Akuntansi Keuangan Menengah dengan Perspektif IFRS Pertemuan 10










































- Slides: 42
Akuntansi Keuangan Menengah dengan Perspektif IFRS Pertemuan 10 A - Penyajian laporan keuangan
Tujuan Pembelajaran • Mereview prinsip pengungkapan menyeluruh dan masalah-masalah dalam penerapannya • Menjelaskan penggunaan catatan dalam menyiapkan laporan keuangan
1. PSAK 1 (REVISI 2013) : PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN
• PSAK 1 dasar bagi penyajian laporan keuangan bertujuan umum (general purpose financial statements) dibandingkan dengan periode sebelumnya dan entitas lain. • PSAK 1 tidak untuk penyusunan laporan keuangan bertujuan khusus, untuk kepentingan pajak, tender, bank, dsb. • PSAK 1 mengatur persyaratan bagi penyajian laporan keuangan, struktur laporan keuangan dan persyaratan minimum isi laporan keuangan.
Laporan keuangan lengkap : 1. Laporan Posisi Keuangan akhir periode; 2. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif lain selama periode; 3. Laporan Perubahan Ekuitas selama periode; 4. Laporan Arus Kas selama periode; 5. Catatan atas Laporan Keuangan informasi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan penjelasan lain. 6. Laporan Posisi Keuangan awal periode komparatif, ketika: • menerapkan kebijakan akuntansi secara retrospektif • membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan • mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya.
• Entitas menyajikan, minimal, – dua laporan posisi keuangan, – dua laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, – dua laporan laba rugi terpisah (jika disajikan), – dua laporan arus kas dan – dua laporan perubahan ekuitas, serta – catatan atas laporan keuangan yang berhubungan.
LAPORAN POSISI KEUANGAN Minimum line item dalam laporan posisi keuangan : a. aset tetap; b. properti investasi; c. aset tidak berwujud; d. aset keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan pada (e), (g) dan (h)); e. investasi metode ekuitas; f. persediaan;
g. piutang dagang dan piutang lainnya; h. kas dan setara kas; i. total aset yang dimiliki untuk dijual dan aset yang termasuk dalam kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58; j. utang dagang dan utang lainnya; k. provisi; l. liabilitas keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan dalam (k) dan (l));
m. liabilitas dan aset untuk pajak kini PSAK 46; n. liabilitas dan aset untuk pajak tangguhan PSAK 46; o. liabilitas yang termasuk dalam kelompok yang dilepaskan yang diklasifikasikan sebagai yang dimiliki untuk dijual PSAK 58; p. kepentingan non-pengendali, disajikan sebagai bagian dari ekuitas; dan q. modal saham dan cadangan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN Minimum line item dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan komprehensif lain: a. pendapatan; b. biaya keuangan; c. bagian laba rugi dari entitas asosiasi dan joint d. ventures metode ekuitas; e. beban pajak;
f. suatu jumlah tunggal total dari: – laba rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan; dan – keuntungan atau kerugian setelah pajak nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau dari pelepasan aset atau kelompok yang dilepaskan dalam rangka operasi yang dihentikan; g. laba rugi; h. setiap komponen dari pendapatan komprehensif lain yang diklasifikasikan sesuai dengan sifat (selain jumlah dalam huruf (h); i. bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan joint ventures metode ekuitas;
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN – tidak akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi; • Selisih revaluasi aset tetap • Pengukuran kembali program pension imbalan pasti • Bagian penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan ventura bersama yang menggunakan entitas asosiasi. – tidak akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi ketika kondisi tertentu terpenuhi. • Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam valuta asing • Selisih nilai wajar aset keuangan tersedia untuk dijual • Keuntungan/kerugian lindung nilai arus kas
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS • Total laba rugi komprehensif suatu periode yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan pihak non pengendali. • Tiap komponen ekuitas, pengaruh penerapan retrospektif. • Rekonsiliasi antara saldo awal dan akhir periode yang timbul dari laba, pos pendapatan komprehensif dan transaksi dengan pemilik. • Jumlah dividen yang diatribusikan kepada pemilik dan nilai dividen per saham catatan atas laporan keuangan.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN • Informasi dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi dasar pengukuran, kebijakan yang relevan, asumsi dalam estimasi. • Informasi yang disyaratkan yang tidak disajikan di bagian mana pun dalam laporan keuangan; • Informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan, tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan informasi pengelolaan modal. • Membuat referensi silang atas setiap pos untuk informasi yag berhubungan dalam catatan atas laporan keuangan.
Akuntansi Keuangan Menengah dengan Perspektif IFRS Pertemuan 10 B – Laporan Arus Kas
Tujuan Pembelajaran • Menjelaskan standar yang mengatur Laporan Arus Kas
1. PSAK 2 (REVISI 2009): LAPORAN ARUS KAS
• Menggambarkan perubahan historis dalam kas dan setara kas aktivitas operasi, investasi dan pendanaan selama satu periode. • Memberikan informasi mengevaluasi perubahan dalam aset bersih entitas, struktur keuangan (likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas. • Menilai kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas mengembangkan model untuk menilai dan membandingkan nilai sekarang dari arus kas masa depan (future cash flows) dari berbagai entitas dan meningkatkan daya banding pelaporan kinerja operasi berbagai entitas.
Komponen Kas dan Setara Kas saldo kas (cash on hand) dan rekening giro (demand) deposit. Setara kas (cash equivalent) investasi sangat likuid, berjangka pendek, cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah yang dapat ditentukan, memiliki risiko perubahan nilai tidak signifikan: a. Investasi segera jatuh tempo tiga bulan atau kurang b. Saham tidak termasuk kecuali preferen yang jatuh temponya telah ditentukan c. Cerukan (bank overdraft) termasuk dalam kas / setara kas. Arus kas tidak termasuk mutasi antara pos-pos kas atau setara kas.
PENYAJIAN LAPORAN ARUS KAS 1. Arus kas dari aktivitas operasi dianjurkan menggunakan metode langsung. Jika menggunakan metode tidak langsung, maka bagian pajak dan bunga tetap disajikan dengan metode langsung. 2. Arus kas dari aktivitas investasi 3. Arus kas dari aktivitas pendanaan.
ISU KHUSUS 1. Kepemilikan dan pelepasan Entitas Anak serta Unit Bisnis Lainnya diungkapkan terpisah dan diklasifikasikan sebagai aktivitas investasi. 2. Perubahan Kepemilikan dalam Entitas Anak dan Unit Bisnis Lainnya 3. Transaksi Bukan Kas berupa investasi dan pendanaan harus dikeluarkan dari laporan arus kas
ISU KHUSUS 4. Arus kas dari transaksi mata uang asing dibukukan dalam mata uang fungsional entitas dengan mengalikan jumlah mata uang asing tersebut dengan nilai tukar pada tanggal transaksi sementara arus kas entitas anak di luar negeri dijabarkan berdasarkan nilai tukar pada tanggal transaksi arus kas.
Akuntansi Keuangan Menengah dengan Perspektif IFRS Pertemuan 10 C - Peristiwa setelah periode pelaporan
Tujuan Pembelajaran • Menjelaskan perlakuan untuk peristiwa setelah periode pelaporan
1. PSAK 8 (REVISI 2010): PERISTIWA SETELAH TANGGAL PELAPORAN
• Peristiwa setelah periode pelaporan peristiwa, yang menguntungkan (favourable) atau tidak menguntungkan (unfavourable), terjadi antara akhir periode pelaporan dan tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit. • Dua jenis : a. peristiwa memberikan bukti atas adanya kondisi pada akhir periode pelaporan memerlukan penyesuaian; dan b. peristiwa mengindikasikan timbulnya kondisi setelah periode pelaporan tidak memerlukan penyesuaian par 3.
• Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit Tanggal yang lebih awal antara tanggal asersi manajemen bahwa laporan keuangan telah diselesaikan dan tanggal manajemen menyatakan bertanggungjawab atas laporan keuangan tersebut. • Entitas menyesuaikan jumlah pengakuan dalam laporan keuangan untuk mencerminkan peristiwa setelah periode pelaporan yang memerlukan penyesuaian.
Peristiwa Setelah Periode Pelaporan yang Memerlukan Penyesuaian 1. penyelesaian kasus pengadilan setelah periode pelaporan entitas memiliki kewajiban kini pada akhir periode pelaporan. 2. penerimaan informasi setelah periode pelaporan adanya penurunan nilai aset pada akhir periode pelaporan, atau perlunya penyesuaian atas jumlah yang sebelumnya telah diakui sebagai rugi penurunan nilai aset. Misalnya: – kebangkrutan pelanggan; dan – penjualan persediaan setelah periode pelaporan
3. penentuan setelah periode pelaporan atas biaya perolehan aset yang dibeli, atau hasil penjualan aset yang dijual sebelum akhir periode pelaporan; 4. penentuan jumlah pembayaran bagi laba atau bonus setelah periode pelaporan, jika entitas memiliki kewajiban hukum atau kewajiban konstruktif untuk melakukan pembayaran sebagai akibat dari peristiwa setelah tanggal tersebut PSAK 24 (revisi 2004): Imbalan Kerja. 5. penemuan kecurangan atau kesalahan laporan keuangan tidak benar.
Peristiwa Setelah Periode Pelaporan yang Tidak Memerlukan Penyesuaian • Contoh : penurunan nilai pasar investasi di antara akhir periode pelaporan dan tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit. • Penurunan nilai pasar tersebut normalnya tidak terkait dengan kondisi investasi tersebut pada akhir periode pelaporan, namun mencerminkan keadaan yang timbul setelahnya.
Akuntansi Keuangan Menengah dengan Perspektif IFRS Pertemuan 10 C - Kebijakan akuntansi, estimasi dan kesalahan
Tujuan Pembelajaran • Mengidentifikasi jenis-jenis perubahan akuntansi • Memahami akuntansi untuk penerapan retrospektif • Menjelaskan akuntansi untuk perubahan dalam estimasi • Menjelaskan akuntansi untuk koreksi kesalahan
1. PSAK 25 (REVISI 2009): KEBIJAKAN AKUNTANSI, PERUBAHAN ESTIMASI AKUNTANSI DAN KESALAHAN
• Kebijakan akuntansi prinsip, dasar, konvensi, peraturan dan praktik tertentu yang diterapkan entitas dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan mempengaruhi pengakuan, pengukuran dan penyajian aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan dan beban, pada laporan keuangan.
PENETAPAN KEBIJAKAN AKUNTANSI • PSAK spesifik yang mengatur mengenai peristiwa tersebut maka kebijakan akuntansi menggunakan PSAK spesifik tersebut, • Tidak terdapat PSAK spesifik manajemen menggunakan pertimbangannya dalam mengembangkan dan menerapkan suatu kebijakan akuntansi yang menghasilkan informasi yang relevan & andal.
PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI Entitas mengubah suatu kebijakan akuntansi hanya jika : • Dipersyaratkan oleh suatu PSAK ikuti ketentuan transisi, jika tidak ada, perlakukan secara retrospektif; atau • Menghasilkan laporan keuangan yang memberikan informasi yang andal dan lebih relevan tentang dampak transaksi, peristiwa atau kondisi lainnya terhadap posisi keuangan, kinerja keuangan atau arus kas entitas perlakukan secara retrospektif
Ketidakpraktisan • Penerapan suatu pengaturan adalah tidak praktis ketika entitas tidak dapat menerapkannya setelah seluruh usaha rasional dilakukan. • Penerapan retrospektif perubahan kebijakan akuntansi diterapkan secara retrospektif, kecuali sepanjang tidak praktis untuk menentukan dampak spesifik periode atau dampak kumulatif periode tersebut.
Perubahan Estimasi Akuntansi • penyesuaian jumlah tercatat aset atau liabilitas, atau jumlah pemakaian periodik aset, yang berasal dari penilaian status kini dari, dan ekspektasi manfaat masa depan dan kewajiban yang terkait dengan, aset dan liabilitas. • dihasilkan dari informasi baru atau perkembangan baru bukan dari koreksi kesalahan.
Kesalahan periode lalu • kelalaian mencantumkan, kesalahan mencatat, dalam laporan keuangan entitas untuk satu atau lebih periode lalu timbul dari kegagalan menggunakan, kesalahan penggunaan, informasi : a. b. tersedia ketika penyelesaian laporan keuangan untuk periode tersebut; dan secara rasional diharapkan dapat diperoleh dan dipergunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. • termasuk dampak kesalahan perhitungan matematis, kesalahan penerapan kebijakan akuntansi, kekeliruan (oversights) atau kesalahan interpretasi fakta, dan kecurangan. .
Entitas mengoreksi kesalahan material periode lalu secara retrospektif pada laporan keuangan lengkap pertama yang diterbitkan setelah ditemukannya dengan: – Menyajikan kembali jumlah komparatif untuk periode lalu sajian dimana kesalahan terjadi; atau – Jika kesalahan terjadi sebelum periode lalu sajian paling awal, maka menyajikan kembali saldo awal aset, laibilitas, dan ekuitas untuk periode lalu sajian paling awal.
Sumber Buku Teks Wajib • Kieso, Weygandt, & Warfield. (2014). Intermediate Accounting IFRS Edition 2 nd ed. John Wiley & Sons, Inc. New Jersey. ISBN: 978 -1 -11844396 -5. Chapter: 22 &24. Buku Pendukung • Mackenzie, Coetsee, Njikizana, Chamboko, Colyvas, Hanekom & Selbst. (2014). IFRS: Interpretation and Application of International Financial Reporting Standards. John Wiley & Sons, Inc. New Jersey. ISBN: 978 -1118 -73409 -4. Chapter: 3, 7, & 18. • Nelson Lam, Peter Lau. (2009). Intermediate Financial Reporting: An IFRS Perspective. MGH. Singapore. ISBN: 978 -007 -127424 -1. Chapter 19, 20, & 21. • Ikatan Akuntan Indonesia. (2015). Standar Akuntansi Keuangan Per 1 Januari 2015. Salemba Empat Jakarta. ISBN: 978 -979 -9020 -39 -0. PSAK 1, 25, & PSAK 8.
Thank You










































