Organization GoalOriented Requirements Engineering OGORE Analysis and Refinement












- Slides: 12
Organization Goal-Oriented Requirements Engineering (OGORE) Analysis and Refinement Dr. Fransiskus Adikara, S. Kom, MMSI
Substansi Metode GORE - Analysis Metode OGORE - Refinement Fitur OGORE dan Pencapaiannya Kesimpulan dan Saran 2
Dokumentasi Kebutuhan Format dokumentasi standart laporan IEEE Recommended Practice for SRS untuk dokumentasi Software Requirements Spesification (SRS) Fokus informasi proses penurunan kebutuhan organisasi menjadi kebutuhan sistem 3
Pengelolaan Kebutuhan (Requirements Management) Identifikasi kebutuhan Perencanaan pengelolaan kebutuhan Penelusuran kebutuhan Pengelolaan perubahan kebutuhan 4
Fitur OGORE Elemen terdiri dari: - Goal - Belief - Resource - Actor - Constraint - Memiliki Model dan Proses Dokumentasi yang Lengkap - Memiliki proses manajemen kebutuhan OGORE Elisitasi hanya didasarkan pada tujuan organisasi dan mempunyai alat kontrol berupa KPI - Proses Pebaikan Menggunakan Solusi yang sudah ada dengan mengadaptasi metode CBR - Proses Analysis dilakukan dengan modifikasi metode AGORA 5
Kesimpulan Metode OGORE telah dikembangkan dengan cara mengkombinasi-kan elemen-elemen dari beberapa metode GORE dan metode, teknik, serta perangkat lainnya yang mendukung. Metode ini telah diimplementasikan pada dua studi kasus, yaitu pada proyek sistem informasi manajemen transportasi batu bara dan proyek sistem informasi distribusi barang konveksi. Pada metode OGORE, tujuan organisasi telah digunakan sebagai sumber utama untuk referensi dalam proses elisitasi kebutuhan sehingga dapat mengurangi ketidakpastian yang muncul dari kebutuhan pengguna. Metode CBR dapat diadaptasi untuk proses menggunakan ulang solusi GTM yang sudah ada sebelumnya sebagai cara untuk memperbaiki kebutuhan yang didapatkan pada proses elisitasi serta mempercepat proses mendapatkan kebutuhan dari GTM-CB. Metode CBR ini telah diimplementasikan pada studi kasus I dan hasilnya mampu memperbaiki Initial GTM menjadi Proposed GTM. 6
Kesimpulan (lanjutan) Hasil evaluasi penilaian CORE menunjukkan bahwa proses OGORE mempunyai kualitas yang berada di kategori sangat baik. Hal ini ditunjukkan dari hasil penilaian dari 8 (delapan) penilai yang menunjukkan nilai di atas batas kualitas baik Solution Goal Tree Model yang merupakan hasil dari metode OGORE dapat digunakan pada proses pengembangan sistem informasi untuk mendapatkan fungsi sistem yang mampu memenuhi KPI kebutuhan sistem. 7
Kesimpulan (lanjutan) Kekurangan-kekurangan yang dimiliki oleh OGORE : Metode OGORE tidak mudah mengidentifikasikan kebutuhan non-fungsional Metode OGORE tidak bisa memberikan hasil yang maksimal atau berkualitas jika GTM-CB belum memiliki case-based yang banyak dan berkualitas untuk digunakan sebagai gudang data pemberi solusi bagi permasalahan kebutuhan yang muncul. 8
Saran Pengembangan Metode CBR yang digunakan pada penelitian masih bisa dikembangkan dibuat lebih detail Mencari kombinasi terbaik dari Case-based model dan teknik retrival pada metode CBR. Hasil dari metode OGORE pada penelitian ini bisa dilanjutkan pada penelitian mengenai pengembangan proses spesifikasi teknis sistem informasi (transformasi Solution GTM menjadi UML) sehingga proses transformasi tersebut berjalan konsisten dan bisa divalidasi. 9
Saran Pengembangan (lanjutan) Metode evaluasi penelitian ini dikembangkan Konsep yang dimiliki metode OGORE dapat dikembangkan menjadi sistem pakar yang efektif untuk memenuhi tujuan organisasi dengan menggunakan sumber daya dan waktu proses yang singkat dengan pemanfaatan ulang solusi-solusi yang sudah ada. 10
Daftar Karya Ilmiah Jurnal Internasional F. Adikara, B. Sitohang, and B. Hendradjaya, “Organization Goal-Oriented Requirements Elicitation Process to Enhance Information System”, in International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) 6 (6), 2016. Seminar Internasional F. Adikara, B. Hendradjaya, and B. Sitohang, “Using Organization Goal-Oriented Requirements Engineering Result to Develop Sales Information System”, in International Multi. Conference of Engineers and Computer Scientists 2017, 2017. (IEEE indexing Scopus) F. Adikara, B. Hendradjaya, and B. Sitohang, “Information System Design based on The Result of Organization Goal-Oriented Requirements Engineering Process”, in Information Science and Application 2016, Lecture Notes in Electrical Engineering, 2016. (Springer indexing Scopus) F. Adikara, B. Hendradjaya, and B. Sitohang, “Requirements Refinements and Analysis with Case-Based Reasoning Techniques to Reuse The Requirements”, in The 5 th International Conference on Electrical Engineering and Informatics 2015, pp. 460– 465. (IEEE indexing Scopus) 11
Daftar Karya Ilmiah (lanjutan) Seminar Internasional F. Adikara, B. Hendradjaya, and B. Sitohang, “A New Proposal for The Integration of Key Performance Indicators to Requirements Elicitation Process Originating from Organization Goals”, in International Conference on Data and Software Engineering, 2014. (IEEE indexing Scopus) F. Adikara, B. Sitohang, and B. Hendradjaya, “Goal-Oriented Requirements Engineering State of the Art And Beyond”, in The 2 nd International Confrence on Information Technology and Business Application, 2013. F. Adikara, B. Sitohang, and B. Hendradjaya, “The Emergence of User Requirements Risk in Information System Development for Industry Needs”, in 6 th International Seminar on Industrial Engineering and Management, 2013. Seminar Nasional F. Adikara, B. Sitohang, and B. Hendradjaya, “Penerapan Goal Oriented Requirements Engineering ( GORE ) Model ( Studi Kasus Pengembangan Sistem Informasi Penjaminan Mutu Dosen ( SIPMD ) pada Institusi Pendidikan Tinggi ), ” in Seminar Nasional Sistem Informasi Indonesia, 2013, pp. 230– 235. 12