KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan Puji Syukur kepada Tuhan

  • Slides: 20
Download presentation
KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan Puji Syukur kepada Tuhan Maha Esa karena berkat rahmatnya penyelenggaraan

KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan Puji Syukur kepada Tuhan Maha Esa karena berkat rahmatnya penyelenggaraan Diklat Sistem Manajemen Operasi dan Pemeliharaan Irigasi ( SMOPI ) ini sama-sama dapat kita laksanakan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Balai Uji Coba Sistem Diklat Sumber daya Air dan Konstruksi yang bertujuan untuk menyempurnakan Sistem Pelatihan Teknologi Sistem Manajemen Operasional dan Pemeliharaan irigasi (SMOPI) sekaligus meningkatkan kompentensi kita dalam melaksanakan sistem Manajemen Operasi dan Pemeliharan irigasi. Semoga dengan diterapkan sistem aplikasi ini akan dapat mempermudah cara kerja dan dapat menambah ilmu dan meningkatkan Sumber Daya Manusia untuk kita semua. . Amin

DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang 1.

DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang 1. 2 Maksud dan Tujuan 1. 3 Ruang Lingkup 1. 4 Gambaran Umum Lokasi Studi BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 1 Sistem Manajemen Operasi Irigasi ( SMOPI ) BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 3. 1 Hasil 3. 1. 1 Sistem Manajemen Operasi Irigasi (SMOI) 3. 1. 2 Sistem Manajemen Pemeliharaa Irigasi (SMPI) 3. 2 Pembahasan

BAB IV PENUTUP 4. 1 Kesimpulan 4. 2 Saran Daftar Pustaka - Buku Panduan

BAB IV PENUTUP 4. 1 Kesimpulan 4. 2 Saran Daftar Pustaka - Buku Panduan SMPI Versi 1. 0, Balai Litbang SDA - Buku Panduan SMOI Versi 5. 0 Balai Litbang SDA - Modul SMOPI, Balai Litbang Irigasi Puslitbang SDA

BAB I. PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Pengisian blangko operasi dilakukan secara manual pada

BAB I. PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Pengisian blangko operasi dilakukan secara manual pada blangko cetak memerlukan waktu yang cukup lama, lebih sulit dianalisa dan lebih sulit dirunut sehingga pengambilan keputusan pembagian airpun juga lebih sulit. Rencana Pembagian air dua mingguan dihitung berdasarkan laporan perkembangan dari pelaporan setiap periode 15 hari sebelumnya sehingga data kurang terkini/aktual untuk itu diperlukan bantuan sarana yang dapat membantu agar operasi irigasi dapat dikerjakan mendekati real time maka dirancang aplikasi SMOI berbasis website.

Data kerusakan/kondisi jaringan dapat terstruktur secara runut sehingga memudahkan dalam menentukan prioritas penanganan dan

Data kerusakan/kondisi jaringan dapat terstruktur secara runut sehingga memudahkan dalam menentukan prioritas penanganan dan pelaporan P atau SMPI secara terbuka dan dapat dipantau

1. 2 Maksud dan Tujuan Maksud : SMOPI merupakan suatu aplikasi yang berbasis website

1. 2 Maksud dan Tujuan Maksud : SMOPI merupakan suatu aplikasi yang berbasis website untuk suatu sistem pelaporan operasi dan pemeliharaan irigasi, Tujuan : SMOPI bertujuan untuk mempermudah pekerjaan pengisian blangko dari proses manual ke proses secara otomatis sesuai dengan kebutuhan ruang, waktu, Jumlah dan mutu

1. 3 Ruang Lingkup Blangko O meliputi : Perencanaan Pelaksanaan Pelaporan • Blangko yang

1. 3 Ruang Lingkup Blangko O meliputi : Perencanaan Pelaksanaan Pelaporan • Blangko yang digunakan adalah 1 -O, 2 -O, 3 -O • Blangko ini diisi sebelum mulai Masa Tanam • Inputan ke sistem : Blangko 1 -O , 2 -O • Output yang dihasilkan : Blangko 3 -O • Blangko yang digunakan adalah 4 -O, …, 10 -O • Blangko ini diisi saat Masa Tanam, • Inputan ke system : Blangko 4 -O, …, 8 O • Proses dioleh system : Blangko 9 -O • Output yang dihasilkan : Blangko 10 -O • Blangko yang digunakan adalah 11 -O, 12 -O • Blangko ini diisi setelah Masa Tanam, • Inputan ke system : dari Blangko 2 -O, 4 -O, 11 -O • Output yang dihasilkan : Blangko 11 -O, 12 -O

Perencanaan Blangko P meliputi : Pelaksanaan q. Inspeksi berkala (02 -P) q Buku Catatan

Perencanaan Blangko P meliputi : Pelaksanaan q. Inspeksi berkala (02 -P) q Buku Catatan Pemeliharaan (BCP) q. Inspeksi rutin (01 -P) q Daftar kebutuhan bahan swakelola, rutin (06 -P) q. Lap kerusakan akibat bencana (03 -P) q. Program pemeliharaan swakelola (04 -P) dan kontraktual (05 -P) q Daftar kebutuhan bahan swakelola, berkala (07 -P) Pemantauan q Laporanbulanan pekerjaan swakelola (08 -P) q Laporanbulanan pekerjaan kontraktual (09 P) q Rekap tahunan (10 -P)

1. 4 Gambaran Umum Lokasi Studi Kali Tajum atau Sungai Tajum adalah sebuah sungai

1. 4 Gambaran Umum Lokasi Studi Kali Tajum atau Sungai Tajum adalah sebuah sungai yang berada di Provinsi Jawa Tengah dan merupakan anak sungai Kali serayu, sungai Tajum berhulu di perbukitan Bulukumba tepatnya di Desa Samudra, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas dan bermuara ke kali serayu, Selain itu juga dari barat Gunung Slamet, serta dari perbukitan Wangon - Lumbir. Terdapat waduk Penjalin di ujung Sungai Tajum yang menjadi batas daerah aliran sungai ( DAS ) serayu dengan DAS Pemali serta batas Kabupaten Brebes. Sungai Tajum mengalir sepanjang lebih dari 65 Km melewati Kec. Pekuncen, Kec. Gumelar, Kec, Ajibarang, Kec, Wangon, Kec. Purwojati, Kec. Jatilawang dan Kec. Rawalo sungai Tajum berada di Daerah Aliran Sungai DAS Serayu.

Pada Tanggal 26 Februari 1973, Presiden Soeharto meresmikan Bendung Tajum di Desa Tipar Kidul,

Pada Tanggal 26 Februari 1973, Presiden Soeharto meresmikan Bendung Tajum di Desa Tipar Kidul, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Bendung ini dilengkapi dengan saluran- saluran dan talang air serta jembatan. Bendung ini sangat bermanfaat sebagai irigasi teknis yang mampu mengairi sawah seluas 3, 200 hektar.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2. 1 SMOPI Sistem Manajemen Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Berbasis

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2. 1 SMOPI Sistem Manajemen Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Berbasis Website ( SMOPI ) adalah suatu bentuk pengisian data atau blangko dengan aplikasi berbasis internet atau secara outomatis tanpa lagi menggunakan dengan cara manual. Artinya selama ini petugas Juru/Matri, Ranting /Pengamat, Kasi OP dan BWS/Balai diberikan suatu bentuk pekerjaan pengisian blangko dengan sangat mudah tanpa lagi harus banyak memerlukan bahan-bahan atau kertas-kertas yang faktor kerusakan dan kehilangannya lebih besar atau banyak. Pengisian blangko selama ini dilakukan secara manual pada blangko cetak dan memerlukan waktu yang cukup lama, lebih sulit dianalisa, lebih sulit dirunut, pengambilan keputusan pembagian air juga lebih sulit

3. 1 HASIL BAB III. HASIL DAN PEMBAHASAN 3. 1. 1 SMOI - Blangko

3. 1 HASIL BAB III. HASIL DAN PEMBAHASAN 3. 1. 1 SMOI - Blangko 01 -0 dibuat oleh juru /mantri yang berisi data luas tanam yang merupakan usulan P 3 A/GP 3 A/IP 3, blangko ini diisi 2 bulan sebelum mulai masa tanam MT 1 - Blangko 02 – 0 berisi kutipan luas tanam berdasarkan SK Bupati atau Walikota dibuat 2 bulan sebelum rapat panitia irigasi - Blangko 03 – 0 berisi output yang dihasilkan dari pengisian blangko 01 -0 dan 02 -0 berupa kutipan lampiran, keputusan Komir - Blangko 04 – 0 diisi oleh mantri, ranting hanya memverifikasi - Blangko 05 – 0 diisi oleh pengamat, ranting hanya menginput data

- Blangko 06 – 0 diisi oleh Juru/Mantri, ranting hanya melakukan verifikasi saja -

- Blangko 06 – 0 diisi oleh Juru/Mantri, ranting hanya melakukan verifikasi saja - Blangko 07 – 0 diisi oleh mantri - Blangko 08 – 0 diisi oleh penjaga bendung, matri hanya memverifikasi saja - Blangko 09 – 0 adalah blangko untuk mengetahui faktor K datanya diambil dari blangko 07 - 0 dan 08 – 0 - Blangko 10 -0 rekapan pengisian satu tahun ini adalah tugas daripada mantri - Blangko 11 – 0 diisi oleh Kasi OP kab. - Blangko 12 – 0 tugas dari UPTD Provinsi / Kasi OP

3. 1. 1 SMPI - Blangko 01 –P diisi oleh mantri berisi tentang inspeksi

3. 1. 1 SMPI - Blangko 01 –P diisi oleh mantri berisi tentang inspeksi rutin - Blangko 02 – P blangko ini diisi oleh ranting berisi tentang inspeksi berkala - Blangko 03 – P tugas daripada ranting, blangko ini berisi tentang inspeksi bencana atau segala jenis bencana - Blangko 04 – P tugas daripada ranting, blangko ini berisi tentang pemeliharaan swakelola - Blangko 05 – P blangko ini berisi tentang BCP - Blangko 06 – P blangko ini diisi oleh ranting

- Blangko 07 – P blangko ini berisi tentang kebutuhan bahan swakelola diisi oleh

- Blangko 07 – P blangko ini berisi tentang kebutuhan bahan swakelola diisi oleh ranting - Blangko 08 – P blangko ini berisi tentang laporan bulanan pek. Swakelola diisi oleh Kasi OP - Blangko 09 – P blangko ini diisi oleh Kasi OP berisi tentang laporan bulanan pek. Kontraktual - Blangko 10 – P Blangko ini berisi tentang rekap tahunan diisi oleh Kasi OP

3. 2 PEMBAHASAN Guna untuk memenuhi standart dalam pemenuhan tugas pokok dan fungsi pekerjaan

3. 2 PEMBAHASAN Guna untuk memenuhi standart dalam pemenuhan tugas pokok dan fungsi pekerjaan operasi dan pemeliharaan diperlukan terobosan egovernment yang baik, sesuai dengan arahan peraturan menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat No. 12/PRT/M/2015 tentang eksploitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi maka diperlukan sistem aplikasi yang mampu dioperasikan dengan mudah dan cepat dalam menentukan kerusakan/kondisi jaringan terstruktur secara runut, menentukan prioritas penanganan, dan pelaporan P dapat Juga secara terbuka dipantau. Dengan demikian sistem manajemen Operasi dan Pemelihaaraan Irigasi ( SMOPI ) sangat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan dari implementasi pelaporan secara yang secara efektif dalam mengambil keputusan yang tepat dan terukur Kebijakan SMOPI pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, memperbaiki tingkat efisiensi pelaporan secara manual guna memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time

Kelebihan Aplikasi Secara menghitung atau merekap data operasi Secaraotomatis menghitung atau merekap datadari satu

Kelebihan Aplikasi Secara menghitung atau merekap data operasi Secaraotomatis menghitung atau merekap datadari satu blangko lainnya operasi darikesatu blangko ke blangko lainnya Periode pengisian operasi dapat diset untuk periode yang lebih pendek(dari 1515 harianmenjadi 7 7 harian), diharapkandata yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan air untuk periode selanjutnya lebih mendekati aktual. Progres pengisian blangko O dapat dipantau secara terbuka oleh pengelola irigasi lainnya. Dapat menampilkan grafik hubungan antara kebutuhan debit, debit tersedia, dan faktor K secara time series. Data operasi irigasi dapat diorganisir secara time series dan dapat di-donwload.

BAB IV. PENUTUP 4. 1 KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan mengenai penerapan sistem berbasis aplikasi

BAB IV. PENUTUP 4. 1 KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan mengenai penerapan sistem berbasis aplikasi SMOPI yang diantara kegunaannya sebagai pelaporan secara real time dilapangan, sehingga memudahkan dalam penyimpanan database secara elektronik yang terintregasi mulai dari mantri/juru, Ranting/Pengamat, Kasie Op Kabupaten, Kasie Op Provinsi, BBWS hampir seluruhnya dikatakan terpenuhi, Adapun Indikator yang masih belum tercapai secara sempurna ditemukan dilapangan : 1. Validitas data seperti halnya dari juru/ mantri kurang terukur dan optimal seperti data kerusakan bangunan yang dari standart menjadi seadanya contohnya bangunan ukur dan pintu romijn yang dirubah menjadi pintu sorong sehingga nanti bisa menjadi check dan balance dalam memenuhi standart yang optimal.

4. 2 Saran Mencermati penerapan sistem aplikasi SMOPI di Sistem Manajemen Operasi dan Pemeliharaan

4. 2 Saran Mencermati penerapan sistem aplikasi SMOPI di Sistem Manajemen Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Berbasis Website ( SMOPI ) adalah suatu bentuk pengisian data atau blangko dengan aplikasi berbasis internet atau secara outomatis tanpa lagi menggunakan dengan cara manual. Artinya selama ini petugas Juru/Matri, Ranting /Pengamat, Kasi OP dan BWS/Balai diberikan suatu bentuk pekerjaan pengisian blangko dengan sangat mudah tanpa lagi harus banyak memerlukan bahan-bahan atau kertas-kertas yang faktor kerusakan dan kehilangannya lebih besar atau banyak. Ada beberapa saran yang diberikan untuk lebih mematangkan penerapannya sehingga berjalan optimal 1. Agar penerapan sistem SMOPI di kabupaten banyumas berjalan lebih baik lagi maka diperlukan sumber daya manusia yang benar berkompeten secara merata dalam menggunakan aplikasi, serta perlu adanya pelatihan-pelatihan guna menunjang berjalannya sistem ini dengan baik 2. Terus memberikan ruang informasi supaya terintegasi dengan data penunjang lainnya, seperti halnya PAI (Pengelolaan Aset Irigasi).

TERIMA KASIH

TERIMA KASIH