Organization GoalOriented Requirements Engineering OGORE Dr Fransiskus Adikara













- Slides: 13
Organization Goal-Oriented Requirements Engineering (OGORE) Dr. Fransiskus Adikara, S. Kom, MMSI
Substansi Latar Belakang & Masalah Metode GORE Metode OGORE Fitur OGORE dan Pencapaiannya Kesimpulan dan Saran 2
Latar Belakang Requirements 3
Ketidakpastian pada Kebutuhan Sistem Informasi Berdasarkan kebiasaan dan keinginan tertentu dari pengguna. Berdasarkan mekanisme operasional manual Perbedaan sudut pandang diantara pemangku kepentingan dengan pengguna Berdasarkan kebutuhan pengguna tanpa memperhatikan kompleksitas masalah Dokumentasi yang tidak lengkap Organisasi Baru 4
Usulan Solusi Penyelesaian Masalah Meredusir berbagai ketidakpastian Mengembangkan GORE menjadi Metode rekayasa kebutuhan berdasarkan pada tujuan Organisasi (Organization Goal-Oriented Requirements Engineering / 5 OGORE)
Metode Goal-Oriented Requirements Engineering (GORE) yang sudah Ada Knowledge Acquisition in aut. Omated Specification (KAOS) (Dardenne, Van Lamsweerde, & Fickas, 1993) i* (i Star) (Yu, 1997) Volere (Robertson, 2006) Attributed Goal-Oriented Requirements Analysis Method (AGORA) (Kaiya, Horai, & Saeki, 2002) Goal-oriented requirements elicitation based on General System Thinking Heuristics (GSTH) (Regev & Wegmann, 2005) Goal-oriented Requirements Language (GRL) (Amyot et al. , 2010). 6
Knowledge Acquisition in aut. Omated Specification (KAOS) Elemen tidak mempunyai: - Belief - Resource - Constraint Sudah memiliki Model dan Proses Dokumentasi, namun terlalu sederhana untuk dianalisis KAOS Proses Pebaikan tidak Menggunakan Solusi yang sudah ada 7 - Elisitasi bisa didapatkan dari tujuan umum dan tidak mempunyai alat kontrol - Proses Elisitasi yang Mudah digunakan
Attributed Goal-Oriented Requirements Analysis Method (AGORA) Elemen tidak mempunyai: - Belief - Actor - Resource - Constraint - Sudah memiliki Model dan Proses Dokumentasi - Model Analisis yang lengkap AGORA - Elisitasi bisa didapatkan dari tujuan umum dan tidak mempunyai alat kontrol - Proses Pebaikan tidak Menggunakan Solusi yang sudah ada - Proses Analisis yang baik karena dilakukan secara quantitative dan qualitative 8
Volere Elemen tidak mempunyai: - Actor - Resource - Sudah memiliki Model dan Proses Dokumentasi yang Lengkap - Memiliki proses manajemen kebutuhan yang baik Volere - Proses Pebaikan tidak Menggunakan Solusi yang sudah ada - Proses Perbaikan dan Analysis Memanfaatkan Prototyping 9 Elisitasi bisa didapatkan dari tujuan umum dan tujuan organisasi namun tidak mempunyai alat kontrol
Mengapa OGORE ? Pengembangan metode GORE yang baru, yang merupakan hasil dari integrasi beberapa metode, teknik, dan perangkat yang sudah ada sebelumnya Metode GORE yang baru mempunyai kebaruan: Penyempurnaan proses elisitasi kebutuhan (requirements elicitation) dengan memanfaatkan tujuan organisasi sebagai satu-satunya sumber utama untuk mendapatkan semua elemen kebutuhan sistem informasi. Penyempurnaan proses perbaikan dan analisis kebutuhan (refinement and analysis requirements) dengan mengadaptasi metode Case-Based Reasoning (CBR). 10
Diagram Alir Pengembangan Metode OGORE 11
Referensi Pustaka yang Digunakan untuk Mengembangkan OGORE 12
Diagram Alir dari Metode OGORE 13













