KOMPLEKSOMETRI PERTEMUAN 11 Yonatan Eden FARMASIILMUILMU KESEHATAN Ikatan

  • Slides: 16
Download presentation
KOMPLEKSOMETRI PERTEMUAN 11 Yonatan Eden FARMASI/ILMU-ILMU KESEHATAN

KOMPLEKSOMETRI PERTEMUAN 11 Yonatan Eden FARMASI/ILMU-ILMU KESEHATAN

Ikatan koordinasi ikatan yang terbentuk dari pemakaian pasangan elektron bersama yang berasal dari salah

Ikatan koordinasi ikatan yang terbentuk dari pemakaian pasangan elektron bersama yang berasal dari salah satu atom yang memiliki pasangan elektron bebas.

Latihan • HNO 2

Latihan • HNO 2

Senyawa kompleks adalah senyawa yang mengandung ion pusat yang dikelilingi oleh ligan sebagai ion

Senyawa kompleks adalah senyawa yang mengandung ion pusat yang dikelilingi oleh ligan sebagai ion lawan (counter ion). Antara ion pusat dan ligan terjadi ikatan koordinasi. Ligan bersifat sebagai basa Lewis yang berperan sebagai donor elektron karena ligan mempunyai pasangan elektron bebas untuk disumbangkan sedangkan ion pusat menyediakan orbital kosong yang berperan sebagai asam Lewis.

 • [Cu(H 2 O)4]2+

• [Cu(H 2 O)4]2+

Ion kompleks terbentuk karena adanya ikatan koordinasi antara atom pusat dengan ligan. Atom pusat

Ion kompleks terbentuk karena adanya ikatan koordinasi antara atom pusat dengan ligan. Atom pusat menyediakan orbital kosong yang akan ditempati oleh pasangan elektron dari ligan. Menurut teori Warner ikatan terbentuk melalui pembentukan orbital gabungan dari atom pusat. Orbital gabungan ini sering disebut dengan ortbital bastar atau hibridisasi.

Unsur transisi blok d memiliki orbital d yang masih kosong atau yang baru yang

Unsur transisi blok d memiliki orbital d yang masih kosong atau yang baru yang diisi sebagian oleh elekt on sehingga memungkinkan transisi elektron dari satu orbital ke orbital lainnya. Inilah yang menyebabkan mereka berwarna-warni.

Rumus kimia Nama sebagai anion Nama sebagai ligan Cl– klorida Kloro CN– sianida Siano

Rumus kimia Nama sebagai anion Nama sebagai ligan Cl– klorida Kloro CN– sianida Siano F– fluorida Fluoro O 2 - oksida Okso S 2 O 32 - tiosulfat Tiosulfato NO 2– nitrit Nitrito C 2 O 42 - oksalato SCN– tiosianat Tiosianato H 2 O Air Aquo NH 3 amonia Amin

Ethylenediaminetetraacetic acid Senyawa yang berikatan koordinasi dengan ion pusat sehingga mengelilingi ion pusat disebut

Ethylenediaminetetraacetic acid Senyawa yang berikatan koordinasi dengan ion pusat sehingga mengelilingi ion pusat disebut agen khelat. Senyawa kompleks yang terbentuk disebut senyawa khelat

Larutan baku adalah larutan suatu zat terlarut yang telah diketahui konsentrasinya. • larutan baku

Larutan baku adalah larutan suatu zat terlarut yang telah diketahui konsentrasinya. • larutan baku primer • larutan baku sekunder

Larutan baku primer adalah suatu larutan yang telah diketahui secara tepat konsentrasinya melalui metode

Larutan baku primer adalah suatu larutan yang telah diketahui secara tepat konsentrasinya melalui metode gravimetri. Nilai konsentrasi dihitung melalui perumusan sederhana, setelah dilakukan penimbangan teliti zat pereaksi tersebut dan dilarutkan dalam volume tertentu. yaitu larutan dimana dapat diketahui kadarnya dan stabil pada proses penimbangan, pelarutan, dan penyimpanan. Contoh: K 2 Cr 2 O 7, As 2 O 3, Na. Cl, H 2 C 2 O 4, C 6 H 5 COOH.

Adapun syarat-syarat larutan baku primer : • mudah diperoleh, dimurnikan, dikeringkan (jika mungkin pada

Adapun syarat-syarat larutan baku primer : • mudah diperoleh, dimurnikan, dikeringkan (jika mungkin pada suhu 110120 derajat celcius) dan disimpan dalam keadaan murni. • tidak bersifat higroskopis dan tidak berubah berat dalam penimbangan di udara. • zat tersebut dapat diuji kadar pengotornya dengan uji kualitatif dan kepekaan tertentu. • sedapat mungkin mempunyai massa relatif dan massa ekivalen yang besar, sehingga kesalahan karena penimbangan dapat diabaikan. • zat tersebut harus mudah larut dalam pelarut yang dipilih. • reaksi yang berlangsung dengan pereaksi tersebut harus bersifat stoikiometrik dan langsung. kesalahan titrasi harus dapat diabaikan atau dapat ditentukan secara tepat dan mudah.

Larutan baku sekunder adalah suatu larutan dimana konsentrasinya ditentukan dengan jalan pembakuan menggunakan larutan

Larutan baku sekunder adalah suatu larutan dimana konsentrasinya ditentukan dengan jalan pembakuan menggunakan larutan baku primer, biasanya melalui metode titrimetri. Contoh: Ag. NO 3, KMn. O 4, Fe(SO 4)2

Syarat-syarat larutan baku sekunder: • derajat kemurnian lebih rendah daripada larutan baku primer •

Syarat-syarat larutan baku sekunder: • derajat kemurnian lebih rendah daripada larutan baku primer • mempunyai BE yang tinggi untuk memperkecil kesalahan penimbangan • larutannya relatif stabil dalam penyimpanan.