmiah Looking for the truth



























- Slides: 27
Apa itu karya ilmiah? Looking for the truth
Siapa peduli? Siapa berani? Siapa mulai?
Anda sering mendapatkan ide justru pada saat rileks ketimbang berpikir serius. Jadi saat anda ingin menyelesaikan masalah, atau ingin mencari suatu ide baru coba saja untuk rileks. Jadikan berpikir sebagai suatu kesengangan dan jangan jadikan sebagai beban
PENGERTIAN Karya ilmiah adalah sebuah tulisan yang berisi suatu permasalahan yang diungkapkan dengan metode ilmiah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar Artinya, pengungkapan permasalahan dalam karya ilmiah itu harus berdasarkan fakta, bersifat objektif, tidak bersifat emosional dan personal, dan disusun secara sistematis dan logis
Sikap Ilmiah (1) sikap ingin tahu, (2) sikap kritis, (3) sikap terbuka, (4) sikap objektif, (5) sikap rela menghargai karya orang lain, (6) sikap berani mempertahankan kebenaran, dan (7) sikap menjangkau ke depan (8) bertanggungjawab
Karakteristik Karya Ilmiah a. objektif, artinya harus relistis, apa adanya, sesuai objeknya, tidak ada rekayasa, dan tidak pula subjektif b. faktual, artinya harus didasarkan pada fakta dan dapat dibuktikan, c. rasional dan logis, artinya harus dapat diterima secara akal dan berisi penalaran-penalaran ilmiah d. ilmiah, artinya didasarkan pada bidang keilmuan dan prosedur ilmiah e. sistematis, artinya harus disusun dengan menggunakan sistematika yang baik, dan f. bermanfaat, artinya harus mempunyai manfaat untuk pengembang-an ilmu pengetahuan secara teoritis dan pihak yang memerlukan, bahkan bermanfaat secara universal, dan bermanfaat praktis,
‘Kaidah kencana’ (golden rule) untuk selalu dipegang dalam menyiapkan tulisan ilmiah dapat diungkapkan dengan ABC A(ccurate) –– berketepatan tinggi, B(rief) –– singkat dan padat serta lugas C(lear) –– jelas, tak diragukan, tidak rancu, tanpa penafsiran lain
Topik dan Judul topik itu ada manfaatnya dan layak dibahas, topik itu cukup menarik terutama bagi penulis, topik itu dikenal dengan baik, bahan yang diperlukan dapat diperoleh dan cukup memadai, dan topik itu tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit.
Penentuan Judul (1) judul harus sesuai dengan topik atau isi karangan, (2) judul sebaiknya dinyatakan dalam bentuk frasa, bukan kalimat, Contoh: Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah di Yogyakarta ( baik) Usaha Kecil dan Menengah di Yogyakarta Perlu Dikembangkan (tidak baik) (3) judul diusahakan singkat, (4) judul harus dinyatakan secara jelas.
PEMBUATAN OUTLINE Menulis pada hakikatnya adalah mengungkapkan ide dan gagasan ke dalam wujud bahasa tertulis Ide, gagasan, atau materi yang ada di pikiran banyak sekali (baik yang sudah siap diungkap maupun yang masih berupa kelebatan-kelebatan pikiran yang harus dikembangkan) Agar dapat diungkapkan dengan sistematis-logis dan dengan bahasa yang benar, semua harus ditata, disistematiskan, dan dipersiapkan dengan baik Penataan itu sebaiknya konkret, tidak hanya di pikiran saja, dalam bentuk tulisan yang dapat dibaca berulang Penataan pikiran itu sebenarnya berupa perencanaan tentang apa saja yang akan dituliskan dan bagaimana pengurutannya Itulah yang kemudian disebut sebagai outline karya tulis
Pembuatan lanjutan… Outline (secara kamus): garis besar, bagan, skema, sketsa, kerangka Outline karangan: kerangka karangan, garis besar karangan Outline berisi kerangka topik dan sub-subtopik yang akan dikembangkan menjadi sebuah tulisan yang lengkap-jadi Outline mencantumkan judul karangan dan sub-subjudul (bab, bagian) (semuanya sementara) Outline haruslah sudah memberikan gambaran jelas tentang masalah yang diuraikan dalam karangan Semua subjudul harus mendukung tema karangan yang secara jelas tercermin dalam judul; semua subjudul mendukung judul utama karangan Semua sub-subjudul harus mendukung subjudul Semua subjudul menunjukkan secara konkret tentang apa saja yang akan diuraikan dalam batang tubuh karangan Dengan membaca outline, mestinya orang sudah dapat membayangkan apa isi karangan secara keseluruhan Outline yang jadi tidak lain adalah daftar isi sebuah karya tulis
Langkah pembuatan Outline Penyakit yang menghantui penulis pemula (sering juga: yang telah berpengalaman) adalah memulai sebuah tulisan Kebingungan itu biasanya meliputi pertanyaan: apa yang harus pertama dituliskan, serta bagaimana pengalimatan dan pengalineaannya Kebingunan pertama disebabkan oleh adanya sejumlah gagasan yang “berebut” untuk lebih dahulu dituliskan; apa yang mesti dituliskan di awal penulisan Atau sebaliknya, kebingugnan karena takada gagasan yang akan diungkapkan; belum punya topik atau judul penelitian Kebingungan kedua menyangkut aspek bahasa, bahasa tulismenulis Bagi mahasiswa/pelajar yang sedang belajar menulis, ketepatan unsur bahasa tampaknya lebih ditekankan Tetapi, bagi para penulis sungguhan (mahasiswa S 2/S 3 masuk kelompok ini), aspek isi karangan lebih ditekankan Hal itu tidak berarti masalah bahasa diabaikan, tetapi semestinya itu sudah baik (kalau belum baik, ya…kebangeten)
Langkah lanjutan … Cara pembuatan outline sebagai berikut Tuliskan judul (sementara) penelitian yang akan dilakukan Tuliskan semua topik/subtopik/ide yang terkait dengan judul (tema) karangan Biarkan semua subtopik/ide itu bermunculan begitu saja, tidak usah terburu mengurutkannya secara logis-kronologis Setelah semua subtopik/ide dituangkan (sementara), cermati satu per satu berdasarkan cakupan dan urutan Cakupan dimaksudkan sebagai satu subtopik dan subsubtopik yang menjadi bawahannya yang memang berkaitan secara logika Atau, satu subjudul dengan subjudul-judul yang mendukungnya Urutkan tiap subjudul dan sub-subjudul ke dalam pengurutan yang menunjukkan alur pemikiran yang logis-kronologis Urutan subjudul langsung mendukung judul, dan sub-subjudul mendukung langsung subjudul
Langkah lanjutan … Setelah pengurutan subjudul dan sub-subjudul secara logiskronologis selesai, cermati sekali lagi: Mungkin ada yang perlu ditambahkan, dibuang, atau dipindah letaknya ke bagian yang lebih sesuai Jika sudah, selesailah pembuatan outline karangan itu dan dilanjutkan membuat karangan secara utuh Tetapi, itu tetap bersifat sementara karena dalam proses penulisan selalu saja terjadi perubahan: pengurangan, pemindahan, atau penambahan sub-subjudul atau ide-ide baru yang muncul kemudian Pengembangan outline menjadi karangan yang utuh dapat dimulai dari subjudul mana saja tergantung kesiapan referensi Tetapi, alur logika yang runtut harus tetap diusahakan pada akhir penulisan Tiap subjudul dan sub-subjudul harus secara jelas mendukung tema karangan
Pendahuluan berfungsi menyadarkan pembaca akan pentingnya topik yang dibahas sehingga pembaca merasa perlu mengetahui topik itu lebih jauh dan pembahasannya. Oleh karena itu, dalam pendahuluan perlu dikemukakan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian
Latar Belakang Berisi kesenjangan das sein das sollen Ada unsur kebaruan sehingga layak diteliti Bermanfaat untuk memecahkan persoalan yang ada saat ini
Permasalahan Hendaknya ditulis dalam kalimat tanya (meskipun tidak merupakan keharusan mutlak) Harus singkat, padat dan akurat
Pertimbangan Menetapkan masalah v. Apakah masalahnya bermanfaat? masalahnya spesifik? masalahnya menarik? data bisa diperoleh? memberikan inovasi?
MASALAH Sikap anak yang kurang tepat terhadap lingkungan sosialnya SOLUSI ? Anak lebih memahami lingkungan sosialnya
PERTUNJUKAN TEATER BONEKA SEBAGAI SARANA UNTUK MENINGKATKAN PROSES BELAJAR KOGNISI SOSIAL PADA USIA AWAL MASA KANAK-KANAK MASALAH Sikap anak yang kurang tepat terhadap lingkungan sosialnya SOLUSI PERTUNJUKAN TEATER BONEKA Anak lebih memahami lingkungan sosialnya
Kajian Pustaka dan Kerangka Teoretik Kajian pustaka berisi pembahasan tentang kajian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian kerangka teoretik berisi seperangkat teori yang dipakai sebagai landasan penelitian. pemecahan masalah penelitian harus berlandaskan pada teori dan kajian terhadap hasil penelitian sebelumnya yang terkait dengan permasalahan yang dibahas. Dari kajian itu didapatkan jawaban sementara atas permasalahan yang telah dirumuskan. Jawaban sementara tersebut biasa disebut hipotesis.
Metodologi Penelitian Metode penelitian meliputi apa atau siapa yang diteliti, bagaimana memilih sampel dari populasinya, data apa saja yang harus dikumpulkan dengan metode apa data itu dikumpulkan, teknik analisis data yang manakah yang digunakan.
Pembahasan Bagian ini berisi analisis, pembahasan, dan pemaknaan data yang telah dikumpulkan. Kelengkapan data yang diperoleh sangat mendukung kesahihan hasil analisis. Kecermatan analisis dan pemaknaan data sangat menentukan kualitas hasil kajian.
Simpulan merupakan hasil yang diperoleh dari pembahasan masalah sesuai dengan tujuan penelitian. Simpulan harus menjawab permasalahan dan harus sesuai dengan tujuan.
PELANGGARAN ILMIAH a. Falsifikasi Mengubah data sesuai dengan keinginan, terutama agar sesuai dengan simpulan yang ‘diinginkan’. a. Fabrikasi Membuat-buat data yang sebenarnya tidak ada atau lebih umumnya membuat data fiktif. a. Plagiarisme mengambil kata-kata atau kalimat atau teks orang lain tanpa memberikan backnowledgment (dalam bentuk sitasi) yang secukupnya
SELF-PLAGIARISM Apabila karya sendiri sudah pernah diterbitkan, maka tatkala kita mengambil gagasan tersebut, semestinya dicantumkan rujukan atau sitasinya. Bila tidak, ini dapat dianggap sebagai autoplagiarisme atau self-plagiarism. Jenis plagiarisme ini sebenarnya dapat dianggap “ringan”, namun bila dimaksudkan atau di kemudian hari dimanfaatkan untuk menambah kredit akademik, maka dapat dianggap sebagai pelanggaran berat dari etika akademik.



























