TEORI HIPOTESIS SAPIR WHORF KELOMPOK 4 Hany Syfna

  • Slides: 11
Download presentation
TEORI HIPOTESIS SAPIR WHORF KELOMPOK 4 : - Hany Syfna / 201910415152 - Nur

TEORI HIPOTESIS SAPIR WHORF KELOMPOK 4 : - Hany Syfna / 201910415152 - Nur Aini Ayusa Putri / 201910415278 - Risma Nur / 201910415164

1. SAPIR – WHORF Edward Sapir (1884 – 1939) adalah seorang linguis Amerika yang

1. SAPIR – WHORF Edward Sapir (1884 – 1939) adalah seorang linguis Amerika yang dihormati dan disegani. Dia juga sangat memahami konsep linguistik yang dikemukakan sarjana-sarjana Eropa. Benjamin Lee Whorf (1897 – 1941) adalah seorang murid Edward Sapir. Pada mulanya dia bukanlah seorang profesional dalam kajian psikolinguistik, tetapi kemudian giat mempelajari linguistik dan memberikan pendapat-pendapatnya yang telah memeperkaya pikiran-pikiran mengenai linguistik. Dia dan gurunya, Edward Sapir, banyak mempelajari bahasa-bahasa orang indian, dan menuliskan hasil penelitiannya secara luas.

2. PENGERTIAN HIPOTESIS SAPIR – WHORF Hiptesis Sapir - Whorf adalah sebuah pernyataan yang

2. PENGERTIAN HIPOTESIS SAPIR – WHORF Hiptesis Sapir - Whorf adalah sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa ada hubungan kuat antara bahasa, budaya dan pikiran seorang penutur. Hipotesis ini di dasari oleh penelitian Edward. Sapir dan Benjamin Lee Whorf terhadap suku Hopi di Afrika.

3. HIPOTESIS SAPIR – WHORF Sapir dan Whorf melihat bahwa pikiran manusia ditentukan oleh

3. HIPOTESIS SAPIR – WHORF Sapir dan Whorf melihat bahwa pikiran manusia ditentukan oleh sistem klasifikasi dari bahasa tertentu yang digunakan manusia. Sapir dan Whorf menguraikan dua hipotesis mengenai keterkaitan antara bahasa dan pikiran. Yaitu linguistic relativity hypothesis (hipotesis relativitas bahasa) dan hipotesis linguistic determinis.

LINGUISTIC RELATIVITY HYPOTHESIS Linguistic relativity hypothesis (hipotesis relativitas bahasa) yang menyatakan bahwa perbedaan struktur

LINGUISTIC RELATIVITY HYPOTHESIS Linguistic relativity hypothesis (hipotesis relativitas bahasa) yang menyatakan bahwa perbedaan struktur bahasa secara umum paralel dengan perbedaan kognitif non bahasa. Perbedaan bahasa menyebabkan perbedaan pikiran orang yang menggunakan bahasa tersebut.

LINGUISTIC DETERMINISM Linguistic determinism yang menyatakan bahwa struktur bahasa mempengaruhi cara individu mempersepsi dan

LINGUISTIC DETERMINISM Linguistic determinism yang menyatakan bahwa struktur bahasa mempengaruhi cara individu mempersepsi dan menalar dunia perseptual. Dengan kata lain, struktur kognisi manusia ditentukan oleh kategori dan struktur yang sudah ada dalam bahasa.

Ø Edward Sapir (1884 -1939) linguis Amerika memiliki pendapat yang hampir sama dengan Von

Ø Edward Sapir (1884 -1939) linguis Amerika memiliki pendapat yang hampir sama dengan Von Humboldt. Sapir mengatakan bahwa manusia hidup di dunia ini di bawah “belas kasih” bahasanya yang telah menjadi alat pengantar dalam kehidupannya bermasyarakat. Ø Setiap bahasa dari satu masyarakat telah “mendirikan” satu dunia tersendiri untuk penutur bahasa itu. Jadi, berapa banyaknya masyarakat manusia di dunia ini adalah sama banyaknya dengan jumlah bahasa yang ada di dunia ini. Dengan tegas Sapir juga menyatakan apa yang kita lihat, kita dengar, kita alami, dan kita perbuat sekarang ini adalah karena sifat-sifat (tabiat-tabiat) bahasa kita telah menggariskannya terlebih dahhulu.

Benjamin Lee Whorf (1897 -1941), murid Sapir, menolak pandangan klasik mengenai hubungan bahasa dan

Benjamin Lee Whorf (1897 -1941), murid Sapir, menolak pandangan klasik mengenai hubungan bahasa dan berpikir yang mengatakan bahwa bahasa dan berpikir merupakan dua hal yang berdiri sendiri-sendiri. Pandangan klasik juga mengatakan meskipun setiap bahasa mempunyai bunyi-bunyi yang berbeda, tetapi semuanya menyatakan rumusan-rumusan yang sama yang didasarkan pada pemikiran dan pengamatan yang sama.

Setelah meneliti bahasa Hopi, salah satu bahasa Indian di California Amerika Serikat, dengan mendalam,

Setelah meneliti bahasa Hopi, salah satu bahasa Indian di California Amerika Serikat, dengan mendalam, Whorf mengajukan satu hipotesis yang lazim disebut hipotesis Whorf (atau juga hipotesis Sapir-Whorf) mengenai relativitas bahasa. Hipotesis relativitas linguistik beranggapan bahwa bahasa hanya refleksi dari pikiran yang memunculkan makna. Bahasa memengaruhi pikiran, sehingga muncul ungkapan bahwa bahasa memengaruhi cara berpikir penuturnya. Determinisme linguistik adalah klaim bahwa bahasa menentukan atau sangat memengaruhi cara seseorang berpikir atau mempersepsi dunia.

4. KESIMPULAN Bahasa dan pikiran tidak bisa dipisahkan satu sama lain. karena yang menentukan

4. KESIMPULAN Bahasa dan pikiran tidak bisa dipisahkan satu sama lain. karena yang menentukan jalan pikiran seseorang adalah tata bahasa bukan kata-kata. oleh karena itu , bahasa tidak saja berperan sebagai suatu mekanisme untuk berlangsungnya komunikasi antara yang satu dengan yang laintetapi juga sebagai pedoman ke arah kenyataan sosial. kenyataannya bahwa seseorang berbicara atau mengungkapkan pendapatnya dengan cara/bahasa yang berbeda karena mereka berpikir dengan cara yang berbeda pula.

TERIMAKASIH Ada yang ingin ditanyakan?

TERIMAKASIH Ada yang ingin ditanyakan?