HAMBATAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL Hambatan Dalam Komunikasi Interpersonal Laras
HAMBATAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL Hambatan Dalam Komunikasi Interpersonal Laras Sitoayu Rachmanida Nuzrina Anugrah Novianti
Komunikasi Interpersonal dan Konseling Komunikasi Interpersonal adalah interaksi yang dilakukan dari orang ke orang, bersifat 2 arah baik secara verbal dan non verbal Konseling = Komunikasi Terapeutik? ? ?
Terapeutik • Kata sifat yang dihubungkan dengan seni dan penyembuhan. • Segala sesuatu yang memfasilitasi proses penyembuhan. • Perkataan, perbuatan atau ekspresi yang memfasilitasi proses penyembuhan
Komunikasi Terapeutik • Suatu bentuk hubungan timbal balik yang meliputi perkataan, perbuatan atau ekspresi yang memfasilitasi proses penyembuhan
Suatu komunikasi interpersonal belum tentu suatu konseling tetapi konseling selalu merupakan komunikasi interpersonal.
HAMBATAN KOMUNIKASI EFEKTIF
Keluhan Pasien terhadap proses komunikasi : L Kurang jelas, informasi terbatas, banyak menggunakan istilah teknis medis L Kurang empatik dan simpatik L Terburu-buru L Intonasi yang kurang bersahabat
Faktor Penghambat KIP/Konseling Faktor Individual § Orientasi kultural (keterikatan budaya) § Faktor fisik: kepekaan panca indera (kemampuan untuk melihat, mendengar), usia, jender (jenis kelamin) § Sudut pandang : nilai- nilai § Faktor sosial : sejarah keluarga dan relasi, jaringan sosial, peran dalam masyarakat, status sosial, peran sosial. § Bahasa.
Faktor yang Berkaitan dengan Interaksi § Tujuan dan harapan terhadap komunikasi § Sikap terhadap interaksi § Pembawaan diri terhadap orang lain § Kurang motivasi
Faktor Terkait Situasional Situasi menjadi hal penting dalam kesuksesan berkomunikasi, baik dari segi lingkungan maupun urgensi ü Sinyal ü Media ü Lama respon
Berdasarkan sifat hambatan, ada dua macam : 1. Hambatan yang bersifat obyektif ü Kurangnya kemampuan berkomunikasi, ü Penyajian pesan yang kurang baik, ü Waktu penyampaian tersebut yang kurang tepat. 2. Hambatan yang bersifat subyektif. ü Karena orang tersebut tidak setuju/menentang apa yang dikomunikasikan. Contoh : mencemooh, menyesatkan pesan komunikasi. ü Hambatan komunikasi subyektif disebabkan adanya pertentangan kepentingan, prasangka, apatis, atau adanya perbedaan kerangka referensi. HAMBATAN BERDASAR SIFAT
MENGATASI HAMBATAN KOMUNIKASI EFEKTIF
Bahasa Verbal n n n Pilihan kata, kalimat terminologi dialek intonasi keras-lembutnya suara
Bahasa Non- Verbal J ekspresi wajah J gesture atau gerak isyarat J mengubah nada suara J menunjuk gambar J menunjuk tulisan J menggunakan papan komunik J menggunakan simbol-simbol
Nonverbal Cues of Warmth and Coldness Nonverbal Warmth Coldness Cue Tone of voice soft hard Facial expression Smiling, interested Posture Lean towards, Lean away, tense relaxed Eye Contact Look into Avoid look into Touching Softly Avoid, too hard Gestures Open, welcoming Closed, self guarding or keeping away Distant Spatial distance Poker-faced
Perilaku / Bahasa Non Verbal n n Bahasa tubuh : gerakan tubuh mampu untuk mengirim dan menerima pesan Seringkali lebih menunjukkan/ mengungkap hal yang “sebenarnya” Termasuk gerakan tangan, bibir, kepala, tatapan mata, atau intonasi suara. Menggambarkan dinamika jiwa
Perilaku yang menggambarkan “empati” • • • Ekspresi Kehangatan(Verbal) Ekspresi Kehangatan(Non-Verbal) Sikap yang menunjukkan perhatian & ketertarikan Respon yang natural Respon yang akurat Respon yang jelas
Perilaku yang menggambarkan “kehangatan” • • • Posisi berhadapan Posisi badan sedikit condong ke depan Sikap tubuh terbuka Sikap tubuh rileks/ santai Ekspresi menunjukkan ketertarikan Menjalin kontak mata Senyum Sesekali melontarkan canda/tidak kaku Intonasi suara hangat
Proses Konfrontasi • 1. 2. 3. 4. Proses interpersonal untuk memfasilitasi, memodifikasi dan membuka wawasan pada diri klien. Clarify (membuat sesuatu lebih jelas untuk dapat dimengerti) Articulate (mengekspresikan pendapat dengan kata-kata yang jelas) Request (meminta partisipasi klien secara aktif) Encourage (mendorong klien agar merasa nyaman dan berani untuk mengungkapkan dirinya sendiri)
KEMAMPUAN YANG HARUS DIMILIKI DALAM MELAKSANAKAN KOMUNIKASI • Empati adalah kemampuan memahami perasaan dan pengertian orang lain. • Perspektif sosial adalah kemampuan melihat kemungkinan – kemungkinan perilaku yang diambil oleh orang yang kita ajak komunikasi. • Kepekaan (sensitivity ) terhadap sesuatu hal dalam komunikasi • Pengetahuan akan situasi pada saat melakukan komunikasi • Memonitor diri adalah kemampuan menjaga ketepatan perilaku dan pengungkapan komunikan serta berinteraksi.
Terima Kasih
- Slides: 21