WARGA NEGARA INDONESIA Pertemuan Ke9 Nurul Febrianti M
WARGA NEGARA INDONESIA Pertemuan Ke-9 Nurul Febrianti, M. Pd. Prodi PGSD FKIP
KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN Mahasiswa mampu menganalisis secara kritis tentang Warga Negara Indonesia.
Siapa Warga Negara Indonesia itu?
UUD 1945 Pasal 26 (1) Yang menjadi warga negara Indonesia ialah orang-orang Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan Undang-Undang sebagai warga negara. (2) Syarat-syarat yang mengenai kewarganegaraan ditetapkan dengan Undang-Undang. Dalam bagian Penjelasan UUD 1945 dikemukakan mengenai ketentuan orang-orang bangsa lain, sebagai berikut: “orang-orang bangsa lain, misalnya orang peranakan Belanda, peranakan Tionghoa, dan peranakan Arab, yang bertempat tinggal di Indonesia, mengakui Indonesia sebagai tanah airnya, dan bersikap setia kepada Negara Republik Indonesia, dapat menjadi warga negara. ”
UU No. 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan (Siapa Warga Negara Indonesia? ) a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang- undangan dan/atau berdasarkan perjanjian Pemerintah Republik Indonesia dengan negara lain sebelum Undang- Undang ini berlaku sudah menjadi Warga Negara Indonesia anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu Warga Negara Indonesia anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah Warga Negara Indonesia dan ibu warga negara asing anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga negara asing dan ibu Warga Negara Indonesia anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu Warga Negara Indonesia, tetapi ayahnya tidak mempunyai kewarganegaraan atau hukum negara asal ayahnya tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 (tiga ratus) hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya Warga Negara Indonesia anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu Warga Negara Indonesia; anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara asing yang diakui oleh seorang ayah Warga Negara Indonesia sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui; anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya; anak yang dilahirkan di luar wilayah negara Republik Indonesia dari seorang ayah dan ibu Warga Negara Indonesia yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan; anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia
Cara-Cara Memperoleh Kewarganegaraan • • Kelahiran Pengangkatan Dikabulkan permohonannya Pewarganegaraan Akibat dari perkawinan Turut ayah/ibunya Pernyataan
A. Kelahiran B. Pengangkatan • Ada 2 sebab kelahiran yang dimaksud, ialah • kelahiran berdasarkan keturunan dan kelahiran berdasarkan tempat kelahiran yakni di wilayah RI. 1) 2) Anak asing yang belum berumur 5 tahun yang diangkat oleh seorang warga negara RI, memperolehkewarganegaraan RI apabila pengangkatan itu dinyatakan sah oleh Pengadilan Negeri dari tempat tinggal orang yang mengangkat anak itu. Pengangkatan sah oleh Pengadilan Negeri termaksud harus dimintakan oleh orang yang mengangkat anak tersebut dalam 1 tahun setelah pengangkatan itu atau dalam 1 tahun setelah Undang-undang ini mulai berlaku.
C. Dikabulkan Permohonannya • • • Ada kemungkinan seorang anak karena berlakunnya suatu anturan turut kewarganegaraan ayahnya, sedangkan sesungguhnya ia merasa lebih berdekatan dengan ibunya yang berkewarganegaraan RI. Hendaknya kepada anak itu diberi kesempatan untuk memperoleh kewarganegaraan RI apabila ia dianggap sudah bisa menentukan kewarganegaraannya sendiri. Pemberian kesempatan itu hendaknya dibatasi pada anak di luar perkawinan, karena dalam perkawinan orang tua dan anak pada prinsipnya merupakan suatu kesatuan yang statusnya ditentukan oleh bapaknya. D. Pewarganegaraan • • • Cara memperoleh kewarganegaraan RI melalui pewarganegaraan atau naturalisasi terdiri dari 2 jenis, yakni: Naturalisasi yang dipermudah, ialah pewarganegaran ketika seseorang berusia 18 tahun sebagaimana yang diatur dalam pasal 4. Naturalisasi ketika seseorang berusia 21 tahun. (lebih jelas lihat UU No, 62 Tahun 1958)
E. Akibat dari Perkawinan F. Turut Ayah/Ibunya • Pasal 7 UU No. 62 tahun 1958, yang berbunyi: (1) Seorang perempuan asing yang kawin dengan seorang WN RI, memperoleh kewarganegaraan RI, apabila dan pada waktu ia dalam 1 tahun setelah perkawinannya berlangsung menyatakan keterangan untuk itu, kecuali jika ia apabila memperoleh kewarganegaraan lain, dalam hal mana keterangan itu tidak boleh ditanyakan. • Seorang anak yang belum dewasa dapat memperoleh kewarganegaraan RI akibat dari adanya hubungan kekeluargaan dengah ayah atau ibunya. (Lebih jelas lihat Pasal 13 UU No. 62 Tahun 1958)
G. Pernyataan • Perolehan kewarganegaraan dengan pernyataan sebenarnya dapat dilakukan secara simultan ketika seseorang memperoleh kewarganegaraan akibat perkawinan atau jarena turut ayah atau ibunya. • Memeproleh kewarganegaraan melalui pernyataan adalah mendapat kewarganegaraan dengan cara menyatakan diri menjadi warga negara Indonesia dengan mengisi Formulir I yang contohnya ada dalam lampiran Surat Edaran Menteri Kehakiman tanggal 30 September 1958 No. JB. 3/166/22.
Kehilangan Kewarganegaraan (Menurut UU No. 12 Tahun 2006, Bab IV Pasal 23) a. b. c. d. e. f. g. h. i. Memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri Tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain, sedang orang yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu. Dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh presiden atas permohonannya sendiri. Masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari presiden. Secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, yang jabatan dalam dinas semacam itu di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan hanya dapat dijabat oleh WNI. Secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut. Tidak diwajibkan tetapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing. Mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya. Bertempat tinggal diluar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia selama 5 (lima) tahun terus menerus bukan dalam rangka dinas negara, tanpa alasan yang sah dan dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi WNI sebelum jangka waktu 5 tahun itu berakhir, dan setiap 5 tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pernyataan ingin tetap menjadi WNI kepada Perwakilan Republik Indonesia di wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal yang bersangkutan padahal perwakilan RI tersebut sudah telah memberi tahu secara tertulis kepada yg bersangkutan, sepanjang yg bersangkutan tidak menjadi tanpa kewarganegaraan.
Asas Kewarganegaraan Ius Soli • Tempat Kelahiran • adalah hak mendapatkan kewargane garaan yang dapat diperoleh bagi individu berdasarkan tempat lahir di wilayah dari suatu negara. Ius Sanguinis • Keturunan • adalah hak kewarganegaraan yang diperoleh seseorang (individu) berdasarkan kewarganegaraan ayah atau ibu biologisnya.
Status Kewarganegaraan Apatride Bipatride • Adalah Seseorang yang memiliki • Adalah Seseorang yang kewarganegaraan rangkap tidak memiliki status • Contoh : Seorangketurunan kewarganegaraan bangsa C (Ius Sanguinis) lahir di • Contoh : Seorang keturunan negara D (Ius Soli). Sehingga bangsa A (Ius Soli) lahir di karena ia keturunan negara C, maka dianggap warga negara C, negara B (Ius Sanguinis). tetapi negara D juga Maka orang tersebut bukan menganggapnya sebagai warga negara A maupun negara, karena ia lahir di negara D. warga negara B.
Terima Kasih…
- Slides: 14