Akuntansi Keuangan Lanjutan JOINT VENTURE Pada dasarnya akuntansi

  • Slides: 5
Download presentation
Akuntansi Keuangan Lanjutan JOINT VENTURE

Akuntansi Keuangan Lanjutan JOINT VENTURE

Pada dasarnya akuntansi joint venture dapat diselenggarakn dengan 2 metode yaitu: A. B. Metode

Pada dasarnya akuntansi joint venture dapat diselenggarakn dengan 2 metode yaitu: A. B. Metode akuntasi terpisah, dalam metode ini joint venture menyelenggarakn akuntansi secara tersendiri (persekutuan)dengan masing sekutu hanya akan mencatat investasi tersendiri saja, dan mencatat apabila haknya berubah. Metode akuntansi tidak terpisah dalam metode ini joint venture tidak menyelenggarakan akuntansi secara tersendiri (masing-masing sekutu (patner)).

C. Joint venture yang belum selesai kadang –kadang joint venture melebihi satu periode akuntansi.

C. Joint venture yang belum selesai kadang –kadang joint venture melebihi satu periode akuntansi. . apabila usaha joint venture bersifat sepekulatif sebaiknya laba atas joint venture baru diakui apabiala sudah selesai. Untuk menghitung laba atau rugi yang diakui atas joint venture yang belim selesai berserta cara pencatatanya akan tergantung pada metode akuntansi yang digunakan joint venture yaitu ada 2 metode akuntansi terpisah dan metode akunatnsi tidak terpisah

Metode Akuntansi Terpisah Apabila joint venture menyelenggarakan akuntansi dengan metode ini maka besarnya laba

Metode Akuntansi Terpisah Apabila joint venture menyelenggarakan akuntansi dengan metode ini maka besarnya laba adalah selisih antara pendapatan dan biaya. Apabila diperlukan maka untuk menghitung laba atau rugi tersebut diperlukan penyesuaian , laba atau rugi dibagi sesuai dengan rasio atau metode pembagian laba yang di sepakati. maka masing-masing sekutu hanya akan mencatat bagian laba atau rugi yang menjadi haknya.

Metode Akuntansi Tidak Terpisah Apabila joint venture menggunakan metode akuntansi tidak terpisah maka besarnya

Metode Akuntansi Tidak Terpisah Apabila joint venture menggunakan metode akuntansi tidak terpisah maka besarnya laba atau rugi dapat diketahui dari saldo rekening yaitu: • Laba, apabila rekening JV bersaldo kridit • Rugi, apabila rekening JV bersaldo debit. Selanjutnya masing-masing anggota sekutu akan mencatat seluruh laba atau rugi , baik yang menjadi bagianya maupun tidak.