Mode GUI Sistem Operasi MODE SISTEM OPERASI Ada







- Slides: 7
Mode GUI Sistem Operasi
MODE SISTEM OPERASI Ada banyak sistem operasi yang dikembangkan saat ini, demikian juga dengan klasifikasinya. Jika dilihat berdasarkan model interaksinya sistem operasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yakni sistem operasi mode teks (Command Line Interface; CLI) dan GUI (Graphical User Interface). Mode interaksi teks sistem operasi akan dibahas pada kegiatan belajar berikutnya. Saat ini materi akan difokuskan pada interaksi mode GUI. Ilmu yang mempelajari model interaksi berbasis gui dikenal dengan nama interaksi manusia dan komputer (human-computer interaction) atau desain interaksi (interaction design).
SISTEM BERBASIS GUI merupakan jenis antarmuka yang memungkinkan user berinteraksi dengan suatu perangkat elektronik melalui gambar-gambar (icon) dan berbagai indikator visual lainnya. Model interaksi ini merupakan pengembangan dari model interaksi berbasis teks yang telah lebih dulu ada. Sistem berbasis GUI banyak ditemukan pada perangkat bergerak (mobile/portable). Doug Engelbart merupakan orang pertama yang mengembangkan GUI di akhir tahun 1960 an. Proyek GUI dengan nama Augmentation of Human Intellect ini dikerjakan di Augmentation Research Center di SRI International, Menlo Park, California. Aplikasi yang dihasilkan dinamakan o. N-Line System (NLS). Aplikasi ini menggunakan mouse sebagai perangkat interaksinya dan sudah mendukung Window.
Hampir semua DE di UNIX/Linux adalah aplikasi yang bersifat open source, sehingga dapat dikembangkan digunakan oleh banyak orang secara bebas. Selain di Linux ada juga DE yang dapat berjalan pada platform yang berbeda. KDE merupakan salah satu DE yang dapat digunakan pada sistem operasi Windows. Sistem X Window (X 11 atau X) pada UNIX pertama kali dipublikasikan pada pertengahan tahun 1980 -an. Sejak saat itu ada banyak turunan UNIX termasuk Linux yang mulai menerapkan sistem GUI ini.
Di Linux sendiri sistem X Window ini diturunkan menjadi beragam sistem GUI yang dikenal dengan istilah Desktop Environment (DE). Beberapa sistem desktop environment yang ada di UNIX/Linux diantaranya K Desktop Environment (KDE), GNOME Desktop Environment, Unity Desktop Environment dan XFCE Desktop Environment. Hampir semua DE di UNIX/Linux adalah aplikasi yang bersifat open source, sehingga dapat dikembangkan digunakan oleh banyak orang secara bebas. Selain di Linux ada juga DE yang dapat berjalan pada platform yang berbeda. KDE merupakan salah satu DE yang dapat digunakan pada sistem operasi Windows.
Gambar Desktop Environment (DE).
Desktop environment (DE) dalam aplikasinya berfungsi sebagai sistem yang akan memproses interaksi user secara grafis dengan masukkan baik melalui keyboard ataupun mouse. Selain bertugas mengendalikan interaksi-interaksi dengan user, DE juga memiliki banyak fitur lainnya yang terbagi-bagi ke dalam komponen-komponen tersendiri. Berikut ini merupakan daftar beberapa komponen DE yang dimiliki: - Window manager, aplikasi DE yang bertugas untuk mengelola interaksi terhadap window. - Display manager, aplikasi untuk mengelola resolusi layar, dan dukungan multimonitor. - Taskbar, komponen untuk menampilkan daftar aplikasi yang sedang digunakan oleh user. - Konfigurasi DE, untuk menampilkan semua konfigurasi yang ada pada DE. - Theme manager, aplikasi untuk memodifikasi style (look and feel) pada DE. - Aplikasi pendukung lainnya seperti file manager, text editor, image viewer, audio player, video player dan lainnya.






