MATA KULIAH KOPERSI DAN UKM SRI HIDAYANI SH

  • Slides: 14
Download presentation
MATA KULIAH KOPERSI DAN UKM SRI HIDAYANI, SH, M. Hum

MATA KULIAH KOPERSI DAN UKM SRI HIDAYANI, SH, M. Hum

Pengertian Koperasi 1. 2. 3. 4. Menurut Mohammad Hatta Koperasi => usaha bersama untuk

Pengertian Koperasi 1. 2. 3. 4. Menurut Mohammad Hatta Koperasi => usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasar tolong menolong. Menurut Alford Hanel Koperasi => suatu sistem sosiol ekonomi, maka koperasi harus memenuhi 4 kriteria: Kelompok koperasi=> sekelompok individu yang mempunyai kepentingan yang sama (tujuan yang sama) Swadaya Kelompok Koperasi=> kelompok individu yang mewujudkan tujuannya melalui suatu kegiatan yang dilakukan secara bersama. Perusahaan Koperasi=> dalam melakukan kegiatannya dibentuk suatu wadah yaitu perusahaan koperasi yang dimiliki dan dikelola secara bersama Promosi anggota/pemakmuran anggota=> perusahaan koperasi yang terdapat dalam organisasi tersebut mempunyai tugas untuk meningkatkan kegiatan ekonomi.

Di Jerman Koperasi => perkumpulan yang keanggotaannya tidak tertutup yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan

Di Jerman Koperasi => perkumpulan yang keanggotaannya tidak tertutup yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan aktivitas ekonomi anggotannya dengan cara melakukan usaha bersama. Di Indonesia Koperasi=> badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasidgn melaksanakan kegiatannya berdasar prinsip koperasi, sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asaz kekeluargaan. Menurut UU No 12 Tahun 1967: Koperasi merupakan organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata susunanekonomi sebagai usaha bersama atas azaz kekeluargaan. Menurut UU No 25 Tahun 1992: Koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukumkoperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligussebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekluargaan

Dasar Hukum Koperasi 1. UU No. 25 Tahun 1992 diubah menjadi UU No. 17

Dasar Hukum Koperasi 1. UU No. 25 Tahun 1992 diubah menjadi UU No. 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian 2. PP No. 17 Tahun 1994 ttg Pembubaran Koperasi oleh Pemerintah dan Petunjuk Pelaksanaannya. 3. PP No. 9 Tahun 1995 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi. 4. Kep. Menkop & UKM No. 226/KEP/M/V/1996 ttg Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi. 5. Kep. Menkop & UKM No. 351/KEP/M/XII/1998 ttg Petunjuk Pelaksanaan Simpan Pinjam Koperasi. 6. Kep. Menkop & UKM No. 194/KEP/M/IX/1998 ttg Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam. 7. Kep. Menkop & UKM No. 139/KEP/M/VII/1998 ttg Penunjukan Pejabat yang Berwenang utk Memberikan Pengesahan Akte Pendirian dan Perubahan Anggaran Dasar serta Perubahan Koperasi 8. Dan peraturan perundangan lainnya.

Tujuan Koperasi Pasal 3 UU No. 25 Tahun 1992 Jo UU No. 17 Tahun

Tujuan Koperasi Pasal 3 UU No. 25 Tahun 1992 Jo UU No. 17 Tahun 2012 Tujuan utama pendirian suatu koperasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggotanya. Namun demikian, karena adalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan ekonomi anggotanya itu Koperasi berpegang pada asas dan prinsip-prinsip ideal tertentu, maka kegiatan koperasi biasanya juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Lebih dari itu, karena perjuangan koperasi biasanya terjalin dalam suatu gerakan tertentu yang bersifat nasionalis, tidak jarang keberadaan Koperasi juga dimaksudkan untuk pembangunan suatu tatanan perekonomian tertantu. Tujuan Koperasi berdasarkan Pasal 3 UU No. 25/1992. adalah sebagai berikut: • Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Asas-Asas Koperasi Dalam suatu Koperasi memiliki 2 asas, yaitu: Asas Kekeluargaan dan Asas Gotong

Asas-Asas Koperasi Dalam suatu Koperasi memiliki 2 asas, yaitu: Asas Kekeluargaan dan Asas Gotong Royong. 1. Asas kekeluargaan ialah setiap anggota koperasi mempunyai sebuah kesadaran untuk melakukan yang terbaik di setiap suatu kegiatan koperasi, dan hal-hal yang dianggap berguna untuk semua anggota dalam koperasi tersebut. 2. Asas gotong royong ialah setiap anggota koperasi harus mempunyai sebuah toleransi, dan tidak egois atau individualis, dan mau dalam bekerja sama dengan anggota lainnya.

LANDASAN KOPERASI Koperasi merupakan mempunyai fungsi Sebagai tulang punggung dalam perekonomian rakyat, koperasi dianggap

LANDASAN KOPERASI Koperasi merupakan mempunyai fungsi Sebagai tulang punggung dalam perekonomian rakyat, koperasi dianggap sangat penting (urgent) untuk dibentuk. oleh karena itu munculah sebuah landasan-landasan yang harus dipertimbangkan dalam membuat koperasi. Dalam membentuk koperasi harus mempunyai landasan yang menjadi suatu pijakan untuk dalam pendirian koperasi. Dan yang dibawah ini yaitu landasan koperasi, yang diantaranya: 1. Landasan Idiil Pancasila Landasan yang satu ini Sebagai sarana dalam mencapai agar masyarakat, adil, makmur, dan sejahtera, koperasi membutuhkan sebuah topangan dari landasan hukum. Dan landasan hukum untuk koperasi Indonesia bisa berpijak pada Pancasila. 2. Landasan UUD 1945 Dalam sebuah Undang-undang Dasar 1945, koperasi diposisikan sebagai Soko Guru perekonomian nasional. Dengan kedudukan koperasi tersebut, maka oleh karena itu koperasi dianggap harus mempunyai departemen / kementerian khusus dalam sebuah kabinet. Departemen ini mempunyai fungsi untuk membawahi sebuah urusan-urusan koperasi nasional, yang seperti pengembangan, penyuluhan, workshop, pembekalan, pembiayaan, sampai dengan sebuah penanganan-penangan hukum apabila terjadi sesuatu. 3. Landasan Sosial Dalam prosesnya, koperasi ialah suatu organisasi yang membutuhkan banyak peran dalam masyarakat. Seperti dalam pengertian koperasi, koperasi ialah sebuah organisasi demokrasi ekonomi, mandiri dan berotonomi. Setiap anggotanya bahu membahu untuk membantu, berbagi, berpendapat, dan berdiskusi. Mulai dari mendiskusikan sebuah organisasi, manajerial, pemasaran, dan membangun usaha anggotanya. 4. Landasan operasional Pasal 33 UUD 1945, UU Koperasi No. 12 1967, UU Koperasi No. 25 1992, UUD 1945 pasal 33 ayat 1 Didalam landasan ini perekonomian Indonesia disusun untuk usaha bersama atas asas kekeluargaan. ” Dalam penjelasannya antara lain menyatakan bahwa kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan bukan untuk kemakmuran perorangan, dan suatu bentuk perusahaan yang sesuai dengan itu yaitu koperasi.

FUNGSI KOPERASI • Koperasi Konsumsi, ialah satu jenis koperasi yang didirikan yang mempunyai tujuan

FUNGSI KOPERASI • Koperasi Konsumsi, ialah satu jenis koperasi yang didirikan yang mempunyai tujuan utamanya untuk memenuhi kebutuhan hidup anggotanya. Didalam koperasi ini Anggota ialah konsumen akhir. Barang yang dijual di koperasi konsumsi harus lebih murah dari tempat lain karena didalam jenis koperasi ini tujuan utama nya ialah untuk mensejahterakan anggotanya. • Koperasi Jasa, Jenis koperasi yang memiliki fungsi untuk memberikan jasa atau sebuah pelayanan kepada para anggota khususnya dan masyarakat sekitar pada umumnya. Contohnya : Koperasi jenis ini yaitu koperasi simpan pinjam yang menyediakan sebuah jasa penyimpanan dan peminjaman uang, tentunya dengan bunga yang lebih rendah daripada koperasi lain. • Koperasi Produksi, ialah satu jenis koperasi didalam kegiatannya menjual barang hasil produksi dari anggotanya. Yang artinya anggota dari dalam koperasi produksi yaitu produsen yang menghasilkan sebuah barang. Peran dari Koperasi ini ialah untuk menjual dan menyebar luaskan barang hasil produksi dari anggotanya agar dalam mencapai tujuan koperasi untuk mensejahterakan anggota tercapai.

Prinsip Koperasi Pasal 5 UU No. 25 Tahun 1992 Jo UU No. 17 Tahun

Prinsip Koperasi Pasal 5 UU No. 25 Tahun 1992 Jo UU No. 17 Tahun 2012 Prinsip koperasi adalah: 1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka. 2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis. 3. Pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan bersarnya jasa masing anggota. 4. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal. 5. Kemandirian

MACAM-MACAM KOPERASI Koperasi dibedakan atas dasar tujuan dan bentuknya, ada 3 jenis koperasi yang

MACAM-MACAM KOPERASI Koperasi dibedakan atas dasar tujuan dan bentuknya, ada 3 jenis koperasi yang ada di Indonesia, berikut adalah ulasannya 1. Koperasi konsumsi Koperasi ini memiliki tujuan untuk menyediakan anggotanya dari barang konsumsi dengan harga yang rendah namun dengan kualitas yang baik. Dan laba yang diperoleh atau biasa disebut dengan istilah sisa hasil usaha dibagi ke anggota menurut perbandingan jumlah pembelian di setiap anggota. Contohnya adalah KPRI. 2. Koperasi produksi Jenis yang kedua adalah koperasi produksi yaitu koperasi yang bertujuan untuk menghasilkan barang yang akan diolah dan akan diurus bersama. Koperasi jenis produksi misalnya koperasi tahu tempe. 3. Koperasi simpan pinjam Dan yang terakhir adalah koperasi simpan pinjam atau sering disebut dengan koperasi kredit yang bertujuan menyediakan uang untuk beberapa keperluan. Banyak koperasi kredit yang berkembang di Indonesia karena memang sistem seperti ini cocok digunakan di Indonesia dan sesuai dengan karakter orang Indonesia.

Pengertian UKM adalah Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM merupakan sebuah istilah yang mengacu

Pengertian UKM adalah Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM merupakan sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200. 000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.

Dasar Hukum UKM 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. UU No.

Dasar Hukum UKM 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. UU No. 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil PP No. 44 Tahun 1997 tentang Kemitraan PP No. 32 Tahun 1998 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil Inpres No. 10 Tahun 1999 tentang Pemberdayaan Usaha Menengah Keppres No. 127 Tahun 2001 tentang Bidang/Jenis Usaha Yang Dicadangkan Untuk Usaha Kecil dan Bidang/Jenis Usaha Yang Terbuka Untuk Usaha Menengah atau Besar Dengan Syarat Kemitraan Keppres No. 56 Tahun 2002 tentang Restrukturisasi Kredit Usaha Kecil dan Menengah Permenneg BUMN Per-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan Permenneg BUMN Per-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara Undang-undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut: 1. Memiliki

Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut: 1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200. 000, - (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha 2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1. 000, - (Satu Miliar Rupiah) 3. Milik Warga Negara Indonesia 4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaanyang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidaklangsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar 5. Berbentuk usaha orang perorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi

Ada beberapa jenis usaha yang dapat didirikan. Di sini ada 3 jenis usaha, ketiga

Ada beberapa jenis usaha yang dapat didirikan. Di sini ada 3 jenis usaha, ketiga jenis usaha tersebut adalah : 1. Usaha Manufaktur (Manufacturing Business) adalah usaha yang mengubah input dasar menjadi produk yang bisa dijual kepada konsumen. Contohnya adalah konveksi yang menghasilkanpakaian jadi atau pengrajin bambu yang menghasilkan mebel, hiasan rumah, souvenir dan sebagainya. 2. Usaha Dagang (Merchandising Business) adalah usaha yang menjual produk kepada konsumen. Contohnya adalah pusat jajanan tradisional yang menjual segala macam jajanan tradisional atau toko kelontong yang menjual semua kebutuhan sehari-hari. 3. Usaha Jasa (Service Business) adalah usaha yang menghasilkan jasa, bukan menghasilkan produk atau baranguntuk konsumen. Sebagai contoh adalah jasa pengiriman barang atau warunginternet (warnet) yang menyediakan alat dan layanan kepada konsumen agar mereka bisa browsing, searching, blogging atau yang lainnya