X 8 PERADABAN SUNGAI SHINDU ATAU INDUS KELOMPOK

  • Slides: 19
Download presentation
X 8 PERADABAN SUNGAI SHINDU ATAU INDUS KELOMPOK : 1. BAHRUDIN YOGA SAPUTRA (

X 8 PERADABAN SUNGAI SHINDU ATAU INDUS KELOMPOK : 1. BAHRUDIN YOGA SAPUTRA ( 03 ) 2. FARIS RAHADIAN LAZUARDI ( 07 ) 3. 4. ISMA MUNASTU RAHMANINGSIH ONIEK MUTIARA CAHYANI ( 08 ) ( 19 )

PUSAT PERADABAN TATA KOTA PETA KONSEP PERADABAN SUNGAI INDUS ATAU SINDU SANITASI ( KESEHATAN

PUSAT PERADABAN TATA KOTA PETA KONSEP PERADABAN SUNGAI INDUS ATAU SINDU SANITASI ( KESEHATAN ) PENINGGALAN KEBUDAYAAN KEPERCAYAAN PEMERINTAHAN SISTEM PERTANIAN DAN PENGAIRAN PEREKONOMIAN TEKNOLOGI

PERADABAN SUNGAI SHINDU ATAU INDUS Ø Diantara tahun 3000 dan 2000 SM, di Lembah

PERADABAN SUNGAI SHINDU ATAU INDUS Ø Diantara tahun 3000 dan 2000 SM, di Lembah Sungai Sindhu (Indus) telah ada bangsa-bangsa yang peradabanya menyerupai bangsa Sumeria di daerah Efrat dan Tiggris. Ø Peradaban itu dapat di ketahui dengan adanya sisa-sisa dari berbagai penemuan seperti cap dari dinding dan tembikar yang ada tanda-tanda tulisan dan lukisan-lukisan binatang yang menceritakan kepada kita adanya persesuaian dalam peradaban tersebut. Ø Pada zaman itu juga di temukan di sepanjang pantai dari laut Tengah sampai ke teluk Benggala terdapat sejenis peradaban yang sama dan sudah meningkat perkembangan kebudayaanya terutama di dekat kota Harappa di Punjab dan di sebelah utara Karachi, bahkan di situ ditemukan sisa-sisa sebuah kota yang bernama Mohenjo-Daro, yang mana orang-orang tersebut telah mempunyai rumah-rumah yang berdinding tebal dan sudah mengenal tetangga. Ø Penduduknya terkenal dengan “Bangsa Dravida”.

Keruntuhan Peradaban Sungai Indus Kesulitan untuk mengontrol Sungai Indus bila terjadi banjir. Harappa barangkali

Keruntuhan Peradaban Sungai Indus Kesulitan untuk mengontrol Sungai Indus bila terjadi banjir. Harappa barangkali di tinggalkan penduduknya karena bencana banjir. Penggundulan hutan oleh penduduk lembah Sungai Indus untuk diambil kayunya. Akibat dari penggundulan ini adalah bahaya banjir dan erosi. Serbuan asing yang diperkirakan oleh bangsa Arya. Bukti yang mendukung hal ini misalnya adalah ditemukannya kumpulan tulang belulang yang berserakan disuatu ruangan besar di tangga menuju tempat pemandian. Bentuk dan sikap tulang belulang itu ada yang menggeliat dalam posisi takut karena timbulnya serangan mendadak. Kekerasan antar penduduk dan penyakit menular yang terjadi sekitar 4000 tahun yang lalu.

PUSAT PERADABAN Ibu kota daerah lembah Sungai Shindu : 1. Bagian utara : diperkirakan

PUSAT PERADABAN Ibu kota daerah lembah Sungai Shindu : 1. Bagian utara : diperkirakan di Kota Mohenjo-Daro. 2. Bagian selatan : diperkirakan Kota Harappa. Jadi, Mohenjo-Daro dan Harappa merupakan pusat peradaban bangsa India pada masa lampau. Kota Mohenjo-Daro Kota Harappa

Kota mohenjo-daro Mohenjo-Daro bahasa urdu: ﺟﻮﺩڑﻮ ﻣﻮﺋﻦ , bahasa sindhi : ﺩڙﻮ ﺟﻮ ﻣﻮﺋﻦ

Kota mohenjo-daro Mohenjo-Daro bahasa urdu: ﺟﻮﺩڑﻮ ﻣﻮﺋﻦ , bahasa sindhi : ﺩڙﻮ ﺟﻮ ﻣﻮﺋﻦ , bahasa hindi : ������ Salah satu situs dari sisa-sisa permukiman terbesar dari kebudayaan lembah sungai indus, yang terletak di provinsi Sind, Pakistan. Dibangun pada sekitar tahun 2600 SM Kota ini adalah satu permukiman kota pertama di dunia, bersamaan dengan peradaban Mesir kuno, Mesopotamia dan Yunani kuno. Reruntuhan bersejarah ini dimasukkan oleh UNESCO ke dalam situs warisan dunia. Arti dari mohenjo-daro adalah "bukit orang mati". Seringkali kota tua ini disebut dengan "metropolis kuno di lembah indus". Kembali

Kota Harappa ialah sebuah kota di Punjab, timur laut Pakistan sekitar 35 km tenggara

Kota Harappa ialah sebuah kota di Punjab, timur laut Pakistan sekitar 35 km tenggara Sahiwal. Kota ini terletak di bantaran bekas Sungai Ravi. Kota modernnya terletak di sebelah kota kuno ini Dihuni antara tahun 3300 hingga 1600 sm. Di kota ini banyak ditemukan relik dari masa budaya indus, yang juga terkenal sebagai budaya Harappa. Situs kuno kota Harappa berisi reruntuhan kota dari zaman perunggu yang merupakan bagian dari budaya cemetery H dan peradaban lembah indus, berpusat di Sindh dan Punjab. Kota ini diperkirakan memiliki penduduk berkisar 23. 500 jiwa dan terbesar selama fase mature harappa pada tahun 2600 hingga 1900 SM. Kembali

Tata kota Pembangunan kota Mohenjo-Daro dan Harappa didasarkan atas suatu perencanaan tata kota yang

Tata kota Pembangunan kota Mohenjo-Daro dan Harappa didasarkan atas suatu perencanaan tata kota yang pasti dan teratur baik. Ø Jalan-jalan di dalam kota sudah teratur dan lurus-lurus dengan lebar mencapai sekitar 10 meter dan sebelah kanan-kiri jalan terdapat trotoar dengan lebar setengah meter. Ø Gedung-gedung dan rumah tinggal serta pertokoan dibangun secara teratur dan berdiri kokoh. Terbuat dari batu bata lumpur.

Tata Kota. . . Wilayah dalam kota dibagi atas beberapa bagian atau blok. Ø

Tata Kota. . . Wilayah dalam kota dibagi atas beberapa bagian atau blok. Ø Berbentuk bujur sangkar atau empat persegi panjang. Ø Tiap blok dibagi oleh lorong-lorong yang satu sama lainnya saling berpotongan. Ø Untuk membangun rumah tempat tinggal. Ø Untuk dibangun gedung-gedung sebagia tempat untuk menjalankan pemerintahan. Ø Lorong-lorong dan jalan-jalan dilengkapi saluran air, sebagai tempa menyalurkan air dari rumah tangga ke sungai.

Sanitasi (kesehatan) Teknik-teknik pembangunan rumah yang telah memperhatikan faktor-faktor kesehatan dan kebersihan lingkungan. ü

Sanitasi (kesehatan) Teknik-teknik pembangunan rumah yang telah memperhatikan faktor-faktor kesehatan dan kebersihan lingkungan. ü Kamar-kamar dilengkapi dengan jendela-jendela yang lebar dan berhubungan langsung dengan udara bebas, sehingga perputaran da pergantian udara cukup lancar. ü Saluran pembuangan limbah dari kamar mandi dan jamban yang ada di dalam rumah dihubungkan langsung dengan jaringan saluran umum yang dibangun dan mengalir di bawah jalan, di mana pada setiap lorong terdapat saluran air menuju ke sungai.

Sistem pertanian dan pengairan Daerah-daerah yang berada di sepanjang sungai Shindu daerah-daerah yang subur

Sistem pertanian dan pengairan Daerah-daerah yang berada di sepanjang sungai Shindu daerah-daerah yang subur masyarakat mengusahakan pertanian mata pencaharian utama masyarakat India. v Pada perkembangannya, masyarakat telah berhasil menyalurkan air yang mengalir di lembah Sungai Shindu sampai jauh ke daerah pedalaman. v Usaha ini dilakuakan dengan membuat saluran-saluran irigasi dan mulai membangun daerah pertanian di wilayah pedalaman. v Hasil-hasil pertanian yang utama : padi, gula, jelai, kapas, dan teh.

Teknologi Kemampuan ini dapat diketahui dari peninggalan budaya yang ditemukan : Membuat barang-barang terbuat

Teknologi Kemampuan ini dapat diketahui dari peninggalan budaya yang ditemukan : Membuat barang-barang terbuat dari emas dan perak. Alat-alat rumah tanggga. Kain dari kapas. Bangunan-bangunan. Alat-alat peperangan : Tombak Pedang Anak panah

Perekonomian Hasil tani : Hasil ternak : § Padi • Sapi § Gandum •

Perekonomian Hasil tani : Hasil ternak : § Padi • Sapi § Gandum • Kerbau § Sayuran • Domba § Buah • Babi § kapas Sektor perdagangan juga merupakan sektor penting penopang ekonomi, karena hasil tani yang melimpah mereka dapat melakukan perdagangan dengan bangsa lain terutama Mesopotamia. Tidak hanya hasil tani, mereka juga memperjual belikan barang dari perunggu dan tembaga, bejana dari perak dan emas serta perhiasan dari kulit dan gading

Pemerintahan Berdasarkan penelitian, di kota Mohenjo-Daro ditemukan benteng-benteng yang mengelilingi kota, disekitar benteng dibangun

Pemerintahan Berdasarkan penelitian, di kota Mohenjo-Daro ditemukan benteng-benteng yang mengelilingi kota, disekitar benteng dibangun barak-barak, dan di dekat barak tersebut. Dibangun lumbung untuk menyimpan hasil tani. Hal ini juga ditemukan di kota Harrapa. Atas dasar itu para peneliti menyimpulkan bahwa kemungkinan besar bentuk pemerintahan pada saat itu adalah theokrasi, yang dimana setiap kota dipimpin oleh pendeta yg berkuasa mutlak.

Kepercayaan ü Warga lembah Indus juga mengenal kepercayaan, kepercayaan yang dianut selalu berkaitan dengan

Kepercayaan ü Warga lembah Indus juga mengenal kepercayaan, kepercayaan yang dianut selalu berkaitan dengan lingkungan geografis tempat tinggalnya. ü Kebudayaan agraris yang dikembangkan masyarakat lembah Indus telah mempengaruhi kepercayaan yg dianut, karena itulah mereka memuja kesuburan, hal ini terbukti dengan ditemukannya sejenis patung dewi ibu dari tanah liat. Patung ini dipercaya sebagai perwujudan dewi kesuburan. ü Mereka juga menyembah manusia berwajah 3 dan binatang yg banyak ditemukan di cap stempel. Manusia berwajah 3 ini adalah dewa utama mereka yg kemudian disebut Syiwa

Peninggalan Kebudayaan Arsitektur Ø Ditemukannya kota kuno seperti Mohenjo-Daro (Pakistan Selatan) dan Harappa (Punjab,

Peninggalan Kebudayaan Arsitektur Ø Ditemukannya kota kuno seperti Mohenjo-Daro (Pakistan Selatan) dan Harappa (Punjab, India) menjadi bukti bahwa ilmu arsitektur sudah berkembang pesat di peradaban lembah sungai Indus. Ø Bangunannya terbuat dari batu bata merah yang sudah dibakar serta dipoles dengan kapur dan semen, sudah banyak rumah yang bertingkat 2 dan 3 dengan pipa-pipa yang terbuat dari tanah liat untuk menyalurkan air dan kotoran dari tingkat teratas hingga bermuara ke selokan bawah tanah.

Arca Patung Gabis Menari

Arca Patung Gabis Menari

Peninggalan Kebudayaan. . . Perhiasan di kedua kota juga ditemukan berbagai perhiasan dari logam

Peninggalan Kebudayaan. . . Perhiasan di kedua kota juga ditemukan berbagai perhiasan dari logam dan gading Mainan anak ditemukan juga mainan anak berbentuk kereta binatang yg terbuat dari tanah liat yang disebut terracota Cap/stempel banyak juga ditemukan cap/stempel yang berbentuk persegi 4, terbuat dari tanah liat. Cap ini biasanya berlambang manusia/binatang

TERIMA KASIH

TERIMA KASIH