EVALUASI KONSEP DASAR KETERAMPILAN MENULIS Asri Fathimah 18210097

  • Slides: 12
Download presentation
EVALUASI KONSEP DASAR KETERAMPILAN MENULIS Asri Fathimah (18210097) Devi Handayani (18210035) Fitri Nitami (18210064)

EVALUASI KONSEP DASAR KETERAMPILAN MENULIS Asri Fathimah (18210097) Devi Handayani (18210035) Fitri Nitami (18210064) Gusnur Al-qoysor (18210059) Ilham Kurniawan (18210117) Salma Fazriyah (18210045) Sri Rezeki Cahyani (18210102) Rahmawati Cempaka Dewi (18210071)

Menulis adalah menurunkan, menirukan atau melukiskan lambing-lambang grafik yang menggambarkan suatu Bahasa yang dipahami

Menulis adalah menurunkan, menirukan atau melukiskan lambing-lambang grafik yang menggambarkan suatu Bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain tersebut dapat lambing-lambang grafik tersebut, sehingga mereka dspat memahami Bahasa dan gambaran grafik itu (Tarigan, 1985: 2). Abdurrahman dan Waluyo (2000: 23) bahwa, menulis adalah penggambaran visual tentang pikiran, perasaan, dan ide dengan menggunakan Bahasa tulis untuk keperluan komunikasi atau menyampaikan pesan tertentu.

Manfaat Menulis • Dari menulis, dapat memperluas wawasan kemampuan dalam berfikir, baik dalam bentuk

Manfaat Menulis • Dari menulis, dapat memperluas wawasan kemampuan dalam berfikir, baik dalam bentuk teoritis maupun dalam berfikir terapan. • Permasalahan yang kabur, dapat dijelaskan dipertegas melalui kegiatan menulis. • Melalui tulisan, dapat menilai gagasan sendiri secara objektif. • Dengan menulis, dapat memotivasi diri untuk belajar dan membaca lebih giat. Penulis menjadi penemu atau pemecah masalah, bukan hanya sekedar menjadi penyadap informasi dari orang lain. • Dengan menulis dapat membiasakan diri untuk berfikir dan berbahasa secara tertib. • Memperluas dan meningkatkan pertumbuhan kosa kata. • Meningkatkan kelancaran tulis menulis dan menyusun kalimat • Sebuah karangan pada hakikatnya berhubungan bahasa dan kehidupan. • Kegiatan tulis meningkatkan kemampuan untuk pengaturan dan pengorganisasian. • Mendorong calon penulis terbiasa mengembangkan suatu gaya penulisan pribadi

Tujuan Menulis Tujuan menulis (the writer‘s intention) adalah respons atau jawaban yang diharapkan oleh

Tujuan Menulis Tujuan menulis (the writer‘s intention) adalah respons atau jawaban yang diharapkan oleh penulis akan diperoleh dari pembaca. Berdasarkan batasan di atas, dapat dikatakan bahwa tujuan menulis adalah sebagai berikut. Untuk memberitahukan atau mengajar disebut wacana informasi (informative discourse), Untuk meyakinkan atau mendesak disebut wacana persuasif (persuasif discourse), Untuk menghibur atau yang menyenangkan yang mengandung tujun estetik disebut tulisan literer (literary discourse), Mengekspresikan perasaan dan emosi yang kuat atau berapi-api disebut wacana ekspresif (expressive discourse).

Ciri-ciri Tulisan yang Baik 1. Tema 2. Kesesuaian Isi dengan Judul 3. Ketepatan Ide

Ciri-ciri Tulisan yang Baik 1. Tema 2. Kesesuaian Isi dengan Judul 3. Ketepatan Ide dalam Paragraf dan Pengembangan Paragraf 4. Ketepatan Susunan Kalimat 5. Keefektifan Kalimat 6. Ketepatan Memilih Kata/Diksi 7. Ketepatan Penggunaan Ejaan

HAMBATAN DALAM MENULIS Rasa percaya diri yang kurang. Menunda-nunda. Bingung harus mulai darimana. Bermasalah

HAMBATAN DALAM MENULIS Rasa percaya diri yang kurang. Menunda-nunda. Bingung harus mulai darimana. Bermasalah dengan paragraf awal. Tulisan tidak sesuai dengan maksud dan tujuan.

KONSEP EVALUASI MENULIS • Evaluasi dalam pengertian luas dapat diartikan sebagai suatu prosesmerencanakan, memperoleh,

KONSEP EVALUASI MENULIS • Evaluasi dalam pengertian luas dapat diartikan sebagai suatu prosesmerencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi atau data yangdiperlukan sebagai dasar untuk membuat alternatif keputusan. Tes merupakansalah satu alat evaluasi. Tes bahasa sangat penting dalam pembelajaran bahasakarena tes dapat memonitor keberhasilan, baik pembelajar maupun pembelajardalam mencapai tujuannya. Bagi pembelajar, tes dapat digunakan untukmengetahui seberapa besar hasil yang telah dicapai, yaitu kemampuan yangtelah diperoleh, sedangkan bagi pembelajar, tes dapat digunakan untukmengetahui keefektivan pendekatan, metode, teknik, serta fasilitas yangdigunakan dalam proses pembelajaaran. (Supriyadi, 2013)

Pengembangan Evaluasi Menulis dengan Teknik Tes Respon terhadap Karangan Siswa Aspek yang Dinilai Jenis

Pengembangan Evaluasi Menulis dengan Teknik Tes Respon terhadap Karangan Siswa Aspek yang Dinilai Jenis Tes yang Digunakan

Tes performansi langsung Tes ini lahir berdasarkan pendekatan performansi yang menganggap bahasa bukan sebagai

Tes performansi langsung Tes ini lahir berdasarkan pendekatan performansi yang menganggap bahasa bukan sebagai sistem tetapi bahasa sebagai action. Berdasarkan pendekatan tersebut belajar bahasa adalah belajar melaksanakan performansi berbahasa dalam berbagai konteks khusus (Baker 1990). Kelebihan jenis tes menulis performansi langsung tersebut mencakup 1. memiliki tingkat validitas konstruk yang sangat tinggi, 2. otentik, dan 3. memenuhi kriteria performansi yang tinggi.

Kelemahan tes performansi langsung mencakup memerlukan waktu yang banyak, keajegan hasil pengukuran rendah, dan

Kelemahan tes performansi langsung mencakup memerlukan waktu yang banyak, keajegan hasil pengukuran rendah, dan memerlukan tenaga dan waktu yang banyak dari guru (korektor).

Tes performansi tidak langsung Tes ini juga termasuk tes komunikatif. Dalam tes performansi langsung

Tes performansi tidak langsung Tes ini juga termasuk tes komunikatif. Dalam tes performansi langsung siswa dituntut dapat menggunakan dan memahami bahasa dalam konteks komunikasi yang terbatas (memahami atau menghasilkan bagian wacana tertentu). Tes performansi tidak langsung mengukur kompetensi dalam menguasai keterampilan bawahan tertentu dari keseluruhan keterampilan bawahan yang dituntut dalam menggunakan/memahami bahasa dalam konteks komunikasi.

Kelebihan dan kekurangan jenis tes performansi tidak langsung • Kelebihan jenis tes performansi tidak

Kelebihan dan kekurangan jenis tes performansi tidak langsung • Kelebihan jenis tes performansi tidak langsung tersebut mencakup 1. memiliki tingkat objektivitas yang tinggi, 2. efisiensi dari segi waktu dana dalam pelaksanaan maupun pengkoreksian. • Kelemahan tes tersebut dikaitkan dengan validitas konstrk yang tidak mencakup keseluruhan konstruk. Hal ini yang menyebabkan validitas konstruk tes secara empiris tidak tinggi, tetapi hanya cukup saja. Meskipun begitu tes menulis tidak langsung memiliki validitas konstruk yang lebih baik dibanding dengan tes pengetahuan tentang keterampilan berbahasa. Di bawah ini dipaparkan contoh perbedaan jenis tes performansi langsung dan tes performansi tidak langsung.