WELCOME Loading Slide 1 Slide 2 Slide 3

  • Slides: 17
Download presentation
WELCOME Loading … … … Slide 1 Slide 2 Slide 3 Slide 4 Slide

WELCOME Loading … … … Slide 1 Slide 2 Slide 3 Slide 4 Slide 12 Slide 15

AGAMA ISLAM

AGAMA ISLAM

Disusun oleh : Brillian Wiguna Prabowo Gusti Prabowo Randu Rifky Muhamad

Disusun oleh : Brillian Wiguna Prabowo Gusti Prabowo Randu Rifky Muhamad

KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM

KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM

DEFINISI KEPEMIMPINAN Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan seseorang sehingga ia memperoleh rasa hormat (respect), pengakuan

DEFINISI KEPEMIMPINAN Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan seseorang sehingga ia memperoleh rasa hormat (respect), pengakuan (recognition), kepercayaan (trust), ketaatan (obedience), dan kesetiaan (loyalty) untuk memimpin kelompoknya dalam kehidupan bersama menuju cita-cita. Dalam Islam karena kepemimpinan erat kaitannya dengan pencapaian cita-cita maka kepemimpinan itu harus ada dalam tangan seorang pemimpin yang beriman.

KAIDAH-KAIDAH KEPEMIMPINAN 1. Kepemimpinan Bersifat Tunggal 2. Kepemimpinan Islam Itu Bersifat Universal 3. Kepemimpinan

KAIDAH-KAIDAH KEPEMIMPINAN 1. Kepemimpinan Bersifat Tunggal 2. Kepemimpinan Islam Itu Bersifat Universal 3. Kepemimpinan Itu Adalah Amanah 4. Kepemimpinan Adalah Tugas Pengaturan, Bukan Kekuasaan Otoriter 5. Kepemimpinan Itu Bersifat Manusiawi 6. Kepemimpinan Ditegakkan Untuk

Dalam khazanah politik Islam, kepemimpinan negara itu bersifat tunggal. Tidak ada pemisahan, ataupun pembagian

Dalam khazanah politik Islam, kepemimpinan negara itu bersifat tunggal. Tidak ada pemisahan, ataupun pembagian kekuasaan di dalam Islam. Kekuasaan berada di tangan seorang Khalifah secara mutlak. Seluruh kaum Muslim harus menyerahkan loyalitasnya kepada seorang pemimpin yang absah. Mereka tidak diperbolehkan memberikan loyalitas kepada orang lain, selama Khalifah yang absah masih berkuasa dan memerintah kaum Muslim dengan hukum Allah SWT.

Kepemimpinan Islam itu bersifat univeral, bukan bersifat lokal maupun regional. Artinya, kepemimpinan di dalam

Kepemimpinan Islam itu bersifat univeral, bukan bersifat lokal maupun regional. Artinya, kepemimpinan di dalam Islam diperuntukkan untuk Muslim maupun non Muslim. Sedangkan dari sisi konsep kewilayahan, Islam tidak mengenal batas wilayah negara yang bersifat tetap sebagaimana konsep kewilayahan negara bangsa. Batas wilayah Daulah Khilafah Islamiyyah terus melebar hingga mencakup seluruh dunia, seiring dengan aktivitas jihad dan futuhat.

Al-Qur’an telah menjelaskan hal ini dengan sangat jelas. Allah SWT berfirman: ﺍ ﺍ ﻟ

Al-Qur’an telah menjelaskan hal ini dengan sangat jelas. Allah SWT berfirman: ﺍ ﺍ ﻟ ﺍ ﻳﺍ ﻳﺍ ﺍﻟ ﺍ ﺍ ﻭ “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. ” (Qs. Saba’[34]: 28).

SIFAT KEPEMIMPINAN Pada dasarnya, kepemimpinan itu adalah amanah yang membutuhkan karakter dan sifat-sifat tertentu.

SIFAT KEPEMIMPINAN Pada dasarnya, kepemimpinan itu adalah amanah yang membutuhkan karakter dan sifat-sifat tertentu. Dengan karakter dan sifat tersebut seseorang akan dinilai layak untuk memegang amanah kepemimpinan. Atas dasar itu, tidak semua orang mampu memikul amanah kepemimpinan, kecuali bagi mereka yang memiliki sifat-sifat kepemimpinan. Sifat-sifat kepemimpinan yang paling menonjol ada tiga:

a. Al-quwwah (kuat) Seorang pemimpin harus memiliki kekuatan ketika ia memegang amanah kepemimpinan. Kepemimpinan

a. Al-quwwah (kuat) Seorang pemimpin harus memiliki kekuatan ketika ia memegang amanah kepemimpinan. Kepemimpinan tidak boleh diserahkan kepada orang-orang yang lemah.

b. Al-taqwa (ketaqwaan). Ketaqwaan adalah satu sifat penting yang harus dimiliki seorang pemimpin maupun

b. Al-taqwa (ketaqwaan). Ketaqwaan adalah satu sifat penting yang harus dimiliki seorang pemimpin maupun penguasa. Sebegitu penting sifat ini, tatkala mengangkat pemimpin perang maupun ekspedisi perang, Rasulullah Saw selalu menekankan aspek ini kepada para amirnya.

c. Al-rifq (lemah lembut) tatkala bergaul dengan rakyatnya. Sifat ini juga sangat ditekankan oleh

c. Al-rifq (lemah lembut) tatkala bergaul dengan rakyatnya. Sifat ini juga sangat ditekankan oleh Rasulullah Saw. Dengan sifat ini, pemimpin akan semakin dicintai dan tidak ditakuti oleh rakyatnya.

Pada dasarnya, kepemimpinan di dalam Islam merupakan jabatan yang berfungsi untuk pengaturan urusan rakyat.

Pada dasarnya, kepemimpinan di dalam Islam merupakan jabatan yang berfungsi untuk pengaturan urusan rakyat. Seorang pemimpin adalah pengatur bagi urusan rakyatnya dengan aturan-aturan Allah SWT. Selama pengaturan urusan rakyat tersebut berjalan sesuai dengan aturan Allah, maka ia layak memegang jabatan pemimpin. Sebaliknya, jika ia telah berkhianat dan mengatur urusan rakyat dengan aturan kufur, maka pemimpin semacam ini tidak wajib untuk ditaati.

Islam telah mewajibkan penguasa untuk menjalankan roda pemerintahan berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah. Sebab,

Islam telah mewajibkan penguasa untuk menjalankan roda pemerintahan berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah. Sebab, kekuasaan itu disyariatkan untuk menegakkan dan menerapkan hukum-hukum Allah swt. Kekuasaan dan pemerintahan tidak disyariatkan semata-mata untuk menciptakan kemashlahatan di tengah -tengah masyarakat, akan tetapi, ditujukan untuk melaksanakan hukum-hukum Allah swt. Untuk itu, setiap persoalan harus dipecahkan berlandasarkan hukum Allah.

KRITERIA PEMIMPIN YANG BAIK Menjadi pemimpin adalah amanah yang harus dilaksanakan dijalankan dengan baik

KRITERIA PEMIMPIN YANG BAIK Menjadi pemimpin adalah amanah yang harus dilaksanakan dijalankan dengan baik oleh pemimpin tersebut, karena kelak Allah akan meminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya itu. Dalam islam sudah ada aturan-aturan yang berkaitan dengan hal tersebut, diantaranya sebagai berikut:

1. Tidak meminta jabatan, atau menginginkan jabatan tertentu. 2. Niat yang Lurus 3. Laki-Laki

1. Tidak meminta jabatan, atau menginginkan jabatan tertentu. 2. Niat yang Lurus 3. Laki-Laki 4. Kuat dan amanah 5. Profesional 6. Tidak aji mumpung karena KKN 7. Menempatkan orang yang paling cocok 8. Berpegang pada Hukum Allah. 9. Memutuskan Perkara Dengan Adil 10. Tidak Menutup Diri Saat Diperlukan Rakyat. 11. Menasehati rakyat 12. Tidak Meragukan dan Memata-matai Rakyat.