Penyakit Kelengkeng 1 Jamur Upas a Gejala Pada




















- Slides: 20
Penyakit Kelengkeng
1. Jamur Upas a. Gejala ØPada pangkal atau bagian atas percabangan tampak benang-benang putih spt sutera, kumpulan benang membentuk lapisan kerak berwarna merah yang tebal. ØGejala akhir kulit batang membusuk berwarna hitam, mengering dan mengelupas. Tajuk akan mati dan mudah patah.
b. Penyebabnya jamur Corticium salmonicolor. Jamur mempunyai 4 tingkat perkembangan, yakni: 1) Tingkat sarang laba-laba lapisan jamur tipis berwarna putih. 2) Tingkat bongkol sekumpulan benang jamur. 3) Tingkat kortisium terbentuk lapisan kerak berwarna merah muda. 4) Tingkat nekator lapisan tebal berwarna merah tua.
c. Pengendalian ØPengaturan kelembaban kebun. ØAplikasi fungisida sederhana, yakni bubur bordeaux (1 kg sulfat tembaga, 1, 25 kg kapur tohor, 100 l air). ØAplikasi fungisida seawal mungkin pada saat muncul gejala sarang laba-laba, dapat menggunakan Fylomac 90, Calixin MR, Dowco 262, bubur bordeaux. Dengan cara dioleskan pada bagian yang bergejala hingga 30 cm ke atas dan ke bawah.
ØBila gejala telah sampai tingkat kortisium atau nekator, pengendalian dengan mengupas kulit yang busuk, kemudian dilumasi dengan Calixin MR. ØPercabangan yang mati dipotong pada saat musim kering, kemudian ditutup dengan ter. Cabang hasil pemotongan dimusnahkan.
2. Jamur Akar Putih a. Gejala Ø Daun menjadi berwarna kusam, terlihat lebih tebal, daun menguning dan rontok. Diikuti kematian ranting-ranting, tanaman dapat roboh. Ø
ØPerakaran tanaman sakit tampak benang jamur berwarna putih dan agak tebal (rizomorf). ØKadang-kadang terbentuk badan buah mirip topi berwarna jingga kekuningan pada pangkal akar tanaman. ØSerangan berat akar tanaman busuk sehingga tanaman mudah tumbang dan mati.
b. Penyebab ØPenyebabnya lignosus. adalah jamur Rigidoporus ØJamur ini membentuk badan buah mirip topi pada pangkal batang atau ditunggul-tunggul. ØBadan buah berwarna jingga kekuningan, permukaan bawah terdapat lubang kecil tempat spora. ØBadan buah tua akan mengering dan berwarna coklat.
ØPenularan melalui kontak antara akar dengan sisa-sisa akar lama, tunggul atau tanaman yg sakit. ØDapat ditularkan oleh angin, angin akan menyebarkan spora dari jamur ini.
c. Pengendalian ØPenggunaan bibit sehat, dapat diperlakukan dengan terusi. ØPenaburan serbuk belerang sebanyak 100 g dgn radius 30 -100 cm dari batang tanaman dibenamkan, dilakukan setiap tahun sampai tanaman berumur 5 tahun.
ØAplikasi jamur Trichoderma yg bersifat antagonis terhadap JAP. Trichoderma diberikan di sekitar batang ØTanaman sakit tanah pada leher akar dibuka, benang-benang jamur yg menempel dikerok, akar yg rusak/busuk dipotong dan dimusnahkan. Bagian luka krn kerokan dan potongan ditutup dengan ter. Tanah galian dicampur dengan serbuk belerang, setelah luka kering akar ditutup kembali dengan tanah.
3. Bercak Daun a. Gejala � Daun terserang berbercak-bercak tidak beraturan � Bercak dimulai dari tepi daun menjalar menuju tulang daun � Daun lebih rapuh saat diremas b. Penyebab � Penyebabnya adalah jamur Pestalotia sp.
c. Pengendalian Ø Mengurangi kelembaban kebun misal dengan sanitasi kebun, pengendalian gulma, pemangkasan cabang yg tdk produktif. Ø Pemangkasan pada bagian yang bergejala dan dibakar Ø Aplikasi fungisida berbahan aktif klorotalonil (Petronil 75 WP).
4. Bercak Gloesporium a. Gejala ujung daun muda mula-mula terdapat bercak berwama cokelat, kemudian bercak tersebut meluas ke seluruh tulang daun. Pada daun dewasa, bercak tersebut dikelilingi warna kuning. Akibatnya, daun akan terbelah menjadi dua dengan belahan di sepanjang tulang daun. b. Penyebab jamur dari jenis Gloesporium sp.
c. Pengendalian : ØSanitasi kebun dan sterilisasi alat pertanian Ø Memangkas daun yang terkena bercak dan memusnahkan dengan dibakar. Ø Penggunaan tembakau sebagai pestisida nabati untuk mengurangi perkembangan.




















