INTEGRASI NASIONAL Disampaikan Pada Pertemuan Ke tiga Oleh












- Slides: 12
INTEGRASI NASIONAL Disampaikan Pada Pertemuan Ke tiga Oleh: Tatik Rohmawati, S. ip. , M. Si 11/6/2020 Materi Pendidikan Kewarganegaraan By Tatik Rohmawati, S. IP. , M. Si 1
PENGERTIAN Integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan-perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional. 11/6/2020 Materi Pendidikan Kewarganegaraan By Tatik Rohmawati, S. IP. , M. Si 2
STRATEGI INTEGRASI NASIONAL • ASIMILASI • AKULTURASI • PLURALIS 11/6/2020 Materi Pendidikan Kewarganegaraan By Tatik Rohmawati, S. IP. , M. Si 3
STRATEGI ASIMILASI Asimilasi adalah proses percampuran dua macam kebudayaan atau lebih menjadi satu kebudayaan yang baru, di mana dengan percampuran tersebut maka masing-masing unsur budaya melebur menjadi satu sehingga dalam kebudayaan yang baru itu tidak tampak lagi identitas masing-masing budaya pembentuknya. Ketika asimilasi ini menjadi sebuah strategi integrasi nasional, berarti bahwa negara mengintegrasikan masyarakatnya dengan mengupayakan agar unsur-unsur budaya yang ada dalam negara itu benar-benar melebur menjadi satu dan tidak lagi menampakkan ident itas budaya kelompok atau budaya lokal. 11/6/2020 Materi Pendidikan Kewarganegaraan By Tatik Rohmawati, S. IP. , M. Si 4
STRATEGI AKULTURASI Akulturasi adalah proses percampuran dua macam kebudayaan atau lebih sehingga memunculkan kebudayaan yang baru, di mana ciri-ciri budaya asli pembentuknya masih tampak dalam kebudayaan baru tersebut. Dengan demikian berarti bahwa kebudayaan baru yang terbentuk tidak “melumat” semua unsur budaya pembentuknya. Apabila akulturasi ini menjadi strategi integrasi yang diterapkan oleh pemerintah suatu negara, berarti bahwa negara mengintegrasikan masyarakatnya dengan mengupayakan adanya identitas budaya bersama namun tidak menghilangkan seluruh unsur budaya kelompok atau budaya lokal. Dengan strategi yang demikian tampak bahwa upaya mewujudkan integrasi nasional dilakukan dengan tetap menghargai unsur-unsur budaya kelompok atau budaya lokal, walaupun penghargaan tersebut dalam kadar yang tidak terlalu besar. 11/6/2020 Materi Pendidikan Kewarganegaraan By Tatik Rohmawati, S. IP. , M. Si 5
STRATEGI PLURALIS Paham pluralis merupakan paham yang menghargai terdapatnya perbedaan dalam masyarakat. Paham pluralis pada prinsipnya mewujudkan integrasi nasional dengan memberi kesempatan pada segala unsur perbedaan yang ada dalam masyarakat untuk hidup dan berkembang. 11/6/2020 Materi Pendidikan Kewarganegaraan By Tatik Rohmawati, S. IP. , M. Si 6
FAKTOR PENDORONG INTEGRASI NASIONAL 1. Faktor sejarah yang menimbulkan rasa senasib dan seperjuangan. 2. Keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa Indonesia sebagaiman dinyatakan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. 3. Rasa cinta tanah air di kalangan bangsa Indonesia, sebagaimana dibuktikan perjuangan merebut, menegakkan, dan mengisi kemerdekaan. 4. Rasa rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara, sebagaimana dibuktikan oleh banyak pahlawan bangsa yang gugur di medan perjuangan 5. Kesepakatan atau konsensus nasional dalam perwujudan Proklamasi Kemerdekaan, Pancasila dan UUD 1945, bendera Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, bahasa kesatuan bahasa Indonesia. 11/6/2020 Materi Pendidikan Kewarganegaraan By Tatik Rohmawati, S. IP. , M. Si 7
FAKTOR PENGHAMBAT INTEGRASI NASIONAL 1. Masyarakat Indonesia yang heterogen (beraneka ragam) dalam faktor kesukubangsaan dengan masing-masing kebudayaan daerahnya, bahasa daerah, agama yang dianut, ras dan sebagainya. 2. Wilayah negara yang begitu luas, terdiri atas ribuan kepulauan yang dikelilingi oleh lautan luas. 3. Besarnya kemungkinan ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang merong keutuhan, kesatuan dan persatuan bangsa, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. 4. Masih besarnya ketimpangan dan ketidakmerataan pembangunan dan hasil-hasil pembangunan menimbulkan berbagai rasa tidak puas dan keputusasaan di masalah SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan), gerakan separatisme dan kedaerahan, demonstrasi dan unjuk rasa. 5. Adanya paham “etnosentrisme” di antara beberapa suku bangsa yang menonjolkan kelebihan-kelebihan budayanya dan menganggap rendah budaya suku bangsa lain. 11/6/2020 Materi Pendidikan Kewarganegaraan By Tatik Rohmawati, S. IP. , M. Si 8
Contoh-contoh Pendorong Integrasi Nasional… 1. Adanya rasa keinginan untuk bersatu agar menjadi negara yang lebih maju dan tangguh di masa yang akan datang. 2. Rasa cinta tanah air terhadap bangsa Indonesia 3. Adanya rasa untuk tidak ingin terpecah belah, karena untuk mencari kemerdekaan itu adalah hal yang sangat sulit. 4. Adanya sikap kedewasaan di sebagian pihak, sehingga saat terjadi pertentangan pihak ini lebih baik mengalah agar tidak terjadi perpecahan bangsa. 5. Adanya rasa senasib dan sepenanggungan 6. Adanya rasa dan keinginan untuk rela berkorban bagi bangsa dan negara demi terciptanya kedamaian. 11/6/2020 Materi Pendidikan Kewarganegaraan By Tatik Rohmawati, S. IP. , M. Si 9
Contoh Wujud Integrasi Nasional 1. Pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta oleh Pemerintah Republik Indonesia yang diresmikan pada tahun 1976. Di kompleks Taman Mini Indonesia Indah terdapat anjungan dari semua propinsi di Indonesia (waktu itu ada 27 provinsi). Setiap anjungan menampilkan rumah adat beserta aneka macam hasil budaya di provinsi itu, misalnya adat, tarian daerah, alat musik khas daerah, dan sebagainya. 2. Sikap toleransi antarumat beragama, walaupun agama kita berbeda dengan teman, tetangga atau saudara, kita harus saling menghormati. 11/6/2020 Materi Pendidikan Kewarganegaraan By Tatik Rohmawati, S. IP. , M. Si 10
Lanjutan dari contoh Wujud Integrasi Nasional 3. Sikap menghargai dan merasa ikut memiliki kebudayan daerah lain, bahkan mau mempelajari budaya daerah lain, misalnya masyarakat Jawa atau Sumatra, belajar menari legong yang merupakan salah satu tarian adat Bali. Selain anjungan dari semua propinsi di Indonesia, di dalam komplek Taman Mini Indonesia Indah juga terdapat bangunan tempat ibadah dari agama-agama yang resmi di Indonesia, yaitu masjid (untuk agama Islam), gereja (untuk agama Kristen dan Katolik), pura (untuk agama Hindu) dan wihara (untuk agama Buddha). Perlu diketahui, bahwa waktu itu agama resmi di Indonesia baru 5 (lima) macam. 11/6/2020 Materi Pendidikan Kewarganegaraan By Tatik Rohmawati, S. IP. , M. Si 11
TERIMA KASIH ^__^ 11/6/2020 Materi Pendidikan Kewarganegaraan By Tatik Rohmawati, S. IP. , M. Si 12












