ELASTISITAS Elastisitas dari suatu fungsi y fx merupakan

  • Slides: 12
Download presentation
ELASTISITAS Elastisitas dari suatu fungsi y = f(x) merupakan Limit dari rasio antara perubahan

ELASTISITAS Elastisitas dari suatu fungsi y = f(x) merupakan Limit dari rasio antara perubahan relatif dalam y terhadap perubahan relatif dalam x, untuk perubahan x yang sangat kecil (mendekati nol). Elastisitas dilambangkan dengan η (eta) Dengan terminologi lain, elastisitas y terhadap x dapat dikatakan sebagai rasio antara persentase perubahan y terhadap persentase perubahan x. Ada 4 perhitungan Elastisitas : 1. Elastisitas Harga Elastisitas Permintaan Elastisitas Penawaran 2. Elastisitas Produksi

Elastisitas harga Adalah perbandingan antara perubahan relatif dari jumlah (Q) dengan perubahan relatif dari

Elastisitas harga Adalah perbandingan antara perubahan relatif dari jumlah (Q) dengan perubahan relatif dari harga (P). Untuk menentukan elastisitas harga, ada dua macam cara yang digunakan, yaitu : 1. Elastisitas Titik (Point Elasticity) 2. Elastisitas Busur (Arc Elasticity) Merupakan elastisitas pada dua titik atau elastisitas pada busur kurva

Elastisitas permintaan Jenis-jenis Elastisitas Permintaan 1. Inelastis sempurna. Kondisi inelastisitas sempurna terjadi apabila tingkat

Elastisitas permintaan Jenis-jenis Elastisitas Permintaan 1. Inelastis sempurna. Kondisi inelastisitas sempurna terjadi apabila tingkat permintaan (D) terhadap suatu barang tidak berubah sama sekali atau 0 walaupun harga barang (P) berubah. Sebagai contoh, harga jahe turun sebesar 10% namun tidak terjadi perubahan permintaan terhadap jahe tersebut alias perubahannya 0%. Biasanya hal ini terjadi pada barang yang dianggap kurang penting dan bukan barang yang sering dicari oleh konsumen.

Elastisitas permintaan 2. Inelastis. Jika koefisien elastisitas bernilai kurang dari 1 maka dikategorikan sebagai

Elastisitas permintaan 2. Inelastis. Jika koefisien elastisitas bernilai kurang dari 1 maka dikategorikan sebagai inelastis yaitu besar jumlah permintaan barang (D) tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya harga (P). Hal ini terjadi apabila harga suatu barang turun namun nilai peningkatan permintaannya lebih sedikit dari nilai penurunan harga. Sebagai contoh, harga cabai merah turun 20% dan permintaannya naik 10%. Nilai elastisitas permintaannya sebesar 0, 5 dan dikategorikan sebagai inelastis.

Elastisitas permintaan 3. Elastis uniter. Hal ini terjadi jika perubahan harga (P) sama dengan

Elastisitas permintaan 3. Elastis uniter. Hal ini terjadi jika perubahan harga (P) sama dengan perubahan permintaan (D). Seperti misalnya harga kambing turun 10% dan permintannya juga naik sebanyak 10%. Maka nilai elastisitas permintaannya adalah 1.

Elastisitas permintaan 4. Elastis. Ketika koefisien elastisitas suatu barang bernilai lebih dari 1, maka

Elastisitas permintaan 4. Elastis. Ketika koefisien elastisitas suatu barang bernilai lebih dari 1, maka permintaan terhadap barang dinyatakan elastis dimana besar permintaan suatu barang (D) sangat dipengaruhi oleh besar kecilnya harga (P). Contoh, sebuah mobil mengalami penurunan harga sebesar 10% sehingga permintaannya naik sebanyak 20%. Maka nilai elastisitas permintaannya adalah 2 dan dikategorikan sebagai permintaan barang elastis karena bernilai lebih dari 1. Contoh ini juga menunjukkan bahwa permintaan mobil dipengaruhi oleh besar kecilnya harga.

Elastisitas permintaan 5. Elastis sempurna. Kondisi ini terjadi apabila terdapat peningkatan permintaan suatu barang

Elastisitas permintaan 5. Elastis sempurna. Kondisi ini terjadi apabila terdapat peningkatan permintaan suatu barang (D) padahal tidak terjadi peningkatan harga barang (P). Hal ini dapat terjadi pada penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas. Walaupun produsen tidak melakukan perubahan harga atau 0, namun permintaan atas barang tersebut bertambah misalnya sebesar 5%, maka nilai elastisitas permintannya adalah tidak terhingga ( )

Elastisitas permintaan Adalah suatu koefisien yang menjelaskan besarnya jumlah barang yang diminta akibat adanya

Elastisitas permintaan Adalah suatu koefisien yang menjelaskan besarnya jumlah barang yang diminta akibat adanya perubahan harga. Jika fungsi permintaan dinyatakan dengan Qd = f (P), maka elastisitas permintaannya Contoh 1: Diketahui Fungsi permintaan Qd = 25 – 3 P 2. Tentukan elastisitas pada P = 5. Penyelesaian : Qd = 25 – 3 P 2 maka Qd’ = – 6 P | d |= 3 > 1 Elastis P. Sehingga d = Qd’. Qd Analisis : P. d = – 6 P. Pada saat P = 5, Harga turun 1% 25 – 3 P 2 maka banyaknya barang yang 5. Pada P = 5 d = – 6(5). diminta akan naik 3% 25 – 3(5)2 d = – 30. 5. = 3 – 50

Contoh 2: Permintaan suatu barang dicerminkan oleh D = 5 – P, (D =

Contoh 2: Permintaan suatu barang dicerminkan oleh D = 5 – P, (D = jumlah barang yang diminta, P = Harga per unit). Hitung elastisitas permintaannya pada tingkat harga P = 3 dan pada tingkat permintaan D = 4 ! Penyelesaian : D=5–P maka D’ = – 1 Untuk P = 3 maka D = 5 – P = 5 – 3 = 2 Sehingga d = Qd’. P. = – 1. 3. = – 3. Qd 2 2 Elastis Untuk D = 4 maka P = 5 – D = 5 – 4 = 1 Sehingga d = Qd’. P. = – 1. 1. = – 1. Qd 4 4 Inelastis

Elastisitas penawaran Adalah suatu koefisien yang menjelaskan besarnya perubahan jumlah barang yang ditawarkan akibat

Elastisitas penawaran Adalah suatu koefisien yang menjelaskan besarnya perubahan jumlah barang yang ditawarkan akibat adanya perubahan harga. Jika fungsi permintaan dinyatakan dengan Qs = f (P), maka elastisitas permintaannya Contoh 1 : Diketahui fungsi penawaran Qs = 7 P 2 – 200. Tentukan elastisitas pada P = 10 Penyelesaian : Qs = 7 P 2 – 200 Untuk P = 10 maka Qs’ =14 P maka Qs = 7(10)2 – 200 = 500 Qs’ = 14(10) = 140 Sehingga d = Qs’. P. = 140. 10 =. 2, 8 Qs 500 d > 1 (elastis) Analisis : Pada saat P = 10, Harga naik 1% maka banyaknya barang yang ditawarkanakan naik 2, 8%

Elastisitas produksi Adalah suatu koefisien yang menjelaskan besarnya perubahan jumlah keluaran (output) yang dihasilkan

Elastisitas produksi Adalah suatu koefisien yang menjelaskan besarnya perubahan jumlah keluaran (output) yang dihasilkan akibat adanya perubahan jumlah masukan (input) yang digunakan. Bisa juga dikatakan sebagai rasio antara persentase perubahan jumlah keluaran terhadap persentase perubahan jumlah masukan. Jika fungsi produksi dinyatakan dengan P = f(x) dengan x menyatakan jumlah faktor produksi yang digunakan maka elastisitas produksinya :

Elastisitas produksi Contoh : Diketahui Fungsi produksi P = 6 x 2 – x

Elastisitas produksi Contoh : Diketahui Fungsi produksi P = 6 x 2 – x 3. Hitunglah elastisitas pada x = 5 dan x = 3 Penyelesaian : P = 6 x 2 – x 3 maka P’ = 12 x – 3 x 2 p = P’. x. = (12 x – 3 x 2) 2 x 3. P 6 x – x 2 3. (12 – 3 x) x 2. (12 – 3 x). p = 12 x 2 – 3 x = = 6 x – x 3 (6 – x) x 2 (6 – x) Untuk x = 5 Untuk x = 3 p = 12 – 3(5). 6 – (5) p = – 3 1 p = 12 – 3(3). 6 – (3) p = 3. = 1 3 Elastis Uniter