HISTOLOGI Jaringan Saraf Anwari Adi Nugroho S Pd

  • Slides: 23
Download presentation
HISTOLOGI Jaringan Saraf Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI Jaringan Saraf Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI Jaringan Saraf 1. Jaringan yang memiliki kemampuan untuk bereaksi terhadap rangsangan dan memberikan

HISTOLOGI Jaringan Saraf 1. Jaringan yang memiliki kemampuan untuk bereaksi terhadap rangsangan dan memberikan impulse ke organ tubuh sebagai respons dari rangsangan tersebut. 2. Jumlah Total Di dalam Tubuh sekitar 2, 4 % BB 3. 2% nya terletak di dalam otak 4. Sifat biologis sel syaraf : sel syaraf tidak dapat membelah sehingga jaringan syaraf tidak dapat diperbaharui (kerusakannya dapat bersifat permanen 5. Komponen utama jaringan saraf: Neuron / sel saraf Neuroglia / sel glia Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI Fungsi: 1. Alat komunikasi antara berbagai bagian tubuh 2. Mengintegrasi dan mengkoordinasi jaringan-jaringan

HISTOLOGI Fungsi: 1. Alat komunikasi antara berbagai bagian tubuh 2. Mengintegrasi dan mengkoordinasi jaringan-jaringan lain di dalam tubuh Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI NEURON Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI NEURON Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI TIPE SEL SARAF Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI TIPE SEL SARAF Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI SARAF SENSORIK DAN SARAF MOTORIK Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI SARAF SENSORIK DAN SARAF MOTORIK Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI NEURON STRUKTUR UMUM : 1. DENDRIT 2. PERIKARION/BADAN SEL 3. AKSON Anwari Adi

HISTOLOGI NEURON STRUKTUR UMUM : 1. DENDRIT 2. PERIKARION/BADAN SEL 3. AKSON Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI PERIKARYON 1. Nukleus 2. Ap. Golgi 1. Mitokondria 2. Neurofilamen 3. Inklusi sel

HISTOLOGI PERIKARYON 1. Nukleus 2. Ap. Golgi 1. Mitokondria 2. Neurofilamen 3. Inklusi sel : sentris : dekat nukleus, seperti filamen tak teratur : di sitoplasma : mikrotubulus : pigmen melanin, lipofuchsin Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI DENDRIT 1. 1 neuron mempunyai banyak dendrit 2. Banyak , bentuk dan orientasi

HISTOLOGI DENDRIT 1. 1 neuron mempunyai banyak dendrit 2. Banyak , bentuk dan orientasi percabangan bervariasi 3. Ukuran dendrit semakin banyak cabang semakin tipis 4. Komponen struktur mirip perikarion, tetapi tanpa: b. Golgi c. Badan nissl dan mitokondria pada dendrit tipis Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI AKSON 1. 1 neuron 1 akson panjang sangat beragam (beberapa mm hingga lebih

HISTOLOGI AKSON 1. 1 neuron 1 akson panjang sangat beragam (beberapa mm hingga lebih dari 1 m) 2. Cabang tunggal dengan diameter tetap, bercabang terbatas tegak lurus (cabang kolateral) di akhiran bercabang banyak 3. Berawal dari akson hillock 4. Pada ujung percabangan ada end bulb, sinaps dengan neuron lain atau jaringan lain 5. Sitoplasma sedikit neurofilamen) organel (mitokondria, mikrotubulus dan 6. Dapat terbungkus: sarung mielin (oligodendrosit di ssp dan sel schwann di sst 7. Sel schwann ada yang non mielin di sst Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI AKSON BERMIELIN 1. Di tempat-tempat tertentu terdapat nodus Ranvier 2. Dibentuk oleh sel

HISTOLOGI AKSON BERMIELIN 1. Di tempat-tempat tertentu terdapat nodus Ranvier 2. Dibentuk oleh sel oligodendrosit dan sel schwann Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd. AKSON TAK BERMIELIN 1. Tidak terdapat nodus Ranvier 2. di SST : akson berselubung sel schwann dalam lipatan tunggal 3. di SSP : akson tidak berselubung

HISTOLOGI EPINEURIUM, PERINEURIUM DAN ENDONEURIUM Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI EPINEURIUM, PERINEURIUM DAN ENDONEURIUM Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI SINAPSIS 1. Junction dimana neuron cell saling berhubungan 2. Cabang terminal dari axon

HISTOLOGI SINAPSIS 1. Junction dimana neuron cell saling berhubungan 2. Cabang terminal dari axon dan dendrites dari neuron lain yang berdekatan tanpa adanya kontak langsung 3. Informasi ditransfer melewati gap dengan neurotransmitter Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI KOMPOSISI SINAPSIS 1. LIPID (51 -54%) terdiri atas: • Kolesterol, fosfolipid, galaktolipid, sulfolipid

HISTOLOGI KOMPOSISI SINAPSIS 1. LIPID (51 -54%) terdiri atas: • Kolesterol, fosfolipid, galaktolipid, sulfolipid dan lemak netral • Fraksi Fosfolipid terdiri dari 55%, sefalin 25% lesitin dan 20% sfingomielin, PROTEIN (38 -40 %) 1. KARBOHIDRAT : Glikogen 2. ANORGANIK : Kalium Fosfat, Klorida dan Natrium 3. Neurotransmiter Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI NEUROTRANSMITTER 1. Disekresikan ke dalam celah sinaptik untuk mempengaruhi sel-sel tetangganya 2. Syarat-syarat

HISTOLOGI NEUROTRANSMITTER 1. Disekresikan ke dalam celah sinaptik untuk mempengaruhi sel-sel tetangganya 2. Syarat-syarat suatu zat itu merupakan neurotransmiter : a. Merupakan produk neuron b. Disekresikan ke dalam celah sinaptik bila ada rangsangan c. Terikat pada reseptor spesifik membran pasca sinaptik pada suatu neuron lain atau suatu sel otot d. Mempengaruhi aktifitasnya melalui aliran ionion Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI NEUROTRANSMITTER Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI NEUROTRANSMITTER Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI NEUROGLIA 1. Merupakan penyusun jaringan saraf, tetapi 2. Tidak mampu menghantar impuls 3.

HISTOLOGI NEUROGLIA 1. Merupakan penyusun jaringan saraf, tetapi 2. Tidak mampu menghantar impuls 3. Tidak membentuk sinaps dengan sel lain 4. Fungsi: a. Pemelihara viabilitas neuron b. Pengisi ruang antara jar. Saraf yang hanya mengandung sedikit jar. Ikat Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI NEUROGLIA MAKROGLIA ASTROSIT MIKROGLIA OLIGODENDROSIT 1. Sel glia terbesar 2. Sebagai makrofag 3.

HISTOLOGI NEUROGLIA MAKROGLIA ASTROSIT MIKROGLIA OLIGODENDROSIT 1. Sel glia terbesar 2. Sebagai makrofag 3. Meliputi: astrosit fibrosa, Astrosit protoplasma Ukuran lebih sedikit, badan sel kecil, padat, gepeng. Berubah fungsi menjadi fagosit pada kerusakan jaringan otak Lebih kecil dari astrosit Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd. SEL EPENDIM 1. Epitel kolumnar yang melapisi beberapa ventrikel dan kanalis sentralis medulla spinalis, bagian basal sel berhubungan dengan jar. Saraf 2. Penghasil cairan cerebrospinal

HISTOLOGI Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI JALANNYA IMPULS SARAF Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.

HISTOLOGI JALANNYA IMPULS SARAF Anwari Adi Nugroho, S. Pd. , M. Pd.