SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Prof Dr Ir H Iman

  • Slides: 18
Download presentation
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Prof. Dr. Ir. H. Iman sudirman, DEA

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Prof. Dr. Ir. H. Iman sudirman, DEA

Tujuan : 1. Memahami berbagai teori dan konsep dalam SIM 2. Turut serta berpartisipasi

Tujuan : 1. Memahami berbagai teori dan konsep dalam SIM 2. Turut serta berpartisipasi dalam pengembangan SIM

Materi : Perkembangan sistem informasi. Sistem informasi pengolahan data transaksi. Sistem informasi manajemen. Sistem

Materi : Perkembangan sistem informasi. Sistem informasi pengolahan data transaksi. Sistem informasi manajemen. Sistem otomasi perkantoran. Sistem pendukung keputusan. Sistem pakar. Sistem informasi eksekutif. Sistem komponen-komponen sistem informasi manajemen. 9. Hubungan SIM dengan keputusan. 10. Hubungan SIM dengan tingkat manajemen. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Literatur : 1. Management information system : Mc leod 2. Management information system :

Literatur : 1. Management information system : Mc leod 2. Management information system : Maracas

Perkembangan sistem informasi : 1. Penemuan komputer pada perang dunia II. 2. Sistem informasi

Perkembangan sistem informasi : 1. Penemuan komputer pada perang dunia II. 2. Sistem informasi pengolahan data transaksi 1950 -1960. 3. Sistem informasi manajemen 1970 -1980. 4. Sistem otomasi perkantoran 1980. 5. Sistem pendukung keputusan 1980 -1990. 6. Sistem pakar 1990 -2000. 7. Sistem informasi eksekutif 2000 -2010.

Sistem pengolahan data transaksi : 1. Berkembang 1950 -1960. 2. Berfokus pada pengolahan data

Sistem pengolahan data transaksi : 1. Berkembang 1950 -1960. 2. Berfokus pada pengolahan data transaksi. 3. Menghasilkan informasi rinci dari setiap transaksi. 4. Menghasilkan informasi rekapitulasi dan transaksi. 5. Membutuhkan proses perubahan.

Kasus. Sebuah super market besar di Indonesia telah menerapkan sistem pengolahan data transaksi. Proses-proses

Kasus. Sebuah super market besar di Indonesia telah menerapkan sistem pengolahan data transaksi. Proses-proses yang terjadi dalam sistem ini adalah sebagai berikut : 1. Konsumen memilih barang yang akan dibelinya kemudian membawanya serta meletakkannya diatas meja kasir. 2. 3. Kasir membacakan Barcode yang terkumpul pada barang dengan menggunakan scanner. Scanner mentransfer barcode tersebut sebagai nomor identifikasi barang untuk mencari data barang yang ada dalam data base, sehingga komputer mengetahui nomor barang dan harga satuannya dan menyimpannya dalam memori utama komputer. Setelah semua barang dibaca oleh scanner, komputerbmemiliki semua data nama barag dan harga satuan dari semua barang yang akan dibelioleh konsumen, selanjutnya komputer menghitung total harga dan mencetak daftar barang yang berisi nama barang, harga satuan dan total harga. 4. 5. Kasir memberikan cetakan daftar barang kepada konsumen, konsumen membayar total harga dan menerima barang, kasir menerima uang, komputer mencatat uang yang masuk. Kelompok saudara diminta untuk menjawab dua pertanyaan sebagai berikut : a. Manfaat apakah yang diterima oleh konsumen dari penerapan sistem diatas. b. Manfaat apakah yang diperoleh supeer market bagi penerapan sistem diatas.

Sistem informasi manajemen : Manajer sebagai decision maker Decicion terutama dlam prose manajemen Information

Sistem informasi manajemen : Manajer sebagai decision maker Decicion terutama dlam prose manajemen Information + Model SIM data

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN 1. populer pada tahun 1970 2. berfokus pada informasi 3. dukungan

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN 1. populer pada tahun 1970 2. berfokus pada informasi 3. dukungan pada semua level terutama middle management 4. basis data dan interaktif 5. laporan terjadwal dan tidak terjadwal 6. efisiensi

Kasus Sebuah perusahaan memiliki 1000 org pegawai. Perusahaan tersebut telah memiliki pula data base

Kasus Sebuah perusahaan memiliki 1000 org pegawai. Perusahaan tersebut telah memiliki pula data base pegawai yang telah terisi biodata pegawai yang terdiri data sbb : 1. Nama pegawai 2. NIP 3. TMT 4. Tmpt/tgl/lhr 5. Golongan 6. Jabatan 7. Pendidikan terakhir 8. Unit kerja 9. Alamat 10. Status keluarga 11. Jumlah anak 12. Pelatihan yang telah dilakukan 13. Penghargaan yg telah diterima 14. Pelanggaran disiplin 15. Nillai TOEFL 16. Golongan darah Direktur perusahaan tersebut sering kali membutuhkan informasi tentang sekelompok pegawai sebagai dasar pengambilan keputusan /kebijakandibidasng SDM. Kelompok saudara diminta untuk merumuskan empat macam informasi yg dapat diambil dari biodata diatas serta rumuskan pula keputusan/kebijakan yg dapat diambil berdasarkan informasi tsb

Sistem otomasi perkantoran : 1. 2. 3. 4. 5. Sebuah sistem informasi yang mengotomasikan

Sistem otomasi perkantoran : 1. 2. 3. 4. 5. Sebuah sistem informasi yang mengotomasikan sebagian atau seluruh pekerjaan perkantoran. Fokus pada otomasi pengerjaan perkantoran. Pengerjaan perkantoran yang umumnya di otomasikan adalah : a. Kegiatan surat menyurat b. Peng arsifan surat c. Penyimpanan data perkantoran d. Pengelolaan agenda kegiatan Dijalankan dengan bantuan komputer network Contoh aplikasi : Mail tracking, e diary

Kasus sistem otomasi perkantoran Sistem otomasi perkantoran dapat berjalan dengan baik di negara-negara maju

Kasus sistem otomasi perkantoran Sistem otomasi perkantoran dapat berjalan dengan baik di negara-negara maju seperti Amerika, Eropa, Jepang dan sebagainya. Penerapan sistem ini dirasakan manfaatnya terutama yang berkaitan dengan kecepatan dan ketepatan informasi, efisiensi waktu dan tenaga kerja, kemudahan memperoleh informasi dsb. Melihat manfaat diatas banyak lembaga/perusahaan di indonesia yang berusaha menerapkannya akan tetapi banyak yang menemui kegagalan. Kelompok saudara diminta untuk merumuskan faktor-faktor penyebab kegagalan dan merumuskan langkah strategis untuk mengatasi kegagalan tersebut.

Sistem pendukung keputusan : Berkembang pada tahun 1980 -1990 Berfokus pada keputusan Bersifat fleksibel

Sistem pendukung keputusan : Berkembang pada tahun 1980 -1990 Berfokus pada keputusan Bersifat fleksibel dan adaftabel Berfungsi menyediakan informasi dan model keputusan 5. Memiliki tiga komponen a. Data base b. Model base 1. 2. 3. 4. C. Dialog sistem 6. Berorientasi pada efektivitas

Kasus sistem pendukung keputusan. Sebuah perusahaan yang cukup besar memiliki lebih dari 5000 pagawai.

Kasus sistem pendukung keputusan. Sebuah perusahaan yang cukup besar memiliki lebih dari 5000 pagawai. Direksi perusahaan tersebut bermaksud membangun sistem pedukung keputusan dalam bidang promosi pegawai, direksi telah menunjuk sebuah tim konsultan yang telah menghasilkan rancangan proses keputusan promosi pegawai, rancangan tersebut terdiri dari tiga tahap sebagai berikut : 1. Tahap identifikasi jabatan kosong. Sebuah jabatan akan kosong apabila : a. pemangku jabatan memasuki usia pensiun b. masa jabata telah habis 2. Tahap identifikasi kandidat. Seorang pegawai dapat menjadi kandidat untuk di promosikan bila memenuhi syarat sbb: a. berumur antara 30 -55 tahun b. telah bekerja minimal 5 tahun c. tidak pernah melanggar disiplin perusahaan dengan kategori berat

3. Tahap seleksi kandidat. Seleksi kandidat didasarkan atas : Nilai tes, kompetensi yang berkisar

3. Tahap seleksi kandidat. Seleksi kandidat didasarkan atas : Nilai tes, kompetensi yang berkisar antara 0 -100 dengan bobot 50% b. Nilai psikotes yang berkisar antara 0 -100 dengan bobot 20% c. Nilai kinerja yang berkisar antara nilai 0 -100 dengan bobot 30% Kelompok saudara diminta untuk merumuskan data yang harus disimpan dalam data base serta cara pengolahan data yang akan dijadikan dasar dalam membuat model base. Sistem yang akan dibentuk harus dapat melakukan ketiga tahap diatas serta menghasilkan ranking dari kandidat mulai dari yang terbaik. a.

Sistem pakar : 1. Berkembang tahun 1990 -2000 2. Berfokus pada inference 3. Menggunakan

Sistem pakar : 1. Berkembang tahun 1990 -2000 2. Berfokus pada inference 3. Menggunakan knowledge engineering dalam menekplorasi knowledge pakar 4. Knowledge terbagi dua yaitu : a. knowledge yang berbasis pada rasionalisme b. knowledge yang berbasis pada intuisi 5. Membantu para top manajer 6. Bagian dari aktificial intelegence

kasus Sebuah perusahaan memiliki lima buah cabang yang beroperasi pada lima buah provinsi di

kasus Sebuah perusahaan memiliki lima buah cabang yang beroperasi pada lima buah provinsi di indonesia. Kelima cabang tersebut memiliki kewenangan yang cukup besar dibidang marketing, keuangan dan operasi. Perusahaan bermaksud untuk mengembangkan sistem pakar yang dapat melakukan analisis keuangan baik untuk perusahaan pusat maupun cabang. Kelompok saudara diminta untuk merumuskan manfaat yang dapat diperoleh dari sistem ini bagi perusahaan.

Sistem informasi eksekutif : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Berkembang tahun 2000 -

Sistem informasi eksekutif : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Berkembang tahun 2000 - sekarang. Didorong oleh penyebaran bisnis dan globalisasi Memanfaatkan teknologi ICT Didasarkan pada hasil-hasil penelitian : a. hendri payyol : Top manajer berfokus pada aspek strategis b. mitzberg : pembagian waktu dari top manajer c. penelitian Mc leod : Top manajer menerima informasi yang banyak tapi sedikit yang bermanfaat Memberikan informasi tentang kinerja strategis perusahaan dan memberikan fasilitas untuk melihat data rinci Bekerja dengan memanfaatkan komputer network