Pertemuan 4 Surat Wesel Sejarah dan Pengaturannya 1










- Slides: 10
Pertemuan 4 Surat Wesel Sejarah dan Pengaturannya 1
Pengertian Wesel Istilah wesel berasal wisselbrief (B), wechsel (J), lettre de change (P) dan bill of change atau draft (I). Surat Wesel (Purwosutjipto) : surat berharga yg memuat kata “wesel ”didalamnya, ditanggali dan ditanda tanggani di suatu tempat, dalam mana penerbit ( trekker) memberi perintah tak bersyarat kepada tersangkut (betrokkene) untuk membayar sejumlah uang pada hari bayar (vervaldag) kepada orang yang ditunjuk oleh penerbit yang disebut penerima (nemer) atau penggantinya disuatu tempat tertentu. 2
Surat wesel (Abdulkadir Muhammad) : surat yang memuat kata wesel , yang diterbitkan pada tanggal dan tempat tertentu , dengan mana penerbit memerintahkan tanpa syarat kepada tersangkut untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada pemegang atau penggantinya, pada tanggal dan tempat tertentu. Surat wesel (Imam Prayogo S dan Djoko Prakoso) : surat wesel sama dengan yang diatas). Wesel rekta = srt wesel yang diberi klausula “ tidak kepada pengganti “(ps. 110 ayat 2 KUHD). 3
Pihak-pihak dalam wesel sebagai berikut : a. b. c. d. e. Penerbit (trekker, B), drawer (I) = orang yg membuat/menerbitkan/mengeluarkan surat wesel ; Tersangkut (betrokkenne, B), drawee, I) = orang yang mendapat perintah dari penerbit utk membayar sejumlah uang pada hari bayar kepada penerima, ; Penerima (nemer, B), = orang yang ditunjuk oleh penerbit untuk menerima sejumlah uang sebagai disebut dalam surat wesel pada hari bayar ; Pemegang ((houder, B), holder, I) = orang yg memperoleh surat wesel dari penerima atau pemegang lainnya ; Andosan(endossant, B 0, indorser, I) = kedudukan penerima atau pemegang, yg menyerahkan surat wesel kepada orang lain, 4
sedangkan orang lain yang menerima penyerahan surat wesel itu disebut “ pemegang “ Aseptan , (acceptant, B), ( acceptor, I) = tersagkut yang telah menyetujui untuk membayar surat wesel pada hari bayar, dengan memberikan tanda tangannya. Note : (pihak ke enam mnrt. Abdulkadir. M dan Imam Prayogo S dan Djoko Prakoso). (Contoh surat wesel dan bbrp terminologi terkait dengan surat wesel lihat bk 7 (Pengertian Pokok Hk. Dg. Indonesia ), Purwosutjipto) hal. 45. 46 5
Terminologi dlm hukum wesel : a. Andosan = suatu cara tertentu untuk menyerahkan surat berharga kepada pengganti, kepada orang lain; b. Akseptasi = perbuatan tersangkut untuk memberikan persetujuan atas surat wesel yang ditujukan kepada nya; (kata 2 “setuju” dan” accepted “= luar negeri); c. akseptan = kedudukan tersangkut yang sudah mengakseptasi surat wesel; d. avalis = orang yg mengikatkan diri untuk menjamin pembayaran wesel bagi kepentingan debitur wesel atau dibitur regres; e. Protes = suatu pernyataan penolakan akseptasi atau penolakan pembayaran wesel 6
f. g. h. i. y. k. . I. Non acceptatie = suatu peristiwa hukum, dimana akseptasi ditolak oleh tersangkut; Tiada pembayaran (Non betaling) =suatu peristiwa hukum dimana untuk mengakseptasi atau membayar wesel ybs; wesel ditolak oleh akseptan; Surat advis (adviesbrief) = surat dari penerbit wesel kepada tersangkut yg memberitakan bahwa penerbit telah menerbitkan surat wesel dgn jumlah tertentu; Hak regres = hak untuk menuntut pembayaran wesel; Hari bayar (vervaldag) = hari yang sudah ditentukan, pada waktu itu akseptan diwajibkan membayar wesel kepada pemegang; Penyelaan (interventie ) : bila ada keadaaan darurat (tersangkut/akseptan jatuh pailit/ meninggal dunia), maka penerbit/avalis dpt menunjuk alamat darurat dengan tugas membayar wesel ybs; 7
II. 1. 2. 3. Utk kepentingan seorang wajib regres, dapatlah seseorang atas kehendak sendiri menyanggupi untuk mengakseptasi dan atau membayar wesel. Pengaturan surat wesel, sanggup dan cek I, BK I psl 100 s/d 177. Bentuk wesel: Surat wesel biasa, Surat wesel Bank; Surat wesel Bank Luar negeri. (lihat hal. 51 -52. Abdulkadir. M). (perhatikan “letter of credit” =LC) yaitu surat yg ditulis oleh seorang kepada orang lain (bank) dgn permuintaan suapaya kepada orang ketiga dibayar atau disediakan sejumlah uang. 8
Syarat wesel : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Istilah “wesel “ harus dimuatkan dlm teksnya sendiri dan disebutkan dalam bahasa surat itu ditulis; Perintah tidak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu; Nama orang yang harus membayarnya (tersangkut); Penetapan hari bayar nya ( hari jatuh); Penetapan tempat dimana pembayaran harus dilakukan; Nama orang kepada siapa atau penggantinya pembayaran harus dilakukan; Tanggal dan tempat suraty wesel; diterbitkan; Tanda tangan orang yang menerbitkan. 9
Sejarah wesel ; • Surat wesel dimulai abad ke 13 yang erat hubungan dengan penukaran uang (wisselen vaan geld) dan dari sana dimulai kata wesel. Orang yang akan pergi ke negara lain tidak bawa banyak uang kontan dan pergi tempat penukaran uang dan sana dia terima sepucuk surat dan nanti harus ditukar ditempat tujuannya dan dia mendapat uang senilai surat tersebut. Dalam perniagaan internasional uang dipusatkan pada bursa yg merupakan perbayaran uang. Dari sini timbul “miswesel” yaitu wesel yang berlaku dibursa. Kemudian timbul rekta wissel (wesel tidak kpd pengganti) dimana pemilik wesel itu tidak boleh diganti dan untuk dapat diambil uang di tempat penukaran uang dilakukan dgn dibuat surat kuasa kpd orang lain untuk mengambil uang pada penukar uang tertentu di negara lain, dimana sekarang dia berada. 10










